NovelToon NovelToon
Silent Trauma —Another Me

Silent Trauma —Another Me

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / CEO / Tamat
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: Lily Vey

[SEDANG HIATUS!]


Diana Xylaria, Gadis cantik yang ceria dan optimis, ternyata ada rahasia besar tentang dirinya yang bahkan dia tidak tau.

Hidupnya yang biasa saja tiba tiba terusik karena pertemuannya dengan CEO dari sebuah perusahaan besar, Rylan Axelion. Namun sayang, keduanya bahkan tak ingat telah menghabiskan malam bersama.

Ditengah badai perebutan kekuasaan di keluarga Rylan, serta tentangan dari wanita yang berkuasa, Rylan dan Diana harus terus berjuang agar bisa bersama.

Akankah mereka bisa bersama?
Dan Apa sebenarnya Rahasia kelam Diana?

Simak ceritanya di sini.

ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩـ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ

「 ✦ UPDATE SENIN DAN KAMIS ✦ 」

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lily Vey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21

"apakah tidak mendengarkan ku hah?"

Suara Calantha kecil, tapi tajam membelah udara disekitar, menunjukan betapa marahnya dia memandang wanita di depannya.

Wanita itu adalah Diana secara fisik, tapi kepribadiannya bukan. Itu adalah Xena, alter yang tercipta sebagai perlindungan atas trauma masa lalu.

Xena membuka matanya perlahan, memandang rendah Calantha.

"aku bertanya, dimana Rylan?"

"tidak ada disini." jawab Xena penuh penekanan.

"jangan berbohong padaku. Aku sudah kembali sekarang. Kau pasti akan segera habis." Calantha mengepalkan tinjunya sekuat tenaga.

"sepertinya kau sudah lupa satu hal."

Xena menunjukan sesuatu dari ponselnya.

"kau tidak penasaran apakah Rylan sudah menontonnya atau belum?"

Calantha mematung.

"DIANA! HAPUS ITU SEGERA!" Calantha

"tak berusaha menjaga image lagi?"

Xena mendekat, berjalan mengelilingi Calantha.

"jika kau mencari masalah denganku sekarang, image yang sebelumnya kau bangun akan sia sia."

"videomu masih ada ditangan ku. Dan ... "

Xena mendekatkan bibirnya di telinga Calantha, berbisik sesuatu.

"apa reaksi Rylan jika tau kalau kau sudah tidak suci lagi?"

Tubuh Calantha bergetar marah. Tangannya terayun, hendak menampar Xena.

"Calantha, aku sarankan kau untuk pergi sekarang juga, sebelum aku yang mengusirmu."

"kau pintar. Kau seharusnya tau apa yang harus dilakukan, bukan?"

Calantha menurunkan tangannya. Menahan diri.

"suatu hari kau akan mendapatkan balasannya Diana." ucap Calantha pelan. Dia pun pergi dari situ. Turun lift dengan kesal.

Xena membuka ponselnya, menonton rekaman aktifitas Calantha setelah kepergiannya dari gudang hari itu.

'jadi, akhirnya dia dipermainkan habis habisan, dan membunuh mereka semua.'

Mata Xena melirik ke arah pintu di sudut ruangan.

"sampai kapan kau akan bersembunyi?"

Tak lama, Rylan keluar dengan sedikit kikuk.

"Xena?"

"bukan, aku Diana."

"hah?" CEO Rylan memandangnya heran.

"ck, kau mempermainkan aku lagi. Apa yang kau katakan pada Calantha tadi?"

"bukan apa apa." Xena menjawab.

'waktu ku hampir habis. Diana akan segera bangun.'

Xena menguap kecil, cahaya matanya sedikit redup, dan dia tampak tidak berdiri dengan stabil.

"Xena, ada apa denganmu?"

Xena melihat mata Rylan dalam dalam. Dan dalam satu gerakan yang tak terduga, dia mengecup bibir Rylan sekilas, dan jatuh dalam pelukannya.

"Wanita ini!! Apa apaan itu barusan? Hei ada apa denganmu?"

Dari dalam kegelapan, aku tersadar. Saat membuka mata, semuanya tampak buram. Aku masih tak yakin apa yang telah terjadi.

"Xena!"

Siapa Xena? Dan suara ini ...

"CEO Rylan!" Aku membuka mataku lebar. Wajahku memerah seperti kepiting rebus.

"maaf, maaf kan aku.. tapi.. Apa yang telah terjadi barusan? Seingatku, Calantha disini tadi."

Aku melepaskan diriku dari tangan CEO Rylan.

"tadi.. Tadi Calantha.. Apakah Calantha melakukan sesuatu padaku?".

Tubuhku lemas dan gemetar lagi. CEO Rylan memegangi tanganku.

"terima kasih CEO."

"Calantha ya ..." CEO Rylan berpikir. "tidak. Ada aku disini. Dia tak bisa apa apa."

"huh.. Syukurlah ...."

"Apa yang dia lakukan padamu sampai kau begitu takut padanya?"

Beri tau atau tidak? Tindakan Calantha memang sudah melewati batas. Tapi ancaman dari dia juga nyata.

Tapi mungkin, jika ada CEO Rylan, Calantha tak akan berani berbuat apa apa.

"dia.. Tidak melakukan apa apa."

"beri tau aku saja. Aku tak akan bilang jika kau melapor kepadaku. Aku juga akan melindungimu."

"d-dia ... Dia menculik aku hari itu, dan menyuruh anak buahnya untuk melecehkan aku dan merekam video tak senonohku untuk diviralkan"

Tanpa sadar, air mataku mengalir deras, dan aku terduduk di lantai yang dingin.

"dia mengayunkan pisau padaku, berkata akan membunuhku.."

Aku berhenti untuk bernafas sejenak, menghapus air mataku. CEO Rylan mendengar dalam dalam apa yang aku katakan.

"tapi, *entah bagaimana caranya* aku bisa selamat. Aku melupakan semuanya"

"itu terjadi ketika aku mau pergi ke bandara dan berangkat ke Negara Z."

"baiklah, aku mengerti. Tenangkan dirimu. Calantha tidak akan mengganggumu lagi, aku janji." ucap CEO Rylan menenangkanku.

Tanpa sadar aku memeluk tangannya erat, menangis dalam diam. Sungguh terima kasih bahwa dia tidak memarahiku.

"maaf atas tingkahku CEO. Aku tidak bisa mengendalikan diriku. Aku rasa aku berlebihan." ucapku setelah aku sedikit lebih tenang.

"ya.. Baiklah. Tidak masalah. Kau bisa izin jika perlu."

"tidak CEO. Aku hanya ingin pulang lebih awal saja hari ini. Aku ada janji temu dengan seorang psikolog."

"baiklah. Terserah kau saja."

CEO Rylan bangkit dan kembali masuk dalam ruang pribadinya.

Aku juga berdiri dan kembali duduk di tempatku. Tapi, apa yang sebenarnya terjadi tadi?

Oh.. Aku mengerti. Mungkin begini.

Calantha datang, aku ketakutan. CEO Rylan keluar dan melihat hal itu. Calantha tidak jadi marah padaku, dan berfokus ke CEO. Tapi karena sedang sibuk, CEO menyuruh Calantha untuk pergi.

Dari cerita ini, kupikir ini adalah hal yang masuk akal. Tapi kenapa aku bisa ada dalam pelukan CEO Rylan?

Mungkin, CEO Rylan melihat Calantha menggangguku, jadi dia melindungiku?

Ya.. Mungkin saja.

...----------------...

Dalam ruangan pribadinya, Rylan duduk, termenung sendirian. Memikirkan apa yang baru saja terjadi.

Jarinya refleks menyentuh bibirnya.

'Xena, gadis sialan itu. Darimana dia tiba tiba mendapat keberanian seperti itu? Dan tiba tiba saja itu gaya bicara Diana. Aku jadi tak bisa marah.'

'Xena mirip roh yang kadang kadang merasuki tubuh Diana.'

'tunggu. Roh?'

Dengan cekatan, Rylan mengambil selembar kertas dan mulai corat coret. Itu bukan coretan biasa.

"Xena dan Diana itu satu. Kadang salah satu bangun, yang lain tertidur. Sifat mereka sungguh bertolak belakang. Dan jika Xena sadar, maka Diana lupa ingatan."

"sepertinya, aku tau apa ini. Tapi aku memerlukan bukti lebih lanjut."

...----------------...

Calantha menghempaskan dirinya ke sofa empuk di ruang tamunya. Dia berdecak pelan.

"ada apa dengan putri ayah? Kau tampak kesal."

Seorang lelaki paruh baya menghampiri Calantha dengan segelas wine di tangannya.

"bukan masalah besar ayah. Hanya saja ada seseorang yang ingin aku musnahkan dari dunia ini."

"well. Seperti biasa, ayah tak akan membantumu. Berpikirlah sebagai seorang Vixen, Calantha."

"aku mengerti ayah." Calantha menenangkan dirinya. Senyum tipis mengembang lagi di wajahnya.

"bagus. Bagaimana hubunganmu dengan Rylan?"

"masih belum ada perkembangan. Tapi dia masih tidak berani mengusirku secara kasar, dan masih memandang wajahku sebagai putri ayah."

"itu cukup. Tapi ketika ada kesempatan ... Kau mengerti maksudku."

"aku mengerti."

"anak pintar. Beri tau aku jika ada kabar gembira."

Ayah Calantha beranjak berdiri dan pergi dari sana. Belum lima menit, seorang wanita yang cantik tapi sederhana menghampirinya.

"nak, kau berpikir terlalu keras lagi. Istirahatlah sejenak."

"tidak bu. Ayah berkata bahwa aku tak punya kesempatan istirahat sebelum masalahku selesai."

"untuk apa kau menyuruh dia istirahat kak? Jika dia bahkan tak bisa menahan beban ini, apalagi beban sebagai kepala keluarga Vixen nantinya."

Seorang wanita berusia 30-an membuka suara. Dengan santai dia menyandar di dinding. Tampilannya jauh lebih mewah dari orang yang dia panggil 'kak'.

"Ibu tiri benar. Aku harus menanggung beban ini, menyelesaikan semuanya, baru bisa mendapat pengakuan dari ayah. Sudahlah. Aku akan kembali ke kamarku."

Calantha pergi masuk ke kamarnya dengan elegan.

"baik, semoga masalahmu cepat selesai." ucap seorang ibu yang khawatir dengan putrinya.

Begitulah Situasi keluarga Vixen, penuh intrik, licik, dan mewah. Hidup disana seperti bersekolah di asrama yang ketat. Dibatasi dengan berbagai aturan yang mengekang.

Meski hanya berempat saja, situasinya sangat dingin. Semua hanya memikirkan kepentingan Nama Vixen, tanpa peduli bahwa manusia masih punya hati.

1
Risa Virgo Always Beau
Rylan kamu perhatian banget sama Diana deh
Risa Virgo Always Beau
Calantha itu nempel terus sama Rylan
Risa Virgo Always Beau
Rylan ternyata tipe orang yang tegas bahkan mengamati beberapa orang
Risa Virgo Always Beau
Rylan sangat membenci Calantha karena menduga Calantha yang memberi obat perangsang untuk dirinya
Risa Virgo Always Beau
Rylan di jebak obat perangsang ya sampai memaksa Xena melakukan hubungan layaknya suami istri
Risa Virgo Always Beau
Diana apa punya penyakit amnesia ya
Nuri_cha
aku kasih tahu ya Diana, kamu akan kecewa dengan calantha
Nuri_cha
rencana busukmu itu udah gagal Calantha 😐
Nuri_cha
nyata... Xena sudah mengambil alih tubuhmu Di
Xlyzy
Ini Bukan Diana deh ini kepribadian Lain nya dari diana
🍾⃝ʙͩᴜᷞʟͧᴀᷠɴͣ sᴇᴘᴀʀᴜʜ
buset pertanyaannya. bisa ga usah curigaan ga? 🫵
🍾⃝ʙͩᴜᷞʟͧᴀᷠɴͣ sᴇᴘᴀʀᴜʜ
ga usah diceritain. ga usah 😑
Three Flowers
Rylan gak tertarik sama kamu meski suci, karena hatimu jelas gak suci.. apalagi sekarang, dobel gak sucinya..
PrettyDuck
perlu banget. bahaya banget loh penyakitmu itu.
walaupun kepribadian xena kuat dan bisa diandelin, tapi bisa nyelakain kamu juga kalo gak terkendali 😖
Three Flowers
nonton bokep versi mereka sendiri dong?😂
Three Flowers
hehehe... lucu sekali kalimat nya🤣
PrettyDuck
maap tapi aku ketawa 🥲
PrettyDuck
dia yg buat ulah dia yg dendam /Sweat/
MULIANA💦
astaga calanta /Panic/ pengen di getok /Hammer/
MULIANA💦
bener-bener psiko kamu calanta ya /Panic/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!