NovelToon NovelToon
Pendekar Dewa Siluman

Pendekar Dewa Siluman

Status: tamat
Genre:Fantasi / Petualangan / Epik Petualangan / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:5.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: kemal costa

Jaka Sakti, seorang anak yang terlahir dari desa kecil, namun ia dilahirkan dengan takdir yang kuat.

Ia dipilih oleh Dewa Suci untuk meneruskan warisannya. Jaka berkelana ke seluruh dunia untuk menemukan 10 Siluman Dewa Suci yang akan menjadi gurunya dan memberikannya kekuatan yang tiada tara.

Aku, Jaka Sakti, Seseorang yang akan berada di puncak, bukan hanya tanah kelahiranku, melainkan mendominasi seluruh dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kemal costa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 20 - Keajaiban dari Langit.

Para penduduk menyaksikan pertarungan Jaka dan Siluman Harimau itu dari jauh, mereka menyaksikannya dengan tegang, sambil berdoa untuk keselamatan Jaka.

Mereka tidak menyadari bahwa yang dilakukannya malah hampir menghilangkan nyawa Jaka, Karena kehadiran penduduk yang menyaksikan pertempuran itu, walau dari jarak yang jauh, tetap membuat konsentrasi dan fokus Jaka terpecah.

Kepala Desa menyaksikan pertempuran itu dengan khawatir, apalagi saat ia melihat Siluman itu mendominasi pertarungan. Ia dan para penduduk sangat ingin membantu Jaka, tetapi mereka sadar, mereka hanya akan menjadi beban bagi Jaka, sehingga mereka mengurungkan niatnya.

Selang beberapa puluh menit, Jaka akhirnya berhasil mengalahkan Siluman itu, Mereka melihat hal itu lalu bersorak gembira, merasa sangat senang dengan kemenangan Jaka. Namun sorakan gembira tersebut berubah menjadi hening ketika melihat Jaka ambruk dan tak sadarkan diri.

"Mengapa kalian diam saja?! Cepat angkat anak itu dan bawa ke rumah tabib desa!" seru Kepala Desa.

Kebetulan Nenek Tabib Desa yang dulu membantu proses kelahiran Jaka masih tinggal di Desa tersebut.

Enam orang laki-laki dewasa berlari dengan kencang ke arah Jaka lalu menggotongnya, beberapa dari mereka membuka bajunya, lalu menggunakannya untuk menekan luka Jaka yang mengeluarkan darah.

Empat orang bertugas menggotong Jaka, sedangkan dua orang lagi bertugas menekan pendarahan yang dialami Jaka, lalu membawanya ke rumah Tabib.

Sesampainya di rumah Tabib Desa, Jaka di baringkan ke atas kasur.

"Kalian semua keluarlah, selagi aku merawatnya," ucap Tabib Desa.

Kemudian Kepala Desa dan penduduk lain, meninggalkan kediaman Tabib Desa, lalu menunggu di luar dengan cemas, sambil mendoakan keselamatan untuk Jaka.

"Kalian ikutlah aku, bawa pedang, cangkul, dan beberapa ember air," ucap Kepala Desa kepada para penduduk tersebut.

"Untuk apa Pak Yoga?" tanya salah satu penduduk.

"Kita harus membersihkan darah sisa pertarungan tadi dan mengubur siluman itu, agar tidak mengundang siluman lain datang ke sini karena mencium bau darah, selagi Jaka sedang dirawat."

Kemudian Penduduk Desa membersihkan sisa darah akibat pertarungan tadi, lalu menguburkan bangkai siluman itu dan tak lupa mereka mengeluarkan Crystal Siluman berwarna kuning dan berukuran segenggam tangan orang dewasa dari bangkai Siluman Harimau tersebut atas perintah kepala Desa, kemudian menyimpannya untuk diberikan pada Jaka nanti.

**

Jaka terbaring lemas di atas ranjang, mukanya sangat pucat akibat terlalu banyak kehilangan darah.

"Aku tak yakin bisa menyelamatkan anak ini, luka yang dideritanya sangat parah, tapi aku harus mencoba menyelamatkannya," ucap sang tabib setelah melihat kondisi tubuh Jaka.

Tabib tersebut kemudian meracik obat, menumbuk beberapa daun, akar, dan batang tanaman herbal, lalu menempelkannya pada tiap luka di tubuh Jaka.

Tabib itu juga merebus beberapa tanaman herbal dan menuangkannya ke dalam mangkok, kemudian memanggil anaknya untuk membantunya menyuapkan minuman herbal itu pada Jaka.

**

Ke esokan harinya, Jaka belum juga sadarkan diri, tabib desa merawat Jaka dengan telaten, mengganti perban, mengoleskan ramuan herbal pada luka Jaka, dan juga menyuapkan minuman herbal.

Para penduduk dan Kepala Desa tampak mendatangi kediaman tabib itu, untuk melihat kondisi terkini Jaka.

"Jaka sudah melawati masa kritisnya, kini warna tubuhnya kembali normal, aku sendiri sebagai tabib tidak percaya, ia sanggup melewati masa kritis dengan luka yang parah, ini sebuah keajaiban, langit masih memberinya kesempatan untuk hidup, tetapi ia masih belum sadarkan diri sampai sekarang, jadi biarkanlah ia beristirahat," ucap sang Tabib.

Tabib tersebut memberi Jaka obat herbal untuk lukanya, obat tersebut untuk menghentikan pendarahan dan menutup lukanya, lalu minuman herbal untuk menambah jumlah darah, juga mempercepat proses pemulihan Jaka.

Sudah tiga hari lamanya semenjak Jaka tak sadarkan diri, setiap hari para penduduk datang dan menanyakan kondisi Jaka, tetapi ia tak kunjung sadarkan diri.

**

"Walaupun banyak tantangan dan rintangan yang akan kau hadapi, tetaplah yakin pada dirimu sendiri, jangan goyah, jadilah kuat dan kejarlah takdirmu," ucap kakek berjubah putih di dalam mimpi Jaka saat ia masih tak sadarkan diri.

"Baik Kek, aku akan selalu mengingat nasehatmu," ucap Jaka dalam mimpinya.

Saat kakek tersebut menghilang, Jaka terbangun dari koma nya, lalu menatap sekeliling, ia merasa asing terhadap tempat itu, kemudian ia melihat seorang nenek tua sedang meracik obat dan bertanya pada nenek itu.

"A ... Aa ... Aku ada di mana?" tanya Jaka terbata-bata.

"Ohh ... Kau sudah sadar Nak? Sebentar, aku panggilkan Kepala Desa dulu," ucap nenek itu dengan wajah bahagianya.

Nenek Tabib kemudian memanggil Kepala Desa dan memberi tahu bahwa Jaka sudah sadar. Kepala Desa itu langsung berlari menuju kediaman tabib tersebut.

"Jaka...! Akhirnya, kau sadarkan diri Nak," ucap Yoga.

"Ahh ... Pak Prayoga ... Aku...," ucap Jaka sambil berusaha bangun untuk duduk.

"Heyy...! Kau tetaplah berbaring, jangan bangkit dulu, kondisimu masih lemas setelah koma beberapa hari."

"Aku ... Aku ada di mana Pak? Dan sudah berapa lama aku tidak sadarkan diri?" tanya Jaka.

"Kau berada di rumah tabib desa, sudah tiga hari sejak kau tidak sadarkan diri dan sekarang syukurlah kau sudah sadar, kami semua senang mendengar kabarmu yang sudah sadarkan diri.

"Baiklah, sekarang kau kembalilah beristirahat, aku akan meninggalkanmu untuk memberitahu penduduk desa tentang kabar baik ini," ucap Yoga pada Jaka.

Kemudian Yoga meninggalkan kediaman tabib desa, setelah berpesan kepada tabib itu untuk segera memberitahunya jika Jaka menginginkan sesuatu.

Yoga lalu memberitahu penduduk tentang kondisi Jaka yang kini telah sadarkan diri dan semakin membaik.

Para penduduk menanggapi kabar baik itu dengan kecerian, senyuman, dan tawa terlukis di wajah mereka. Mereka menganggap Jaka adalah pahlawan bagi mereka dan Desa nya.

Sepeninggalan Yoga, Jaka mencoba menggerakkan tangannya yang masih kaku dan sulit digerakkan, ia melihat kondisi tubuhnya yang penuh dengan perban, lalu ia mencoba menggoyangkan lengan kanannya dengan susah payah, untuk mengambil pil penyembuh yang diberikan oleh Nyai Ara dari gelang galaksinya.

Jaka berhasil mengeluarkan pil tersebut dan menggenggamnya, tetapi ia tak sanggup ketika ingin memakan pil itu saat menggerakkan lengannya.

Nenek tabib kemudian masuk ke ruangan Jaka, Jaka yang masih penasaran terhadap nenek itu kemudian bertanya, "Nenek kalau boleh aku tahu, siapakah Nenek?"

"Aku adalah tabib di desa ini dan aku juga yang telah merawatmu," jawab sang Tabib.

"Terimakasih Nek, maaf telah merepotkanmu."

"Merepotkan? Apa yang sedang kau bicarakan? Tentu aku akan merawat pahlawan yang telah menyelamatkan Desa ini."

"Pahlawan? Aku tidak seperti itu, sudah kewajibanku menolong Desa tempatku dilahirkan."

Tabib tersebut menaikkan sebelah alisnya setelah mendengar perkataan Jaka. "Tempatmu dilahirkan? Siapa namamu dan nama orangtuamu Nak?"

"Nama ayahku Bagas Sakti, nama ibuku Dewi Putri dan aku Jaka Sakti," jawab Jaka.

"Ohh ... Ternyata kau Jaka sakti anak dari Bagas Sakti, aku mengenal dekat ayahmu dan juga aku yang membantu proses kelahiranmu dulu."

"Benarkah...? Aku sangat senang bertemu denganmu Nek," ucap Jaka.

Kemudian, mereka berbincang-bincang mengenai ayah dan ibu Jaka, walau Jaka sedih mengingat tentang orang tuanya, tetapi ia sangat ingin tahu bagaimana sosok orang tuanya di mata para penduduk Desa.

1
merah putih
menurut riwayat zuhrong, mestinya dia tidak ada rasa takut menghadapi apapun. tp knp masih takut kpd siluman yg lbh kuat.
Sang M
Host sampah payah. criita sampah.
Sang M
mmemalukan dancok Host cecurut sampah kok banyak omong. langsung bantaii. haddeh payaj Thor imi
Sang M
skip lewat
Sang M
skip
Sang M
haddeh bosan proses host u/ raih puncakvterlalu lama dan momen gak penting ditampilkan
Raimon
Judul bab ...Keajaiban dari langit....keajaiban apaan....Begoo....kalau kekuatannya bertambah 50 lingkaran itu baru namanya keajaiban....Kalau sadar dari pingsan setelah 3 hari irumah biasa....disebelah ada yang 3 bulan pingsan baru sadar....
Raimon
Judul bab ...Keajaiban dari langit....keajaiban apaan....Begoo....kalau kekuatannya bertambah 50 lingkaran itu baru namanya keajaiban....Kalau sadar dari pingsan setelah 3 hari irumah biasa....disebelah ada yang 3 bulan pingsan baru sadar....
Jak 09
Luar biasa
Andi Lala
kerennn,,
Pedang neraka
Zhilong ??? ANAK NAGA dari Qing Ruo ? 🤔🤔
Pedang neraka
Pastinya kota BUKIT TINGGI dan restoran Padang :: SALERO BASAMO 🤣🤣
nina hariah
cerita nya bagus dan menarik
Tauhid
tinggal ikuti alur aja
Hadian Purnama
Kecewa
~•Insan Biasa•~
Satria jingga perkasa atau logo 99🤭😂
dewa_curhat
ok
dewa_curhat
sue, sambil beriklan hahahaha
dewa_curhat
zhia apa zahra.
zhia kan umi kepala suku bintang
Djohan Andrea
nama nya dulu gunung kembar....identik dg masyarakat nya yg cewek semua .....Lanjutkan....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!