Papa dari Velia Angela menikah dengan seorang janda yang memiliki anak kembar. Velia sama sekali tidak tahu kalau yang akan menjadi kakak tirinya adalah kekasihnya sendiri.
Dia sungguh tidak menyangka kalau hal ini terjadi padanya.
Sampai suatu saat dia melakukan hal yang seharusnya tidak dia lakukan bersama kakak tirinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindi Oktaviani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketahuan?
"Apa kakak cemburu?" tanya Velia memastikan.
"Lakukan saja jika memang menurutmu itu baik" ucap Lucas yang setelahnya beranjak pergi dari kamar Velia dengan wajah dinginnya.
Tentu saja dia merasa cemburu dengan itu, melihat Velia bersama dengan pria lain selain dirinya. Entah mengapa rasanya dada Lucas terasa sangat sesak karenanya.
Velia yang melihat itu tentu saja tidak tinggal diam, jujur saja dia terkejut dengan Lucas yang tiba-tiba cemburu seperti itu.
Velia langsung beranjak dari tempatnya, lalu kemudian memeluk Lucas dari belakang.
Grepp,,
"Kak, jangan marah. Dia hanya anak baru di kelasku saja tidak lebih" ucap Velia memberi tahu Lucas.
Lucas sendiri tidak tahu kalau Velia akan memeluknya dari belakang seperti itu.
"Apapun alasannya aku tidak menyukainya" kata Lucas dengan dingin.
"Maafkan aku kak" ucap Velia dengan suara imutnya.
Langsung saja Lucas menghela nafasnya kemudian berbalik badan menatap ke arah Velia.
Cupp
Tanpa aba-aba, Velia langsung mengecup singkat bibir Lucas, yang tentu saja membuat Lucas luluh.
"Maaf" ucap Velia lagi memohon dengan kedua tangannya memegang pipi Lucas.
Lucas menghela nafasnya, "Baiklah jangan ulangi lagi" ucap Lucas.
Namun siapa yang menyangka kalau ternyata pintu kamar Velia masih terbuka sedikit yang membuat siapa saja bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.
"Kalian sedang apa?" ucap sebuah suara dari pintu yang tiba-tiba di buka oleh seseorang.
Tentu saja itu membuat Velia dan Lucas terkejut, namun Lucas bersikap biasa saja supaya tidak canggung nantinya.
"Kak Ze?" ucap Velia yang langsung menarik tangannya dari pipi Lucas.
Dengan langkah perlahan berjalan mendekat ke arah keduanya.
Velia takut kalau apa yang baru saja terjadi antara dirinya dengan Lucas di ketahui oleh Zelo.
"Velia minta gue buat ajarin dia beberapa soal yang dia nggak bisa jawab tadi" kata Lucas tanpa wajah gugupnya.
Velia sedikit lega mendengar alasan itu, untung saja meja belajarnya masih terbuka beberapa buku.
"Hehe, apa yang di bilang kak Lucas itu benar kak" kata Velia menimpali.
"Ya sudah kalau begitu, gue balik ke kamar dulu" ujar Zelo yang langsung keluar dari kamar Velia.
Keduanya bernafas lega melihat Zelo keluar, "Kakak sebaiknya kembali ke kamar, aku takut kak Zelo tahu" kata Velia.
"Sebenarnya kalau pun dia tahu itu tidak menjadi masalah buat kita, Vel" ujar Lucas.
"Tapi bagaimana kalau nanti sampai papa sama mama tahu kak? Apa kakak siap?" tanya Velia balik yang mampu membuat Lucas bungkam.
Tentu saja Lucas tidak ingin kalau sampai hubungan keduanya di ketahui oleh kedua orang tua mereka. Mengingat kalau mereka adalah saudara dan mereka takut kalau sampai nanti terpisah karena restu.
"Kalau begitu aku ke kamar dulu" ucap Lucas yang setelahnya mencium kening Velia.
Velia tersenyum mendapat perlakuan seperti itu, dia sungguh sangat bahagia menjadi kekasih dari kakak tirinya itu. Apalagi keduanya saling mencintai satu sama lain.
Di dalam kamar Zelo, dirinya baru saja memasuki kamar yang sudah menjadi miliknya itu. Dia sebenarnya merasa penasaran dengan kedekatan Lucas dan juga Velia. menurutnya ada yang aneh dengan keduanya. Zelo merasa ada yang mereka tutupi dari dirinya.
"Apa ini cuma perasaan gue aja?" kata Zelo setelah berpikir.
"Sudahlah, mungkin cuma perasaan gue aja" kata Zelo menepis pikiran buruknya, dia kemudian langsung menuju ke arah ranjangnya untuk segera tidur.