nama ku Lisa aku hidup dengan kakakku Maya kami berdua anak yantim piatu orang tua kami meninggal sejak aku masih kecil kami diasuh oleh Oma namun dia sudah meninggal hanya ada kami berdua saja.suatu hari dimana pernikahan kakak ku aku harus menggantikan posisinya dan menikahi calon suami kakak ku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santisnt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 21
sekarang bunyi ayam sudah terdengar jelas ditelinga Lisa sinar fajar mulai masuk lewat cela cela jendela.kini Lisa terbangun mendengar suara gaduh dari dapurnya
"ishhh siapa "ucap Lisa terperanjat
Lisa dengan segera mengikat rambutnya dan berjalan menuju sumber suara.ternyara suara tersebut berasal dari dapur.terlihat jelas sosok laki laki yang sedang memasak di pandu oleh sebuah handphone
"Alex"ucap Lisa heran
"hai udah bangun terlalu bising ya"ucap Alex menggaruk kepalanya
"hmmmm iya,kamu lagi ngapain sih"ucap Lisa berjalan menuju Alex
"mau buat sarapan"ucap Alex
"yaudah kamu tunggu diruang tamu aja biar aku yang buat sarapanya"ucap Lisa
"hustttt sekarang aku yang buat sarapanya kamu mendingan mandi aja"ucap Alex menaruh kedua tangannya di bahu Lisa
"kamu tenang aja semuanya akan siap dengan waktu yang cepat"ucap Alex membulatkan jarinya
"yaudah tapi hati hati ya"ucap Lisa hanya tersenyum dan pergi menuju kamarnya
sementara Lisa membersihkan diri Alex sudah sibuk membuat sarapan untuk lisa.ini pertama kalinya Alex membuat nasi goreng.dapur Lisa nampak berantakan karena ulah Alex
"kamu sudah selesai mandi ayo kita makan"ucap Alex
"kok keluar sih"ucap Lisa heran
"kita makanya diteras aja nggak enak sama tetangga"ucap alex
namun Lisa hanya tersenyum dan mengangguk melihat gerak gerik Alex yang menggemaskan.
"Tara nasi goreng ala prince Alex"ucap Alex
"wahmakasih ya"ucap Lisa tersenyum lebar melihat kejutan di pagi hari yang sangat sederhana
"nah ini buat kamu,kamu cobain kalau enak bilang enak kalau nggak bilang nggak"ucap Alex
"hmmmm"ucap Lisa mencoba masakan Alex yang sangat hambar dan penuh kecap
"hmmm gimana enak"ucap Alex ragu
"enak kok aku kasih nilai delapan buat kamu"ucap Lisa menggangguku
"aku mau coba juga ahhh"ucap Alex mengambil bagiannya
"hambar gini nggak ada rasa"ucap Alex meneguk air
"udah sayang Jagan dimakan lagi biar aku beli aja"ucap Alex merampas piring ditangan Lisa
"heiiiiiiiiiiiiiiiiii Jagan diambil aku suka kok.kalau kamu nggak suka biar aku habisi semuanya"ucap Lisa menuangkan nasi goreng Alex ke piringnya
"Jagan dimakan lagi sa ini serius nggak enak"ucap Alex khawatir
"itu menurut kamu aku suka kok makasih ya"ucap Lisa melahap habis
Alex hanya tersenyum melihat Lisa yang begitu menghargai masakannya yang telah dia buat susah payah
"nanti aku janji bakal belajar masak biar kamu kalau makan masakan aku nggak tersiksa"ucap Alex mengusap rambut Lisa
"oh ya Lex aku mau tanya sesuatu boleh"ucap Lisa Alex hanya mengangguk sebagai persetujuan
"kalau seandainya aku menutupi sesuatu yang bikin kamu sakit hati dan aku harus menjauh dari kamu apa kamu benci aku"ucap Lisa
"mana bisa aku benci kamu.aku itu tau kamu banget pasti saat itu kamu lagi nutupin sesuatu dan terpaksa.kalau kamu berusaha menjauh aku akan mencari kamu dan meyakini kamu kalau aku sayang sama kamu"ucap Alex menggenggam tangan Lisa
"walupun itu semua buat kamu sakit hati dan suatu saat nanti aku bukan jadi milik kamu tapi milik yang lain apa kamu masih perduli sama aku dan nggak benci aku"ucap Lisa berseru air mata
"husttt kamu Jagan ngomong macem macem ya aku akan selalu sama kamu"ucap Alex menenangkan Lisa
"maafin aku ya kalau aku bohong sama kamu"ucap Lisa tersedu
"udah Jagan bicarakan yang nggak nggak ya"ucap Alex menenangkan Lisa
Lisa begitu nyaman diperlukan Alex Lisa begitu sedih ketika dia harus melepaskan seseorang yang dia cinta dan bersama dengan orang yang tak ia cintai.lisa begitu bingung bagaimana cara menghadapinya
"aku pulang dulu ya,kamu jaga diri baik baik"ucap Alex mencubit hidung Lisa
"makasih untuk semuanya hati hati dijalan"ucap Lisa melambaikan tangan
Lisa begitu lega sedikit mengeluarkan apa yang terjadi walupun hanya sebuah kiasan .