Di hari pernikahannya, seharusnya Leticia menikahi pria yang dicintainya, bukan pria yang terkenal memiliki sifat begitu kejam dan menyeramkan.
Dan Leticia baru menyadari, kalau semua ini permainan dari Ibu dan adik kembarnya yang sejak awal sudah memaksanya untuk memakai penutup mata saat pernikahan berlangsung.
Leticia harus menikahi calon suami sang adik kembar, dan adiknya… Leila menikahi pria yang sangat dicintai oleh Leticia.
Awalnya Letcia ingin mengajukan surat perceraian kepada Maximillan, tetapi pria itu tidak mau dan memaksanya untuk tetap mempertahankan pernikahan yang dari awal sudah salah.
Dan Leticia baru tahu kalau suaminya adalah seorang mafia kejam yang sangat posesif.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MTMH18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18
“Bagus! Tetapi awasi mereka dan persulit kepulangan mereka!” Titah Max, sebelum memutuskan panggilan dari orang suruhnya yang sedang memberi sedikit pelajaran untuk Leila dan Ashvin.
Orang yang merampas ponsel Ashvin dan mengambil tiga koper miliki Leila adalah orang suruhan Max.
Max tentu saja tidak akan membiarkan mereka berdua bersenang-senang menggunakan uang pemberian Calistha, meskipun uang tersebut sudah menjadi milik mereka berdua… tetapi sebenarnya uang itu harus menjadi miliki Leticia sebagai mahar lamaran.
“Setidaknya mereka tidak bisa pulang dalam waktu dekat, juga menjadi gembel di negera orang… karena kehabisan uang,” kekeh Max yang memang sangat senang melihat lawannya menderita.
“Kak Max belum tidur?” Suara Leticia membuatnya menoleh.
Perempuan itu terbangun, karena ingin pergi ke kamar mandi. Sedangkan Max masih duduk di sofa, pria itu sudah melepas piyama atasnya dan kini tengah bertelanjang dada sambil menikmati wine kesukaannya.
“Sebentar lagi, barusan ada pekerjaan yang harus diselesaikan,” pria itu beranjak dari duduknya dan menghampiri istrinya yang masih setengah mengantuk berjalan ke arah kamar mandi.
“Mau digendong?” Bisikan itu membuka kedua mata Leticia terbuka dengan sempurna.
Dan perempuan itu baru sadar kalau sang suami tengah bertelanjang dada, membuatnya bisa melihat dengan jelas bagian tubuh atas Max yang sangat indah dan kokoh.
“A-aku bisa sendiri,” jawab Leticia yang kini sedikit berlari memasuki kamar mandi.
“Dia sangat lucu,” kekeh Max yang merasa sangat senang, karena sedikit menggoda istrinya.
Selama dua hari kemarin, Max tidur masih memakai piyama lengkap. Dan sekarang pria itu melepas piyama atasnya, karena biasanya ia memang tidur tanpa memakai atasan… kemarin ia tidak ingin membuat istrinya terkejut kalau tidur tanpa memakai atasan.
Max menaiki tempat tidur, tetapi ia tidak tidur… melainkan bersandar di headboard sambil menunggu istrinya keluar dari kamar mandi.
Pintu kamar mandi terbuka dan memperlihatkan sosok Leticia dengan wajah mengantuknya, tetapi saat mata hijau perempuan itu tidak sengaja melihat ke arah Max… rasa kantuknya kembali menghilang.
“Kenapa berdiri di situ? Tidak ingin melanjutkan tidurmu, Sayang?” Suara serak pria itu membuat Leticia merinding.
Perempuan itu melangkah dengan ragu menuju tempat tidur, ia masih mengantuk… tetapi matanya tiba-tiba menjadi segar, melihat pemandangan indah dari suaminya.
Max yang sudah tidak tahan menunggu istrinya sampai di tempat tidur, akhirnya beranjak turun dan mengendong Leticia dan membuat perempuan itu memekik kaget.
“Kau pasti sangat mengantuk, jadi kita tidur!” Bisik Max yang kini menidurkan istrinya.
Pria itu kembali menaiki tempat tidur dan memposisikan dirinya di sebelah sang istri yang tengah membeku seperti patung. Saat sebuah tangan kekarnya memeluk tubuh Leticia, perempuan itu langsung tersadar dan menoleh ke arah Max yang wajahnya sangat dekat.
“Tidur, Sayang! Dan bernapaslah!” Bisik pria itu sambil mengecup pipi memerah istrinya.
Leticia mencoba memejamkan matanya, perempuan itu kesulitan untuk tidur… karena ia dapat merasakan betapa kerasnya dan hangatnya tubuh Max.
“Tidak bisa tidur?” Tanya Max sambil menarik dagu sang istri aga kembali menatapnya.
Leticia menganggukkan kepalanya tanpa sadar, karena perempuan itu sedang terpesona dengan ketampanan suaminya yang terlihat dari temaram lampu tidur di kamar utama.
Tanpa diduga, Max menciumnya dengan lembut. Sehingga Leticia langsung memejamkan matanya dan meresapi sapuan lembut di bibirnya, satu tangan pria itu juga mengusap punggungnya dengan gerakan pelan.
Rasa kantuk kembali menyerang dan tidak membutuhkan waktu lama bagi Leticia kembali tertidur, Max menarik wajahnya dengan napas yang mulai memberat.
“Ini benar-benar menyiksa, tapi aku tidak ingin egois dan menyakitimu. Aku akan menunggumu sampai benar-benar siap menerimaku sebagai suamimu,” pria itu mengecup kening istrinya dengan lama.
“Karena perasaanmu lebih berharga daripada keegoisanku,” lanjutnya dengan senyuman tipisnya.
Setidaknya Max masih tidur bersama Leticia dan memeluk sang istri sampai pagi, itu sudah sangat cukup. Biarkan waktu yang menunjukkan hasil dari perjuangannya, Max sangat yakin kalau sang istri akan menerima pernikahan mereka.
“Aku mencintaimu, Leticia.”
...***...
Savanya merasa terganggu dengan suara ponsel yang terus berbunyi secara bergantian, padahal ini tengah malam dan waktunya untuk beristirahat.
“Siapa yang telepon tengah malam begini?” Kesal Savanya yang dibangunkan oleh suara ponselnya.
Sedangkan Jackson tampak tidak terganggu, karena pria paruh baya itu habis main bersama teman-temannya dan kelelahan.
Dengan mata yang masih mengantuk, Savanya meraih ponselnya yang ada di atas nakas dan melihat siapa yang sejak tadi menghubungi.
Saat melihat nama putri kesayangannya, rasa katuknya langsung menghilang.
“Apa Leila sudah sampai di Bandara? Bukannya pesawatnya sampai di sini besok siang?” Bingung Savanya, sebelum mengangkat panggilan dari sang putri.
Suara tangisan yang terdengar, membuat Savanya sangat panik dan langsung membangunkan suaminya. Wanita paruh baya itu tidak mendapatkan jawaban apa dari Leila, hanya suara tangisan sang putri.
“Ayah masih mengantuk Bu, besok saja!” Kata Jackson yang kini merubah posisinya menjadi memunggungi sang istri.
“Putri kita menangis!” Seruan itu membuat Jackson langsung terduduk dan mengabaikan rasa pusing di kepalanya.
“Sini ponselnya! Biar Ayah yang bicara!” Kata pria paruh baya itu yang memang sangat protektif kepada Leila, putri kesayangannya.
“Leila, ada apa Nak?” Tanya Jackson dengan suara lembutnya.
Leila akhirnya menjawab, tetapi jawaban yang diberikan Leila membuat kedua orang tuanya sangat terkejut
“Bagaimana bisa hilang? Kenapa suamimu sangat ceroboh!” Jackson malah memarahi Ashvin, padahal yang sebenarnya salah adalah Leila yang membiarkan kopernya tetap berada di pinggir jalan.
Sifat ceroboh Leila memang tidak pernah hilang, tetapi kedua orang tuanya tidak pernah menyalahkannya dan malah menyalahkan Leticia. Makanya sampai sifar Leila masih tetap sama, justru lebih parah dari sebelumnya.
“Ayah akan mengirimkan uang untuk mengurus semuanya di kantor polisi! Kalau uangnya kurang, bilang ke Ayah!” Seru Jackson yang kini langsung mencari ponselnya.
Pria paruh baya itu langsung mengirimkan uang dengan jumlah yang cukup banyak. Tidak masalah berapa uang yang harus dikeluarkan, asalkan Leila bisa pulang dengan cepat dan tidak ada masalah di sana.
Namun Max tidak akan membiarkan Leila dan Ashvin pulang dalam waktu dekat, jadi mau sebanyak apapun uang yang Jackson keluarkan… putri kesayangannya itu akan tetap berada di negara orang dengan uang yang akan segera habis.
“Ashvin benar-benar bodoh! Sudah menumpang kepada kita, tapi tetap saja menyusahkan Leila! Kalau saja Leila tidak mencintainya, aku sudah mengusirnya sejak dulu!” Kesal Jackson yang terus menyalahkan Ashvin atas kesalahan putri kesayangannya.
“Ayah, tapi uang yang tadi dikirim untuk Leila… bukannya itu untuk membayar gaji karyawan?” Tanya Savanya yang kini merasa gelisah, karena gaji untuk karyawan sudah dipakai.
“Masalah uang bisa dicari, asalkan Leila bisa pulang dengan cepat… Ayah akan berusaha mencari pinjaman ke Bank,” jawab Jackson yang kini melanjutkan tidurnya.
Namun Savanya benar-benar tidak tenang, karena kalau meminjam ke Bank… pasti bunganya sangat tinggi dan usaha mereka kini sedang ada penurunan dari penjualan.
“Semoga hanya perasaanku saja, lagipula uang masih bisa dicari…”
Bersambung!
🌹🌹🌹☺️
🌹🌹🌹❤️❤️❤️☺️