NovelToon NovelToon
Mencintaimu Menyakitkan

Mencintaimu Menyakitkan

Status: tamat
Genre:Patahhati / Lari Saat Hamil / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Indriani Sonaris

Aiden yang telah terbiasa menikmati rasa sakit karena mencintai Agneta. Ia sudah menutup hati untuk wanita manapun. Menjadi sosok yang dingin dan begitu tak tersentuh.
Sejak Agneta memilih Davero, ia memilih pergi menjauh meninggalkan Indonesia. Dan mulai menetap di Negara A tepatnya di kota N dan mulai merintis kariernya di sana.
Tetapi takdir mempertemukan dirinya dengan masalalunya. Masalalu yang merupakan kesalahannya...
Catherin....
Akankah Catherin meluluhkan hati Aiden, dan menggantikan posisi Agneta di dalam hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indriani Sonaris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22

Saat ini William berdiri memunggungi Catherine dengan keangkuhannya.

                “Katakan kenapa kamu

membatalkan begitu saja pertunanganmu dengan Robert?” tanya William yang kini

berbalik ke arah Catherine. “Siapa pria yang ada di foto itu?”

                “Aku tidak menyukai

Robert dan dia hanya ingin memanfaatkanku untuk merebut semua kekuasaan milik

keluarga kita.”

                “Benarkah? Bukankah

karena kamu berselingkuh?” tanya William. “Jaga sikapmu, Catherine. Kamu ini

seorang Nona dari SR Group. Jangan mempermalukan nama baik keluarga kita!”

                “Aku tidak

berselingkuh. Pria itu adalah orang yang menyelamatkanku dari penganiayaan

Robert,” seru Catherine.

                “Apa? Tapi Robert

berkata kalau kamu mencampakkannya karena pria itu.”

                Catherine menghela napasnya.

                “Ayah, selama ini aku

selalu menurutimu. Apapun yang anda katakan, selalu saya lakukan. Apa aku harus

menipumu seperti ini? Untuk apa, apa aku memiliki alasan untuk memberontak?”

tanya Catherine membuat William menghela napasnya.

                “Putriku, maafkan

Ayah.” William berjalan mendekati Catherine dan membawanya ke dalam pelukan

Ayahnya. “Maafkan Ayah karena meragukanmu. Seharusnya Ayah tidak mempercayai

bajingan sialan itu. Apa, apa dia melecehkanmu?” tanya William melepaskan

pelukannya dan menatap Catherine dengan sendu.

                “Hampir, tapi itu

tidak berhasil.” Jawab Catherine. “Ayah, bisakah anda tidak menjualku lagi

untuk bisnis?”

                Pertanyaan Catherine

membuat William terpaku.

                “Apa yang kamu

katakan. Ayah tidak pernah menjualmu, Ayah hanya ingin yang terbaik untukmu.”

                “Ayah, kalau memang

seperti itu, maka mulai sekarang biarkan aku menjalani hidupku sesuai

keinginanku. Anda telah banyak menjodohkanku dengan beberapa pria dari kalangan

pebisnis tetapi akhirnya gagal juga. Aku sudah mendapatkan gelar sebagai wanita

yang gagal.” Wiliam masih diam mendengarkan perkataan Catherine.

                “Untuk saat ini aku

ingin hidup tenang bersama Jasmine. Tolong jangan jual aku lagi,” serunya.

                “Baiklah aku akan

menyetujuinya.  Tetapi ingatlah, kalau

kamu memiliki pria yang kamu cintai dan kamu ingin hidup dengannya. Aku yang tetap memutuskan apa pria itu

layak atau tidak.”

                “Jangan sampai

reputasi keluarga kita di permalukan.”

                Aiden baru saja sampai

di gedung tempat peragaan busana yang di adakan oleh Evelyn. Ia berjalan masuk

seraya menyerahkan undangan yang ia bawa.

                Ia di arahkan ke

tempat duduk VIP di bagian depan. Ternyata ini merupakan peragaan besar di kota

N ini. Aiden mendaratkan pantatnya di atas kursi yang ada di sana. Ia duduk

dengan tenang hingga tatapannya menangkap sosok yang ia kenal.

                “Catherine?” gumamnya

melihat Catherine duduk tak jauh darinya. Dan Catherine terlihat datang bersama

Alan.

                ‘Dia datang bersama pria itu lagi. Sebenarnya ada hubungan apa di

antara mereka berdua? Apa mereka sungguh memiliki hubungan? Apa secepat ini

Catherine berpaling dariku? Apa memangnya cintanya tidak setulus yang aku

bayangkan?’ batin Aiden.

                Acara pun di mulai.

Seseorang sedang membawakan acara pembukaannya.

                Tak lama, mereka

memanggil Evelyn selaku desaignernya. Evelyn tampak memberikan sambutannya.

Tetapi pandangan Aiden bukan ke Evelyn melainkan pada Catherine yang terlihat

sangat akrab dengan pria bernama Alan itu.

                Aiden sungguh di buat

terbakar dan sangat kesal melihat semua itu. Sebenarnya ada apa dengan dirinya.

                Acara pun berlanjut

dengan beberapa model yang mulai memperlihatkan beberapa model pakaian musim

dingin yang sangat memukau.

                Aiden yang merasa

sudah sangat gerah dan kesal memilih meninggalkan tempat itu dan berjalan

keluar gedung. Kepergian Aiden tak luput dari pandangan Catherine yang menoleh

dan melihat punggung Aiden yang menjauh.

                “Ada apa?” tanya Alan.

                “Emmm tidak ada.” Seru

Catherine kembali melihat ke arah panggung. “Aku ke toilet dulu,” ucap

Catherine beranjak pergi meninggalkan Alan.

                Catherine tidak pergi

ke kamar mandi, melainkan pergi keluar gedung itu mencari keberadaan Aiden.

Entah kenapa ia terus kepikiran Aiden, apalagi mendengar kalau Aiden berhenti

dari Firma hukum. Sebenarnya apa yang terjadi? Bukankah menjadi seorang

pengacara adalah keinginannya.

                Ia melihat ke kiri dan

ke kanan mencari keberadaan Aiden tetapi tak ia temukan. Ia terus berjalan dan

melihat Aiden berdiri di dekat hutan kota yang ada di samping gedung ini. Aiden

terlihat bersandar ke batang pohon dengan sebelah tangannya yang di masukan ke

dalam saku mantelnya. Dan sebelah tangannya lagi tampak memegang sebatang rokok

yang sesekali ia hisap.

                Mendengar derap

langkah kaki membuatnya menoleh dan matanya langsung beradu dengan mata

seseorang yang entah kenapa kali ini mampu membuatnya berdebar.

                “Aku hanya sedang

mencari udara segar,” ucap Catherine menjadi gugup dan salah tingkah. “Baiklah

aku akan kembali masuk.”

                “Sudah menemukanku,

kenapa malah kembali masuk,” ucap Aiden kini berjalan menghampiri Catherine

seraya membuang rokoknya ke tanah yang sudah di penuhi salju.

                Aiden kini berdiri di

hadapan Catherine yang masih tidak berani melihat ke arah Aiden.

                “Aku hanya ingin tau

apa kamu baik-baik saja. Kenapa kamu bisa berhenti dari Firma?” tanya Catherine

kini melihat ke arah Aiden yang berada di depannya.

                Aiden hanya diam dan

menatap Catherine dengan seksama.

                “Emm ada apa? Kenapa

kamu menatapku seperti itu?” tanya Catherine semakin di buat gugup.

                “Aku hanya sedang

berpikir, apa kita akan terus seperti ini,” ucap Aiden.

                “Memang apa yang kamu

inginkan. Bukankah kamu sendiri yang yang ingin seperti ini,” seru Catherine.

                “Aku tidak tau apa

yang aku inginkan.hatiku penuh dengan ketakutan. Mungkin sebaiknya aku kembali

ke Indonesia.”

                “Apa maksudmu?” seru

Catherine sedikit kaget.

                “Aku tidak memiliki

tujuan hidup, Cath. Aku merasa tersesat dan aku tidak memahami diriku sendiri.

Aku lelah dengan semua rasa yang aku rasakan ini. Aku lelah dengan rasa takut

ini. Aku tidak ingin hidupku semakin menyulitkanmu. Aku ingin berterima kasih

karena kamu masih memperdulikanku.”

                “Jangan seperti itu.”

Seru Catherine.

                Catherine menatap

Aiden dengan sendu. “Kenapa kamu harus seperti ini, Aiden? Kamu selalu

membuatku kebingungan dan merasa serba salah. Aku tidak paham akan dirimu yang

sekarang, dan aku sendiripun tidak tau harus bagaimana menghadapimu,” ucap

Catherine terlihat berkaca-kaca.

                Tanpa kata Aiden

tiba-tiba saja memegang pipi Catherine dan mendekatkan wajahnya dengan wajah

Catherine. Ia mendaratkan bibirnya di bibir Catherine. Catherine tidak

memberikan perlawanan ataupun membalasnya. Ia hanya diam membeku mendapatkan

ciuman mendadak dari Aiden.

                Mereka berciuman di

bawah hujan salju.

                Cukup lama berciuman,

Aiden melepaskan ciumannya dan tatapan mereka kembali beradu dalam jarak yang

sangat dekat. Bahkan hidung keduanya sudah memerah karena kedinginan.

                Air mata Catherine

jatuh membasahi pipinya tanpa bisa ia tahan lagi. Kenapa harus sesakit ini

rasanya.

                “Maafkan aku karena

aku begitu ketakutan akan cinta. Luka itu membekas sangat dalam didalam hatiku.

Aku ingin keluar dari semua ini tapi rasanya tidak bisa. Aku tidak percaya akan

cinta lagi,” ucap Aiden.

                Aiden mengeluarkan

sesuatu dari saku mantelnya. Ia menyimpan kalung di telapak tangan Catherine.

                “Aku mohon simpanlah

ini. Sebagai tanda kalau aku pernah ada dalam hidupmu.” Aiden membelai pipi

Catherine. “Jangan menangis lagi karena aku.”

                Aiden menghapus air

mata Catherine. ‘Andai aku bisa terlepas

dari belenggu ini dan bisa mencintaimu. Aku akan sangat bahagia. Apa kamu bisa membawaku keluar dari rasa takut ini,

Cath?’ batin Aiden.

                Aiden beranjak pergi

meninggalkan Catherine sendiri dengan matanya yang memerah menahan air matanya.

Catherine menatap punggung Aiden yang semakin menjauh. Tadi ia sempat melihat

air mata di pelupuk mata Aiden.

                Catherine menundukkan

kepalanya dan melihat kalung di telapak tangannya. Air matanya kembali jatuh

membasahi pipinya.

                ‘Sebenarnya apa yang membuatmu begitu takut, Aiden?’ batin

Catherine.

1
Siarsazkia Siarsazkia
setelah bertahun ku tunggu akhirnya
Elok Pratiwi
tidak menarik
Amrisa Simatupang
jgn macam macam Aiden,ntar ada mine yg kedua Lo.. nikahi mommy mine dulu
Amrisa Simatupang
ayo mine jgn menyerah... ayo Aiden berjuanglah 🙏😁
Amrisa Simatupang
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
bunda R2
lanjut up lg kak thor,,,udah lama baru up lg😁
bunda R2
👍👍
Amrisa Simatupang
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹😂🌹
Rinnie Hassan Azhoeri
thor ini kenapa di ulang lagi....
maunya sih extra part nya saja thooor....
hehehe maaf yaa....
Susi Yanti
udah , cuma sampai dsn critanya ?
Tulip
Aiden sdh mulai nih mesumnya mau kumat
Tulip
🤣🤣🤣🤣
Tulip
🤣🤣🤣🤣yok kita bentur kepala aiden
Tulip
masak gak tau dg isi hati sendiri aiden... dulu gimana waktu sm agneta terbakar gak lihat agneta sm varo. pengen tak getok tu si aiden
Tulip
e. e. e. masih kok cemburu kan cath kamu anggap sahabat
Tulip
dasar gak peka aiden, masak gak tau alasan cathetrin pergi.
Tulip
merasa ya aiden tersindir. samalah dgmu aiden saat sm cathren menyebutkan nama wanita lain.
Tulip
masak lupa dg kesalahan masa lalu ketika bersama ageta. sungguh terlalu
Tulip
mmmm anknya aiden dg masa lalunya kali ya
faa
bener banget takdir d dunia novel ada d tangan autor😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!