NovelToon NovelToon
Aku Benar-Benar Manusia Biasa, Percayalah!

Aku Benar-Benar Manusia Biasa, Percayalah!

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Action
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: WANA SEBAYA

​"Sialan! Kenapa transmigrasiku tidak memberiku kekuatan super?!"

​Ye Xuan adalah seorang pemuda dari Bumi yang terbangun di Benua Sembilan Cakrawala, sebuah dunia di mana para kultivator bisa membelah lautan dengan satu tebasan pedang. Sialnya, ia menempati tubuh seorang Tuan Muda Klan Ye yang dibuang karena tidak memiliki bakat kultivasi sedikit pun.

​Tanpa energi spiritual, tanpa sistem bela diri, Ye Xuan terpaksa hidup terasing di sebuah puncak gunung terpencil. Untuk bertahan hidup, ia hanya bisa berkebun ubi, menyapu halaman, dan memancing di kolam belakang gubuknya.

​Namun, yang tidak Ye Xuan sadari adalah:

​Air bekas cucian ubi yang ia buang sebenarnya adalah Cairan Kehidupan Abadi yang diperebutkan para Kaisar.

​Sapu lidi tua miliknya adalah Senjata Pemusnah Dao yang ditakuti seluruh iblis.

​Dan ubi bakar yang ia anggap "makanan rakyat jelata" sebenarnya adalah Obat Dewa yang bisa membuat seseorang menerobos ranah dalam semalam!

​Ketika para dewi sekte suci d

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9: PENDAFTARAN YANG MENGGUNCANG IBU KOTA

​Ibu Kota Kekaisaran Pusat, Kota Langit Abadi, adalah puncak peradaban manusia di benua ini. Menara-menara kristal menjulang tinggi, dan kapal-kapal terbang mewah berlalu-lalang seperti burung layang-layang. Di tengah kota, terdapat sebuah alun-alun raksasa tempat pendaftaran "Turnamen Inovasi Seribu Sekte" dilangsungkan.

​Ye Xuan menarik gerobak ubinya dengan wajah penuh kekaguman, namun juga sedikit minder. Di sekelilingnya, para peserta turnamen membawa penemuan-penemuan yang terlihat sangat canggih: ada Meriam Energi Guntur, Pedang Terbang Otomatis, hingga Boneka Tempur setinggi rumah.

​"Wah, Nona Lin... sepertinya kita salah tempat," bisik Ye Xuan sambil memandangi gerobak kayunya yang reyot. "Lihat orang-orang itu, mereka membawa teknologi masa depan. Sedangkan aku... aku hanya membawa kincir air bambu dan ubi bakar."

​Lin Meier menatap Ye Xuan dengan pandangan penuh dukungan. "Senior, jangan rendah hati. Keindahan sejati seringkali tersembunyi dalam kesederhanaan."

​Iya, benar, batin Jian Chengyue yang berjalan di belakang. Sederhana bagi Senior adalah kehancuran bagi orang lain.

​Di meja pendaftaran, seorang pejabat kekaisaran yang sombong bernama Tuan Wu sedang memeriksa pendaftar. Ia baru saja menolak seorang pemuda yang membawa "Kompor Sihir" karena dianggap kurang inovatif.

​"Selanjutnya!" teriak Tuan Wu bosan.

​Ye Xuan maju dengan ragu, menarik gerobaknya. "Ehem... saya ingin mendaftar untuk kategori 'Inovasi Kesejahteraan Rakyat'."

​Tuan Wu menatap Ye Xuan dari ujung rambut hingga ujung kaki. Pakaian bertambal, sandal jerami, dan bau ubi bakar. "Nama? Sekte?"

​"Nama saya Ye Xuan. Saya... tidak punya sekte. Saya hanya seorang petani dari gunung," jawab Ye Xuan jujur.

​Para peserta di belakangnya mulai tertawa terbahak-bahak.

"Petani? Apa dia ingin memamerkan cara mencangkul yang inovatif?"

"Lihat barang bawannya, hanya potongan bambu dan sayuran!"

​Tuan Wu menghela napas. "Baiklah, Ye Xuan si Petani. Apa 'inovasi' yang ingin kau tunjukkan? Jika hanya ubi, lebih baik kau pergi ke pasar loak."

​Ye Xuan merasa harga dirinya sedikit terusik. Ia mengambil Kincir Air Portabel (yang ia buat dari sisa bambu irigasi di Bab 7) dan meletakkannya di atas meja pendaftaran. Kincir itu kecil, hanya seukuran ember.

​"Ini adalah Sistem Energi Mandiri Tanpa Henti," ucap Ye Xuan, menggunakan istilah keren yang ia ingat dari pelajaran sekolah dulu. "Kincir ini bisa menggerakkan air dan menghasilkan energi tanpa perlu batu spiritual atau mantra. Hanya butuh aliran air alami."

​Tuan Wu tertawa sinis. "Tanpa batu spiritual? Mana mungkin ada benda yang bergerak selamanya tanpa bahan bakar? Kau pikir kau ini dewa?"

​Ye Xuan mengangkat bahu. "Coba saja masukkan air ke dalamnya."

​Tuan Wu, dengan malas, menuangkan air dari cangkirnya ke kincir tersebut. Begitu air menyentuh bilah bambu, kincir itu mulai berputar.

​Sret... Sret... Sret...

​Awalnya tidak terjadi apa-apa. Namun tiba-tiba, ruangan pendaftaran itu mulai bergetar. Kincir air mungil itu mulai memancarkan cahaya biru yang sangat lembut. Bukan cahaya ledakan, melainkan Gelombang Energi Murni yang begitu stabil hingga seluruh lampu sihir di alun-alun yang biasanya redup mendadak bersinar sepuluh kali lebih terang.

​Tuan Wu terbelalak. Ia mencoba menghentikan kincir itu dengan tangannya, namun tangannya terpental oleh sebuah medan magnet yang sangat kuat.

​"Ini... ini mustahil!" teriak Tuan Wu. "Fluktuasi energinya tidak terbatas! Ini bukan kincir air... ini adalah Reaktor Energi Abadi! Kau bilang ini dibuat dari bambu?!"

​Ye Xuan menggaruk kepalanya. "Iya, bambu di belakang rumah. Dan porosnya cuma saya kasih sedikit minyak goreng."

​Mendengar kata "minyak goreng", Master Mo yang sedang menyamar sebagai kuli di belakang Ye Xuan hampir pingsan karena menahan tawa. Minyak goreng katanya? Itu adalah Esensi Takdir yang bisa membuat roda semesta berputar!

​Kegaduhan itu menarik perhatian Putri Kekaisaran, Putri Ling, yang sedang memantau pendaftaran dari balkon istana. Ia segera turun ke bawah dengan pengawalan ketat.

​"Siapa yang membawa artefak dengan energi semurni ini?" tanya Putri Ling dengan suara yang sangat berwibawa.

​Tuan Wu langsung bersujud. "Tuan Putri! Ini... pemuda petani ini membawa sebuah kincir bambu yang... yang melampaui logika alkimia kita!"

​Putri Ling menatap Ye Xuan. Ia tertegun. Di matanya, Ye Xuan tidak terlihat seperti petani biasa. Di sekeliling pemuda itu, ia melihat aliran takdir yang sangat tenang, seolah-olah seluruh dunia sedang berusaha memberikan jalan baginya.

​"Ye Xuan dari Puncak Awan Tersembunyi..." Putri Ling membaca formulir pendaftarannya. "Kau resmi terdaftar. Dan kau akan ditempatkan di Blok Khusus Ahli Agung."

​Ye Xuan kaget. "Blok khusus? Tapi saya cuma mau ikut kategori rakyat kecil agar dapat hadiah garam..."

​"Garam?" Putri Ling tersenyum kecil. "Jika penemuanmu ini terbukti seperti yang kulihat, kau tidak hanya akan mendapatkan garam, kau bisa memiliki seluruh tambang garam di kekaisaran ini."

​Ye Xuan matanya berbinar. Seluruh tambang garam?! Wah, kalau begitu aku bisa bikin ikan asin dalam skala besar! Hidupku benar-benar akan makmur!

​Namun, tidak semua orang senang. Di sudut alun-alun, seorang pria berjubah hitam dengan lambang Sekte Teknologi Langit menatap Ye Xuan dengan penuh kebencian.

​"Petani itu... dia menggunakan teknik kayu terlarang untuk mempermalukan kita," desisnya. "Di turnamen nanti, aku akan menunjukkan padanya bahwa bambu tidak akan pernah bisa mengalahkan logam suci kami."

​Ye Xuan, yang tidak sadar dirinya baru saja menjadi target utama, justru sibuk bertanya pada Lin Meier. "Nona Lin, apakah menurutmu jika aku menambahkan ubi ungu di presentasi nanti, nilainya akan bertambah?"

​Lin Meier hanya bisa tersenyum pasrah. "Senior... lakukan saja apa yang Anda sukai. Langit akan selalu mendukung Anda."

1
Pecinta Gratisan
semangat💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!