"Dimana aku? siapa aku? kenapa aku berada disini?!"
Nadia Rebecca Marshall, terkejut bukan main mendapati dirinya masuk ke dalam novel, yang baru saja selesai ia baca.
Nadia seorang gadis biasa, yang memiliki kehidupan ekonomi pas-pasan, tidak pernah menyangka menjadi tokoh Antagonis dalam novel yang selalu ia baca.
Pemeran Antagonis yang memiliki nama yang sama dengannya, wanita yang sangat jahat, dan sangat dibenci oleh Protagonis pria.
Bagaimana Nadia dapat bertahan, dan membuat dirinya tetap hidup, sebagai tokoh Antagonis yang akan mati dengan tragis, dalam dunia novel yang pernah ia baca?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 21.
( Eh! tunggu dulu! ) tiba-tiba Nadia teringat akan sesuatu, saat Lilyana hendak mengatakan sesuatu juga kepada Nadia.
Lilyana, James beserta ke dua adik James sontak tertegun ditempat mereka masing-masing, begitu mendengar suara hati Nadia.
Mereka memasang pendengaran mereka dengan tajam, ingin mengetahui kelanjutan isi hati Nadia tentang sesuatu, yang membuat mereka seketika menjadi penasaran.
( Sejak Iriana meminum teh yang diberinya obat afrodisiak itu, seharusnya obat sudah bereaksi sedari tadi! dan dia sudah mencari seorang lelaki, untuk menghilangkan pengaruh obat itu dari tubuhnya! )
Nadia berpikir merasa bingung, karena mengingat alur cerita yang ia tahu, memang seharusnya seperti itu.
( Tadi aku berbelanja! lalu makan siang di kafe, kemudian suami murahanku datang menjemputku, dan kemudian setelah berada di kantornya, cinta pertamanya datang menegurnya, karena menolak untuk menyetujui proyek bermasalah itu! )
Wajah James terlihat tidak senang mendengar Nadia menyebutkan dirinya murahan, dan menyebut Iriana cinta pertamanya.
Melihat perubahan wajah James yang terlihat jelas, Emily pun berbisik pada James, mengusili kakaknya itu, "Jangan buat wajah tidak senang seperti itu, kak! kan memang benar kak James selama ini lebih perhatian pada Iriana"
"Diam kamu! kamu juga sama! selama ini kamu lebih percaya sama Iriana! jangan sembarang menuduh kamu!" mata James galak memandang adiknya itu.
Emily seketika menutup mulutnya dengan rapat, merasa malu dibalikkan James kata-katanya sendiri, ibarat batu yang ia lempar terkena sendiri padanya.
( Mungkin obat yang ia taruh dalam teh itu, tidak terlalu cepat efeknya bekerja! ) pikir Nadia melipat ke dua lengannya ke dadanya.
( Kalau mengingat alur ceritanya, seharusnya bawahan James yang tadi diusir James, diam-diam menyelinap masuk ke ruang kantor James, untuk mengambil dokumen rahasia Hector grup! ) pikir Nadia lagi mengelus dagunya, merasa sepertinya alur ceritanya ada sedikit perbedaan.
James memasang dengan tajam pendengarannya, begitu juga Lilyana dan dua adik James, dengan perasaan yang begitu tegang mendengar setiap kalimat, yang mereka dengar dalam pikiran Nadia.
( Oh, tidak! ) Nadia terkesiap begitu mengingat hal, yang ia pikir ada perubahan alur cerita yang berbeda.
James, Lilyana dan ke dua adik James ikut terkejut juga, begitu mendengar suara hati Nadia, dan membuat mereka menunggu, apa yang membuat Nadia terkejut.
( Sepertinya obat afrodisiak itu tidak begitu cepat bereaksi! kalau tidak salah, sekarang ini Iriana pasti sudah kembali lagi diam-diam ke kantor James, untuk mengambil dokumen rahasia Hector grup bersama laki-laki itu! )
"Apa?!"
Mata James, Lilyana dan ke dua adik James membulat kaget mendengar suara hati Nadia.
Nadia sontak menoleh ke arah mereka dengan kening berkerut merasa heran.
( Kenapa mereka tiba-tiba terkejut? apa mereka mendengar apa yang kupikirkan? ) bisik hati Nadia memandang satu persatu mereka, dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Oh, oh.. ha ha, aku harus kembali ke ruangan ku lagi, aku lupa mengambil ponselku!" dengan wajah yang terlihat seperti orang bodoh, James menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Mendengar apa yang dikatakan James, Lilyana dan dua adik James berpura-pura ikut menanggapi apa yang dikatakan James.
"Cepatlah, kak! ambil sana!" Emily mendesak James untuk kembali ke ruangan James.
( Oh, iya! kebetulan sekali! aku ingin melihat bagaimana reaksi suami murahanku ini, begitu melihat cinta pertamanya itu sedang bermesraan di ruang kantornya dengan lelaki lain! obat afrodisiak itu pasti sudah bereaksi! ) pikir Nadia tersenyum penuh semangat.
Kaki James seketika bergegas kembali ke arah lift, dan diikuti Nadia, Lilyana, serta ke dua adik James.
James sangat geram memikirkan, kalau Iriana ternyata memiliki rencana jahat mendekatinya selama ini.
Ia harus menangkap basah Iriana, agar Iriana tidak mencari alasan lagi untuk membela diri.
Bersambung........
jelas² dia udah dengar suara hati nya Nadia, tapi masih z mau nemuin cew jadi²an nya🤣🤣🤣🤣🤣/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
ini ceritanya 98% ada di dracin.
aku dah nonton beberapa kali sampe hafal alurnya