NovelToon NovelToon
Menikahi Pria Angkuh

Menikahi Pria Angkuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi
Popularitas:906.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rika Surya Fajar

"Kalau dia sudah tidak ingin hidup maka biarkan saja dia mati!"

Samar-samar aku mendengar suara bariton dari sampingku. "Brengsek, dokter macam apa yang menginginkan pasien nya mati" gumamku sambil meringis menahan sakit.


Cerita ini berkisah tentang seorang gadis muda berusia 19 tahun yang dijodohkan oleh orang tuanya dengan seorang pria yang sudah cukup berumur. Dia, Kirana Nindya Prasetyo memilih bunuh diri daripada menikah dengan pria yang tak dikenalnya.

Lalu, sosok seperti apakah yang akan menjadi suaminya kelak, sehingga dia begitu keras kepala menolak perjodohan ini?

Akankah pria misterius itu memaksa untuk menikahi nya atau malah bekerjasama dengan nya untuk membatalkan pernikahan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rika Surya Fajar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 21

Setengah berlari Elang menuju ruang keamanan cctv. Ia langsung meminta petugas untuk memutar video rekaman pagi tadi di lobby. Petugas itu saling pandang penuh keraguan, mereka sudah melihat kilatan amarah di mata direkturnya.

Braakkkk...

Elang memukul meja dengan keras.

"Apa kalian mendengar perintahku!"

"Baik direktur." jawab mereka takut.

Elang menggertakkan giginya menahan marah, wajahnya merah padam dan tubuhnya bergetar hebat. Dia kembali memukul meja dengan keras.

"Berikan rekaman video itu padaku! Hancurkan semua copy nya! Jika video ini sampai tersebar, aku akan menghabisi kalian berdua!"

Petugas keamanan itu mengangguk ketakutan. Dengan cepat mereka memberikan rekaman video itu. Elang langsung menuju kantornya. Aura marah terlihat jelas di wajahnya dan tak ada satu orangpun yang berani menegurnya.

Elang menendang pintu kantornya dengan kuat, Cyntia yang berada didalam pun terkejut. Dia hampir memaki orang yang berani kurang ajar dengannya, tapi ia bergidik ngerih saat melihat sorot mata Elang yang dingin dan tajam.

"Apa yang kau lakukan?!" bentaknya kuat.

"Sayang, aku gak ngapa-ngapain kok. Aku cuma duduk aja dikantormu. Kamu lapar ya, aku bawain makanan buat kamu." jawabnya setengah manja.

"Apa yang kau lakukan padanya?!" teriak Elang penuh emosi.

"Dia? Siapa? Sayang kamu ngomong apa sih? Kamu capek ya? Sini istirahat dulu." Cyntia masih bersikap manja dan membelai lembut wajah Elang.

Elang mendengus kesal dan mendorong tubuh Cyntia hingga terpental.

"Jangan sentuh aku dengan tangan kotormu! Pergi kau dari sini dan jangan pernah muncul lagi dihadapanku!"

Cyntia merangkak dan bersujud di kaki Elang, ia memohon ampun.

"Sayang maafkan aku, aku tidak bermaksud menyakiti nya, aku hanya bercanda. Sayang aku ini calon istrimu!"

Bugghhhh...

Elang mendepak Cyntia yang bersujud padanya.

"Kalau begitu tendanganku tadi juga bercanda! Kau tunggu polisi datang menjemputmu, aku menuntutmu atas kasus penganiyaan dan pencemaran nama baik!"

"Ah sayang maafkan aku, aku mohon. Aku berjanji tidak akan mengulangi nya lagi."

Kali ini Cyntia memohon sambil menangis, dan itu membuat Elang semakin muak.

"Bermohonlah padanya! Jika dia tidak menerima maafmu, maka segeralah bersiap untuk pergi dari kota ini!"

Elang meninggalkan ruangan itu dan meninju pintu yang rusak itu dengan keras. Cyntia meringkuk ketakutan.

Sepertinya Elang tidak main-main. Bisa gawat kalau masalah ini sampai ke polisi, Papa juga pasti akan menghukumku karena mempermalukan nya. Tante Mia mungkin bisa membantuku, tapi aku tak yakin. Rubah tua itu juga tak mampu membujuk Elang. Apa aku harus minta maaf pada wanita murahan itu? Aku tak sudi! Tapi sepertinya aku tak punya pilihan, baiklah demi menjadi Nyonya Segara aku akan melakukan apapun juga.

*****

Elang memacu mobilnya dengan cepat, ia masih gemetar menahan marah. Dia tak berani membayangkan betapa takutnya dia.

Gadis bodoh, maafkan aku yang tak bisa menolongmu pagi tadi. Kau pasti malu dan ketakutan. Kau juga kesakitan karena ulah ular betina itu! Huh ingin rasanya aku memotong kakinya yang telah berani menginjak tanganmu!

Setelah sampai di apartemen nya Elang membunyikan klakson sekencang-kencangnya. Pak Kirman tukang kebun pun berlari tergopoh-gopoh. Dia langsung membuka pintu gerbang selebar-lebarnya. Ia tak mau membuat kesalahan sekecil apapun, karena ia faham betul sifat majikan nya kalau lagi marah.

Elang menerobos masuk tanpa mengetuk pintu rumahnya. Ia tak sabar ingin segera bertemu Kiran. Tapi tubuhnya dihadang oleh tendangan kaki kakaknya yang hampir menyentuh jidatnya.

"Kau masih berani pulang iblis kecil!"

"Mbak dengerin penjelasanku dulu, ini bukan sepenuhnya kesalahanku!"

"Aku sudah memberikan kepercayaan padamu untuk melindungi nya tapi apa yang terjadi bocah brengsek! Kau menyakiti nya dan membuatnya terluka!"

"Ah mbak, aku tau aku salah. Aku ingin bertemu dengannya. Hei kalian berdua tolong aku beri penjelasan pada Mbak Nuri!"

"Kami juga sudah menerima tendangan itu bos dan sekarang giliranmu. Selamat menikmati."jawab Tomi terkekeh.

"Kau bocah tengik, teman macam apa kau ini! Tunggu aku akan buat perhitungan padamu!"

"Masih berani mengancam orang lain?!"

Nuri menurunkan tendangan kakinya di dada Elang, lalu menekannya.

"Aduh Mbak, apa kau ingin membunuh adikmu? Lepaskan aku, aku ingin melihat nya!"

"Dia baru saja tertidur karena lelah menangis. Biarkan dia beristirahat."

"Baiklah, aku juga lapar. Belum makan apapun sejak pagi."

"Kau makanlah, Lani sudah memasak banyak makanan untuk kita."

Elang langsung menuju meja makan dan melahap sepiring nasi dan lauknya.

*****

Menjelang sore Kiran terbangun dari tidurnya. Dia mengerjapkan matanya yang masih kabur. Ia tak percaya dengan pandangannya sendiri, apakah aku masih bermimpi? Kiran menepuk kedua pipinya. Tapi sepasang tangan yang kekar menahannya.

"Aku tak mengijinkan siapapun menyakitimu! Termasuk dirimu sendiri gadis bodoh!"

Kiran masih terpelongo, dia tak percaya dengan apa yang dilihat dan didengarnya.

"Kau tak bermimpi, ini aku!"

Elang meraihnya ke dalam pelukannya. Entah kenapa Kiran merasa tak berdaya. Perlahan-lahan air mata menetes dikedua pipinya. Ia pun kembali terisak.

"Jangan menangis lagi. Maafkan aku tak bisa melindungimu dengan baik. Sudahlah, jangan menyakiti hatiku dengan tangisanmu. Kau boleh menyalahkanku atau memukulku tapi hentikan tangismu. Kumohon."

Kiran meregangkan pelukannya, lalu memukul dada dan bahu Elang.

"Aku membencimu! Kau dokter brengsek, karena kau aku jadi dipermalukan! Aku akan membunuhmu!"

Kiran terus memukul dan memaki Elang, ia bahkan menampar pipi Elang hingga ia kelelahan tapi Elang hanya diam saja. Saat tersadar Kiran, refleks Kiran menyentuh wajah Elang yang merah bekas tamparan darinya.

"Ah dokter apa kau bodoh? Kenapa kau tak mengelak? Kenapa kau diam saja saat aku memukulmu?"

Kiran mengusap pipi itu dengan cemas. Elang malah tersenyum senang.

"Kau mengkhawatirkan aku gadis bodoh?"

"Tentu saja! Bagaimana jika nanti kau menuntutku?"

Elang tertawa dan meraih tangan Kiran yang bengkak bekas pijakan tumit sepatu Cyntia. Elang mengecup lembut tangan yang terluka itu. Kiran merasa jengah, jantungnya berdebar sangat keras. Kiran menarik tangannya, membuat Elang cemas.

"Apakah masih sakit?"tanyanya lembut.

"Iya sakit karena habis dipakai untuk menamparmu tadi!" jawabnya ketus.

"Kau malu Nyonya Segara?"

"Siapa yang kau sebut Nyonya Segara?"

"Kau gadis bodoh"

"Aku bukan Nyonya Segara!"

"Ya kau akan menjadi Nyonya Segara"

"Kau gila!"

"Hmmm sayangnya pria gila ini akan segera menjadi suamimu"

"Dasar narsis!"

Pintu kamar tiba-tiba terbuka dan terdengar teriakan.

"Apa?! Nyonya Segara? Suami?! Apa-apaan ini kenapa kami bisa melewatkan berita sepenting itu?"

Tomi dan Lani yang daritadi menguping di depan pintu pun mendobrak masuk dan protes. Tapi Nuri datang menyelamatkan.

"Kalian semua keluarlah, tinggalkan Kiran sendiri!" bentaknya.

"Tapi Mbak aku masih ingin disini" Elang memohon.

"Keluarlah atau aku akan menendangmu dari sini. Kau ceritakan rencanamu pada mereka, agar mereka tidak terkena serangan jantung nanti dihari pernikahanmu!"

"Nanti saja Mbak, aku masih ingin menjaga si bodoh ini. Aku ingin merawat lukanya."

"Kau bocah tengik! Aku ingin merias calon istrimu, apa kau tak melihat matanya yang sembab karena menangis? Apa kau tak ingin melihat istrimu tampil sempurna malam ini?"

"Tidak tidak, aku tidak ingin dia terlihat cantik dimata orang lain! Aku tak mengijinkan orang lain melihat kecantikan nya malam nanti!"

"Kau bocah brengsek enyahlah! Aku akan memakaikan masker pada Kiran. Kau pria gila, bagaimana mungkin pengantin wanita tidak boleh terlihat cantik. Semua wanita ingin tampil cantik dihari pernikahan nya!"

"Tapi dia tidak boleh!"

"Kau menyingkirlah! Aku akan membuatmu terpesona nanti malam begitu kau memandang istrimu! Kalian berdua seret bocah tengik ini keluar!"

"Ah tidak mbak! Tidak ada orang lain yang boleh melihat wajahnya nanti malam, atau aku akan mencongkel matanya!" teriak Elang marah saat Tomi dan Lani menyeretnya keluar.

Kiran tersenyum geli melihat tingkah konyol Elang yang kekanakan.

1
•|~Naaaa_desu!!!
hai semua aku datang dari masa depan 😁😃
leahlaurance
duh.... kejam kali elang
leahlaurance
suka amat baca novelnya ..
Clueless Kitty
pantesan berbusa.. wong nenggak shampo 😅
Queen's bee👸🐝🐝
lihat komen2 nya cerita ini terbit dari tahun 2020 tapi masih sepi pembaca, padahal cerita nya bagus kok dan penulisan nya tidak acak2an. semangat terus kakak 💪💪
Cinta Lope
ceritanya seru ka kok g lanjut
Nana Innovel
lanjuuut dong
Nana Innovel
lanjut thorrrrrtt
Nur Indah Aprianti
lanjut thor buat kirana hamil
Nana Innovel
kok nggak ada lanjutannya sihhh kak
Luluk Farida
lanjut Terus donk Thor tetep semangat...
Nana Innovel
kok nggak lanjut lanjut sihhhh
Nana Innovel
lanjuuuut thorrr
Nana Innovel
kok nggak post lagi sih thor
Nana Innovel
lanjutttt
Poni Puspasari
Lanjutt Thorrrr..
Poni Puspasari
Lanjutt Thorrr..
Savala Rino
lanjut thor
Alvian Denis
hahaha lucu lucu lucu
Daffazeya
lanjuttttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!