Quen, gadis biasa penjaga toko. Ia tidak segaja mengijak kodok lalu terjatuh.
Quen tersadar dirinya berada disebuah kamar permaisuri suatu kerajaan. Dayangnya bernama Sri berkata"nona permasuri Quena anda sadar, syukurlah"
"Kamu siapa?kenapa aku disini?"tanya Quen.
"Nona saya dayang nona, namaku Sri. Nona permaisuri terpeleset kekolam, tuan pangeran ke2 sangat menghawatirkan keadaan nona"jawab dayang Sri.
"Apaaa aku permaisuri???"teriak Quen.
Penasaran kelanjutanya. Baca ya kisah seorang gadis biasa-biasa menjadi Ratu. bocah dibawah umur dilarang baca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Juhridan Rambe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aksi Kocak Quen
Quen bangun dari tidurnya, ia melihat Azima berada disampingnya. Quen tersenyum jahat, mengambil kuas lalu mencoret-coret wajah Azima bagai Kucing.
Nah,dasar kucing garong. ku kasih kamu kumis seperti doraemon. Aku yakin Dia pasti memaafkanku, ia kan sudah Bucin dan tergila-gila dengan kecantikanku. Huh, tapi kalau dilihat-lihat suamiku tampan juga.
ADuh Quen,inget dia terus menyiksamu hingga sakit pinggang. Tapi kenapa semua orang takut padanya?dan berkata dia sadis, jelas-jelas dia tipe Suami-suami takut Istri. Wahaaaa....haaa.
"Ughhhh" Quen pun menguap.
Krekk kreekk suara bunyi tulang Quen.
Quen pun keluar dari ruang belajar, meninggalkan Azima yang masih tertidur lelap. Quen menghirup udara pagi yang sangat segar.
"Uwahhh, Sebaiknya aku mencari dayang Sri. Mumpung Azima belum bangun" ucap Quen.
Quen pun menyusuri Istana Azima yang sangat rapi dan juga bersih. Mencari keberadaan dayang Sri. Dayang kesayangannya.
"Hormat kami Permaisuri" ucap Para Dayang yang lewat.
"Kalian lihat dayang Sri?dimana dia?"tanya Quen.
"Dayang Sri sedang berada di tempat pengawal utama permaisuri"Ucap dayang bersih-bersih.
"Itu kan tempat pengawal utama"Quen pun menunjuk ke sebuah tempat di depan area dapur.
"Iya permaisuri" Jawab Dayang bersih-bersih.
" Yah sudah, kalian lanjutkan bersih-bersihnya"Quen pun bergegas ke tempat pengawal utama.
Ditempat pengawal utama.
"Gadisku, Jika engkau bunga. Aku adalah kumbangnya" Rayu pengawal utama kepada dayang Sri. Dayang Sri pun tampak malu-malu mendengar rayuan pengawal utama.
" Sayangku, Aku rela mati ditanganmu. Engkau bagai bintang menyinari hidupku, tanpamu aku tiada berdaya" ucap pengawal utama.
Terlihat kedua insan saling bertatapan❤❤❤❤ Cinta. Quen yang mendengarnya seakan tertawa.
"Sayang katakanlah padaku?apa jawabanmu untuk cintaku padamu. kamu terima atau engkau menolaknya"tanya pengawal utama.
Dayang Sri pun langsung berdiri, ketika melihat kedatangan Majikannya. Pengawal utama yang tidak tahu kedatangan Quen. Memainkan alisnya, mencoba merayuserta mengoda dayang Sri.
"Sayang kenapa?apa jawabanmu?"Tanya pengawal utama kepada dayang Sri.
Dayang Sri memberi kode pada pengawal utama, tetapi pengawal utama tidak mengerti kode yang diberikan dayang Sri.
"Usstt puteri Quena"ucap Dayang Sri Lirih. Maksud hati ingin memberi tahu bahwa puteri Quena berada di belakang pengawal utama. Tapi lagi-lagi pengawal utama tidak paham maksud perkataan Dayang Sri.
" Kecantikanmu melebihi puteri Quena, ibarat kata puteri Quena tidak sebanding denganmu sayang. Puteri Quena itu amat Licik, sedangkan engkau adalah sekuntum bunganya dan Aku adalah_" Belum sampai pengawal utama berkata.
"Kau Adalah Taeknya" ucap Quen.
Pengawal utama pun bergidik ngeri, mendengar suara Quen. Ia pun menoleh, salah tingkah.
"Hormat saya permaisuri,semoga permaisuri panjang umur. Sehat selalu"Pengawal utama pun berlutut sambil menyembah Quen berharap Quen tidak marah.
"Wahhh pandai juga kamu menjilat, sungguh terlalu. Setelah kamu bilang aku tidak cantik dan licik. Kamu memang BENAR.HA haaaa." Quen pun tertawa, di ikuti ketawa oleh pengawal utama.
"Haaaahaaaa"Pengawal utamapun ikut tertawa.
Quen pun berhenti tertawa. Ialu melirik kearah pengawal utama.
Mampuslah aku, permaisuri pasti menghukumku dengan berat. Sial kali,padahal aku ingin merayu dayang Sri.
"Ampun beribu-ribu ampun permaisuri, hamba sungguh-sungguh meminta maaf. Tolong ampuni hamba permaisuri, jangan pengal kepala hamba. Hamba belum menikah."Ucap pengawal utama.
"Siapa yang akan menghukummu dengan memengal kepalamu,aku tidak ingin kamu jadi hantu gentayangan yang akan menghantuiku. Tapi kamu pasti mendapat hukuman dari ku" Ucap Quen yang tersenyum licik.
"Pelayan, ikat pengawal utama. Baringkan dia diranjangnya. Ambilkan aku bulu angsa, gelitiki kakinya. Aku ingin dia tertawa sepanjang hari"Perintah Quen.
Quen pun pergi ditemani dayang Sri.
"Wa ha haaa haaa. Ampun geli, geli. ini sangat geli Ha haaaa haaaa wahaaa ha" teriak Pengawal utama.
lama tau kak nungguin anda