Mauren Putri Khadijah gadis bercadar berusia 21 tahun ia menolong seorang lelaki yang terluka akibat kecelakaan.
Kesucian Mauren direnggut secara paksa oleh lelaki yang tidak dikenalinya bahkan rupanya sekalipun ia tidak mengetahuinya.
Ia terperosok kedalam lubang hitam paling dasar membuat ia menjadi wanita yang lebih pendiam.
"Hiks hikss,, Ya Allah aku wanita kotor, kehormatan ku direnggut secara paksa, cadar yang ku pertahankan selama ini telah ternodai."
Bahkan ia hamil diluar nikah? Apakah Mauren bisa menerima keadaannya dengan ikhlas? Apakah ia mengetahui Ayah dari bayi yang dikandungnya?
***
Dilarang plagiat karya, CCTV 24 JAM mode on.
Ingat! Allah maha mengetahui setiap apa yang dilakukan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baiti Jannati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 21
Malam hari pun tiba, Mauren sudah berada di kamar nya dengan gelisah. Ia bahkan masih menggunakan cadar dan hijab nya karena menunggu suami nya yang membuka sendiri cadar dan hijab itu.
Suami nya masih sibuk berbincang dengan sahabat dan keluarga.
Perut Mauren terasa lapar, ia baru ingat hanya siang tadi makan. Dan ia melupakan anak nya yang dalam kandungan.
"Astagfirullah, maafkan umi nak. Umi ceroboh. Ayo kita cari makan umi pengen makan sesuatu." sambil mengusap perut nya itu.
Ia pun keluar kamar mencari Zahra di kamar nya karena tidak menemukan ia pun turun ke bawah. Ia lihat Zahra dan keluarga lain nya berkumpul dan yang pasti suami nya juga ada di situ.
"Assalamu'alaikum," salam Mauren yang sudah berdiri di depan mereka.
"Wa'alaikumussalam."
"Ada apa sayang?" tanya Zahra.
"Gak sabar malam pertama ya?" tanya Bram dengan senyum merekah. Semua orang yang mendengar itu tertawa terbahak-bahak, wajah Maurun memerah di balik cadar nya mendengar guyonan papa mertua nya itu.
"Tii..dakk..," gugup Mauren.
"Aku ingin makan." tunduk Mauren sambil memilin jari nya bergantian.
"Kalau mau makan bilang sama bi Nita sayang." ucap Zahra.
"Soal nya Mauren pengen makan empek-empek." cicit Mauren pelan.
"Empek-empek?" tanya mereka barengan.
Mauren hanya mengganggukkan kepala nya.
"Mama aja ya yang buatin?" tawar Marina pada memantu nya. Mauren menggeleng kepala.
"Mauren ingin makan empek-empek nya di palembang."
"APA!!" mereka semua terkejut.
Leo yang mendengar tepuk jidat, ia menggeleng kepala baru kali ini melihat Mauren konyol.
Manja nya.
"Kita beli aja ya." tawar Leo pada istri nya. Mauren menggeleng kepala nya.
"Jauh lo sayang palembang. Hari juga sudah malam, bahaya tau. Ingat kamu lagi hamil." jelas Zahra.
"Tapi Mauren ingin makan itu." menunduk kan kepala nya lagi.
Ih mereka yang melihat sikap Mauren gemas sendiri.
"Tidak." ucap mereka melarang Mauren.
"Hiks..Hikss... Ko kalian tega sih, ini juga kemauan baby dalam perut aku. Aku juga gak tau kenapa aku seperti ini.. Hikss.. Hikss.." tangis Mauren membuat mereka menghela napas berat.
"Aku juga gak tau kenapa aku jadi cengeng kaya gini,." Mauren berjongkok sambil menutup mata nya.
"Ok, besok ya Ren kita ke palembang." tawar Leo sambil berjalan ke arah istri nya itu sambil mengusap kepala nya. Mereka yang melihat perhatian Leo terhadap Mauren terharu, mereka kira Leo akan bersikap dingin seperti di luar sana.
Mauren yang mendengar hanya mengganggukkan kepala. Ia bahkan menundukkan kepala nya di kala suami nya memperlakukan manis seperti itu.
Aku malu.
"Selain empek-empek kamu pengen apa?" tanya Leo. Zahra yang mendengar menepuk jidat nya bakal runyam urusan nya kalau sudah nawarin Mauren.
Zahra menggelengkan kepala nya, mereka aja yang tidak tau bagaimana bumil yang satu ini minta nya aneh bin ajaib.
Seketika mata Mauren berbinar mendengar itu, ia bahkan melupakan kesedihan nya tidak bisa makan empek-empek di palembang.
"Kalau gitu aku pengen di buatin roti panggang gosong dengan isian selai kacang dan saus tiram." girang Mauren.
Mereka yang mendengar permintaan Mauren terbengong, hanya Ardi dan Zahra yang terdiam. Kedua pasutri itu saling lirik memberi isyarat.
Pah kabur yuk.
Ayo mah.
"Ren, kamu minta aja ya sama suami kamu. Mama dan papa mau naik ke atas dulu." pamit Zahra yang sudah berdiri dari duduk nya di ikuti Ardi.
Mauren yang mendengar menggeleng kepala.
"Ren minta semua orang gak boleh ada yang pergi." ucap Mauren. Zahra dan Ardi menghela napas berat, untuk yang kedua kali nya mereka akan merasakan lebih baik tidak makan dari pada harus makan yang aneh.
"Anu terus minum nya,, hehehe.. Jus jahe campur madu dan gula." pinta Mauren
Mereka yang mendengar sekali lagi terbengong dengan yang di pinta Mauren.
"Kalian duduk aja yah, biar Ren aja yang pinta sama bi Nita dan mas Leo nyiapin nya. Temenin Ren makan yah." sambil berlalu meninggalkan mereka di ikuti Leo yang mengekor di belakang istri nya sampai ia terbengong-bengong melihat ekspresi tiap orang berwajah lesu.
Muka mereka pada lesu gitu ya.
Apa lagi wajah Ardi dan Zahra memucat mendengar nya.
"Di muka kamu ko jadi pucat gitu?" tanya Bram pada besan sekaligus sahabat nya.
"Kamu gak tau aja gimana Mauren ngidam nya aneh tau gak, benih dari anak kamu tuh." ketus Ardi
"Anak aku bibit unggul ya." sinis Marina.
"Kalian aja gak tau cerita nya, kalau kalian tau gimana Mauren ngidam kalian akan milih tidak makan dari pada makan." jelas Zahra.
"Lo ko malah gitu si tan?" tanya Aldo, karena sedari dari mereka bertiga melihat drama melankonis di mana pemeran utama nya ngidam dan harus di turutin kemauan nya.
"Kemarin-kemarin dia pengen minta buatin telur mata sapi cangkang nya juga harus di masak, sama nasi goreng tapi tidak di goreng."
"Wah fiks tante, bakalan kerepotan Leo. Padahal dia yang sering ngerepotin orang." kekeh Alfa.
Rasain lu Leo, hehe.
Karena memang Alfa yang selalu direpotkan oleh Leo.
"Apa lagi ya kemarin, menu makan nya pare semua bayangi aja kalian gimana rasa nya minum nya juga jus pare."
"Sampai kami dan para pelayan suruh menghabisin." ucap Zahra mantap sambil menatap mereka dengan wajah yang di buat-buat serius. Mereka yang mendengar bergidik ngeri mereka membayangkan nya.
Ia sengaja mendramatisir keadaan, wkwkw Padahal memang benar ada nya juga.
Itu fakta bukan opini.
"Jadi aku minta kalian harus bisa menahan amarah, karena permintaan Mauren yang aneh bin ajaib itu." ucap Zahra pada mereka. Mereka yang mendengar mengganggukkan kepala.
Kemarahan merupakan salah satu bentuk emosi yang sangat lekat dalam diri manusia. Ketidakmampuan dalam menahan amarah menjadi bagian dari manusia. Namun, dalam beberapa kasus, kemarahan terus menerus bisa menjadi tanda masalah yang lebih dalam, yaitu depresi.
Dalam Islam, marah merupakan bencana yang merusak akal. Ketika hati dalam kondisi lemah, maka setan dan bala tentaranya melakukan serangan. Pada saat manusia marah, maka setan mempermainkan melalui kemarahannya itu, sebagaimana anak kecil yang mempermainkan bola.
Telah disebutkan bahwa sebagian para wali, berkata pada iblis: “Tunjukkanlah padaku, bagaimana anda mempermainkan anak cucu Adam?” Iblis berkata: “Aku kuasai dan aku permainkan dia disaat sedang marah dan memperturutkan kesenangan hawa nafsunya”. Nauzubillah
Dalam Al-Qur'an Allah berfirman:
“(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imran: 134)
Allah telah menyinggung orang-orang yang telah menahan marah dan selalu memaafkan kesalahan adalah salah satu ciri-ciri penghuni surga.
"Kalau gitu, susah satu susah semua benar gak tu." sahut Riski dengan antusias, tidak mungkin dia mau seorang diri menghadapi istri sahabat nya yang ngidam.
Hehe, gue mah gak mau kena sendirian.
Pasti ia sengaja mengajak mereka semua biar sakit nya bersama. Mereka yang mendengar saling lirik, dan mengganguk walau ragu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Wkwkwkw, jngn lupa like, komen, vote and rate 5 ya.. Maaciwww ^^
Tbc*