NovelToon NovelToon
Dinikahi Sang CEO Lupa Ingatan

Dinikahi Sang CEO Lupa Ingatan

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​"Jangan pernah jatuh cinta padaku, karena kontrak ini tidak menyertakan perasaan," itulah aturan nomor satu yang ditulis oleh Arga Dirgantara untuk istrinya.

​Selama dua tahun, Keysa hidup dalam bayang-bayang. Sebagai istri kontrak, ia adalah asisten yang tak terlihat, tameng perusahaan, dan sosok yang paling dibenci Arga karena dianggap sebagai penghalang kebahagiaan pria itu dengan wanita lain. Keysa sudah siap untuk menyerahkan surat cerai dan pergi selamanya.

​Namun, takdir punya rencana lain. Sebuah kecelakaan fatal menghapus memori Arga selama tiga tahun terakhir.

​Saat pria itu membuka mata, ia tidak lagi melihat Keysa sebagai 'istri kontrak' yang menyebalkan. Ia melihat seorang wanita yang dingin, cerdas, efisien, dan memiliki tatapan tajam yang membuat jantungnya berdebar tanpa alasan.

​"Siapa kau sebenarnya?" tanya Arga dengan nada posesif. "Dan kenapa setiap kali aku melihatmu, aku merasa aku adalah orang paling bodoh karena pernah membiarkanmu menangis?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6: Kembali ke Medan Perang

​​"Minggir, Arga. Aku bisa terlambat rapat evaluasi gara-gara meladeni omong kosongmu." Keysa menatap lurus ke sepasang mata cokelat yang menatapnya intens itu. Tidak ada keraguan sedikit pun di wajahnya. Ia sama sekali tidak terpengaruh oleh dominasi laki-laki tersebut.

​"Kau belum menjawab pertanyaanku, Keysa." Arga justru semakin mencondongkan tubuhnya, mengunci tatapan mata istrinya lekat-lekat.

​"Bukan urusanmu. Lepaskan tanganmu dari pinggiran mejaku." Keysa menunduk luwes, menyelinap cepat lewat celah kecil di bawah lengan kiri Arga. Ia mengambil tas kerjanya dari atas nakas dengan gerakan sangat efisien. "Habiskan rotimu. Jangan keluar dari pintu apartemen ini selangkah pun sampai aku pulang sore nanti."

​"Siapa yang bilang aku akan diam membusuk di sini?" Arga langsung memutar tubuhnya, mengabaikan rasa perih yang tiba-tiba menyengat luka di tulang rusuknya. "Aku ikut ke kantor."

​"Tengkorakmu baru saja dijahit kemarin sore!" Keysa meninggikan suaranya, memutar bola matanya kesal melihat betapa bebalnya laki-laki di depannya ini.

​"Aku CEO Alvandra Group. Aku tidak bersembunyi di balik selimut saat direksi brengsek itu pasti sedang merencanakan sesuatu untuk menjatuhkanku." Arga melangkah pasti menuju lorong kamar utama. "Siapkan kemeja hitam dan jas abu-abu milikku. Kita berangkat bersama menuju medan perang."

​Keysa membuang napas kasar. Ia tahu berdebat dengan Arga dalam mode keras kepala adalah hal yang sangat sia-sia.

​Mobil sedan hitam mewah berhenti mulus tepat di depan lobi utama Gedung Alvandra Tower. Petugas keamanan berseragam lengkap langsung menunduk hormat sambil membukakan pintu penumpang. Keysa keluar lebih dulu, memegang tablet di tangan kirinya dengan gaya asisten profesional sejati.

​Arga menyusul keluar perlahan. Kemeja hitam pekat dan jas abu-abu gelapnya menutupi postur tubuhnya yang sebenarnya masih menahan sakit luar biasa. Perban di kepalanya tertutup cukup rapi oleh tatanan rambut yang disisir menyamping. Wajah pucatnya langsung digantikan oleh raut datar, dingin, dan penuh arogansi, persis seperti topeng yang selalu ia pakai selama bertahun-tahun.

​"Ingat aturan mainnya," bisik Keysa tajam dari sela giginya saat mereka berjalan berdampingan membelah lobi lantai dasar yang super sibuk. Karyawan-karyawan yang berlalu-lalang seketika menepi dan menunduk segan. "Jangan banyak bicara kalau kamu tidak tahu detail nama proyeknya. Biarkan aku yang memegang kendali penuh presentasi di depan layar. Kamu cukup duduk tegak di kursimu, pasang wajah sombong andalanmu, dan buat pria-pria tua itu ketakutan setengah mati."

​"Kau sedang mengajari seorang CEO tentang cara mengendalikan ruang rapat, Keysa?" Arga tersenyum miring, merasa sangat terhibur dengan keberanian perempuan di sampingnya ini.

​"Aku sedang menyelamatkan nyawa perusahaan yang membiayai gajiku, Arga. Ingat itu."

​Pintu kaca tebal ruang rapat utama di lantai empat puluh terbuka lebar. Belasan anggota dewan direksi pimpinan departemen sudah duduk melingkar di meja lonjong berlapis kayu mahoni. Suasana berisik di dalam ruangan itu mendadak hening total begitu Arga melangkah masuk, diikuti Keysa tepat di belakangnya.

​Arga berjalan tenang menuju kursi utama di ujung meja yang menyerupai takhta kekuasaan. Keysa berdiri tegap di sisi kanan kursi suaminya, mulai membagikan salinan dokumen fisik kepada seluruh peserta rapat dengan gerakan sangat luwes.

​"Syukurlah Bapak Arga sudah bisa bergabung dengan kita kembali hari ini," ujar Pak Hendra, direktur operasional yang sangat dikenal picik di kalangan internal. Senyum kepalsuan tersungging lebar di bibir keriputnya. "Mengingat kondisi Bapak yang kabarnya sempat kehilangan kepingan memori akibat benturan, kami semua sangat khawatir dengan nasib proyek Estoria."

​Arga menatap Pak Hendra dengan pandangan membunuh. Insting bisnis dasar di dalam kepalanya masih bekerja sangat sempurna, tapi otaknya sama sekali kosong melompong saat nama proyek Estoria dilemparkan ke udara. Tiga tahun lalu, proyek reklamasi pesisir itu bahkan belum ada di dalam cetak biru perusahaan manapun.

​"Ada apa dengan proyek Estoria?" suara Arga terdengar berat dan sangat mengintimidasi, menyembunyikan rasa bingungnya rapat-rapat.

​"Tentu saja soal pembengkakan dana reklamasi tahap dua, Pak Arga," sambar Pak Surya, direktur logistik yang duduk tepat di seberang meja Pak Hendra. "Tanpa persetujuan langsung dari tanda tangan Bapak, vendor menunda pengiriman alat-alat berat dan material beton. Kami sepakat, mengingat kondisi Bapak yang sedang sakit saat ini, wewenang persetujuan pencairan dana sebaiknya dialihkan sementara ke dewan direksi gabungan agar operasional proyek tidak mangkrak di tengah jalan."

​Udara di dalam ruang rapat itu menjadi sangat tegang dan mencekik.

​Arga mengepalkan tangan kanannya kuat-kuat di bawah meja kayu tersebut. Laki-laki itu sadar betul ia sedang terjebak di tengah kepungan musuh. Jika ia menolak permintaan mereka, ia tidak punya data angka yang kuat untuk melawan argumen tersebut. Namun jika ia setuju, ia sama saja menyerahkan kunci brankas perusahaannya begitu saja pada gerombolan serigala berjas rapi ini.

​Sebelum Arga sempat membuka mulut untuk memberikan perlawanan gertak sambal, sebuah map kulit berwarna cokelat dilemparkan agak keras menabrak bagian tengah meja rapat.

​Bunyi tamparan map beradu dengan meja kayu itu sukses membuat semua orang tersentak kaget.

​"Wewenang persetujuan dana tidak akan dialihkan ke tangan siapa pun, Pak Hendra." Keysa bersuara sangat lantang, memecah keheningan ruangan dengan jernih. Perempuan itu menekan layar sentuh tabletnya cepat, menampilkan deretan grafik keuangan proyek Estoria ke layar proyeksi raksasa di bagian depan dinding.

​"Mbak Keysa, ini rapat internal tingkat direksi. Seorang asisten sama sekali tidak punya hak suara di meja ini," tegur Pak Hendra dengan wajah memerah kesal.

​"Sebagai asisten pribadi sekaligus istri sah CEO perusahaan ini, aku memiliki surat kuasa penuh dari firma hukum untuk mempresentasikan data atas nama suami tercintaku." Keysa membalas dengan rentetan kalimat telak yang sukses membungkam seluruh bibir di ruangan tersebut.

​Arga mendongak pelan, menatap punggung tegap Keysa dengan sebelah alis terangkat naik. Jantung laki-laki itu berdetak dua kali lebih cepat melihat aura dominan luar biasa yang memancar kuat dari istrinya.

​"Perhatikan grafik merah di layar sana," lanjut Keysa tanpa memberi celah sedikit pun bagi direksi penentang untuk bernapas lega. "Tidak ada pembengkakan dana reklamasi di lapangan. Yang ada hanyalah manipulasi laporan bodong dari pihak vendor anak perusahaan yang kebetulan dikelola langsung oleh keponakan Pak Hendra sendiri. Material penting ditahan bukan karena kurang dana operasional, tapi karena mereka sengaja menimbunnya di pelabuhan untuk memanipulasi kelangkaan pasar dan menaikkan harga jual bulan depan."

​Wajah Pak Hendra memucat seketika, keringat dingin membasahi dahinya. "I-itu fitnah tidak berdasar! Mana bukti konkretnya?!"

​"Buktinya terpampang jelas di halaman empat pada map yang baru saja kubagikan ke hadapan kalian semua." Keysa tersenyum sangat tipis, sebuah senyum mematikan yang tidak pernah gagal membuat mental lawannya hancur berkeping-keping. "Salinan resmi mutasi rekening vendor tersebut dan rekaman kamera pengawas hasil inspeksi gudang yang kami lakukan minggu lalu sudah kulampirkan lengkap. Jika kalian masih memaksa mengambil alih wewenang proyek ini lewat paksaan, aku akan dengan sangat senang hati menyerahkan semua temuan kotor ini ke kepolisian pusat atas tuduhan penggelapan dana korporat berencana."

​Hening. Benar-benar sunyi senyap bak kuburan.

​Tidak ada satu pun direktur di meja itu yang berani bernapas terlalu keras, apalagi membuka mulut untuk membantah balik. Mereka semua menunduk, sibuk membolak-balik kertas bukti tersebut dengan jari tangan gemetar.

​Keysa menoleh ke arah Arga, memberikan isyarat jelas lewat tatapan matanya bahwa tugas pembersihan hama di ruangan itu sudah selesai dengan sempurna.

​Arga merapikan kerah jasnya santai, mencondongkan tubuh besarnya ke depan dengan kedua siku bertumpu nyaman pada meja. "Rapat hari ini selesai. Proyek Estoria tetap berada di bawah kendali penuhku dan tim audit. Dan khusus untuk Pak Hendra, pastikan surat pengunduran dirimu sudah tergeletak rapi di atas mejaku sebelum jam makan siang berbunyi."

​Arga berdiri tegap seketika, berjalan tegap keluar dari ruang rapat tanpa menoleh sedikit pun ke belakang. Keysa membereskan tabletnya dengan kilat dan langsung mengekor ketat di belakang langkah lebar sang CEO.

​Mereka berdua berjalan cepat menyusuri lorong eksklusif menuju lift pribadi khusus jajaran petinggi. Keysa menekan tombol arah bawah. Pintu baja mengkilap itu terbuka lebar, mereka melangkah masuk bersamaan. Pintu kembali tertutup rapat tanpa celah, memisahkan mereka berdua dari keramaian kantor yang penuh intrik dan racun.

​Keysa menyandarkan punggungnya ke dinding besi lift, membuang napas panjang perlahan dari bibirnya. "Itu tadi nyaris saja gagal, Arga. Lain kali, pelajari dulu draft laporan yang kusiapkan di meja makan sebelum kamu nekat masuk kandang macan tanpa senjata."

​Lift mulai bergerak turun mulus dengan kecepatan tinggi. Angka digital merah di atas pintu terus menghitung mundur menembus lantai-lantai gedung.

​Tiba-tiba, tangan kanan Arga terjulur cepat menekan panel kendali penuh.

​Bunyi alarm pendek terdengar nyaring. Tombol darurat berwarna merah menyala terang. Gerakan lift berhenti seketika dengan sentakan keras menggantung tepat di antara lantai tiga puluh dan lantai dua puluh sembilan.

​"Apa yang kamu lakukan?! Kamu gila?!" Keysa memekik kaget, kehilangan ketenangan wajah datarnya untuk sesaat.

​Arga memutar tubuhnya seratus delapan puluh derajat, melangkah maju mendekati Keysa yang terpojok di dinding lift belakang. Laki-laki itu menatap Keysa tajam dari ujung kaki hingga ke manik mata dengan kilat obsesi yang menggelap pekat. Ia mengurung Keysa telak dengan kedua lengannya yang bertumpu kokoh pada dinding lift di sisi kanan dan sisi kiri kepala perempuan itu.

​"Pantas saja aku menikahimu," bisik Arga tepat di depan wajah Keysa dengan nada posesif, suaranya menggema di ruang sempit itu. "Kau senjata paling mematikan yang pernah kumiliki."

1
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Bastian kamu nyari perkara aja 😏😏
Popy Ana
o, jadi berubah haluan cara Arga untuk mendapatkan Keysa lagi.. tidak dengan menahan tapi melepaskan nya untuk di kejar 🤔
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
saya yakin pasti itu Keysa 🤗🤗
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
ayo tunjukan Arga kl kamu sdh berubah dan layak berdiri di samping Keysa 💪💪
Popy Ana
👏👏👏 Akhirnya si monster balik.. lanjut Arga babat habis semua orang orang licik itu..
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
bersihkan semua yg sdh jahat pd Keysa sejak dulu Arga kl kamu mau memperbaiki semuanya 😏😏
Savana Liora
sabar
Popy Ana
duh ini keposesifan Arga yg pertama setelah sembuh dari lupa ingatan Nya..
semoga Arga bisa meluluhkan hati Keysa walaupun harus menunggu waktu yg lama..
Popy Ana
sungguh dramatis sekali Arga nasibmu sudah bercerai kamu baru ingat semua masalalumu.. dan itu sangat baik untuk Keysa..
Popy Ana
ciyus arga gak mau ngamok dulu minimal banting kursi lah 😁🤣🤣
Popy Ana
aku mau nangis loh sumpah 🤭
Popy Ana: ini karma untuk Arga ya Thor 🤭
total 2 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Ratna liat anak sakit di rawat bkn tanya apa yg sakit ke Arga malah ngehina dan ngerendahin Keysa trus malah mau jodohin Arga lg 😏😏 ampun dah ada ya ibu seperti Ratna gak ada khawatir"nya sama anak sendiri 😏😏 skrng Arga pasti lbh dingin dan kejam deh sama orang tp dia akan lembut sama Keysa tp perjuangan Arga gak akan mdh buat bisa balik lg sama Keysa 😏😏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
jd pengen th kekejaman apa aja yg tlh Arga lakukan sama Keysa 😏😏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
nah skrng waktunya Arga berjuang buat luluhin hati Keysa secara benar bkn karna hilang ingatan atau ego semata karna sejujurnya dr awal saya setuju kl Keysa berjodoh dngn Arga karna mereka cocok cuma saya gak mau Keysa di perlakukan seperti itu oleh Arga jd Arga hrs di kasih pelajaran dulu Thor biar dia th arti kehilangan seorang yg benar" dia cintai dan arti penyesalan yg meruntuhkan semua egonya karna seorang Keysa 😏😏 jd nanti kl bisa Arga dan Keysa di persatukan lg tp jngn skrng karna kita jg hrs liat perjuangan Arga buat dapetin Keysa lg 😉😉
Savana Liora: belum tau ya kak. kita lihat saja nanti kemana ketikan othor membawa mereka
total 1 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
nah Arga skrng kamu thkan kenapa Keysa kekeh pengen pergi dr kamu skrng nikmatilah penyesalan mu karna ditinggal Keysa pergi 😏😏
Savana Liora: iya makasih ya
total 1 replies
hana
hari ini tiap part bikin sesak nafas semua😔😢
hana: 😆😆😆😆😆
total 2 replies
Eni Istiarsi
baguslah kamu kena amnesia, Arga.. mungkin biar kamu introspeksi bagaimana kamu selama ini memperlakukan Keysa sebagai istrimu
hana
maafkan masih kurang puas thor crazy up nya🤭🤭🤭
hana: siap 🫡semangat ya thor👏💪
total 2 replies
MamDeyh
/Sweat/
Popy Ana
😭😭😭😭 key sedih aku key... usahamu berpisah dari Arga gagal total. Arga kamu menahan Keysa di sisimu saat kamu lupa ingatan dan berubah 180° dari sikap dan perlakuan kamu yg dulu . ya jelas lah Keysa gak mudah percaya..
apalagi Keysa sosok mandiri tangguh dan badass..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!