NovelToon NovelToon
Pesona Gadis Bayaran

Pesona Gadis Bayaran

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:109.9k
Nilai: 5
Nama Author: Net Profit

Bagi mata yang memandang hidup Runa begitu sempurna tapi bagi yang menjalani tak seindah yang terlihat.

Runa memilih kerja serabutan dan mempertahankan prinsipnya dari pada harus pulang dan menuruti permintaan orang tua.

"Nggak apa-apa kerja kayak gini, yang penting halal meskipun dikit. Siapa tau nanti tiba-tiba ada CEO yang nganterin ibunya berobat terus nikahin aku." Aruna Elvaretta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Net Profit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gimana?

"Rejeki anak soleha." Runa tersenyum menatap anggota baru di dompetnya. Disaat jajaran kartu dari orang tuanya diblokir akhirnya ada penghuni baru yang bisa digunakan.

"Baru gajian yah?" Hera mengintip dompet Runa yang terbuka.

"Yah nggak ada isinya. Kirain dah gajian."

"Uang cash emang nggak ada, tapi..." Runa mengeluarkan kartu pemberian Qian.

"Jangan cuma dipegang, pake!" Runa menirukan ucapan Qian.

Hera langsung mendekat dan mengambil kartu Runa, "an jir sekarang nggak di transfer lagi langsung di kasih kartu."

Runa mengangguk, "bebas dipake buat apa pun."

Hera melongo, "serius Run? Jasa apaan yang lo kasih sampe dapat kartu platinum kayak gini hm?"

Mata Hera menatap penuh selidik dengan senyum penuh maksud, "lo nggak jadi sugar baby kan Run?" tebaknya.

Hust! Runa mendelik kesal dan merebut kartu dari tangan Hera.

"Enak aja! Jangan asal lo kalo ngomong!"

"Sorry Run kalo lo tersinggung. Abis gue kepikirannya kesitu." Hera menepuk bahu sahabatnya.

"Kayak nggak kenal gue aja lo, Ra."

"Iya, iya maaf. Gue asal ceplos aja barusan. Lagian kan hari gini Run, kerja apaan coba yang langsung dibayar pake kartu kayak gitu." jelas Hera.

"Apalagi lo kan menerima jasa apa pun, jadi-"

"Jadi apa?" Runa meninggikan suaranya, "lo kira gue sama aja kayak cewek-cewek yang ngegaet om-om biar dapat duit gitu?"

"Sorry." ucap Hera lirih, "curiga wajar lah Run." lanjutnya.

Runa menghela nafas panjang, "kecewa dah gue. Udah sekamar lama aja masa nggak paham gue orangnya kayak gimana sih!

"Ini tuh dikasih buat jaga-jaga, buat bayar-bayar kalo misal ada obat atau camilan atau kebutuhan mendadak pas gue nganter pasien cuci darah. Buat transportasi gue juga bolak balik rumah sakit." jelas Runa.

"Lagian gue juga nggak bakal pake kartu orang sembarangan. Lo nggak liat apa kartu gue juga ada banyak nih!" Runa mengeluarkan kartu-kartunya, "meskipun udah nggak pada guna sih." lanjutnya lirih.

Hera mengambil satu kartu berwarna hitam, "bukannya ini kartu kredit unlimited yah? Kenapa nggak bisa dipake?

"Ini juga, bukannya ini ATM nasabah prioritas yah?" Hera menggambil kartu lainnya.

Runa mengambil dan memasukan semua kartunya ke dalam dompet, "ceritanya nggak asik lah Her." jawabnya lesu.

"Tidur aja yuk! Besok gue jadwal nganter cuci darah lagi."

Pagi harinya Runa tak berangkat terlalu awal, lagi pula ia sudah hafal alurnya. Ia menunggu tante Retno di depan gedung ICU karena letak ruangan HD lebih cepat dijangkau dari sana dibanding sebelumnya lewat ruang rawat jalan. Kali ini cukup naik lift ke lantai tiga dan langsung sampai tak perlu berjalan kesana kemari.

Runa sudah membeli aneka camilan untuk menemani dirinya dan mama Retno selama cuci darah nanti.

"Pagi tante." Runa langsung menyapa kliennya begitu mama Retno turun dari mobil.

"Pagi, Aruna." jawab tante Retno.

"Titip mama yah. Aku langsung ke kantor." ucap Qian dari dalam mobil.

"Siap, mas." jawab Runa, "yuk tante lewat sini lebih cepat dari pada lewat pintu masuk rawat jalan." ajaknya kemudian pada mama Retno.

Sampai ke ruang HD Runa sudah hafal, ia segera menandatangani daftar hadir pasien kemudian pergi ke bad nomor enam belas.

Cuci darah kali ini berjalan lancar. Runa benar-benar menemani dari mulai pemasangan hingga saat ini sudah berlangsung satu jam, semua aman tanpa kendala.

"Sakit tan?"

"Dikit tadi pas disuntik aja." jawab mama Retno.

"Nanti kalo sudah dipasang Av shunt nggak akan sakit lagi tante. Kayak pasien yang itu." Runa melirik pasien di samping bad mama Retno.

"Apa itu Runa?" tanya mama Retno, "setiap mau pasang jarum sama lepas jarum emang lumayan sakit."

"AV shunt adalah koneksi buatan yang dibuat melalui pembedahan untuk menyambungkan pembuluh darah arteri dan vena. Prosedur ini sangat penting bagi pasien gagal ginjal kronis karena menjadi akses vaskular yang andal dan permanen untuk proses hemodialisis (cuci darah) secara rutin."

Runa membaca hasil penelusurannya dari internet dan menunjukannya pada mama Retno.

"Simpelnya nanti ditubuh tante dipasang alat buat akses cuci darah. Bisa ditangan, leher atau dimanapun yang memungkinkan. Sebelumnya juga suster pernah bilang karena tante cuci darahnya rutin maka harus dipasang av shunt. Lewat operasi kecil gitu katanya tante. Nanti kita tanyain pas konsul dokter hari sabtu." jelas Runa.

"Operasi?" raut tegang tak bisa ditutupi dari wajah tante Retno.

"Iya tan, operasi kecil. Tante tenang aja, jangan panik. Nanti sekiranya tante belum siap pun mungkin bisa diundur. Yang penting kita konsultasikan dulu saja." jelas Runa.

Runa mengupas apel dan memberikannya pada tante Retno, "sambil nyemil tante. Soal operasi jangan dulu dipikirin."

"Tapi tetep kepikiran Runa." jawab mama Retno lirih.

"Nanti aku nemenin tante, jangan takut."

"Tapi tetep aja Runa yang namanya operasi pasti beresiko. Gimana kalo sampai terjadi apa-apa? Qian sama Mayra siapa yang ngurus."

"Mas Qian udah bisa ngurus diri sendiri tante. Jangan jadi pikiran."

"Tetap saja. Dia milih pasangan aja salah, apalagi Mayra, manja banget. Tante nggak tenang nih kalo Qian belum nikah." keluh mama Retno.

"Seiring berjalannya waktu Mayra pasti tambah dewasa tante. Sekarang waktunya tante fokus ke kesehatan. Lagi pula operasinya bukan operasi besar, tante jangan mikir yang aneh-aneh."

"Tapi tante takut Runa. Kalo sampe terjadi apa-apa tante titip Mayra sama kamu yah? Qian juga. Tante kayaknya bakal fokus berobat kalo Qian udah nikah. Dapat pasangan yang bisa baik ke Mayra kayak kamu." ucapnya panjang lebar. Runa hanya tersenyum menanggapinya.

"Aku do'ain tante dapat menantu yang baik, yang nggak cuma sayang sama mas Qian tapi juga sayang sama semua keluarganya." ucap Runa.

"Amiin." jawab mama Retno, "kamu udah punya pacar belum Runa?" lanjutnya.

"Belum, tan."

"Kalo belum, gimana sama Qian? Menurut tante dia layak." lanjutnya.

Hah!

Runa langsung terdiam dan tersenyum kikuk. Kenapa mama Retno langsung merekomendasikan anaknya tanpa basa-basi?

"Gimana? Qian termasuk tipe pasangan kamu nggak?" belum terpikirkan mau menjawab apa tiba-tiba mama Retno sudah menodongnya dengan pertanyaan baru.

Beruntung ponselnya bergetar, Runa segera menjawabnya.

"Aku izin angkat telepon dulu yah tan. Dari mas Qian." setelah mendapat anggukan Runa menggeser ikon telepon berwarna hijau.

"Halo, iya mas." ucap Runa.

Runa terkejut mendengar suara dari seberang sana. Ia seketika membisu. Bisa-bisanya mendadak mendapat pekerjaan sebagai pacar. Iya sih dia menerima aneka jasa, tapi kenapa tawaran kali ini sedikit aneh.

"Apa kata Qian?" tanya mama Retno karena gadis di sampingnya malah bengong.

"Runa!" tante Retno menepuk lengan Runa.

"Eh iya maaf, gimana tante?" ucapnya sedikit terbata.

"kok kamu malah balik nanya. Qian bilang apa barusan?"

"Oh itu, bukan apa-apa tante." jawabnya dengan tersenyum kikuk.

"Kirain ada apa, abisnya kamu langsung bengong." mama Retno tersenyum teduh.

"Gimana tawaran tante tadi? Nanti tante bantu pedekatenya deh." ledeknya kemudian.

Runa menghela nafas dalam, "ibu sama anak sama aja. Diluar nalar." batinnya.

1
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
bukanya nny Pratama arhan ka
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒: ya ka,haha baca ulang kngen KK update
total 2 replies
Samsung A12
micin emang kalau kasih nama panggilan emang sangat estetik
Samsung A12
ga rela ya calon mama mertua
Samsung A12
🤣🤣🤣🤣🤣
Ummah Intan
bagus
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
😁😁😁😁😁👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Eno Pahlevi
love love sekebon buat author 💖💖💖💖💖💖....💖💖..ngga pernah gagal kasih cerita menghibur
semangat dan sehat terus buat author💖💖💪💪
Net Profit: Aamiin
Makasih kak
Ceki-ceki karya baruku udah ada
total 1 replies
Eno Pahlevi
masih belom puas ngakak nya🤣🤣🤣🤣
Eno Pahlevi
🤣🤣🤣ngakak abis sama pikirannya izqian🤣🤣🤣
Eno Pahlevi
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Dwisya Aurizra
hah cius ieu teh, tamat??
pantesan dah ada yg baru
ya udah sukses terus ya kak🤗
Net Profit: Iya kak.. Lanjut cerita baru sasa tama
total 1 replies
Dwisya Aurizra
eehh... jgn seenaknya namanya udah cantik masa di ganti rukyah 🤣🤣🤣
Net Profit: Hobi sasa
total 1 replies
Dwisya Aurizra
nama yg cantik 😍😍
Net Profit: Singkatan itu aruna qian
total 1 replies
Dwisya Aurizra
waahh si micin nyempil disini...
Dwisya Aurizra
gpp ma yg penting bumil senang🤭
Dwisya Aurizra
Alhamdulillah punya keluarga yg pengertian
Jumi🍉
Micin sampai sini juga ternyata jadi sahabat Mayra mana udah nikah pula sama Tamarin...🤣Btw selamat ya Aruna sama Qian udah jadi orang tua.😍
Septi
Alhamdulillah happy ending.. selamat punya baby Runa-Qian.. terimakasih untuk ceritanya.. semangat terus 💪🏻
Septi
wahh muncul di sini micin... udah nikah lagi
Septi
waduh kecolongan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!