NovelToon NovelToon
Hilang, Atau Kembali?

Hilang, Atau Kembali?

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen Angst / Romansa / Bad Boy / Romansa pedesaan / Kapten / Diam-Diam Cinta
Popularitas:317
Nilai: 5
Nama Author: Im Astiyy_12

Emillya Vozera seorang gadis bar-bar, cegil, heboh, dan berisik. dia adalah kekasih dari Arshka Ravindra_ pemuda dengan hobi tawuran serta balapan liar. Emillya tau apa saja yang di lakukan oleh pacarnya, tapi dia tak pernah komplain apapun yang dilakukan nya. menurutnya asalkan pria itu bahagia maka tidak apa, meskipun sesekali dia harus marah-marah jika pacarnya itu sudah melewati batas.

sedangkan Arshka, dia hanya bisa tersenyum melihat pacarnya yang cerewet ini berbicara tanpa putus, dia bahagia memiliki gadis ini dalam hidupnya.

namun semuanya berubah sejak Arshka di pindahkan ke desa oleh orang tuanya, bertemu dengan orang baru, dengan kejadian yang tidak terduga.

akankah cinta Arshka dan Emilliya akan berakhir indah, atau justru keduanya mengambil jalan yang berbeda. Dengan segala rintangan yang harus mereka hadapi.

berlanjut...🌸

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Im Astiyy_12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

a promise

...🎵Anti Romantic by Tomorrow X Together ...

...Sesuai judulnya ini anti romantic wkwkw. ...

Happy reading....

...Kamu marah? ...

.......

...........

..........

........

"Sayang, jangan sedih. Pasti nanti nenek bakal luluh kok."

"Tapi ini udah satu Minggu Arsh! Nenek kamu tetep nggak suka sama aku, aku capek!"

"Sabar ya." katanya ingin mendekap tubuh gadisnya namun di tolak oleh Emiliya.

Emiliya menatap sebal Arshka, "Jangan peluk-peluk, aku lagi kesel!"

Sudah sejak sepulang dari rumah Neneknya, Emiliya uring-uringan tak jelas sepanjang perjalanan pulang. "Terus kamu mau aku gimana, hm?"

Emiliya ahirnya menyadarkan kepalanya di bahu Arshka. "Arsh, aku capek. Di sini panas, nggak ada AC, sinyal jelek!" adunya.

Arshka terkekeh, lalu menepuk pucuk kepala yang ada di bahunya. "Nyesel pindah kesini? Mau balik ke kota?"

"No, no. Aku nggak akan balik kalo kamu nggak balik." balasnya cepat.

"Kalo gitu aku nggak balik."

"Yaudah, berati aku di sini selamanya sama kamu, jadi ekor kamu yang ngikutin kamu kemana aja."

"Emang kamu maunya jadi ekor? Nggak jadi pendamping aku aja?"

"Eh, emang beda ya?"

"Beda lah. Kalo ekor di belakang sedangkan pendamping di samping aku. Kayak kamu."

"Ish! Dasar playboy." Emiliya mencubit pinggang Arshka. "Sok-sokan ngomong pendamping. Orang kelakuan kamu kayak bocil!"

Arshka meringis. "Sakit tau. Tuh kan, pendamping yang baik nggak nyubit."

"Pendamping yang baik juga nggak ngeledek!" balas Emiliya cepat. Tapi ujung bibirnya sedikit tertarik membentuk sebuah lengkungan.

Arshka melirik Emiliya dari samping. Mata gadis itu masih agak sembab. Akibat tangisan tadi.

"Hm... jadi gimana? Masih mau jadi ekor aku?" godanya lagi.

Emiliya mendengus. "Tergantung. Kalo ekornya di kasih makan enak tiap hari, ya mau."

"Nasi goreng buatan bi mina? Deal." Arshka langsung jawab.

"EH! Itu bukan nasi goreng biasa! Itu nasi goreng hasil perjuangan bolos kelas!" seru Emiliya.

"Iya iya. Nasi goreng pahlawan nasional."

Emiliya ketawa kecil akhirnya. "Ish. Nanti kalo udah balik ke kota kita makan di warung bi mina lagi ya. Ya.."

"Oke, aku janji ." Arshka meraih tangan Emiliya, kali ini tidak ditolak. Jarinya saling bertaut. "Makasih ya udah mau bertahan di sini buat aku."

Emiliya menunduk, menatap genggaman tangan itu. "Aku juga nggak mau kehilangan kamu lagi, Arsh."

Hening sebentar. Hanya ada suara angin sore dan motor lewat di jalan depan kontrakan.

"Terus... rencananya gimana?" tanya Arshka pelan. "Masih mau nyoba ke rumah Nenek?"

Emiliya menggeleng, terus mengangguk. "Mau... tapi nggak sekarang. Kasih aku waktu seminggu buat pulihin mental dulu."

Arshka mengangguk. "Oke. Seminggu. Nanti aku temenin."

"Tapi Arsh..." Emiliya melirik ragu. "Kalo Nenek tetep nggak mau nerima aku gimana?"

Arshka berhenti jalan. Dia hadapin Emiliya, kedua tangannya memegang bahu gadis itu.

"Denger ya. Aku nggak bisa maksa Nenek buat langsung suka sama kamu. Tapi aku bisa janji satu hal."

"Apa?"

"Aku nggak akan ninggalin kamu. Mau Nenek setuju atau nggak, mau semuanya nentang kita pun, aku bakal tetep sama kamu."

Deg.

Emiliya langsung melepas genggaman dan memeluk Arshka dengan erat. "Janji ya?"

"Janji." Arshka mengusap punggung Emiliya. "Jadi udah, jangan nangis lagi. Nanti jelek."

Emiliya melepas pelukannya, manyun. "Siapa yang yang jelek hah! Awas kalo sampe kamu lirik cewek lain!"

"Iya, iya. Nggak akan, gimana aku mau lirik cewe lain kab udah punya kamu."

"Ishh!"

Arshka ketawa. "Gemes banget si cewek gue!." ujarnya mencubit pelan pipi merona Emiliya.

Dari kejauhan terdengar suara Netta teriak. "WOIIII UDAH JANGAN PACARAN MULU NTAR DI GREBEK WARGA TAU RASA LO BERDUA!"

Bara ikut berteriak. "BENER! PULANG-PULANG SEBELUM WARGA GREBEK!"

Emiliya langsung menatap tajam sahabat-sahabatnya yang usil. Lalu kembali menatap Arshka. "Kamu mau pulang?"

"Iya. Nanti di cariin nenek."

"Yaudah sana pulang." gumamnya menundukan kepala tapi masih enggan melepaskan genggaman tangannya.

Arahkan sedikit menghelat nafas, menarik dagu gadisnya lalu menatapnya. "Jangan cemberut dong, besok kita ketemu lagi... Aku traktir kamu jajan sepuasnya deh."

Mata Emiliya berbinar seperti anak kecil yang mendapatkan permen. "Beneran?!"

"Iya, tapi jangan cemberut lagi."

Emiliya mengangguk dengan antusias. "Siap kapten! Aku nggak cemberut lagi!"

...~To be continued~...

1
ChocoMint!
Lanjutkan kak👏🏼
ChocoMint!: ah iya terima kasih dukungannya😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!