NovelToon NovelToon
Dipaksa Tapi Tidak Terpaksa

Dipaksa Tapi Tidak Terpaksa

Status: tamat
Genre:Romantis / Suami Tak Berguna / Janda / Duda / Tamat
Popularitas:608.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: El Nurcahyani

Diperbarui 27 September 2020
_______________________________

Perjodohan dengan lancar tidak ada kebencian. Eliana dipaksa namun dengan rela hati menerima, sebab kesabaran Arsya merubah status mereka dari adik kakak menjadi sejoli penuh cinta.

Ujian menimpa selalu pada Arsya, sejak awal sabar dengan hubungannya, kemudian takdir membawanya pada penyakit yang tidak disangka.

Eliana tidak menyesali dengan kehidupan barunya. Gadis yang semula manja, menjadi sangat tegar, sebab ujian yang menimpa Arsya --suaminya-- menuntut dia untuk menerimanya juga dan seakan menjadi single parent.

Pesan moral dari cerita ini = tidak ada sesuatu yang berjalan sesuai keinginan kita, jika pun itu ada, ujian akan tetap ada untuk mengingatkan pada kita bahwa dalam hidup itu selalu ada dua sisi -- Hitam & Putih, Sedih & Bahagia, Ujian & Kedewasaan, DLL--

Selamat menikmati untuk teman-teman yang sudah mampir pada novel ini. Terima kasih sebelumnya. 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Nurcahyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lamaran Arsya

Dalam perjalanan menuju pulang, Arsya dan Eliana tidak banyak bicara. Sepertinya hanya alunan musik yang berhak bersuara mengiringi perjalanan mereka. Kebetulan mereka sama-sama menyukai musik mellow, mungkin saat itu juga mereka sedang mencerna dan menikmati setiap bait lirik lagu yang keluar dari tape audio mobil. 

Arsya yang memilih lagu untuk diputar. Tentu saja Eliana tidak mungkin banyak melakukan kegiatan, dia berpikir serba salah. Untuk bersikap biasa-biasa saja tak bisa, jadi lebih baik diam. 

Arsya sengaja memutar lagu romantis dari penyanyi duo ternama, Yovie & Nuno. Siapa yang tak kenal dengan mereka? lagu-lagunya mudah diikuti, liriknya selalu mewakili setiap perasaan insan yang sedang jatuh cinta. Seperti yang sedang mengalun saat ini, sebuah lagu dari mereka yang berjudul, "Janji Suci." Kurang lebih seperti ini liriknya.

*Dengarkanlah wanita pujaanku

Malam ini akan kusampaikan

Hasrat suci kepadamu dewiku

Dengarkanlah kesungguhan ini

Aku ingin, mempersuntingmu

Tuk yang pertama dan terakhir

Jangan kau tolak dan buatku hancur

Ku tak akan mengulang tuk meminta

Satu keyakinan hatiku ini

Akulah yang terbaik untukmu*

Arsya melirik pada Eliana dengan senyum yang mengembang, lagu itu sangat mewakili perasaanya saat ini. Bahkan Arsya ikut berdendang melantunkan lagu itu, begitu menghayati sekali. Seakan-akan lirik dari lagu itu adalah kalimat yang memang ingin Arsya sampaikan pada Eliana.

Eliana cuek saja, atau memang pura-pura tidak peduli dengan apa yang ia dengar.

TERRRT ... TERRRT ....

Ponsel Arsya yang berada pada dasbor mobilnya bergetar. Arsya tidak mengetahui ada panggilan untuknya. Cukup lama panggilan itu terus berdering, sehingga Eliana menyadari ada panggilan masuk pada ponsel Arsya.

"Puput ...?" batin Eliana.

Sedikitpun Arsya tak bergeming dari menikmati lagu dan fokusnya memegang setir. Berulang kali Eliana melihat kontak yang tertera pada layar ponsel itu, benar namanya Puput. Eliana tak salah melihat, bahkan dia hapal betul nomor ponsel sahabatnya itu.

"Ada apa Puput menghubungi kak Arsya? tentang kegiatan Pramuka? sepenting itu kah, sehingga harus menelepon?" Eliana menduga-duga.

"Ah sudahlah, aku tak peduli. Nanti juga Puput cerita jika ada hal penting tentang kak Arsya. Aku percaya Puput sahabat sejati, dia tidak mungkin melakukan hal buruk untuk sahabatnya sendiri. Lagian kenapa pikiranku kemana-mana sih?" Batin El masih sibuk dengan rasa penasaran yang ia lihat.

Eliana hendak menerima panggilan itu, tapi ragu. Meski itu adalah ponsel Arsya, yang sudah dia anggap seperti kakak nya sendiri dan panggilan itu dari sahabatnya juga. Namun Eliana masih memiliki rasa menghargai, dia tidak boleh lancang terhadap privasi orang. Arsya bukan siapa-siapa Eliana saat ini, tidak ada alasan untuk Eliana masuk lebih jauh ke dalam urusan Arsya.

Halaman rumah Eliana sudah terlihat, musik pun dimatikan. Terlihat pak Agus membuka pintu pagar dan memberi senyum kepada El dan Arsya yang akan masuk ke halaman rumah itu.

"Kak Ars, makasih ya udah antar aku. Sekarang aku mau tau, di mana ponselku Kakak simpan?" tanya Eliana datar.

"Lebih baik turun saja dulu, nanti aku tunjukkan!"

Eliana semakin bingung, "apa sih yang sedang terjadi? bahkan hari sudah hampir sore, Aku hanya ingin ponselku kembali. Kenapa ribet banget sih?"

Arsya sudah keluar dari mobilnya sejak tadi. Dia menoleh kembali karena Eliana belum keluar juga. Dihampirinya gadis manis itu yang masih berwajah muram. Kemudian dibukakan pintu mobil untuk Eliana, bak seorang putri turun dari kereta kencana, Arsya mempersilahkan Eliana untuk segera turun dan memasuki rumah.

Eliana hanya merengut kesal, dia tidak suka sebenarnya perlakuan berlebihan seperti itu. Tapi, apa mau dikata, Eliana benar-benar kesal, hari itu adalah hari yang tidak jelas untuk Eliana. Satu hari itu perasaanya kadang sedih, kesal, bahagia, kecewa, bahkan Eliana sampai heran.

"Kok bisa dalam satu hari perasaannya mudah berubah seperti itu. Benar benar tidak dapat di mengerti." Eliana

Eliana dan Arsya masuk ke dalam rumah, di sana sudah berada ayah dan ibunya Arsya. Mereka menyambut dua sejoli ini dengan senyuman yang begitu bahagia, tak terlihat aneh memang, mereka itu kan bertetangga, wajar kalau datang kapan pun untuk sekedar silaturahmi.

Setelah menyapa kedua orang tua Arsya, Eliana pamit untuk ke kamarnya, tetapi Bu Ratna melarangnya. Eliana diminta ibunya untuk gabung bersama mereka, termasuk Arsya. Dari sini Eliana merasa ada sesuatu yang penting, bahkan mungkin serius.

Arsya meminta Eliana duduk disampingnya, kebetulan hanya sofa di sebelahnya yang kosong, entah semua memang sudah diatur sedemikian rupa. Eliana semakin gugup ketika Arsya menarik tangannya untuk duduk.

Ada apa ini? perasaanku ngga enak. Aku seperti akan disidang atas kesalahan terbesar yang tak pernah aku lakukan. batin Eliana.

Pak Sanjaya membuka pembicaraan, "Baiklah Pak dan Bu Permana, saya singkat saja. Sebagai pihak dari keluarga pria ...."

El yang sejak tadi hanya menunduk melihat lantai keramik yang tak menarik untuk dipandang, langsung mendongak ke arah sumber suara yang membuatnya bisa menebak tujuan kedua pihak keluarga ini berkumpul. Kemudian menoleh pada Arsya yang berada disampingnya.

Arsya pun menoleh pada Eliana dengan kemudian mengangguk dan tersenyum, diusapnya lembut tangan El yang sejak tadi di genggamnya erat.

"Ini acara lamaran, kenapa mendadak begini?" Eliana

Pak Sanjaya selesai membuka pembicaraan, sekaligus menyampaikan tujuan keluarga mereka untuk meminta Eliana sebagai menantunya. Khususnya niat Arsya untuk melamar Eliana.

Pak Permana sebagai orang tua dari Eliana tidak dapat memutuskan untuk menerima atau tidak, keputusan diserahkan pada Eliana.

"Bagaimana Nak, apakah kamu menerima niat Nak Arsya ingin mempersuntingmu? Ayah tidak akan memberi saran apapun, semua tergantung dengan kesiapanmu." Permana  meyakinkan Eliana untuk memberikan jawaban atas maksud kedatangan keluarga Arsya.

Eliana gugup, terlebih tangannya tak lepas dari genggaman Arsya sejak tadi. Eliana benar-benar bingung, dia hanya bisa tersenyum masam penuh kebingungan.

Arsya mengusap punggung tangan Eliana, seraya tersenyum dia berkata, "bagaimana De? berikan  jawabanmu, apapun keputusannya kami akan terima."

Ya Tuhan, bantu aku mengeluarkan suara sepatah kata saja. Aku tidak ingin secepat ini, tapi sulit sekali suara ini keluar dari tenggorokan ku. Batin Eliana.

"Terserah Ibu dan Ayah saja." Eliana berkata lirih dengan senyuman tipisnya.

Aduh ... kenapa aku bilang terserah sih? Eliana ... ada apa dengan dirimu? (Eliana perang batin)

"Baiklah, rencana baik tentunya jangan ditunda lebih lama lagi. Ayah anggap kamu setuju dengan lamaran keluarga Nak Arsya. Jika kamu keberatan, bisa disampaikan nanti juga nggak apa-apa. Ayah tidak ingin kamu secara terpaksa menerimanya!" Pinta Permana pada putrinya.

Dua keluarga suka cita dengan keputusan Eliana yang secara tidak langsung menyetujui keinginan mereka. Pak Sanjaya mengucapkan rasa terima kasih atas penghormatan yang sangat berarti untuk keluarganya. Begitu pun sebaliknya dengan kelurga Permana. Pembicaraan pun berlanjut pada tingkat yang lebih serius, antara para orang tua kedua belah pihak.

"Terima kasih sayang ...."  Dengan lirih, Arsya membisikan rasa gembiranya ke telinga Eliana.

Eliana hanya menoleh dan menatap dengan tatapan rasa benci yang tidak dapat diartikan oleh Arsya. Kebencian yang terlihat dari mata Eliana, apakah karena tidak suka dengan perjodohan itu, atau dengan cara yang begitu mendadak.

"Maaf semuanya, saya permisi. Silakan Om, Tante dilanjut saja mengobrol dengan Ibu dan Ayah." El berhasil mengucapkan kalimat yang sedari tadi ingin dilontarkan.

Pak Sanjaya mempersilakan Eliana untuk meninggalkan mereka. Tentu saja Arsya mengambil kesempatan ini mengikuti Eliana, dia ingin lebih jelas mendengar keputusan Eliana atas lamaran kejutan ini.

"Em ... Om, Tante. Maaf saya juga mohon permisi, sepertinya Eliana belum berhasil menemukan ponselnya. Saya akan bantu dia!" Arsya segera bangkit dari tempatnya kemudian pergi menyusul Eliana.

Bu Ratna mempersilakan Arsya untuk pergi. Sedangkan yang lainnya ada yang bertanya tentang permasalahan apa yang di alami Eliana dengan ponselnya?

Bu Ratna kemudian menjelaskan tentang kejadian kemarin malam. Ketika Eliana tertidur di motor. Sehingga mereka yang belum tau akhirnya mengerti maksud pamit Arsya barusan.

BERSAMBUNG...

_________

Author mohon pada teman-teman readers semua, untuk dukung, komen, like dan vote novel ini.😊🙏

semoga kebaikan kalian menjadi amal baik pula.

Terima Kasih Sebelumnya.

1
Shifa Burhan
jangan kau pesan2 moral kalau novel masih jadi pemuja dan baperan lelaki lain (pebinor) dan selalu membenarkan kelakuan pemeran utama wanita (sudut pandangmu)
dimana letak moral novelmu jika tindakan2 tidak bermoral kau bela dan kau benarkan
ini tindakan2 tidak bermoral yang kau benarkan
*genta selalu sok baik dan mencari perhatian pada istri sahabatnya sendiri,
*eliana seorang istri yang selalu terbuka dan menerima kehadiran genta
*interaksi genta dan eliana, kontak fisik, perhatian, curhat, suap suapan, papah, bahkan ada yang pakai perasaan kau benarkan

dimana letak moralmu saat kelakuan pebinor dan istri yang mudah menerima kebaikan lelaki kau benarkan

miris sekali
Shifa Burhan
bawa2 pesan moral

*apakah interaksi eliana dan genta masih wajar thor

gini aja thor jika ada wanita lain kayak genta yang baik pada suamiku kayak kebaikan dan perhatian genta pada eliana, apakah kau anggap wanita itu wanita baik2

thor adil lihat pelakir dan pebinor

jangan pelakor kau laknat tapi pebinor dan sok baik pada istri orang kau muliakan

egois yang terkesan munafik
Laela Fathinah
Luar biasa
Indah Ponsel
penasaran 😍
Say Yang ,sama2
El KLO gak MW di jodohin ,,,aku siap kok jadi gantinya,,hehehehe,,,,canda el
Yuni Rahma
apa eliana hamil thor, kalo hamil Arsyad bener bener T.. O.. P
Yuni Rahma
Arsya terlalu baik sm cewek, jd pada baperan.
Yuni Rahma
kenapa g d omongin k arsya, jd berfikir yang tidak tidak.
mizuki
ini ceritanya apa sih gak jelas banget....
Rini Haryati
bagus
sukses
semangat
mksh
Myars
walau baca maraton,tapi boleh ya ka elnur komen😁😁"sebenarnya aku penasaran siapa wanita misterius itu?dan untuk puput ko aku kurang enak ya!,untuk eliana entah lah😴😴😴sampai baca d sini aku udah mulai kebawa emosi ini😤😤😤
El Nurcahyani: Boleh kok komentar, silakan. Terimakasih malah, sudah mau menyimak karya saya. 😊

Ini karya pertama saya yang tidak tahu pasaran di MT, seringnya CEO, Boss dan si miskin, perjodohan paksa, benci cinta. Jadi maaf, ini begitu sederhana banget. hanya sedang belajar, menulis sesuai kaidah, jadi serba masih seadanya. 😁
total 1 replies
Myars
jujur aku kenal sama ka elnur itu d novel LAS karya lasheira,yg isi suara nya,pertama aku suka aja pembawaan nya kalem,dan ini aku cap cus baca karya nya,walau telat tapi gak papa ya kak🤭
El Nurcahyani: Waah, thx ya sudah mau mampir di karya sederhana saya 😊🙏
total 1 replies
👑☘ɴͪᴏͦᴠᷤɪͭᴛͤᴀᷝ💣
aduh... pedihnya
👑☘ɴͪᴏͦᴠᷤɪͭᴛͤᴀᷝ💣
aduh elisa kpn dewasanya😚
👑☘ɴͪᴏͦᴠᷤɪͭᴛͤᴀᷝ💣
ya ampyun.. ini keren bgt, kak El.

Buat tmn2 yg baru/mau belajar nulis kudu bgt baca tulisannya kaka Author ini deh❤
👑☘ɴͪᴏͦᴠᷤɪͭᴛͤᴀᷝ💣: hihihi... CEO tsundre yahh, lmyn klo lg butuh yg manis2 🤭

btw, tulisannya kak El rapih. seneng bacanya 👍🏻
total 2 replies
ᴷᶜ Riska Febriani MangaTo͜on
semangat kk
El Nurcahyani: thx 🥳🥳
total 1 replies
Azzahra Putri
oxio
Lin Suarjana
kak El.. yang mau di jodohkan itu aku.. 🤫🙈🤭😁😅
maaf baru sempat mulai baca..
edisi, suka baca yg sudah the end biar ga pinisirin.. Tetap semangat berkarya 😘
El Nurcahyani: Eh, ada mbaknya 😅
thx udah mampir
total 1 replies
Si dhini
halo kak el... 👋👍👍👍
El Nurcahyani: Hehe iya, makasih ya sudah mau mampir. makasih juga supportnyanya 🥰🥳
total 3 replies
dewi
emaknya arsya gak di racun aja thor🤣🤣🤣
dewi: perlu bantuan gak thor🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!