NovelToon NovelToon
Penyesalan Yang Terlambat

Penyesalan Yang Terlambat

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Penyesalan Suami / Single Mom
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Amak Mpis

"Rain, ini aku Bintang suamimu, kamu boleh menghukumku dengan cara apapun tapi tolong jangan pura-pura melupakan aku, aku sudah sangat menyesali perbuatanku dulu sama kamu."

"Bukan aku yang pura-pura tidak mengenalmu tapi aku memang tak kenal siapa kamu bahkan bertemu kamu saja baru dua kali ini."

Penyesalan itu memang terkadang datang terlambat tapi apa jadinya jika sosoknya kembali datang setelah 4 bulan Bintang kehilangannya, akankah Bintang masih bisa menerima kenyataan jika orang didepannya ini bukan orang yang selama ini dia rindukan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amak Mpis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hubungan Black dan Rio.

Black kembali ke kamarnya dengan emosi yang masih di ubun-ubun, Black ditarik mundur sama Dirga karena Dirga tahu saat tatapan mata Black sudah berubah maka itu sudah bukan dirinya lagi.

 "Gaga, kenapa lo bawa gue keluar? Urusan gue belum selesai sama mereka, banyak hal yang harus gue bahas sama mereka, banyak amarah yang harus gue keluarkan, Gaga ayo bawa gue kesana lagi, gue masih mau ngomong sama mereka."

 Dirga memeluk Black yang sekarang sudah dipindahkan ke kasur dengan posisi Black duduk di kasur, pelukan yang sangat tenang, pelukan hangat yang sudah lama tidak Black rasakan.

 "Gaga, lo dulu dekat banget sama gue ya?"

 Dirga tetap diam dan semakin mengeratkan pelukannya pada Black dan pelukan ini langsung membungkam mulut Black, meredakan emosi Black, membuat Black langsung lupa dengan amarahnya.

 "Sekarang tidur dulu ya, badan lo capek banget, tenangkan diri lo dulu, ok?"

 "Ok." Black merebahkan badannya dan mulai menutup mata dengan Dirga yang mengelus keningnya sampai Black benar-benar tertidur pulas.

 "Black, sudah lama lo gak lepas kendali bahkan sejahat Bintang dulu sama lo tidak membuat lo kehilangan kendali, apa ada hal lain yang belum gue ketahui?"

 Dirga mengotak-atik ponselnya sebelum akhirnya dia menemukan nomor seseorang yang riwayat panggilannya paling banyak di ponsel Dirga.

 "Bara, bisa bantu gue?"

 "Bisa bos, bantu apa bos? Kenapa suara bos kaya panik gitu?"

 "Tolong cari tahu hubungan Black dan Rio dulu saat dia masih menjadi Rain! Kirim semua hasilnya pada saya, secepatnya!"

 "Siap bos, saya kerjakan sekarang." Telepon berhenti tepat saat pintu kamar Black terbuka dan menampakkan Alvin disana.

 "Kenapa muka lo?" Tanya Alvin bingung melihat muka Dirga yang menampakkan kalau dia sangat pusing sekarang.

 "Pin, jujur sama gue, apa Black pernah hilang kendali saat gue gak ada disini?"

 “Hilang kendali? Kenapa lo nanya gitu? Tadi Black lepas kendali?"

 "Iya tadi Black hampir lepas kendali saat berbicara sama Bintang, Hexa dan Rio, tapi Black lebih marah dengan Rio, jawab jujur Pin!"

 Alvin diam cukup lama sebelum dia menjawab. "Black tidak pernah lepas kendali tapi Black memang sangat benci pada Rio dari dulu sebelum dia menjadi istri Bintang."

 "Mereka pernah punya hubungan?"

Alvin kembali diam, dia sudah berjanji pada Black jika dia tidak akan pernah menceritakan apapun tentang dia dan Rio kepada siapapun termasuk pada Dirga. 

“Bukannya gue gak mau cerita tapi kayaknya mending suatu hari nanti kalau Black sudah mengingat semua memorinya lo tanya sendiri saja soalnya gue sudah janji sama Black kalau gue gak akan menceritakan apapun kepada siapapun tentang dia dan Rio.”

“Gue bukan orang lain yang lo jadikan nama dari orang yang mau lo simpan agar tak mengetahui hal ini, gue ini sahabat kalian.”

“Kenyataan yang akan gue ceritakan  membuat lo tambah sakit, jadi tolong jangan paksa gue buat kasih tau lo tentang semuanya, gue gak bisa.”

“Ok kalau itu memang sudah perjanjian, tapi kalau gue nyari tahu tentang semua ini lo jangan marah dan jangan menutup jalan orang gue!”

Bukan permintaan tapi perintah bagi Alvin dan Alvin hanya bisa mengangguk. 

Tak selang lama Dirga mendapat telepon dari Bara yang memberikan laporan dari pencariannya tentang hubungan Black dan Rio. 

Muka Dirga merah padam mendengar penjelasan Bara membuat Alvin sedikit panik karena dia tahu kalau sekarang Dirga pasti sudah tahu tentang hubungan Black dan Rio. 

BUGH

Benar saja, satu pukulan mendarat di pipi Alvin dari Dirga setelah menutup telepon dari Bara. 

“Lo mau belain bajingan itu?”

“Bukan gue yang mau belain dia, gue juga gak mau melindungi dia, gue hanya menuruti Black untuk mengubur semua ingatan masa lalunya sama Rio. Apa lagi sekarang Black belum mengingat siapa Rio untuknya jadi jangan buat dia ingat siapa Rio. Cukup kita bantu kubur masa lalu yang menyakitinya.”

“Gak kaya gini caranya, bukan dengan lo menutupi dari gue, kalau gue tahu gue juga gak akan memberitahu Black, tapi gue gak rela liat dia masih bisa hidup enak setelah apa yang Black alami dulu.”

“Hidupnya gak sepenuhnya enak, kalau lo tahu kisah Naren harusnya lo juga tahu kalau Rio tersiksa dengan kedatangan Naren, dia sudah tersiksa dengan perjodohannya dengan Helena, dia juga harus menerima Naren meskipun hanya di depan Black. Gue juga gak tinggal diam, gue slalu menggagalkan kerja sama dia dengan siapapun client yang dianggap besar sampai sekarang perusahaannya belum bisa berkembang, gue juga selalu menjatuhkan dia di depan semua clientnya tanpa dia tahu, gue gak mungkin tinggal diam setelah apa yang dia lakukan pada Black, meski semua itu bukan karena keinginannya saja.”

“Kenapa lo gak kasih tahu gue?”

“Black yang dulu tahu kalau lo suka sama dia dan dia gak mau lebih menyakiti lo karena mendengar hubungannya dengan Rio. Gue hanya menuruti Black gak ada maksud gue mau belain Rio, gue tetap membalas semua yang dia lakukan tanpa dia tahu.”

“Maaf, gue tadi udah nonjok lo.”

“Iya gue paham kok, kalau lo mau membalas Rio boleh tapi jangan sampai kelihatan dan jangan sampai ada yang tahu, kita balas dia secara halus.”

“Iya ok.” Dirga kembali menatap Black yang sekarang masih tidur dengan sangat pulas, tenaganya habis karena dia yang hampir kehilangan kendali. 

“Apa sekarang Black sudah mengingat tentang Rio?”

“Belum, Black belum bisa mengingat semua yang berhubungan dengan Rio, dia hanya bisa mengingat Rio setelah pertemuannya sekarang, tapi mungkin tanpa dia sadari kebenciannya dulu memancing amarahnya sampai tak terkendali seperti tadi.”

“Rasa sakit apalagi yang belum Black alami jika karena keluarga itu Black tersiksa selama bertahun-tahun?”

“Lo akan tahu seiring berjalannya waktu lo bersama Black, gue gak akan sanggup jika gue harus menceritakan semuanya.”

Dirga menatap lekat wajah Black yang tampak sangat lelah, Dirga juga berharap jika Black tak lagi mengingat masa lalunya yang menyakitkan. Dirga juga berjanji jika dia akan membalas semua yang Rio lakukan. 

“Eh Pin, tante Marsya jadi balik ke sini?”

“Jadi, apa lagi tadi dia telepon lihat gue di rumah sakit lagi sama Black, tambah panik lagi dia, mungkin nanti sore bunda juga bakal terbang kesini.”

“Sesayang itu tante Marsya sama Black, kenapa lo baru kasih tahu kalau lo sudah ketemu Black?”

“Ingatan Black sekarang sudah semakin banyak, jika gue kasih tahu bunda dari pertama gue ketemu Black, bisa kaget Black yang ada, biar bunda tahunya sekarang saat Black sudah siap menerima hal baru yang datang.”

“Apa reaksi Black saat besok tante Marsya datang? Lo sudah siap dengan semuanya?”

“Kalau gue gak siap kan ada lo yang siap.” Alvin berlari keluar karena dia tahu akan ada satu pukulan yang menghampirinya setelah dia mengatakan itu, tapi dia juga tahu kalau pukulan itu adalah pukulan bercanda.

Sementara di ruang sebelah masih terjadi ketegangan, Bintang dan Hexa masih terus menyecar Rio untuk mengaku karena tanpa Rio sadari mereka berdua sadar jika tatapan amarah Black lebih tertuju pada Rio bukan Bintang. 

“KAK,JAWAB GUE APA HUBUNGAN LO SAMA BLACK JANGAN DIEM DOANG?” Bentak Bintang yang sudah muak karena Rio tak kunjung menjawab 

“Kak, mending sekarang lo jujur, gue tadi sudah nanya lo baik-baik biar Bintang gak tahu tapi lo tetap gak mau jawab, sekarang lihat kan kalau Bintang tahu akhirnya gimana, jawab kak! Sebenarnya apa hubungan kalian dulu?”

“Empat tahun gue menikah sama Black dan gue gak pernah melihat ada kebencian sebesar itu di mata Black karna gue mungkin dulu sangat membenci Black sampai gue gak menyadari hal itu, tapi tadi terlihat jelas kalau Black sangat membenci lo, kemarahannya bukan buat gue ataupun Hexa tapi buat lo, sekarang jawab!”

“Ok gue jawab, gue mantan pacarnya Black yang dulu sempat mau gue kenalkan ke mama sama papa.”

BERSAMBUNG. 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!