NovelToon NovelToon
Nona Kota Di Posko Kkn

Nona Kota Di Posko Kkn

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Anshuu_

Alya Mahendra, gadis kota yang harus menjalani KKN di Desa Sukamaju, sebuah desa pelosok yang jauh dari kehidupan nyamannya. Karena tingkahnya yang sering mengeluh dan tak terbiasa hidup sederhana, teman-temannya mulai menjulukinya “Nona Kota.”

Di tengah hari-hari KKN yang penuh tantangan, ada Arga Pratama, cowok dingin dan kaku yang diam-diam sering membantu Alya meski wajahnya selalu terlihat tak peduli. Namun saat konflik mulai muncul di posko, mampukah Alya bertahan sampai akhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anshuu_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjalanan Ke Kebun Pak Bagas..

Malam itu mereka tidak perlu repot memasak lauk untuk makan malam. Saat perjalanan pulang dari pengajian tadi, tiba-tiba istri Pak Kades memberikan beberapa bungkus makanan berisi lauk sisa acara.

Alhasil malam ini mereka hanya tinggal memasak nasi.

“Alhamdulillah… sekali-kali hidup enak,” gumam Rizki senang sambil menatap bungkusan makanan.

Setelah selesai makan malam, seperti biasa mereka kembali berkumpul di dalam posko untuk membahas kegiatan besok.

Andre yang duduk dekat Arga mulai membuka pembicaraan.

“Ar… tadi siang waktu kami ikut ke ladang warga, ada bapak-bapak namanya Pak Bagas.”

Arga menoleh singkat.

“Terus?”

Andre melanjutkan.

“Beliau ngajakin kita datang ke kebunnya besok, Katanya lagi panen cabai.”

“Siapa tahu bisa nambah dokumentasi buat proker KKN juga.”

Mendengar itu Reza langsung mengangguk.

“Kalau gue sih setuju aja.”

“Lumayan sekalian belajar.”

“Aku juga mau,” sahut Siska.

“Bisa nambah dokumentasi.”

Belum selesai—

Alya tiba-tiba ikut angkat tangan.

“Kalau gitu aku juga mau ikut.”

Adrian langsung meliriknya.

“Lah lo kan bukan jurusan pertanian, Al.”

“Mau dokumentasi apaan?”

Alya malah tertawa kecil.

“Mau dokumentasi buat Papi.”

“Sekalian mau ngasih tau kakakku kalau aku habis panen cabai.”

Dion langsung ngakak.

“Hahaha…”

“Buset…”

“Dokumentasi keluarga coii.”

Belum reda tawa mereka—

Kevin tiba-tiba ikut bicara.

“Kalau gitu gue juga pengen ikut deh.”

Rizki langsung menoleh.

“Lah lu mau dokumentasi buat bapak lu juga, Vin?”

Kevin belum sempat menjawab.

Dion tiba-tiba nyeletuk cepat.

“Dia mau dokumentasi biar bapaknya lihat dia habis kerja keras…”

“Terus dikasihani…Abis itu dapet modal buat usaha.”

Ucapan Dion itu langsung membuat Suasana posko kembali pecah oleh gelak tawa.

“Hahahaha…”

Kevin langsung menunjuk Dion.

“Bangke banget lu…”

Ia diam dua detik.

“Tapi…”

Kevin mengusap dagunya pura-pura berpikir.

“Ide bagus tuh.”

“Mau coba deh.”

Kalimat itu justru membuat semua orang tertawa lebih keras dari sebelumnya.

Di akhir rapat, hampir semua orang akhirnya sepakat ikut pergi besok. Meski awalnya kegiatan itu khusus anak pertanian, yang lain juga tertarik ikut meramaikan.

Lagipula…besok memang tidak ada agenda lain yang terlalu padat.

Akhirnya sekitar pukul tujuh pagi mereka berangkat menuju kebun milik Pak Bagas. Awalnya Alya mengira perjalanan kali ini akan santai, setidaknya jalan yang mereka lewati masih cukup normal seperti jalan desa biasa.

Tapi nyatanya dugaan Alya langsung meleset jauh Dari kenyataan.

Jalan yang mereka lalui justru berupa jalan setapak kecil, dipenuhi tanah, akar pohon, dan bebatuan, jalur yang memang biasa dipakai warga untuk pergi ke kebun masing-masing.

“Ihh… kok jalannya jelek banget sih…” keluh Alya sambil melihat sepatunya yang mulai terkena tanah.

Dion yang sejak tadi berjalan paling depan langsung menoleh ke arah Alya.

“Ya iyalah…Namanya juga jalan pedesaan, Al.”

Adrian ikut menimpali sambil tertawa kecil.

“Lagian kita mau ke kebun, Al… bukan mau ke mall. Kalau jalannya bagus begini, malah aneh.”

Ucapan Adrian itu langsung Membuat beberapa orang ikut tertawa.

Alya hanya mendengus sambil Menatap Adrian dengan wajah kesal.

Perjalanan terus berlanjut sampai akhirnya mereka tiba di sebuah aliran air kecil milik warga.

Namun langkah Alya langsung terhenti saat melihat apa yang ada di depan mereka. Sebuah jembatan kecil dari empat batang bambu yang disusun sejajar sebagai pijakan menyeberang, tanpa pegangan dan tanpa pembatas sama sekali.

Kevin yang berdiri tidak jauh dari situ langSung menatap jembatan itu lalu menghela napas panjang.

“Buset…Ini jembatannya serem amat.”

Alya yang melihat dari belakang langsung membelalak.

“Ihh… serem banget… aku nggak mau lewat situ.” ucap Alya, kali ini nada suaranya mulai Terdengar panik.

Sementara teman-teman lain sudah satu per satu sampai di seberang.

Nadia yang sudah berada di seberang langsung menoleh Lalu berteriak ke arah Alya.

“Al, nggak usah manja deh… cepetan, panas nih!” serU Nadia dari seberang.

Laura ikut menimpali.

“Iya… lebay banget sih. Kalau kelamaan, kita tinggal loh,” timpal Laura ikut menyahut.

Alya makin panik.

Pandangan Alya terus terpaku pada bambu sempit di depannya, sementara kakinya sama sekali belum berani melangkah sedikit pun.

Melihat Alya yang masih terpaku di tempat, Arga yang sejak tadi diam akhirnya melangkah mendekat. Ia berdiri tepat di depan gadis itu, lalu tanpa mengatakan banyak hal langsung mengulurkan tangannya.

“Ayo.”

Alya langsung menatapnya ragu.

“Eh… tapi nanti jatuh…”

Arga tetap menatap tenang.

“Nggak bakal. Udah, siNi.”

Mau tak mau Alya akhirnya menghela napas panjang lalu menerima uluran tangan itu.

Dengan langkah hati-hati mereka mulai menyeberang. Sejak awal, tangan Alya menggenggam tangan Arga begitu erat seolah takut dilepas. Namun saat baru setengah perjalanan, tiba-tiba kaki Alya mendadak terpeleset.

“AHH PAPII—” teriaknya spontan.

Saat tinggal beberapa langkah lagi sampai di seberang, kaki Alya tiba-tiba tergelincir hingga tubuhnya hampir jatuh ke bawah.

Beruntung Arga saat itu sudah lebih dulu berada di sisi seberang, jadi Dengan gerakan cepat ia langsung mengeratkan genggaman tangannya pada Alya, sementara tangan satunya refleks menahan pinggang gadis itu agar tidak sampai terjatuh.

“Arga jangan lepasin aku— wahhh…” Alya sudah hampir menangis histeris.

Di saat yang sama, Adrian juga sigap ikut membantu menarik Alya hingga akhirnya ia berhasil selamat.

Meski sudah berhasil sampai dengan selamat, tubuh Alya masih gemetar hebat karena syok. Begitu kakinya benar-benar menapak tanah, gadis itu langsung jongkok sambil memegangi dadanya yang sejak tadi berdegup kacau.

“Ahh…”

“Hampir aja aku mati…” gumamnya pelan.

Sialnya ucapan Alya barusan terdengar jelas oleh semuanya. DIon yang berdiri di dekat sana langsung terkekeh mendengarnya.

“Kalau mati, Al…Mungkin lu bakal jadi penghuni jembatan bambu ini.”

“Ihh Dion!” Alya langsung menatap kesal.

Yang lain hanya bisa menggeleng melihat tingkah mereka.

“Awas aja…Nanti aku aduin Papi ku.” ucap Alya sambil cemberut.

Mendengar itu, ekspresi Dion Langsung berubah panik seketika.

“Eh jangan dong…”

Adrian malah ikut menertawakan.

“Hahaha, Aduin aja Al. Biar Dion tau rasa.”

Dion langsung mengangkat tangan pasrah.

“Bercanda doang tadi Al…”

Sementara di sisi lain, Arga masih berdiri di tempatnyA sambil terus memperhatikan Alya.

“Gimana… sekarang udah menDingan?” tanya Arga sambil menatap Alya.

Alya sempat menatap Arga beberapa saat sebelum akhirnya mengangguk Pelan sebagai jawaban.

“Iya… sekarang uDah lebih tenang,” jawab Alya pelan sambil masih berusaha mengatur napasnya.

Setelah memastikan keadaan Alya sudah benar-benar membaik, mereka pun kembali melanjutkan perjalanan menuju kebun milik Pak Bagas.

Selama perjalanan, Arga sengaja memilih berjalan di belakang Alya. Ia ingin memastikan gadis itu tidak kembali kesulitan di jalan maupun melakukan hal ceroboh yang Bisa membuatnya celaka lagi.

1
Aylnn_
...
Aylnn
Bagus Sekali..
Aylnn
bagus kak..
cintaa
lanjut thor🙏🙏
Aylnn_: Besok sy update yah Kak..🙏🥰
total 1 replies
cintaa
ditunggu kelanjutannyaa 🙏💪
Aylnn_: Sudah update yaa kak..
total 1 replies
cintaa
lanjut thorr tapi banyakin yaa maaf kalo ngelunjakk🙏🙏🙏
Aylnn_: Sudah Update yaa kak, itu saya buat kan 3 bab yahh kak semoga suka🥰
total 1 replies
cintaa
hmm... mana yaa kak lanjutannya🙏🙏
Aylnn_: sudah update ya kak, maaf kemarin² saya sibuk🙏🥰
total 1 replies
cintaa
lanjut thorr💪💪💪💪
Aylnn_: Oke besok pagi yaa kk..
total 1 replies
Muh Adhil
hahah author nya tega banget sama alya 🤣
Aylnn_: Yaa Ampunn..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!