NovelToon NovelToon
GUS DINGIN DAN GADIS BAR BAR

GUS DINGIN DAN GADIS BAR BAR

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Tamat
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: RISMA AYINI SAFITRI

seorang gadis bernama hazia ayini que'en namyesa yang merupakan seorang gadis bar bar, nakal, jahil, dan juga bermulut pedas yang susah di atur oleh orang tua nya sehingga iya dan juga kakak sepupu laki laki nya yang bernama kevin di kirim ke sebuah pondok pesantren yang merupakan milik sahabat keluarga hazian.

apakah ayini si gadis bar bar bisa berbuat baik dan memperbaiki akhlak serta adab nya di pondok pesantren itu?
atau apakah ayini akan berbuat jahil dan mengacaukan pondok itu?
apa yang akan ayini lakukan ketika iya bertemu dengan anak kyai yang bernama Alvaro!
atau kerap di panggil gus alvaro? seorang Gus yang memiliki sifat dingin dengan wajah datar yang ternyata akan menjadi CALON SUAMI nya karena masalah yang iya lakukan sendiri...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RISMA AYINI SAFITRI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21. SEMBURAT MERAH DI LANGIT NDALEM

Karena waktu sudah mendesak, Alvaro tidak punya pilihan lain. Ia mengambil salah satu baju koko pink yang paling mendingan warnanya (yang sedikit lebih pudar).

Dengan wajah yang sangat merah karena menahan malu, ia memakainya.

Saat Alvaro keluar dari Ndalem menuju aula, seisi pondok mendadak hening. Para santri putra yang biasanya tunduk patuh, kini harus berjuang keras menahan tawa.

 Kevin, yang sedang duduk di tangga masjid, sampai tersedak ludahnya sendiri.

"Gila! Gus Alvaro pake baju pink!" bisik para santri.

Sepanjang pengajian, Alvaro merasa wajahnya jauh lebih panas daripada cuaca di luar.

Ia tetap berusaha menyampaikan materi dengan wajah datar, namun setiap kali ada santri yang berbisik, telinganya memerah padam.

Selesai pengajian, Alvaro langsung bergegas kembali ke kamar. Ia menemukan Ayini sudah menunggunya dengan segelas teh manis dan wajah penuh simpati yang dibuat-buat.

"Gimana Mas? Banyak yang naksir nggak tadi pake baju pink?" tanya Ayini jahil.

Alvaro tidak menjawab. Ia langsung masuk ke kamar mandi untuk berganti pakaian.

Saat ia keluar, Ayini mendekatinya dan menarik ujung bajunya.

"Mas... jangan marah ya. Ayini beneran minta maaf. Nanti Ayini beliin yang baru deh pake uang tabungan Ayini," ucap Ayini lembut.

Alvaro menatap istrinya. Ia melihat kejujuran di mata Ayini yang biasanya nakal itu. Rasa kesalnya perlahan menguap, digantikan oleh rasa geli yang aneh.

"Lain kali, tanyakan pada Umi bagaimana cara menggunakan mesin cuci. Saya tidak mau besok sarung saya berubah jadi warna pelangi," ucap Alvaro datar, namun ada nada canda yang sangat tipis.

Ayini tersenyum lebar. Ia merasa suaminya benar-benar luar biasa sabar.

 "Siap, Mas! Tapi Mas tau nggak? Tadi pas Mas pake baju pink, Mas beneran kayak 'Bayi Sayang' versi raksasa. Manis banget!"

"Ayini! Berhenti memanggil saya begitu!" seru Alvaro, wajahnya kembali memerah.

Ayini justru tertawa dan mendekat. "Ayo dong senyum lagi. Kalau nggak senyum, besok Ayini warnain semua baju Mas jadi warna ungu janda!"

Alvaro melotot tak percaya. "Kamu berani?"

"Berani dong! Makanya senyum!"

Alvaro menarik napas panjang, dan akhirnya, ia tidak bisa menahan tawa kecilnya.

 Ia menggeleng-gelengkan kepala. "Kamu benar-benar ujian kesabaran yang paling nyata, Ayini."

Alvaro tersenyum tipis sambil menatap ke arah luar jendela. Ayini yang melihat itu langsung diam, ia terpana melihat ketampanan suaminya saat tersenyum tulus.

"Mas... jangan sering-sering senyum ke orang lain ya. Cukup ke Ayini aja. Ayini nggak mau bagi-bagi 'madu' Barito ini ke siapapun," bisik Ayini yang membuat Alvaro kembali salah tingkah dan buru-buru beristighfar.

Malam itu, keributan kecil tentang baju pink berakhir dengan tawa kecil di Ndalem.

Namun di luar sana, sebuah bayangan masa lalu kembali muncul. Seseorang sedang mengamati pondok dari kejauhan, membawa kabar yang mungkin akan menguji ikatan pernikahan mereka yang baru saja mulai menghangat.

Setelah insiden "Gus Pink" yang menggegerkan seantero pondok, suasana di kamar Ndalem masih menyisakan sisa-sisa tawa.

Gus Alvaro duduk di atas sajadahnya setelah menyelesaikan salat sunnah, sementara Ayini masih asyik merapikan rak buku suaminya yang sebenarnya sudah sangat rapi.

Ayini sesekali melirik suaminya. Ia merasa bersalah, tapi juga merasa menang karena berhasil melihat sisi "manusiawi" seorang Gus Alvaro yang biasanya setegar batu karang di sungai Barito.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!