NovelToon NovelToon
Trio Detektif : Kasus Dingin

Trio Detektif : Kasus Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Anak Genius / Komedi
Popularitas:39.6k
Nilai: 5
Nama Author: Hana Reeves

Tim gabut generasi delapan dan tim gabut generasi sembilan


Sambungan GD 2, GD 3 dan The Buwono Family.
Tiga sepupu yang satu sekolah dan satu kelas di SMP PRC, dikenal memiliki jiwa kepo tinggi. Seperti hal para ayah mereka, Sheva Sasono, Kenzie Buwono dan Zane Sihasale, sering tidak sengaja terlibat ( melibatkan diri ) dalam kasus kriminal. Bersama tim ayah mereka, ketiganya saling bahu membahu memecahkan misteri.

Generasi ke delapan klan Pratomo
Generasi ke sembilan klan Pratomo

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tetap Nekad

Kediaman keluarga Sihasale Hari Sabtu Juga

"Jadi kamu ikutan Kenzie?" tanya Brigjen Victor Sihasale sambil mengawasi Zane mencuci mobil Destinator hitam kesayangannya. Ketiga ayah sepakat memberikan hukuman kepada tiga anak mereka karena hobi menerjang bahaya.

"Kenzie penasaran, aku juga. Ya sudah kita pergi. Toh ada Mas Darussalam dan Baby yang ikut. Kalau Brem-Brem tidak usah ditanya, dia khodamnya Sheva," jawab Zane sambil mengelap mobil ayahnya.

"Terlepas kalian punya kelebihan dan khodam, bukan berarti kalian menggampangkan semuanya. Kalau ada apa-apa, gimana? Iya benar kalian bawa baton kemana-mana tapi ... Kalau ada penjahat disana dan bawa senjata api? Mau apa kalian? Musuh kalian itu bukan orang sembarangan! Punya power! Kalian hanya tiga ABG kepo dan mereka tidak akan peduli kamu anaknya siapa!" omel Brigjen Victor.

Jaksa Sandra yang datang dengan membawa tiga gelas es kopi, memilih untuk tidak ikut campur percakapan ayah dan anak itu. Sistem parenting Brigjen Victor dan dokter Lucky serta Kombes Steven, hampir sama semua. Anak-anak ABG perlu diajak bicara dengan gaya berbeda. Apalagi ketiganya anak cerdas semua dan tidak akan mau model nurut saja. Pasti ada bantahan dan argumen.

Jaksa Sandra pun duduk di kursi teras bersama dengan Brigjen Victor. Keduanya menikmati minuman sambil mengawasi Zane.

Begini kira-kira

"Iya sih Pa. Tapi kan kita tahu situasinya juga. Kan Papa tahu, ini bukan kali pertama kita ada kasus kan? Eh, menemukan kasus. Ingat kan Pa, waktu kita kelas satu SMP? Menolong cewek yang kena tabrak lari, malah ketahuan busuknya si orang tua," senyum Zane.

"Itu kebetulan yang sangat kebetulan dan menjadi kasus yang kebetulan ... Kok aku ketularan si Lucky Luke sih Sandra?" keluh Brigjen Victor membuat Jaksa Sandra cekikikan sementara Zane memutar matanya malas.

"Intinya. Kamu, Kenzie dan Sheva, kalau kepo, kasih tahu Papa. Biar tidak bikin kita semua khawatir! Oke!" putus Brigjen Victor tegas.

"Iya Pak Victor Sihasale," sahut Zane sambil melirik anjing Golden Retriever nya yang bernama Godzilla, yang duduk di sebelahnya. Anjing bewarna coklat itu tampak sedih karena tuannya kena omel dan mendengking pelan.

"Santai saja Godzilla. Papa baik kok maksudnya," senyum Zane.

***

Kediaman keluarga Sasono

Begini visualnya

"Mama dulu juga sama dengan kamu, Sheva. Tapi jaman sekarang berbeda dengan jamannya Mama dulu," omel Shea sambil mengaduk adonan bersama Sheva.

"Bedanya dimana Ma?" tanya Sheva usil. "Aku baik-baik saja, begitu juga dengan Kenzie dan Zane. Lagipula, kita juga ada yang jadi cctv-nya."

Shea menatap gemas putri sulungnya yang harus dia seret ke dapur untuk membantunya membuat biscuit. Shea tahu Sheva paling ogah membuat biscuit dan sekarang adalah hukumannya.

"Jangan terlalu mengandalkan Abraham, Sheva. Maaf Brem-Brem, tapi ini demi keselamatan kalian semua. Mama tidak mau ada apa-apa pada kalian. Benar kalian bisa bela diri tapi ... Kalau kalah jumlah gimana?" ucap Shea dengan wajah serius. "Kalau membawa senjata yang lebih dari baton kalian, gimana?"

Sheva terdiam. Dia tahu kedua orangtuanya tidak melarang menjadi detektif tapi jangan sampai menerjang bahaya.

"Kamu memang bisa berkelahi tapi kamu bukan Conan Edogawa yang punya ikat pinggang yang bisa mengeluarkan bola dan sepatu power. Lagipula, kalau Brem-Brem bantuin jadi Casper, akan susah karena tidak semua orang bisa lihat. Sorry, Brem-Brem," lanjut Shea lagi.

"Ih Brem-Brem jadi imut deh kalau jadi Casper. Eh, Brem-Brem nggak botak yaaaa!" protes Sheva.

Shea menatap datar. "Kamu dengerin apa kata Mama nggak sih?"

***

Sore Harinya di lapangan basket PRC School

Trio Detektif itu datang ke lapangan basket sekolah setelah diajak teman-temannya untuk bermain di sana. Para orang tua mengizinkan dan giliran Kombes Steven yang mengantar mereka bertiga.

"Jangan aneh-aneh ya!" pesan pria yang awet ganteng itu.

"Nggak janji Papa," kekeh Sheva.

"Nanti kamu disuruh bikin biskuit lagi sama Mama lho," kerling Kombes Steven dengan wajah pura-pura marah.

Sheva auto cemberut sambil mencium pipi ayahnya. "Papa njelehi!" sungutnya.

"Kok Papa njelehi?" kekeh Kombes Steven.

"Bye Papa. Assalamualaikum," cengir Sheva.

"Matur nuwun Oom Steven," pamit Kenzie sopan.

"Danke Schoen, Oom Steven," ucap Zane cool seperti Jaksa Sandra.

"Nanti jam setengah enam Oom jemput yaa," senyum Kombes Steven.

"Okay!" seru ketiga remaja itu.

Tak lama, mobil Toyota Corolla Cross itu pergi meninggalkan sekolah ketiga sepupu itu. Mereka pun segera ke lapangan basket yang sudah banyak teman-teman mereka. Sheva segera ke lapangan basket untuk putri, sementara Kenzie dan Zane ke bagian putra.

***

"Aku kena hukum Papa. Mandiin dua kentang reseh!" adu Kenzie sambil minum air dingin dari tumblernya saat mereka selesai bermain basket.

"Aku harus cuci Destinator Papa. Tahu sendiri kan itu mobil segede Gaban dan badan Papa?" timpal Zane.

"Aku bikin biscuit. Tahu sendiri kan? Aku paling sebal bikin biscuit! Masih mending bikin donut!" balas Sheva.

"Terus, apa kita harus mundur dari kasus ini?" tanya Kenzie.

Kedua sepupunya menatap horor. "Ya nggak lah!"

"Jadi kita tetap nekad?" ulang Kenzie lagi.

"Ya iyalah!"

"Suiiippp!" Kenzie tersenyum lebar.

Abraham, Darussalam dan Baby hanya menggelengkan kepalanya. "Wis Wis .. Rusit ini!" gumam ketiganya.

***

"Jeng Daissssyyyy! Ada telepon!" panggil dokter Lucky saat mendengar dering ponsel istrinya.

"Terima saja Mas! Aku masih bertapa!" sahut Daisy dari kamar mandi.

"Yaelah, malah bertapa istriku yang comel dan mafiosowati," gerutu dokter Lucky sambil meraih ponsel Daisy. "Hah? Si Jelaga?"

Daisy memang memberikan nama dokter Adiwilaga dengan tulisan 'Si Jelaga' karena kesal dengan sikap bossnya itu.

Dokter Lucky lalu menerima panggilan dokter Adiwilaga. "Ponselnya dokter Daisy, My Istri Gue," sapanya judes.

"Eh? Selamat sore, Dokter Lucky. Bisakah saya berbicara dengan Dokter Daisy? Ada jenazah datang, dua orang. Dan kami kekurangan orang," jawab dokter Adiwilaga.

"Maaf Dok tapi My Istri Gue sedang mandi dan sudah pasti lama karena harus keramas dulu," balas dokter Lucky. "Nanti kalau sudah selesai, biar hubungi Anda. Oke?"

"Baik Dokter Lucky. Terima ...."

Dokter Lucky langsung mematikan panggilan dokter Adiwilaga. "Gue harus tanya Mamat atau Fikri yang bukan Fikir. Apakah ada jenazah datang atau hanya akal-akalan dia saja. Eh, kok gue jadi julid ya?"

Dokter Lucky mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan ke kedua asisten Daisy itu.

"Siapa yang telpon Mas?" tanya Daisy yang sudah keluar dari kamar mandi.

"Noh, si Jelaga!" jawab dokter Lucky sebal.

"Ada apa?"

***

Yuhuuu up Siang yaaaaaa

thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu

1
Andriani Rahmi
uang ❎ yang ✅
semangat berkarya mbak Hana...jangan lupa istirahat dan healing..
Hana Reeves: haaaiiissshh keyboard aku 😄😄😄
total 1 replies
Murti Puji Lestari
lha kok nekat tenan tho, kasih mental ala mafioso dok, biar tahu rasa
Murti Puji Lestari
belum tahu saja siapa yang kamu hadapi, dasar jelantah
Ibu² kang Halu🤩
bahh, makin terang benderang aja nih pebinor satu. bolehlah di bongkar aibnya lagi sama dok Lucky atau datangin aja Dylan, kak Hana 😀😀🤗 greget aku tuh sama pebinor satu ini😤😤😤
Murti Puji Lestari
mo makan orang mode on, jangan ganggu 🤣🤣🤣🤣🤣
mama_im
dia kalo nekat deketin daisy siap siap aja semua aib terbongkar 😏😏😏
awesome moment
jotos wae, dok luck. tim hore n utk penindasan dan penganiayaan utk pebinor. klo g ckp dgn dikasih mental yo hrs bin kudu dijotos. qt dukung utk urusan mengamankan pebinor
Hana Reeves: pebinor yg diterima cuma Aa Toro dan Winston 😄
total 1 replies
Teuing Saha🙃
Keknya minta dibanting deh si Jelaga🤣🤣 atau mending dikirimi mbak Lilis aja🤣🤣
Marsiyah Minardi
Haduhhh si Jelaga golek molo tenan iki
Hajar aja lah Dok Lucky 😄😄
Elsa Fanie
lah kok Yo masih golek molo tho Yo Yo ,,,harus d kasih apa lagi ni s jelaga 🤦🤦🤦🤦,Kenzie nti d hukum sama pak lucky LG lho 😁😁💪💪💪trio detektif semoga dapat petunjuk
beybi T.Halim
hadehhhh... enaknya diapain yah si jelaga ini makin lama., sok ganteng sok sibuk,sok dekat sok iyee,hadeuh...tak pites lama lama
Noey Aprilia
Pdhl dktr gabut udh ngsih pringtan,tp knp y tu orng msh ngeyel aja???
udh kthuan aibnya,msih usaha buat jd pebinor.....cckkk....ga tau malu....🙄🙄🙄
Bapau hijau Bapau hijau
hmm novel trio detektif ya...dulu aku ngebayangin bisa masuk ke markas mrk kyknya seru
diyah
pagi2 sudah disuguhi pebinor🤣🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
Punya satelit sendiri 😁
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣pokoknya My istri gue dah.
Noey Aprilia
Ha...ha....
blm tau dia kl mslh aib mh urusn gmpang,tnggal mnta tlong sm kluarganya....wasalam dehhh.....😛😛😛
Ichy Fitri
lho ya jangan macam2 sama menantu mafia dan menantu Pratomo. apalah aib Yang segitu doang maahh
Faizah Muzdalifah
Kok aku pingin Dylan turun gunung buat suntik mati pakai racunnya Dewi Racun istrinya inspektur megure omnya si Yakuza jadi lupa namanya 😅😅😂😂
Hana Reeves: Dirandra dan Tora
total 1 replies
Ibu² kang Halu🤩
yaa ampunn, my istri gue gak tuhh dok Lucky 🤩🤩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!