NovelToon NovelToon
Legend Of Lyan

Legend Of Lyan

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Misteri / Petualangan / Barat / Tamat
Popularitas:20.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: rubahkecil

Lyan adalah seorang anak lemah yang tinggal bersama seorang kakek tukang kayu. Kehidupan sehari-harinya selalu ditindas oleh teman-temannya karena Lyan dianggap sampah yang tidak memiliki kekuatan sama sekali. Namun itu tidak membuat Lyan putus asa, dia selalu berusaha berlatih keras agar dia menjadi kuat. Sampai pada akhirnya Lyan bertemu dengan arwah seekor rubah pertapa ribuan tahun dan mengangkatnya menjadi murid. Kisah petualangan Lyan pun akhirnya dimulai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rubahkecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menembus Tingkat Energi Bumi

Satu minggu kemudian setelah terjadi insiden besar yang menimpa Desa Rumput berakhir, Lyan akhirnya siuman setelah selama seminggu tak sadarkan diri.

"Syukurlah... Akhirnya kau sadar juga Lyan." Ucap Cleo

"Cleo...!!! Kau sudah sadar? Bagaimana keadaanmu?? Apa kau baik-baik saja??" Tanya Lyan yang baru siuman.

"Aku baik-baik saja, kau tidak perlu mengkhawatirkanku... Dan maaf karena selama tak sadarkan diri aku merepotkanmu." Ucap Cleo.

"Kau tidak perlu mengucapkan kata maaf, sebenarnya aku lah yang harus mengucapkannya karena aku telah mengingkari janjiku untuk melindungimu, aku membiarkanmu terluka parah seperti itu." Ucap Lyan dengan wajah murung.

"Jangan menyalahkan dirimu sendiri seperti itu, lagian aku terluka juga disaat mengikuti kompetisi, ini murni kesalahanku sendiri karena aku masih lemah." Kata Cleo.

Lyan tiba-tiba teringat dengan sang kakek yang terluka parah karena melindungi dirinya, lalu dia segera menoleh kesekitar untuk menemukan keberadaan kakeknya.

"Kakek.. Dimana kakek? Bagaimana keadaannya sekarang Cleo??" Tanya Lyan.

"Tenang saja Lyan.. Kakekmu berada diruangan lain, kondisinya sudah membaik sekarang, hanya saja dia belum bisa menemuimu saat ini karena dia masih membutuhkan waktu untuk beristirahat." Kata Cleo.

"Ini semua salahku... jika tidak, kakek tidak mungkin akan mengalami hal seperti ini...!!! Cleo, ayo antar aku menemui kakek." Kata Lyan.

"Jangan terlalu memaksakan dirimu, kau baru saja siuman,, setidaknya istirahatlah beberapa hari lagi disini sampai kondisimu pulih." Ucap Petra yang berjalan menghampiri mereka bersama King dan Ming.

"Ayah...!!!" Ucap Cleo sambil berlari memeluk Petra.

"Oh anakku... Kondisimu belum terlalu pulih, mengapa kau berada disini?" Tanya Petra.

"Aku hanya ingin menjenguk Lyan ayah, lagipula aku bosan berada didalam rumah terus." Ucap Cleo.

"Dasar kau ini." Ucap Petra sambil mengelus kepala Cleo.

"Paman...!!! Ketua...!!! Syukurlah kalian baik-baik saja." Ucap Lyan.

"Ya... Kami masih bisa hidup sampai sekarang karena tuan King lah yang menyelamatkan kami." Kata Ming.

"Tuan King?? Bukankah dia penjaga perpustakaan itu?" Kata Lyan.

"Hahaha... Ternyata anak yang mengambil kitab Halilintar Mengguncang Semesta ini masih mengingatku." Ucap King sambil tertawa.

"Lyan... Tuan King adalah pelindung desa kita, dia sangat kuat,, bahkan dia jauh lebih kuat daripadaku... Tunjukkan rasa hormatmu kepadanya." Kata Ming.

"Ma.. Maafkan karena sudah tidak sopan terhadapmu tuan King." Ucap Lyan.

"Santai saja, kau tidak perlu seperti itu,, lagipula aku memang hanya seorang penjaga perpustakaan." Ucap King sambil memainkan janggutnya.

"Terima kasih tuan King,, aku tidak menyangka orang penting seperti kalian akan menjengukku seperti ini." Kata Lyan.

"Sebenarnya ada sesuatu yang ingin kami sampaikan kepadamu." Ucap Ming.

"Apa itu ketua?" Tanya Lyan.

"Ada sebuah reruntuhan misterius di Kota Awan yang katanya menyimpan banyak harta karun, konon katanya ada sebuah tempat rahasia didalam reruntuhan tersebut yang menyimpan banyak sekali harta seperti kitab jurus dan benda pusaka... Setiap tahun para ahli bela diri diizinkan untuk memasuki bangunan tersebut untuk berburu harta karun... Dua bulan lagi reruntuhan itu akan dibuka kembali, apa kau berniat untuk pergi kesana?" Tanya Ming.

"Wahh.. Benarkah?? Tentu saja aku akan pergi kesana...!!!" Tegas Lyan.

"Kalau begitu setelah kondisimu pulih, berlatihlah sampai kau menembus tingkat Energi Bumi, karena yang hanya diizinkan memasuki reruntuhan tersebut hanya para ahli bela diri yang berada ditingkat Energi Bumi atau diatasnya." Ucap Ming.

"Mengapa untuk memasuki reruntuhan tersebut kita harus berada ditingkat Energi Bumi?? Apa tempat itu berbahaya??" Tanya Cleo.

"Sebenarnya itu memang tempat yang berbahaya, terdapat banyak hewan buas iblis kuat yang tinggal didalamnya... Dulu banyak sekali para ahli bela diri yang mencoba menjelajahi reruntuhan tersebut, tetapi yang bisa pulang hidup-hidup hanya satu orang saja dan itupun kondisinya benar-benar terluka parah... Sebelum dia menghembuskan nafas terakhirnya, dia mengatakan kalau ada sebuah lorong rahasia yang didalamnya menuju banyak sekali harta karun... Namun sayang, sebelum dia memberitahu lokasinya, dia sudah menghembuskan nafas terakhirnya." Ucap Ming.

"Kalau begitu, mengapa mereka masih mengizinkan para ahli bela diri menjelajahi reruntuhan tersebut? Bukankah sudah jelas jika tempat itu sangat berbahaya?" Tanya Cleo.

"Karena setiap tahunnya hewan buas iblis yang berada disana akan mengalami masa hibernasi selama satu minggu, tetapi tidak semua hewan buas iblis yang akan memasuki masa hibernasi, masih ada beberapa jenis hewan buas iblis lemah yang akan tetap aktif disana... Maka dari itu setidaknya seseorang harus berada ditingkat Energi Bumi agar tidak kewalahan menghadapi hewan buas iblis lemah yang masih aktif tersebut." Jelas Ming.

"Ini kedengarannya menarik, kalau begitu,, dalam waktu dua bulan ini Aku akan berusaha untuk mencapai tingkat Energi Bumi...!!!" Tegas Lyan.

Satu bulan telah berlalu... Terlihat Lyan sedang berlatih dengan keras supaya bisa menembus tingkatan baru

"Sudah sebulan aku berlatih, tetapi mengapa Aku masih tidak bisa menembus tingkat Energi Bumi master?" Tanya Lyan.

"Ini memang tidak seperti yang kau pikirkan Lyan, untuk menembus tingkatan baru sangat berbeda dengan menembus tahap... Dalam kasus ini aku tak bisa menolongmu untuk menembus tingkat Energi Bumi, karena hanya dirimu sendirilah yang sanggup melakukannya." Ucap Master Gyo.

"Lalu bagaimana dulu cara master untuk menembus sebuah tingkatan kekuatan? Ayolah... Waktu yang tersisa tidak banyak lagi, setidaknya beritahu sebuah cara agar aku bisa menembus tingkat Energi Bumi." Ucap Lyan.

"Setiap orang memiliki cara yang berbeda untuk menembus sebuah tingkatan, jadi percuma saja jika senior memberitahumu caranya dulu menembus sebuah tingkatan." Kata Laxus.

"Yang dikatakan junior benar, kau harus menemukan caramu sendiri untuk menembus tingkat Energi Bumi... Lagipula kau baru mencapai tingkat Energi Murni tahap 9 sebulan yang lalu, jika orang biasa mungkin akan memerlukan waktu beberapa tahun untuk menembus sebuah tingkatan, tapi jika itu kau, kurasa dalam waktu tiga bulan juga kau akan sanggup menembus tingkat Energi Bumi." Ucap Master Gyo.

"Tiga bulan?? Ohh ayolah master... Aku hanya memiliki waktu satu bulan lagi untuk pergi ke Kota Awan... Aku tidak mau membuang kesempatan emas ini." Ucap Lyan.

"Baiklah kalau begitu, akan kuberitahu kau satu hal,, meskipun cara setiap orang berbeda untuk menembus sebuah tingkatan, tetapi masih ada suatu cara yang bisa membuatmu menembus tingkatan lebih cepat. Ini mungkin bisa membantumu sedikit." Kata Master Gyo.

"Apa itu caranya master?" Tanya Lyan.

"Dengarkan baik-baik. Jika kau ingin menggapainya, dia akan semakin sulit untuk kau raih.. Tetapi jika kau tidak berniat untuk meraihnya, maka dia akan pergi jauh meninggalkanmu." Ucap Master Gyo.

"Apa maksudnya master? Aku tidak mengerti sama sekali." Kata Lyan sambil menggaruk-garuk kepala.

"Temukanlah maksud dari perkataanku tersebut. Jika kau berhasil memecahkannya dalam beberapa minggu ini, mungkin kau akan segera menembus tingkat Energi Bumi." Ucap Master Gyo.

Kemudian Lyan pun duduk bersila sambil menutup matanya. Dia mulai berpikir keras maksud dari ucapan Master Gyo... Dua jam telah berlalu, dan Lyan masih belum berhasil untuk memecahkannya. Kemudian dia memperhatikan seekor semut yang berjalan menuju kearah makanan, semut kecil itu berusaha untuk membawa makanan tersebut tetapi gagal karena ukuran makanan tersebut lebih besar dari tubuhnya yang membuat semut tersebut kemudian pergi meninggalkan makanan tersebut.

Tak lama berselang, semut itu kembali menghampiri makanan tadi, tetapi kali ini semut tersebut tidak hanya seorang diri,, dia membawa segerombolan semut lain untuk membantunya membawa makanan tersebut. Seketika itu Lyan mulai menyadari akan sesuatu, dia pun menoleh kebelakang sambil berteriak.

"Master...!!! Akhirnya aku menemukan cara untuk menembus tingkat Energi Bumi...!!!" Teriak Lyan.

"Lhoo... Dimana master dan sesepuh??" Lanjut Lyan setelah menyadari jika Master Gyo dan Laxus tidak bersamanya.

"Kami disini Lyan." Ucap Master Gyo.

"Dimana master?? Aku tidak dapat menemukan keberadaanmu." Ucap Lyan.

"Dasar bodoh...!!! Kami sekarang berada didalam ruang jiwamu...!!! Apa kau daritadi tidak menyadari kalau aku berbicara didalam pikiranmu?" Kata Master Gyo.

"Didalam ruang jiwaku?? Kenapa kalian berada didalam ruang jiwaku sekarang?" Tanya Lyan.

"Kami memutuskan untuk tinggal didalam ruang jiwamu sekarang karena kami tidak bisa berada didunia luar terus dalam wujud roh seperti ini." Kata Master Gyo.

"Apa?? Bukankah saat berada didalam ruang jiwaku dulu master tidak bisa bertahan lama disana?" Ucap Lyan.

"Itu dikarenakan dulu didalam ruang jiwamu terdapat kubus raksasa... Sekarang benda yang mengganggu ruang jiwamu selama ini sudah tidak ada, dan lagipula disini juga ada junior yang merupakan seorang pertapa. Akan sangat mudah sekarang untuk tinggal didalam ruang jiwamu... Sudahlah, jangan banyak bertanya lagi...!!! Tadi kau bilang kau sudah menemukan cara untuk menembus tingkat Energi Bumi bukan?" Ucap Master Gyo.

"Iya master... Aku mulai menyadari selama ini aku hanya berfokus kepada kedua tanganku ketika mengalirkan energi, tetapi aku tidak menyalurkan keanggota tubuhku yang lain. Mungkin inilah salah satu penyebab yang membuatku sulit untuk mencapai tingkat Energi Bumi." Ucap Lyan.

"Apa benar begitu? Kalau begitu, cobalah cara yang sudah terpikirkan olehmu untuk menembus tingkat Energi Bumi." Kata Master Gyo.

Kemudian Lyan duduk bersila sambil menutup kedua matanya, sambil berkonsentrasi, dia perlahan mulai menyalurkan aliran energi keseluruh anggota tubuhnya. Setelah beberapa saat, Lyan mulai membuka kedua matanya dan menyadari kalau dirinya masih belum menembus tingkat Energi Bumi.

"Master, kenapa aku tetap tidak bisa menembus tingkat Energi Bumi?? Apa masih ada yang kurang setelah mengalirkan energi keseluruh anggota tubuh?" Tanya Lyan.

"Untuk menembus sebuah tingkatan tidak semudah yang kau pikirkan Lyan... Mungkin dengan menyalurkan energi keseluruh anggota tubuh memang salah satu cara agar kau lebih cepat menuju ketingkat selanjutnya, tetapi bukan hanya itu saja yang kau perlukan, masih banyak hal yang perlu kau ketahui untuk menembus sebuah tingkatan." Ucap Master Gyo.

"Bersabarlah Lyan... Sudah cukup baik untukmu bisa menyadari salah satu tahap menuju tingkat Energi Bumi, mungkin dalam beberapa minggu ini kau benar-benar akan menembus tingkat Energi Bumi." Lanjut Master Gyo.

Sebulan telah berlalu dan waktu untuk pergi menuju ke Kota Awan telah tiba... Sudah terlihat banyak ahli bela diri berkumpul dan beberapa diantaranya adalah Gremio, Mei, Angel, Kim dan Rity.

"Aku tidak menyangka Mei dan Angel akan ikut juga, ternyata kalian sudah menembus tingkat Energi Bumi sekarang dalam waktu sesingkat ini, kalian benar-benar hebat...!!!" Ucap Gremio.

"Gremio, sudah ditahap berapa kau sekarang? Aku tidak yakin jika kau masih berada ditahap 1." Tanya Kim.

"Aku sekarang berada ditingkat Energi Bumi tahap 3... Bagaimana dengan kak Kim dan Rity?" Ucap Gremio.

"Kau benar-benar jenius...!!! Hanya dalam waktu dua bulan saja kau sudah berada ditingkat yang sama dengan kami... Aku yakin dalam waktu dekat ini kau akan melampaui kami." Kata Kim.

"Hai semua...!!!!" Teriak Lyan sambil berlari kearah mereka.

"Wahh... Lyan...!!! Bukankah terakhir kali kau baru mencapai tingkat awal dari Energi Murni tahap 9?? Sekarang kau sudah berada ditingkat Energi Bumi?? Sungguh luar biasa...!!!" Ucap Gremio.

"Yaa kak... Sekarang aku sudah berada ditingkat Energi Bumi tahap 2." Kata Lyan sambil tersenyum.

"Apaaa....??? Tingkat Energi Bumi tahap 2...!!!" Ucap Gremio dan yang lainnya secara bersamaan.

"Kenapa kalian kaget seperti itu?? Memangnya aneh jika aku sudah berada ditingkat Energi Bumi tahap 2 sekarang??" Tanya Lyan.

"Tidak... Ini bukan aneh, tetapi kau benar-benar sangat berbakat...!!! Dalam menembus sebuah tingkatan dalam 2 bulan itu tidak mudah, apalagi terakhir kau baru saja mencapai tingkat Energi Murni tahap 9... Tetapi kau malah bisa menembus tingkat Energi Bumi dan sekarang malah berada ditahap 2 dalam kurun waktu yang singkat." Ucap Kim.

"Benarkah begitu?? Yaaa, memang harus kuakui jika aku memang sangat berbakat, tidak ada yang bisa menandingi kejeniusanku." Ucap Lyan sambil meletakkan kedua tangannya kepinggang.

"Sombong sekali kau...!!!" Teriak Mei.

"Wah... Kenapa kau marah...?? Padahal aku hanya bercanda." Ucap Lyan.

"Sudah... Sudah... Bukan waktunya untuk berdebat. Mari kita masuk kedalam untuk mengambil lencana kita." Kata Kim.

Kemudian mereka berjalan masuk kedalam dan segera mengambil lencana desa... Setiap ahli bela diri yang hendak beranjak kereruntuhan wajib memakai lencana yang berasal dari kota atau desa yang mereka tempati sekarang untuk menunjukkan darimana mereka berasal.

"Akhirnya... Aku akan meninggalkan desaku dan pergi ke Kota Awan. Ini pertama kalinya aku keluar dari desaku dan aku sudah tidak sabar apa yang akan menantiku disana." Gumam Lyan dalam hati dan petualangan baru pun akan segera dimulai...!!!

1
Bamz
qo ursula, raysmith, angel, mei, ga dibikin mati aj dah kyk layan 🤣🤣🤣
Bamz
disetiap pertempuran biasanya ada suara ledakan,, desiran angin, atau apalah jdi lebih brasa ke pembaca,, seperti suara Duarrr,,.. swushhh.. dll lah🤣🤣🤣
Tonny Gosal
Bagus
Bamz
Beni disisi kiri, lyan disisi kiri juga... hmmm
atek tjoen
pingsan mulu
Zzz: Mampir yok, judulnya Iblis penyerap darah, Mc psikopat+gila
total 1 replies
atek tjoen
hebat
atek tjoen
lanjut
atek tjoen
tidaaakkkkk
atek tjoen
ok
atek tjoen
hebattt
atek tjoen
lanjut
Topan Tea
sampah tetep sampah dan semakin busuk
Topan Tea
bodoh sampah calon bini mati kekuatan nya masih ampas /Puke//Puke//Puke//Puke//Puke//Puke/
Topan Tea
kuat kaya tahu /Puke//Puke//Puke//Puke//Puke/
Topan Tea
mc hebat dalam tarung bacot doang kemampuan ampas hadeh /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Andut Oxtavus
kelanjutan cerita nya di mana thour,,kok di cari di apk ini ngk ada,,
Candra Adir
Kecewa
Candra Adir
Buruk
M. Syafri
Luar biasa
Revo Triono Adi Saputro
Lumayan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!