Tembus pandang, ahli pengobatan, dan kekuatan tiada tara adalah sepasang mata dewa.
Menjadi buta demi membangkitkan kekuatan mata dewa membuat Ivan begitu menderita.
Namun semuanya terbayar setelah Ivan mendapatkan mata dewa yang sinarnya menembus kegelapan.
Gadis-gadis cantik perlahan jatuh hati kepadanya.
Bagaimana kelanjutannya dapat di baca, semoga terhibur!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agus budianto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 21 KECURANGAN TERBONGKAR
Melihat itu, Tino, Dono, dan Rio juga menjadi sangat panik dan langsung naik ke panggung untuk menghentikannya.
"Bocah, apa yang kamu lakukan, apa kamu menuduh kami tiga saudara legendaris berbuat curang?" ujar Rio.
"Kami adalah master ahli batu yang sangat terkenal di negara ini, mana mungkin kami berbuat curang?" lanjut Tino.
"Benar, reputasi kami begitu baik, hal memalukan seperti itu pantang kami lakukan," lanjut Dono.
"Aku hanya akan memeriksanya saja, kenapa kalian begitu takut, atau jangan-jangan kalian memang berbuat curang," balas Ivan.
Ivan kembali hendak mengambil material batu yang terbelah tempat di dapatkannya giok kecubung ungu.
"Hentikan!" teriak Rio dengan panik.
"Kami tiga saudara legendaris tidak terima dengan sikapmu ini," sambung Rio.
"Bukankah pemuda itu hanya ingin memeriksanya saja, kenapa kalian begitu takut?" ujar salah seorang di sana mengatai tiga saudara legendaris.
"Jika tidak berbuat curang ya santai saja, apa mungkin tuduhan pemuda tersebut benar, kalian telah berbuat curang," ujar orang yang lain.
"Kalian mengatakan diri kalian adalah master, jadi tenang saja, tidak perlu panik begitu!" ujar orang yang lain lagi.
Tino, Dono, dan Rio juga semakin bertambah panik. Mereka tidak menyangka kini orang-orang justru malah berpihak kepada Ivan.
Ivan juga mengambil material batu yang telah terbelah. Setelah itu, material tersebut Ivan basahi dengan air. Kemudian Ivan mengangkatnya ke atas agar semua orang dapat melihatnya.
"Kalian semua dapat melihatnya, pada material batu ini ada bekas lem perekat, mereka telah menyiapkannya, memasukkan giok kecubung ungu di dalamnya, lalu merekatkannya," ujar Ivan.
"Mereka kemudian seolah-olah membelahnya dan mendapatkan giok di dalamnya," sambung Ivan.
Semua orang juga dapat dengan jelas melihat lem perekat tersebut setelah di basahi oleh air. Dengan lem perekat itu sudah membuktikan bahwa mereka telah berbuat curang.
"Sialan, ternyata mereka memang berbuat curang," ucap Bastian dalam hati yang terkejut dan tidak menyangka.
"Dasar brengsek, mereka ternyata telah berbuat curang, benar-benar berani merusak citra kompetisi batu giok ini, mereka harus di beri pelajaran," ujar seseorang yang geram dan emosi.
"Tiga saudara legendaris apa, mengaku dirinya master, rupanya hanya seorang penipu, lebih baik kita hajar saja mereka!" ujar orang yang lain.
"Kita harus menegakkan keadilan, gayanya sebelumnya sudah seperti apa saja, karena berani berbuat curang, pasti sudah siap menanggung akibatnya," ujar orang yang lain.
Orang-orang juga mulai bergerak mengepung Tino, Dono, dan Rio. Mereka bertiga juga menjadi ketakutan.
Tanpa basa-basi orang-orang langsung mengeroyok Tino, Dono, dan Rio. Ada yang meninju, ada yang menginjak, ada juga yang menampar, bahkan para wanita juga menjambak mereka. Mereka bertiga hanya bisa meringkuk sambil kesakitan.
Bastian dan Dania yang melihat itu juga menjadi ketakutan. Hanya dalam hitungan detik Tino, Dono, dan Rio tampak tergeletak di lantai dalam kondisi babak belur.
Kemudian ponsel milik Bastian berdering karena panggilan masuk. Mengetahui panggilan tersebut dari asistennya, Bastian juga segera mengangkatnya.
"Halo, ada apa?" tanya Bastian di telepon.
"Gawat bos, berita anda berbuat curang pada kompetisi giok sudah tersebar cepat melalui media, seluruh rekan bisnis serentak memutuskan kerja sama dan minta denda ganti rugi," balas asistennya dengan panik.
"Saat ini perusahaan benar-benar bangkrut, hutang juga menumpuk, kita sudah habis," sambung asistennya.
Seketika Bastian langsung terduduk di lantai. Tubuhnya terasa begitu lemas dengan kepala yang begitu sakit. Dirinya tidak menyangka bahwa mereka telah berbuat curang dan kini Darmawan grup juga menanggung akibatnya.
Dania yang mendengar percakapan itu juga langsung mengetahui bahwa saat ini Bastian telah bangkrut. Lalu bagaimana bisa memberikan pinjaman 800 milyar kepadanya, pikirnya.
Seketika dua orang penjaga di sana langsung menangkap tangan Bastian. Mereka di berikan perintah oleh wanita pembawa acara karena Bastian telah terlibat kecurangan.
"Bawa mereka ke kantor polisi atas tuduhan kecurangan!" perintah wanita pertama acara.
Para penjaga juga segera membawa pergi Bastian dan juga tiga saudara legendaris yang ternyata hanyalah para penipu.
Dengan banyaknya drama yang terjadi, Mahendra grup juga keluar sebagai pemenang dalam kompetisi giok ini.
Karena kompetisi juga telah selesai, orang-orang juga mulai bubar menyisakan Ivan, Julia, dan Dania di sana.
"Aku sudah menang bukan?" ujar Ivan kepada Dania.
"Tidak menyangka kamu ternyata begitu beruntung," balas Dania.
Sekarang nada bicara Dania juga tidak sombong dan angkuh seperti sebelumnya.
"Kamu tidak akan melupakan taruhannya bukan?" tanya Ivan.
"Aku orang yang menepati janji, katakan saja, kamu mau apa dariku?" jawab Dania bertanya balik.
"Kamu sebelumnya mengatakan akan menyerahkan dirimu kepadaku, dan aku bebas melakukan apapun," ujar Ivan.
Ivan kemudian melangkah ke hadapan Dania dan berbisik kecil di telinganya.
"Datang ke rumahku nanti malam, ingat berdandan yang cantik dan gunakan pakaian yang tipis," bisik Ivan.
Dania yang mendengar itu seketika membuat wajahnya memerah. Kedua tangannya juga mengepal dengan keras. Akan tetapi Dania juga hanya diam saja.
Ivan kemudian kembali membisikkan alamat rumah tempat dirinya tinggal, dan meminta Dania menghapalkannya agar tidak tersasar.
Setelah itu, Dania juga pergi dari sana dengan langkah yang terburu-buru. Ivan tersenyum puas sambil melihat pundak Dania yang mulai menjauh.
"Apa yang kamu katakan kepadanya?" tanya Julia yang penasaran.
"Aku hanya mengatakan lain kali jangan mudah meremehkan orang," jawab Ivan.
"Oh... lain kali bila bertemu dengannya harus kamu jauhi ya, wanita seperti itu tidak baik, tahu tidak!" ujar Julia.
Kemudian Julia memberikan sebuah kartu bank kepada Ivan yang di dalamnya ada uang sebanyak 1,5 triliun.
"Ini adalah hasil dari giok yang kita dapatkan dalam kompetisi ini, sebagai ucapan terimakasih dariku, ambillah semuanya untuk mu," ujar Julia.
Duit itu begitu banyak, Ivan juga langsung menerimanya dengan cepat. Dengan uang sebanyak ini, kedepannya hidupnya juga tidak akan susah lagi.
"Ehem, bukankah jika aku berhasil membantumu menang dalam kompetisi ini, aku boleh minta apapun pada dirimu?" ujar Ivan.
"Iya aku ingat, kamu mau apa, mobil mewah, rumah megah, atau apa saja, katakan!" balas Julia.
"Uangku sudah banyak sekarang, barang seperti itu aku bisa membelinya sendiri," ujar Ivan.
"Kalau begitu kamu mau apa?" tanya Julia.
Julia sangat cantik sekali dan menawan. Julia adalah wanita yang dia sukai diam-diam ketika masih menjadi mahasiswa dulu.
"Bisakah kamu memberikan ku sebuah ciuman?" ujar ivan memberanikan diri.
"Ciuman..." Julia tampak terkejut.
"Jika kamu tidak mau juga tidak apa-apa, aku hanya asal bicara saja tadi," Ivan canggung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Emuah..." Julia mencium pipi Ivan secara tiba-tiba.
Seketika Ivan terkejut dan membatu sesaat. Tidak menyangka ternyata Julia benar-benar menciumnya.
"Apakah begini cukup?" tanya Julia.
"Ya," jawab Ivan.
Ivan merasakan sesuatu yang sangat nyaman di pipinya. Dirinya belum pernah di cium oleh wanita, dan kini Julia wanita yang begitu cantik telah menciumnya.
"Ivan, sebenarnya barusan adalah ciuman pertamaku, karena kamu telah membantuku, aku memberikannya sebagai hadiah," ucapan Julia dalam hati.
Mahendra grup telah resmi memenangkan kompetisi giok ini, yang membuatnya menjadi perusahaan perhiasan giok nomor satu di kota Neo.
Nama besar dan reputasinya juga melesat tinggi, yang mendatangkan banyak kerja sama baik dari dalam maupun luar kota.