NovelToon NovelToon
Sang Penggali Makam

Sang Penggali Makam

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Hantu / Romansa Fantasi
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: D.P. Auzora.

Bejo Mulyorejo pemuda berusia 18 tahun, dia hidup sendirian di Desa Krajan jauh dari hiruk-pikuk kota. Dia mendapatkan warisan dari leluhurnya menjadi Penggali Makam melanjutkan peninggalan sang kakek buyut.

Kehidupan sehari-hari Bejo terbilang cukup, dia selalu hemat dalam pengeluarannya. Walaupun sesekali dapat bantuan dari orang tak terduga tapi dia berusaha membuka usaha kecil-kecilan, akan tetapi perjalan panjang Bejo sedikit sulit.

Bukan kesulitan tentang kebutuhan tapi kesulitan dalam menghadapi segala penampakan setelah menggali makam, dia yang memiliki mata peka dan terbiasa dengan makhluk gaib namun dia juga memiliki rasa takut tersendiri.

Bagaimana kehidupan Sang Penggali Makam ini, kita lanjutkan dalam perjalanan panjangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D.P. Auzora., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terus Terang

"Jawab aku Intan?," seru Bejo.

"Kalau kamu gak mau jawab, lebih baik tak perlu datang kesini."

Bejo sebenarnya hanya ingin tau alasannya tapi dia juga berat untuk membentak keras Intan.

Intan menangis tersedu-sedu, dia benar-benar sangat bingung harus menjelaskan darimana.

"Aku jelaskan Jo, tapi kamu jangan membentakku. Aku sangat takut," ucap Intan.

Bejo yang melihat Intan menangis, terasa tidak tega lalu ia berusaha bangkit dari tempat tidurnya. Intan yang melihat itu langsung membantunya.

"Maafkan aku, aku terbawa emosi," ucap Bejo, sambil memandang dekat wajah Intan.

Intan tersenyum, dia merebahkan kepalanya dalam dada bidang Bejo. Dengan perlahan Intan menceritakan semuanya, membuat Bejo terkejut dan terdiam mendengarkan tujuan mereka.

"Jadi kalian berdua bersaing?," tanya Bejo.

Intan mengangguk pelan.

"Terus yang mengaku Nanda itu siapa?, kamu apa Sinta!!,"

"Itu aku Jo, karena aku takut kamu mengenaliku."

"Memang kita pernah bertemu?,"

"Ishh.. Bejo, aku teman masa kecilmu dulu sebelum aku ikut mama pergi keluar negeri," jelas Intan.

Bejo kembali diam, dia mengingat kembali serpihan dalam ingatannya.

"Astaga... Aku benar-benar melupakanmu," ucap Bejo.

"Dasar jahat kamu Jo, ingatnya cuman kak intan aja,"

Bejo tertawa kecil.

"Terus soal cerita tentang pak Kusumo dan Sinta itu memang benar begitu?,"

"Iya benar Jo, kata kak Sinta ada seseorang yang tidak suka dengan keluarganya hingga sangat ayah sakit-sakitan tapi tidak tau sakit apa"

Bejo kembali memutar dari awal, dimana saat menggali makam Ki Kusumo sangatlah berat. Ada hubungan apa sebenarnya dengan sosok yang di bilang oleh Intan, namun ketika mengingat sentuhan keras pada lehernya dulu membuatnya sadar.

"Aku baru tau kebenaran ini semua, tapi aku juga tak menyakiti kematian Ki Kusumo membawa petaka dalam kematian Sinta juga,"

"Lalu rumah dan bisnis Ki Kusumo bagaimana?,"

"Semuanya hancur Jo, hanya menyisakan rumah peninggalan sang istrinya saja."

"Apa tujuan mereka sebenarnya!!,"

Intan menggelengkan kepalanya, Bejo terus mencari informasi dalan pikirannya. Mungkin ada petunjuk dalam perjalanan peristiwa panjang ini, hingga satu terselip satu sosok Genderuwo di sekolah waktu itu.

"Intan?,"

"Apa,"

"Senyaman itukan dalam rebahan lembut ini,"

Intan yang tersadar lalu menarik kepalanya, wajahnya seketika memerah karena malu.

"ATM, dan foto itu simpan Jo. Hanya itu yang tersisa dari kak Sinta, karena di rumah sudah ludes semua," ucap Intan.

"Iya bawel," balas Bejo.

"Dih.. kok bawel sih,"

"Kan kamu selalu bawel kalau balas chat ku, lalu tiba-tiba menghilang maksudnya apa coba?," seru Bejo, dengan kesalnya.

Intan tertawa kecil, dia tak menyangka rencana awal hanya ingin dekat kini telah tau siapa pemenangnya tapi semua itu hilang ketika kabar kepergian Sinta.

Obrolan mereka cukup lama hingga satu jam lebih, lalu Bejo meminta Intan memanggil teman-temannya dan meminta memanggil dokter.

Setelah dokter memeriksa kondisi Bejo saat ini mulai membaik, tapi cukup mengejutkan dokter. Karena dokter mengira akan seminggu tapi hanya dua ini bisa mulai mendapatkan baik dalam kondisinya.

Intan pulang bersama teman-temannya, meninggalkan Bejo karena besok mereka juga akan sekolah.

"Kayak puas banget di jenguk dia," seru Dinda, sambil memalingkan wajahnya.

"Hmm.. kita keluar aja Dir, perang dunia 100 terjadi habis ini," ujar Jarot.

"Bener kata lu, keluar aja dah," balas Dirga.

Bejo sempet memberikan kode mata tapi di hiraukan oleh kedua temannya, sedangkan Salsa dan Clara ikut pergi. Mereka berempat ternyata mencari makan di luar meninggalkan Bejo dan Dinda berdua.

"Dinda?," panggil Bejo.

"Apa," jawab kesal Dinda.

"Tolong ambilin minum," pinta Bejo.

"Kenapa gak minta Intan aja yang ambil," balas kesal Dinda.

"Kalau ada dia yang minta dia, kan ada kamu masak aku harus minta setan yang ambilin," ujar Bejo.

"Ishh.. Bejo... Kamu ya," seru kesal Dinda, wajahnya tampak geregetan dengan sikap Bejo.

Namun Dinda juga sangat khawatir dengan kondisi Bejo, dia membantu Bejo minum air putih. Lalu Dinda duduk di kursi samping Bejo, tidak menjauh seperti sebelumnya.

"Sebenarnya apa yang terjadi Jo?," tanya Dinda.

"Cerita panjang, tapi aku jelaskan sedikit kepadamu," jawab Bejo.

Dinda kini merubah tempat duduknya, ia duduk di ranjang tempat istirahat Bejo.

"Sinta dan Intan mereka adalah saudara jauh, intan kamu tau itu teman kita bermain saat kecil dulu. Dia pergi keluar negri selama ini, sedangkan Sinta itu menyambar dengan nama Nanda lalu Nanda yang memberikan pesan dan sangat denganku adalah Intan yang ada di luar negri,"

"Pantes seperti gak asing sama wajah Intan, ternyata dia teman main kita,"

"Lalu apa tujuan mereka?,"

"Yang aku tau dari penjelasan Intan, mereka bersaing untuk mendapatkanku. Entah apa spesialnya diriku sampai mereka melakukan itu, padahal aku hanya Penggali Makam yang tak memiliki masa depan cerah dan dunia pasti akan ada disini menggali makam,"

"Tidak seperti itu Jo. Kamu orangnya sangat baik, dan kamu orangnya sangat pekerjaan keras. Kemungkinan mereka melihatmu tak pernah lelah dengan takdir yang kamu jalani saat ini,"

"Sepertinya begitu. Tapi aku punya satu pertanyaan kepadamu?,"

"Apa?,"

"Kenapa sikapmu berubah, biasanya gak pernah menyapaku kini jauh dari sebelumnya?,"

Dinda terdiam, jantung berdebar-debar mendengar pertanyaan Bejo. Ia sangat bingung harus menjawabnya seperti apa, apalagi Bejo menunggu jawaban dengan pandangan nyata penuh kearahnya.

"Rahasia Jo," jawab Dinda.

"Dih.. main rahasia-rahasiaan aja, kayak kecil kamu." Bejo berkata.

"Dah lah Jo, aku dah lama gak main bareng semenjak kita SMP beda sekolah," ucap Dinda.

"Iya juga ya, tapikan kita sering ketemu di kampung,"

"Bejo udah deh, jangan tanya terus pusing aku jawabnya,"

"Iya-iya aku gak tanya lagi."

Bejo menghela napasnya, ia mencari ponselnya di bawa kerumah sakit apa tidak. Dinda yang menyadari itu memberikan ponsel milik Bejo, kemudian Bejo melihat pesan-pesan yang ada di grup kelas maupun grup lainnya.

Sedangkan Dinda kini mengejarkan tugas akhir sekolah sebelum ujian terakhir.

"Jo, kalau kamu sudah sembuh mama mau kamu datang kerumah untuk makan bersama di sini"

"Iya. Nanti kalau aku sudah sembuh aku kesana"

"Cepat sehat ya, Nanda sudah lama merindukanmu"

"Mulai berani lagi kamu ya!!"

"Hhehe.. hubungan kita masih Jo, kamu jangan ingkari janjimu sendiri"

"Sepertinya aku sudah mendapatkan gantimu"

"Tuhkan.. Bejo jahat bener sama aku"

"Mulai lagi dah.. kalau lihat seperti anak kecil seperti mana bisa aku melupakanmu"

"Gombal kamu Jo,"

"Besok aku kesan pagi Jo, kata mama suruh anterin makanan"

"Hmm.. iya, bilang ke mama Terima kasih"

"Iya Jo. Aku mau belajar dulu Jo, sampai jumpa besok pria yang aku kagumi,"

Bejo menggelengkan kepala saat membaca pesan terakhir Intan.

"Dasar gadis sialan, bisa-bisanya aku di tipu mereka berdua," gumam Bejo.

Bejo meletakkan ponselnya, bayang-bayang kenangan bersama Sinta saat itu kembali teringat dalam benaknya. Namun misteri kematian Ki Kusumo yang di kenal dukun oleh warga desa kini merubah pandangan Bejo yang tau aslinya.

Apa pertanda kerasnya tanah penggalian makam!! Lalu apa soal pertanda petir dan hujan lebat sebelumnya, itu semua membuat Bejo pusing tujuh keliling. Ia terus terdiam dalam lamunannya, tanpa di sadari. Dinda terus memandanginya.

1
Eliermswati
lnjut lg thor up nya😍
herupratama_
kenapa pocong nya gak ganti cewe thor 🤣
D.P. Auzora.: Nanti ada, tapi di bab selanjutnya. Dia sosok yang belum lama ini tiada, ada sebuah misteri atas kematian. Jadi Bejo akan memecahkan masalah itu, tunggu ya!! mungkin di bab 23 nanti 😊🙏
total 1 replies
Eliermswati
lnjut lg thor seru nih 😍😍smngt thor up nya
Eliermswati
smngt thor up nya lnjut lg dong cerita seru bngt g klh seru sm cerita aldi enk buat d bc nya😂😂
Eliermswati
ih ko serem banget sih thor cerita nya, tp q suka walaupun ad rasa takut klo mau bc gmn dong q g mau kelewatan walaupun 1 bab😂😂😂smngt thor up nya
Andi Akhasay: baca ceritaku kak
total 2 replies
Eliermswati
wah cerita nya mkn seru thor q suka bngt😍😍smngt thor up nya
Eliermswati
wah thor bkin penasaran nih jngn2 d rmh bejo ad tamu tak d undang yg nm nya geser laki sm mb kunti😂😂😂smngt thor up nya
D.P. Auzora.
Kalau itu sudah ada nanti, kemungkinan sama akhir bulan depan Aldi akan kembali juga. ada kejutan pokoknya tunggu saja 😊🙏
Eliermswati
g klh seru sm cerita aldi y thor, tp bnran kn thor nnti d cerita in ad aldi nya jg soalnya dah kangen nih😍smngt thor up nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!