NovelToon NovelToon
DEAK PARUJAR (Putri Langit Yang Menciptakan Dunia)

DEAK PARUJAR (Putri Langit Yang Menciptakan Dunia)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Fantasi / Ruang Bawah Tanah dan Naga
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sasip

Sebuah novel fantasi mitologi Nusantara (Batak). Berikut salah satu petikannya:

"Sebelum matahari mengenal pagi, langit telah lebih dahulu mengenal doa. Di Banua Ginjang, doa tidak diucapkan melalui bibir, melainkan tumbuh menjadi bunga-bunga cahaya yang bermekaran di antara akar bintang. Setiap kelopaknya membawa harapan, dan setiap harapan akan jatuh ke dunia bawah sebagai embun kehidupan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sasip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9. Tarian Matahari & Bulan (Bagian III)

...Pelangi yang Menjembatani Tiga Banua...

..."Pelangi bukanlah jalan menuju langit. Pelangi adalah janji bahwa segala yang berbeda masih dapat saling terhubung."...

^^^—Petuah Burung Erung^^^

Gerhana telah usai. Matahari kembali melanjutkan perjalanannya. Bulan perlahan menghilang menuju ufuk barat. Seluruh Banua Ginjang kembali dipenuhi nyanyian burung dan desir angin.

Namun, sesuatu yang belum pernah dilihat Deak mulai terjadi.

Di tempat Matahari dan Bulan saling berpisah, muncul seutas cahaya tipis. Mula-mula hanya sebesar benang. Lalu bertambah lebar. Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila dan Ungu.

Ketujuh warna itu tidak saling bercampur. Mereka hanya saling berdampingan. Masing-masing mempertahankan keindahannya sendiri-sendiri.

Namun justru karena itulah, lahir sesuatu yang jauh lebih indah daripada satu warna saja. Sebuah pelangi. Namun bukan pelangi seperti yang pernah dibayangkan Deak sebelumnya. Pelangi itu membentang jauh melampaui cakrawala.

Salah satu ujungnya menyentuh pucuk Hariara Bolon. Ujung lainnya, menghilang ke bawah awan-awan Banua Tonga.

Dan jauh di kedalaman yang tak kasatmata, bayangannya masih terus memanjang hingga menyentuh Banua Toru.

Deak menahan napas, tanpa sadar bergumam: "Pelangi... menyentuh tiga banua?"

Burung Erung yang bertengger di dahan tertinggi Hariara Bolon menganggukkan kepalanya, "Sejak awal penciptaan, selalu ada Pelangi yang menghubungkan tiga banua. Tetapi hanya sedikit makhluk yang mampu melihatnya."

Tiba-tiba terdengar suara gemerincing yang menyerupai ribuan lonceng kristal.

Di sepanjang pelangi itu mulai bermunculan makhluk-makhluk bercahaya. Tubuh mereka ramping seperti manusia. Kulit mereka bening laksana kristal hujan. Rambut mereka menjuntai panjang, berubah warna mengikuti tujuh lengkung pelangi.

Pada punggung mereka tumbuh sepasang sayap yang menyerupai kaca berwarna. Setiap kepakan meninggalkan serpihan cahaya yang perlahan berubah menjadi bunga-bunga langit.

"Siapakah mereka?" tanya Deak.

Burung Erung menjawab, "Mereka disebut... Parhobas Rambu. Penjaga Jembatan Pelangi."

Jumlah mereka tidak terhitung. Mereka berjalan tanpa suara di sepanjang pelangi. Di tangan masing-masing tergenggam tongkat dari kristal bening. Sesekali mereka berhenti. Menyentuhkan tongkat ke permukaan pelangi. Saat itu warna-warna yang mulai memudar kembali bersinar.

"Mereka sedang memperbaiki pelangi?" Deak bertanya.

"Ya." kata Ompu Sinar, "Pelangi juga dapat lelah. Karena ia memikul harapan dari tiga banua."

Tak lama kemudian, dari balik lengkungan pelangi muncul makhluk lain. Tubuhnya menyerupai kijang muda. Namun seluruh tubuhnya tersusun dari tetesan hujan.

Tanduknya berupa cabang-cabang pelangi kecil.

Setiap langkahnya melahirkan bunga-bunga berwarna yang belum pernah ada.

"Sialtong Namarhodang." bisik Nai Api, "Mereka adalah rusa-rusa langit bertanduk pelangi. Merekalah yang membawa benih warna ke seluruh bunga di Banua Ginjang."

Langit kembali bergemuruh. Namun bukan karena badai. Melainkan oleh kepakan sayap yang begitu besar. Seekor burung raksasa muncul dari balik lengkung pelangi. Sayap kirinya memantulkan cahaya matahari. Sayap kanannya memantulkan cahaya bulan. Ekor panjangnya terdiri atas tujuh pita warna yang mengalir seperti air terjun.

Burung itu jauh lebih besar daripada Burung Erung. Namun wajahnya begitu damai. Semua makhluk segera menundukkan kepala. Bahkan Burung Erung sendiri merunduk hormat.

"Siapa dia?" bisik Deak masih dengan posisi menunduk.

Burung Erung menjawab dengan penuh hormat, "Dialah... Siharpangan Rambu. Burung Agung Penjaga Pelangi Pertama."

Siharpangan Rambu tidak mengucapkan sepatah kata pun. Ia hanya mengepakkan sayapnya sekali. Namun satu kepakan itu membuat seluruh pelangi bergetar. Getaran itu menjalar ke Hariara Bolon. Turun ke Banua Tonga. Lalu mencapai Banua Toru.

Untuk sesaat, ketiga banua berdetak dalam irama yang sama. Deak merasakan jantungnya ikut berdenyut mengikuti irama itu.

Pada saat itulah bentuk pelangi berubah. Warna-warnanya tidak lagi membentuk lengkungan. Melainkan berubah menjadi ribuan benang cahaya. Benang-benang itu saling menjalin. Menenun dirinya sendiri.

Perlahan, terbentuk sebuah jembatan yang begitu lebar hingga seluruh kawanan Parhudon dapat berlari di atasnya.

Di bawah jembatan tampak samudra purba Banua Tonga. Masih terlihat kosong. Belum memiliki gunung. Belum memiliki hutan. Belum memiliki manusia.

Namun Deak merasakan sesuatu. Ia tidak tahu mengapa. Dadanya terasa menghangat. Seolah dunia kosong itu sedang memanggil namanya.

Burung Erung mendekatinya, "Putri, apakah engkau mendengarnya?"

Deak mengangguk perlahan, "Ada suara... Suara apakah itu? Bukan berupa kata-kata. Bukan juga nyanyian berirama. Terdengar seperti... ada seseorang yang belum lahir sedang memanggilku."

Burung Erung tersenyum, "Itu bukan seseorang."

"Lalu?" tanya Deak penasaran.

"Itu adalah... dunia."

Keheningan kembali memenuhi langit.

Lalu Siharpangan Rambu akhirnya membuka paruhnya. Suaranya bukan berupa bahasa. Melainkan tujuh nada. Setiap nada berubah menjadi satu warna.

Setiap warna berubah menjadi satu benih. Merah menjadi keberanian. Jingga menjadi sukacita. Kuning menjadi kebijaksanaan. Hijau menjadi kehidupan. Biru menjadi ketenangan. Nila menjadi kesetiaan. Ungu menjadi pengharapan.

Ketujuh benih itu perlahan melayang. Satu per satu memasuki Ulos Cahaya yang dikenakan Deak. Corak ulos itu berubah.

Di antara akar Hariara dan pusaran air kini muncul tujuh garis halus berwarna pelangi.

Nai Tonun, yang datang tanpa suara bersama para penenun langit, menatap perubahan itu dengan mata berkaca-kaca.

"Belum pernah..." bisiknya, "...belum pernah ada ulos yang menerima tujuh warna pelangi."

Beliau lalu menundukkan kepala dan berujar: "Bersiaplah, Putri. Pelajaranmu hampir selesai. Sebentar lagi... engkau tidak hanya akan belajar tentang dunia. Engkau akan diminta... untuk menciptakannya."

Pelangi perlahan memudar. Parhobas Rambu kembali menyatu dengan cahaya, mereka menghilang bersama hujan warna.

Siharpangan Rambu terbang semakin tinggi hingga menjadi titik cahaya yang menyatu dengan langit.

Namun sebelum menghilang, Burung Agung itu menjatuhkan satu helai bulu. Bulu itu tidak jatuh ke tanah. Ia melayang perlahan dan mendarat tepat di telapak tangan Deak yang terbuka.

Saat jari-jarinya menutup bulu tersebut, ia mendengar satu kalimat yang begitu pelan. Bukan dengan telinga ia mendengarnya. Melainkan dengan hatinya.

..."Jembatan tidak pernah memilih siapa yang boleh melintas. Ia hanya memastikan bahwa mereka yang terpisah masih memiliki jalan untuk saling menemukan."...

Dan sejak hari itu, setiap kali Deak memandang pelangi, ia tidak lagi melihat sekadar lengkungan warna. Ia melihat sebuah janji.

Bahwa langit, bumi dan kedalaman yang paling sunyi, tidak pernah benar-benar terpisah selama masih ada kasih yang bersedia menjadi jembatan.

...****************...

Horas! 🌿

Mauliate godang.. 🤎

📖 Bersambung ke Bab 10. Benih yang Belum Menjadi Hutan.

...****************...

Catatan Penulis:

Telah diperkenalkan tiga simbol besar yang akan terus bergema hingga akhir kisah:

- Matahari dan Bulan, melambangkan keseimbangan, bukan pertentangan.

- Gerhana, melambangkan kepercayaan dan kerendahan hati dari dua cahaya besar yang bersedia berbagi langit dengan damai dan penuh harmoni.

- Pelangi, melambangkan penghubung diantara ketiganya.

- Ini adalah sebuah metafora yang selaras dengan falsafah Batak tentang menjaga hubungan: dengan Sang Pencipta, dengan sesama dan dengan alam. Dalihan Na Tolu.

1
MayAyunda
mampir kak ..cerita bagus ..lanjut
B042
unyu² sekali siula yak.. 😍
sasip
mohon maaf kalau terasa aneh, namanya jg imajinasi penulis.. semoga suka ya walau aga aneh.. 🙏🏻
Zed Analytical Number Nine
warna kelopak nya indah
sasip: terima kasih.. seindah dukungan kakak loh.. 😍
total 1 replies
Tio Buki
Moga lancar ya thor🙏🙏🙏
Tio Buki
Ikut meramaikan ya thor🙏🙏🙏🙏
Tio Buki
Siapakah dia, siapa namanya?????
Tio Buki: Kisah Sumatra ya. Tapa nuli, atau Toraja nih.
total 2 replies
Tio Buki
Iya, seperti itu
Tio Buki
Oh, begitu ya
Tio Buki: Oke dek. Semangat ya🙏
total 2 replies
Tio Buki
Aneh
Tio Buki
Kok begitu
Tio Buki: Oh begitu ya dek
total 2 replies
MayAyunda
lanjut kak keren
MayAyunda: terimkasih
total 1 replies
B042
cakep² ish gambarnya.. 😍
B042
ternyata bukan manusia yg mempunyai perasaan, tapi perasaanlah yg mempunyai pemilik.. seperti kesunyian atau kesendirian, apakah bisa dimiliki bersama² yak? secara kalo bareng² memilikinya, enggak sendiri dunks ya itu artinya..
😏/CoolGuy//Casual//Shhh/
B042
bagus banged ya kalau manusia bisa berkomunikasi dg alam.. jadi keinget sama mba rara neh.. wkwkwkwkwk..
/Grin//Tongue//Facepalm//Joyful/
B042
wow banyak mahluk² ajaibnya.. 😍🥰😘
B042
KEREN..
B042
Ulos adalah kain tenun tradisional Batak (Sumatra Utara) yang melambangkan kehangatan, perlindungan, dan kasih sayang. Dikenal sebagai "pengikat kasih sayang," kain ini sakral dalam budaya Batak karena mendampingi setiap fase kehidupan manusia—mulai dari kelahiran, pernikahan, hingga kematian. (mbah google) 😉
B042
part ini mengingatkan pada sekolah alam yg sempet hapapening beberapa waktu yg lalu itu ya.. 😆😋😏
B042
"air menyimpan kenangan dan ia akan selalu mengingat", jadi kebayang film Frozen 2 yak? macam dengar kata² Olaf gitu deh.. 😋😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!