Arka adalah Userator biasa yang belum Awakening, ia bekerja sebagai kuli bangunan. Tiba-tiba dinikahkan dengan seorang gadis bernama Sisil untuk melunasi hutang Ibunya.
Siapa sangka setelah menikah—Arka malah Awakening, kekuatannya meningkat.
[Bahagiakan Istrimu untuk mendapatkan banyak keuntungan dan meningkatkan kekuatanmu!]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramirisss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 32 Fractnation
Pandangan mata mereka saat ini sedang terkunci menatap sebuah layar proyeksi holografik besar yang juga menampilkan berita kepanikan massal atas munculnya retakan dimensi baru di Korea.
"Sepertinya... fenomena spasial kali ini akan menjadi sesuatu yang cukup menarik untuk disaksikan," ucap salah satu orang bertopeng yang duduk sendirian di atas sebuah kursi takhta megah yang posisinya berada paling tinggi.
Sementara sembilan orang bertopeng lainnya tampak duduk secara terpisah di sepanjang anak tangga batu panjang yang meliuk di bawah takhta tersebut.
Kelompok misterius ini tidak lain adalah Fractnation—sebuah organisasi radikal bawah tanah yang sangat berbahaya dan paling dicari di dunia.
Mereka adalah sekumpulan manusia sesat yang mendedikasikan hidup mereka untuk melakukan penelitian biologi ilegal berupa penggabungan fusi gen antara sel monster dan tubuh manusia, demi mendapatkan lompatan kekuatan magis yang melampaui batas logika dunia.
Pria bertopeng yang duduk sendirian di atas takhta tertinggi adalah otak utama dari seluruh eksperimen tersebut sekaligus pemimpin dari Fractnation. Sosoknya dikenal dengan julukan kehormatan: Grand Master, yang sering disingkat sebagai GM.
"Apakah kira-kira akan ada subjek monster mutasi yang menarik yang akan lahir dari dalam retakan dimensi raksasa tersebut?" pikir sang GM di balik topengnya.
Otak jeniusnya yang gila langsung berputar cepat, menyusun barisan formula eksperimen baru untuk menciptakan pasukan monster ciptaan yang jauh lebih mematikan.
WUSH—
Tiba-tiba, sebuah riak ruang bergetar di tengah aula, membentuk lingkaran Pintu Teleportasi spasial. Dua sosok pria melangkah keluar dari dalam portal tersebut.
Salah satunya adalah pria berjubah merah pengontrol portal yang kemarin berhasil kabur dari sisa tebasan Arka, dan sosok di sebelahnya tidak lain adalah Andra—sang Userator 6 Stars asli Indonesia.
"Salam hormat untuk Bapak Agung," ucap Andra dan rekannya serempak sembari berlutut takzim ke arah takhta.
Grand Master menatap kedatangan mereka dari ketinggian, lalu sedikit mengangkat tangan kanannya dengan gerakan malas sebagai tanda menerima penghormatan tersebut.
"Bapak... saya baru saja menerima informasi bahwa saya dan seluruh barisan Userator 6 Stars di Benua Axia telah mendapatkan panggilan darurat dari Serikat untuk mengadakan rapat pleno internasional atas munculnya retakan dimensi baru di Korea. Ini adalah kesempatan emas yang sangat sempurna bagi organisasi kita untuk bergerak dengan bebas tanpa pengawasan dari Serikat," lapor Andra dengan nada suara yang dingin dan licik.
"Hmm... pergerakan bebas memang diperlukan, Andra. Tapi aku tidak ingin melihat adanya bentuk kegagalan memalukan yang terulang lagi di dalam misi kita setelah ini," ucap sang GM, sorot matanya menembus topeng, menatap tajam lurus ke arah pria pembuat portal yang berlutut di samping Andra.
Pria pengontrol portal itu seketika terdiam ketakutan, seluruh tubuhnya bergetar hebat laksana diguyur air es akibat ketakutan yang luar biasa besar pada sang pemimpin.
"Hahaha! Benar-benar memalukan. Bisa-bisanya seorang ahli spasial sepertimu membiarkan subjek eksperimen berharga milik Bapak mati hancur sia-sia di distrik bawah kemarin," ejek salah satu anggota Fractnation yang sedang duduk bersandar di anak tangga, memanaskan suasana.
"K-Kami tidak bersalah! Kami sudah berhasil masuk dan melarikan diri ke dalam pintu teleportasi tujuan dengan selamat! Tapi... tapi serangan tebasan itu benar-benar tidak masuk akal! Tebasan itu bisa membelah dan menembus koordinat pintu teleportasiku hingga ke markas seberang!" bela pria itu dengan suara bergetar menahan ngeri saat mengingat kematian tragis temannya.
"Hmm, lagi-lagi kamu menggunakan alasan sampah yang tidak logis itu untuk menutupi kelemahanmu," cibir anggota lain di tangga dengan nada meremehkan.
"Sudah, sudah. Jangan terlalu menyudutkan dan mengejeknya lagi," potong sang GM dengan nada suara yang berat dan berwibawa, seketika membungkam seluruh perdebatan di dalam aula.
"Baik, Bapak," ucap seluruh anggota patuh, menundukkan kepala mereka.
Grand Master mengalihkan pandangan matanya ke arah Andra. "Andra... apakah kau sudah berhasil mencari tahu siapa sosok manusia yang telah meluncurkan serangan mematikan pada subjek eksperimen Baphomet milikku?" tanya sang GM menyelidik.
Andra mendongak, wajahnya mengeras serius. "Saya tidak bisa memastikan seratus persen, Bapak. Namun, ketika saya tiba di lokasi untuk melakukan intervensi taktis dan berpura-pura menyelamatkan Min Suho, saya menyaksikan dengan mata kepala saya sendiri ada seseorang yang sedang bertarung satu lawan satu dengan Min Suho. Dan hal yang paling membuat saya terkejut adalah... seorang Userator top dunia sekelas Min Suho sama sekali tidak sanggup memberikan perlawanan berarti di hadapannya. Serangan terakhir milik pria itu memiliki daya hancur spasial yang sangat masif; saya berani menjamin jika ada Userator 6 Stars lain yang terkena tebasan itu secara telak, mereka tidak akan pernah bisa selamat."
"Menarik sekali..." Grand Master mengetukkan jemarinya di atas pegangan takhta. "Siapa nama orang itu? Apakah dia adalah salah satu dari barisan Userator 6 Stars tersembunyi milik faksi Serikat?"
"Bukan, Bapak. Berdasarkan data pembaruan biometrik resmi milik Serikat... dia secara legal hanyalah seorang Userator 3 Stars yang baru mengalami Awakening satu bulan lalu. Namanya adalah Arkana Herssen," ungkap Andra melempar bom informasi.
Mendengar status 3 Stars yang mampu menumbangkan 6 Stars, atmosfer di dalam aula seketika berdengung takjub.
"Seorang 3 Stars dengan kemampuan yang cukup kuat... Ini benar-benar jenis subjek yang sangat langka dan luar biasa menarik," ucap sang GM dengan nada kepuasan yang kental.
"Kalau begitu... tujuan utama organisasi kita selanjutnya adalah menangkap dan membawa orang bernama Arkana Herssen ini ke laboratorium pusat untuk dijadikan bahan eksperimen fusi monster kita berikutnya!"
"Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, Bapak," sela Andra mengingatkan dengan hati-hati.
"Meskipun peringkat resminya di Serikat baru 3 Stars, daya hancur aslinya berada di level yang sangat gila karena mampu menekan Userator 6 Stars tanpa cela. Kita tidak bisa menggunakan cara-cara sembarangan atau mengirim personel lemah jika berniat untuk menangkapnya."
Grand Master mengangguk paham, lalu mengalihkan pandangannya ke arah barisan anak tangga. "No. 010," panggilnya mutlak.
Sesosok figur misterius yang duduk di sudut anak tangga teratas perlahan bangkit berdiri. Berdasarkan lekuk pakaian jubah merahnya, sosok tersebut memiliki bentuk tubuh yang ramping dan anggun laksana seorang perempuan.
"Pergilah ke wilayah Indonesia. Tangkap dan bawa pria bernama Arkana Herssen itu ke hadapanku," perintah sang GM memberikan misi.
"Baik, dimengerti, Bapak," jawab No. 010 dengan nada suara yang teramat lembut, manja, dan manis khas seorang wanita, namun memancarkan aura dingin yang membekukan.
Grand Master kemudian melirik ke arah dua anggota taktis lainnya di barisan bawah.
"No. 005 dan No. 004. Tugas kalian berdua adalah meluncur menuju ke area retakan dimensi baru di Korea. Ambil material genetik dari monster mutasi tertinggi yang keluar dari dalam sana."
"Baik, siap melaksanakan perintah, Bapak Agung!" jawab kedua anggota bernomor tunggal tersebut serempak, sebelum akhirnya tubuh mereka menghilang ditelan bayangan kegelapan aula.
Bersambung...
klo bsa ceritanya jgan terlalu lma ke yg lain
fokus ke arka aja kan dia MC
klo ke yg lain sebisanya agak dipersingkat
gitu aj dan ceritanya bagus kok
semangat buat ceritanya thor
tak kasih kopi 1👍