NovelToon NovelToon
Satu Jiwa Dua Raga

Satu Jiwa Dua Raga

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Keluarga & Kasih Sayang / Penyeberangan Dunia Lain
Popularitas:544
Nilai: 5
Nama Author:

Rivera Briar Edwina seorang siswa yang mengalami kecelakaan akibat tertabrak mobil dan jiwanya berpindah ke tubuh Aluna Effie Alfred seorang istri yang sangat dibenci oleh suaminya aiden Cristian edgar karena adiknya kecelakaan akibat tertabrak oleh mobil yang ditumpangi aluna. Tidak hanya itu aluna bahkan anak yang tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari keluarga kandungnya dan menyalahkan aluna yang menyebabkan kecelakaan dan meninggal ibu aluna semenjak ayahnya menikah lagi dan membawa anak tirinya hubungannya dengan keluarga tidak pernah baik. Akankah vera yang menjadi aluna bisa melewatinya, atau memilih untuk menyerah atau akankah aluna akan mencari kasus kecelakaannya?

episode 21

Aluna yang saat ini mood lagi bagus mengerjakan tugasnya pun menjadi semangat sesekali dia bersenandung ria, mungkin karena tidurnya menjadi nyenyak itu yang membuatnya senang. Masih sedang asiknya secara tiba-tiba Aiden datang dengan menggebrak pintu.

Brakk....

Aiden membuka dengan kasar, aluna yang tadinya tersenyum lebar tapi saat tahu siapa yang masuk senyum aluna langsung luntur begitu saja.

Aiden datang menghampiri aluna dengan gaya tangannya dimasukkan ke kantong saku celananya.

"Ada apa bapak Aiden datang menghampiri saya? " tanya aluna. masih menatap layar komputernya.

"Kenapa telpon gue tidak diangkat? " ucap Aiden dengan nada naik satu oktaf.

"Gue tidak punya ponsel, bagaimana gue mau angkat" seru aluna dan tiba-tiba Aiden teringat memang benar padahal dia sendiri yang menemukan ponsel aluna di jalan tidak jauh dari restoran.

"Ehm" dehem Aiden menetralisir keadaannya.

" Hari ini ada meeting jadi lo harus siap siap, jam dua siang kita berangkat ke restoran X" ucap Aiden

"Okey, " ucap aluna singkat. Setelah mendapat jawaban dari aluna bukannya Aiden pergi tapi malah duduk di sofa yang disediakan di ruang aluna.

Aluna melihat sekilas kearah Aiden dan bertanya kepadanya.

"Hari ini lo santai ya, bisa menikmati duduk anggun lo itu" ejek aluna.

"Mungkin, semuanya kerjaan gue serahkan ke lucas" jawab enteng Aiden aluna langsung melengos.

Tanpa memikirkan Aiden aluna pun lanjut bekerja, terserah Aiden mau kemana mau itu ke planet Mars sekali pun aluna tidak perduli yang diperdulikan aluna hanya pekerjaannya.

Lama Aiden disana sambil sesekali Aiden melihat senyum aluna yang cantik. itu membuktikan jika aluna menikmati pekerjaannya, baru Aiden sadari ternyata istrinya ini sangat sangat cantik pantas saja para karyawan dibawah rela menjadi simpanan aluna mungkin Aiden juga akan berpikir seperti itu. Sebentar! Simpanan, entah mengapa mendadak Aiden kesal sendiri jika mengingat itu, dia harus waspada karena banyak sekali yang menargetkan istrinya.

Aiden kembali menatap aluna, saat melihat senyum aluna kembali Aiden pun ikut tersenyum padahal tadi moodnya tidak baik tapi setelah melihat senyum aluna dia merasa beban didalam pikirannya hilang, dan moodnya kembali membaik.

"Brakk... Pintu didobrak oleh lucas dengan keras

" aluna... "Teriak lucas masuk kedalam membuka pintu dengan kasar. Hingga membuat aluna terkejut bukan main. Tidak hanya aluna tapi Aiden juga sama terkejut dan secara mendadak mood Aiden kembali berantakan melihat lucas menghampiri aluna tanpa melihat ada bosnya disana.

" gue punya berita bagus buat lo ini tentang si gorila dan kekasihnya"antusias lucas. Aluna melotot kearah lucas mengkodekan bahwasanya Aiden ada disini. Tapi lucas yang tidak tahu kode tersebut malah ingin lanjut bercerita bahkan lucas menarik kursi didepan aluna dan duduk disana.

"Lo tahu dibawah tadi.."

"Ehm"dehem aluna.

" sebentar gue cerita dulu"pungkas lucas.

"Lo tahu tadi kekasihnya diusir secara mentah mentah sama gorila ha.. Ha.. Lo mau tahu bagaimana muka si lalu itu? Begini" lucas memperagakan wajah syok lula tadi dengan mulut terbuka menganga.

"Ha.. Ha.. Lucu andai lo disana lo juga bakal tidak tahan melihat muka syoknya itu ha.. Ha.. " tertawa terbahak-bahak lucas, posisi aluna disini sangat ingin sekali dia bersembunyi

"Ehem.. Ehem...ehem.." dehem aluna matanya bolak balik melirik tapi lucas tidak pekaan.

"Apa sih lun, sakit tenggorokan lo? " tanya lucas.

"Ehem.. " dehem aluna bahkan sampai memejamkan matanya.

"Sakit tenggorokan lo sebentar?" sahut lucas, Saat lucas berbalik ingin mengambilkan minum dan...

Goddamn...Aiden ada disana menatap dirinya dengan tatapan tajam. membuat lucas langsung menjadi tegang

Glekk..

Lucas menelan ludahnya dengan kasar, lalu dia memutar kursinya menghadap kearah aluna dia mendekatkan wajahnya.

"Kenapa lo tidak bilang kalau ada si gorila disini" bisik lucas. Sepelan mungkin agar tidak dengar Aiden.

"Lo nya aja udah dikodein juga masih tidak pekaan"bisik aluna dengan ketus.

" mana gue tahu kalau itu kode"bisik aluna.

"Ehem.. " dehem aiden. Yang membuat lucas langsung tegap.

"Ehe, lun tiba tiba gue teringat sesuatu jemuran gue belum diangkat ini mau hujan, iya hujan." lucas langsung pergi dari sana yang meninggalkan aluna dalam kesulitan, dan sejak kapan hujan padahal ini juga masih pagi dengan sinar hangatnya

"Ternyata hubungan kalian sangat dekat ya, sampai kalian bisa memanggil gue dengan sebutan gorila wah... Sangat hebat " tepuk tangan Aiden penuh penekanan. Aluna hanya bisa menelan ludahnya dengan kasar.

"E-enggak kok hanya teman yang saling bertukar informasi soal pekerjaan satu sama lain kalau soal itu yang tadi... T-tadi hanya kebutuhan saja" jawab aluna sedikit gugup.

"Sejak kapan? "

"Apanya? "

"Dekatnya" seru Aiden.

"ck, Semenjak, beberapa hari lalu" sesungut aluna.

"Batasi bergaul lo dengan lucas" seru Aiden.

"Loh, kenapa gue juga tidak melanggar perusahaan? " seru aluna merasa heran dengan Aiden. Aiden hanya tidak mau aluna terlalu dekat dengan seorang pria tapi mana mungkin Aiden bilang karena Aiden besar gengsi.

"Intinya, gue bilang tidak ya tidak" seru Aiden.

"Iya iya" ucap aluna sedikit kesal tapi beberapa saat aluna seringai.

"Larangan adalah perintah" gumam aluna pelan agar Aiden tidak dengar, dan benar saja Aiden tidak dengar apa yang aluna katakan.

❛ ━━━━━━・❪ ❁ ❫ ・━━━━━━ ❜

Kini aluna sudah berada di dalam mobil bersama aiden. Dan Aiden yang menyetir Tidak ada percakapan diantara mereka, aluna hanya sibuk memandang kearah jendela.

Aluna duduk disebelah Aiden, awalnya aluna menolak tapi karena dapat pemaksaan dari Aiden mau tidak mau aluna duduk di sebelah Aiden.

Lama aluna memandangi jalan kota yang tidak terlalu ramai, jalanan pun sangat senggang, Aiden juga melajukan mobil hanya dengan kecepatan sedang.

Dan tak terasa mereka sampai di restoran X, sesampainya disana aluna bukannya masuk dia melihatnya ke arah lain, sambil melamun

"Ayo masuk? " sahut Aiden.

"Hah? " suara Aiden mengagetkan aluna.

"Oh, lo aja dulu gua mau ke toilet sebentar? " ucap aluna.

"Bareng"

"Ih, gila lo mau masuk toilet cewek lo! Mau lo di gebukin disana? " seru aluna melihat tampang Aiden dengan sinis.

"Gue tunggu diluar, gue tidak percaya sama lo yang ada nanti lo kabur" jawab Aiden.

"Dih, siapa juga yang mau kabur? " sesungut aluna.

"Kalau emang tidak ada niatan untuk kabur kenapa dari tadi liat kearah sana" tunjuk Aiden kearah luar restoran dan bukan dalam

"Lagian disepanjang jalanan lo liat kearah luar seolah olah sedang menyusun strategi untuk melarikan diri" jawab Aiden. Aluna membecik.

"Tau aja" gumam aluna

"Apa lo bilang? "

"Enggak udah ayo," elak aluna langsung masuk kedalam.

Didalam kamar mandi aluna merapikan penampilannya dicerminkan sesekali dia memuji kecantikannya sendiri.

"Aluna, aluna kamu cantik banget sih" monolog aluna sambil tersenyum sendiri dan merapikan beberapa anak rambutnya.

"Asek, ini perfect" seru aluna sendiri lalu dia pun keluar dari toilet siapa sangka dia melihat ada seseorang wanita memaksa seorang pria untuk disentuh.

"Wah, gila dapet tontonan gratis ini"seru aluna sambil tersenyum miring

"tuan tolong sentuh akuh.. " suara manja wanita itu seolah-olah dibuat

"Maaf, nona saya tidak mengenal anda" ucap pria itu mencoba menghindar.

"Ck, ck, kayak tidak ada tempat lain saja harus bermain disini" ucap aluna tanpa sadar dengan keras, sontak membuat dua orang itu menoleh kearah aluna.

"A-aluna" kaget wanita yang menggoda pria itu

"Wah, apa ini nampak sekali lo tidak bisa sewa hotel untuk bermain, apa kekasih lo udah jatuh miskin" kekeh aluna.

"Lo.. Kenapa lo ada disini! Oh, gue tahu lo mau main juga kan dibelakang Aiden? " terka wanita itu adalah lula.

"Dih, lo pikir gue seperti lo main dikamar mandi restoran, setidaknya gue bisa sewa hotel kali, modal dikit lah senggol ni bos? " ejek aluna sambil tersenyum Lebar. Yang membuat muka lula merah padam.

1
falea sezi
lanjut q ksih hadiah bkin Aiden bucin thor
falea sezi
thor Aiden ma jalannya uda pernah tidur bareng belom🤭 klo uda bikin cerai ya kali dpet bekas Aluna perawan. loh dpet perjaka bekas kayak Aiden g rela q. tuh🤣
falea sezi
Aluna lemah g jijik apa dia bekas lula😒
falea sezi
insomnia g bs tidur bukan ngajak orang tidur bareng bego
falea sezi
oon MC nya tlfon tiago minta dia urus cerai oon😒
falea sezi
moga cerai ya kali dpet suami bekas jalang🤣🤣 menjijikan sekali😒
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!