Apa jadinya jika tetangga samping rumahmu adalah jodoh yang di utus Tuhan untukmu?
Awal pertemuan Tasya dengan Aldo di sebuah gang sempit tempat di mana sebuah kejadian yang menimpa Tasya. Namun untungnya seorang pria yang bernama Aldo datang menolongnya, dan disanalah awal pertemuan dan kisah cinta mereka akan di mulai.
Akan tetapi disaat Tasya sudah menjalani kasih dengan Aldo, disana pihak orang tua dari Tasya malah tidak merestui dan menentang hubungan mereka berdua.
Lalu akankah hubungan mereka berdua berjalan dengan baik? Apakah mereka bisa melewati cobaan dan lika-liku kisah cinta Mereka?
Penuh masalah dan pertentangan, ikuti kisah romantis dari kedua insan ini dalam cerita jodohku tetanggaku!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi indra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
020
Keesokan harinya Jam 09.00.
Koper besar sudah ia masukan ke dalam bagasi mobil kini Tasya sudah benar-benar memutuskan untuk pergi dan menetap di rumah neneknya yang berada di Kalimantan.
"Nak jaga dirimu baik-baik ya, bila perlu sesuatu ibu akan datang menjemput mu." Ucap Anastasia seraya memeluk tubuh Tasya.
"Iya Bu, ibu juga baik-baik ya di rumah." Ucap Tasya.
Mereka melepas pelukan itu kini Aurora yang berjalan mendekat ke arah sang adik.
"Tasya kamu jangan pergi ya, kakak di sini ngak mau di tinggalin kamu." Ucap Aurora seraya meneteskan air mata.
Tasya tersenyum ke arah sang kakak lalu mengahapus air mata Aurora.
"Kakak nanti aku akan balik ke sini lagi kok, jangan nangis terus ya." Ucap Tasya.
"Kakak pasti akan sering ke rumah nenek jenguk kamu." Ucap Aurora.
"Iya kak."
"Kak, Dodo juga mau peluk." Ucap Dodo sambil menarik tangan Tasya.
Tasya menoleh ke arah Dodo yang sudah merentangkan tangan ke arahnya.
"Ayo kak Dodo boleh peluk ngak?" Tanya Dodo.
Tasya tersenyum melihat tingkah adik laki-laki nya ini, Tasya langsung mendekat ke arah Dodo dan memeluk tubuh adiknya yang tingginya hampir sejajar dengan dirinya.
"Kak Dodo juga mau ikut kakak." Ucap Dodo Sambil membenamkan wajahnya di ceruk leher Tasya.
"Dodo kan harus sekolah ntar kalau udah libur sekolah kamu bisa ke rumah nenek." Ucap Tasya sambil mengelus punggung Dodo.
"Tapi kak, rumah akan sepi jika tidak ada kakak." Ucap Dodo sambil terisak-isak.
"Kamu anak laki jangan nangis ya, nanti kakak pasti akan datang ke rumah untuk melihat kamu." Ucap Tasya.
"Iya kak, kakak harus janji sama Dodo."
"Janji apa?"
"Janji untuk datang ke sini, Dodo juga janji ngak akan bandel lagi kalau Deket sama kak Tasya." Ucap Dodo sambil menatap wajah Tasya
" Iya Do, Kakak janji udah jangan nangis lagi."
"Iya kak Dodo ngak nangis lagi." Ucap Dodo sambil menghapus air matanya.
Kini giliran Rajendra yang mendekat ke arah sang putri.
"Tasya maafin ayah ya, mungkin kamu merasa kalau ayah terlalu mengekang dan tidak mengerti perasaan kamu, tapi ayah begitu karena ayah sayang sama kamu." Ucap Rajendra.
"Iya yah Tasya ngerti kok, Tasya ngak pernah marah sama ayah." Ucap Tasya sambil memegang tangan sang ayah.
"Kamu jaga diri baik-baik ya nak, bila menginginkan sesuatu ayah akan kirimkan uang agar kebutuhanmu di sana tercukupi." Ucap Rajendra
"Iya yah, Tasya di sana akan mencari kerja doakan Tasya ya agar Tasya bisa mendapatkan pekerjaan."
"Pasti ayah akan mendoakan kamu nak." Ucap Rajendra.
"Ya udah Tasya berangkat dulu ya." Ucap Tasya sambil melambaikan tangannya.
"Hati-hati di jalan." Ucap Mereka serempak.
Tasya memasuki mobil hitam itu dan mobil itu perlahan mulai hilang dari pandangan mereka semua.
1Jam sudah akhirnya Tasya sampai di bandara.
Tasya turun dari mobil sambil membawa koper besar miliknya.
"Pak terimakasih sudah anteri saya ya." Ucap Tasya.
"Iya nona." Ucap Supir pribadinya itu.
Tasya berjalan masuk ke dalam bandara dengan wajah lesu Tasya mulai masuk ke dalam pesawat.
Ia duduk di sisi jendela sambil menatap ke arah luar.
"Semoga saja di sana aku bisa membuka lembaran baru, tuhan semoga aku juga bisa melupakan Aldo." Batin Tasya.
Semenjak kejadian kemarin Tasya begitu merasa bersalah kepada Aldo. Tasya menghela nafas panjang ia memijit pelipisnya sambil bersandar di kursi.
"Semoga Aldo bisa menerima perjodohan itu, aku akan berusaha melupakan dia." Batin Tasya.
Butuh 2 jam lebih 15 menit akhirnya pesawat itu mendarat tepat di Kalimantan timur.
Keramaian berada di mana-mana saat Tasya keluar dari bandara.
Tasya menegok kesana- kemari mencari sosok neneknya.
"Tasya...." Teriakan Rohdia nenek dari Tasya
Rohdia melambai-lambaikan tangan sambil berteriak memanggil nama sang cucu tersayang.
Tasya menoleh ke arah sumber suara, Tasya berlari tergesa-gesa sambil menarik koper besar di tangannya.
"Nenek." Teriak Tasya sambil berlari ke arah neneknya.
Brukk..
Koper milik Tasya jatuh begitu saja kala Tasya menabrak dada bidang seorang pria.
Tasya mengambil kopernya yang terletak di bawah kaki pria yang tadi ia tabrak.
Tasya melirik ke arah pria yang menunduk menatapnya.
"Kamu tidak apa-apa?" Tanya pria itu.
Tasya bangkit berdiri menghadap ke arah pria yang tadi ia tabrak.
"Maaf aku tadi tidak sengaja." Ucap Tasya
"Tidak apa-apa, kamu apa ada yang terluka?" Tanya pria itu kepada Tasya.
"Aku tidak apa-apa." Ucap Tasya.
"Kenalin nama aku Endrow." Ucap pria yang bernama Endrow sambil mengulurkan tangannya.
"Namaku Tasya." Ucap Tasya sambil menerima uluran tangan itu.
"Senang berkenalan denganmu." Ucap Endrow.
"Iya Endrow." Ucap Tasya.
"Tasya, cucuku kamu kok malah di sini nenek dari tadI panggil-panggil kamu." Ucap Rohdia Yang tiba-tiba muncul di belakang Tasya.
"Eh nenek aku kaget, nek ini aku tadi ngak sengaja nabrak orang." Ucap Tasya.
"Maafkan cucu saya ya nak, dia tadi terlalu terburu-buru ingin menemui saya makanya ia berlari dan tidak sengaja menabrak kamu nak." Ucap Rohdia.
"Tidak masalah nenek, saya sudah memaafkan cuci nenek, kalau begitu saya permisi dulu." Ucap Endrow.
"Ehh iya." Ucap Tasya.
"Iya nak." Ucap Rohdia.
Endrow berlalu pergi meninggalkan Tasya dan Rohdia yang masih berdiri di samping pintu keluar.
"Ayo Tasya biarkan supir ini yang membawa koper kamu." Ucap Rohdia.
"Iya nek." Ucap Tasya tersenyum ke arah Rohdia.
Tasya dan Rohdia berjalan beriringan memasuki mobil sedan hitam milik neneknya itu.
Dalam perjalanan Tasya terus berceloteh dan bercerita tentang ia sewaktu kecil.
Asik bercerita sampai mereka tidak menyadari bahwa mereka sudah sampai di rumah.
"Nyonya sudah sampai." Ucap Sang supir pribadi Rohdia.
"Oh sudah sampai ya, ya udah ayo turun Tasya." Ucap Rohdia.
"Iya nek."
Rumah neneknya ini memanglah indah bagaimana tidak rumah seluas dan sebesar ini banyak diisi dengan bermacam-macam jenis bunga hias di dalam rumahnya juga terdapat banyak furnitur yang begitu bagus dan enak di pandang. Tasya begitu takjub saat memasuki rumah neneknya itu.
Rumahnya ini memiliki taman serta kolam renang bagian rumah tengah terdapat ruang tamu yang begitu luas nampak sofa besar yang terdapat di tengah-tengah ruangan.
sungguh luas dan besar rumah neneknya ini terakhir kali Tasya datang ke sini waktu ia masih berumur 12 tahun dulu rumah neneknya ini tidak sebesar dan seluas ini, sekarang Tasya benar-benar tidak menyangka bahwa rumah neneknya ini akan lebih besar dari rumah miliknya.
"Tasya kamar kamu ada di atas ya." Ucap Rohdia.
"Baik nek, kalau begitu Tasya ke atas ya." Ucap Tasya sambil mengeret koper besarnya.
Tasya berjalan menaiki tangga menuju ke arah kamar.
Nampak hanya ada 2 kamar di bagian atas terdapat pintu berwarna hitam dan terdapat pintu yang berwarna putih biru.
Tasya melangkahkan kakinya menuju pintu berwarna putih biru, ia membuka pintu itu dan masuk ke dalam kamar.
Saat masuk ke dalam kamar Tasya di suguhkan dengan kamar yang bernuansa biru laut, tempat tidur yang besar serta terdapat sofa dan rak sepatu di sisi ranjang.
Bagian kamar mandi tepat berada di pojok ruangan terdapat pintu lagi di dalam kamar itu Tasya berjalan mendekat ke arah pintu yang berwarna putih.
Tasya membuka pintu itu dan berjalan masuk ke dalam ruangan itu.
Ruangan ini cukup luas terdapat rak baju dan lemari besar yang berisi banyak baju wanita serta ruangan ini berisi sofa dan tv.
"Indah." Ucap Tasya.
Tasya keluar dari ruangan itu dan berjalan ke arah tempat tidur king sizenya.
Ia meletakan koper besarnya di atas kasur lalu ia merebahkan tubuhnya untuk beristirahat sejenak menghilangkan rasa letih hari ini.
salam -Kay and Say-
.
.
.
salam dari "Diakah Jodohku, Jodohku dari Kakaku "☺
Jangan lupa tinggalkan jejak 😉
maafkan telat"yh. tp, pasti aku mampir kok.
semangat dan sehat selalu kak.
salam kangen dari Amera..
mengintip Jodohku sudah up loh 😍
Salam –Belong to Esme–
salam hangat Mengintip Jodohku kak
selalu like dan support 🥰
yuk mampir lagi kak.
sudah up loh
salam hangat dari 🌺 IMPIAN GADIS MANIS
mampir K&S dah uppppp