Berhenti menjadi seorang mata-mata ilegal karena suatu insiden. Akira Nakano memutuskan bekerja sebagai bodyguard pribadi Koji Rodriguez— pemilik perusahaan tambang emas terbesar dan tersukses se-Asia sekaligus seorang mafia. Namun siapa sangka bahwa perusahaan tersebut adalah tempat yang pernah dia bobol sebelumnya saat menjalankan misinya sebagai seorang mata-mata ilegal.
Keadaan menjadi terguncang saat Koji menawarkan lamaran pernikahan kepada Akira selaku status mereka antara seorang bos dan bodyguard nya.
Dan apa jadinya jika sebuah rahasia berhasil mengejutkan mereka berdua disaat semuanya sudah terjadi!!!
°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°
Mohon Dukungannya ✧◝(⁰▿⁰)◜✧
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Four, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AITOFU — BAB 21
HANYA MEMBANTU
Di ruangan Koji, dua pria dengan kelopak mata sayu kini nampak serius ketika dia menghadap ke bosnya yang baru saja duduk di kursinya. Koji menunggu nya membuka suara mengenai informasi yang akan Tomi sampaikan.
“Katakan." Pintanya sembari menatap tegas.
“Datanya tidak bisa dilacak. Seharusnya aku bisa mengatakannya besok saja, tapi aku rasa lebih baik mengatakannya sekarang karena kebetulan aku lewat Mansion.” Jelas Tomi mulai memasukkan kedua tangannya ke saku celana.
Mendengar hal itu, Koji mengernyit penuh tanya. “Kau sudah memeriksanya dengan detail, soal tempat tinggal dan teman-temannya?” tanya Koji memastikan sekali lagi.
Tomi mengangguk. “Ya. Semuanya sudah ku lacak, tapi tidak ada yang menarik. Jika aku boleh menyarankan sesuatu— ” Tomi menghentikan ucapannya seraya menggaruk belakang kepalanya.
Sedangkan Koji masih menatapnya heran dan curiga. “Apa?”
“Kau bisa bertanya langsung padanya, mungkin!” lanjut pria itu tanpa bersalah.
Oh yang benar, saja. Semua pekerja Koji sudah tahu bagaimana sikapnya terhadap seorang wanita. Semenjak kematian calon istrinya, Koji tak lagi mendekati siapapun bahkan untuk bermain dengan wanita pun dia tak sudi meski harus menahan godaan yang luar biasa saat para wanita menunjukkan tubuh seksi mereka kepadanya.
“Omong kosong! Pergilah.” Balas Koji bertambah kesal hingga tak segan mengusir pria itu.
“Sesuai perintah, Tuan Koji. Selamat malam!” pamit Tomi tersenyum kecil.
Sementara itu, di kamar mandi. Akira masih menunggu di dalam dengan handuk basah yang sudah dia peras sehingga tak terlalu basah kuyup. Namun dia masih tak berani keluar karena itu perintah dari bosnya.
Tok! Tok! Tok! Ketukan seseorang mulai terdengar. “Nyonya Akira! Anda boleh keluar sekarang.” Ucap suara seorang wanita yang merupakan seorang pelayan di sana.
Tentu saja dia diperintahkan oleh Koji sendiri untuk memberitahu kepada Akira. Dan dengan segera Akira yang sudah kedinginan, dia keluar kamar mandi dan menatap sejenak ke pelayan wanita yang juga sama terkejutnya.
Tak ada percakapan sampai pelayan itu pamit pergi.
“Hhffuuuu— ini sangat dingin sekali!” gerutu Akira sembari menggosok kedua lengannya sambil berjalan menuju lemari.
...***...
Keesokan paginya. Pagi yang begitu cerah hingga cahaya matahari berhasil masuk ke kota Tokyo. Seperti biasanya, Akira sudah bersiap rapi, dia selalu menggerai rambutnya saat bekerja, entah kenapa? Tapi begitulah Akira.
Saat wanita berjalan keluar Mansion dan bergerak menuju mobil, dia dikejutkan akan kehadiran Koji yang sudah duduk di kursi depan dengan pakaian rapi serta pandangan fokus ke depan. -‘Sepagi ini?’ pikir Akira tak percaya. Bahkan ini masih masuk di jam sarapan.
Koji yang menyadari akan kedatangan bodyguardnya itu, dia menoleh ke kiri. “Masuklah, kita pergi sekarang.” Pintanya.
Melihat wajah Koji membuat Akira teringat akan kejadian semalam. “Iya, Tuan." Jawabnya segera masuk ke dalam mobil meski harus menahan rasa malu yang luar biasa.
Bagaimana tidak? Tubuhnya sudah dilihat oleh seorang pria yang bahkan bukan suami ataupun jodohmu.
-‘Kenapa ini menjadi canggung?’ batin Koji yang juga merasakan hal yang sama seperti Akira. Mengingat kejadian semalam membuat tubuhnya membakar hingga refleks, Koji berdeham berharap hal itu bisa mengurangi rasa canggung serta keheningan diantara mereka.
“Apa kita langsung pergi ke perusahaan?” tanya Akira dengan tatapan ke depan.
“Berhenti di terowongan depan. Ada seseorang yang harus kutemui.” Balas Koji memberikan perintahnya.
Tak butuh waktu lama untuk sampai di terowongan yang Koji maksudkan, Akira mengentikan mobilnya di sana, di pinggir jalan. Keadaan yang lumayan sepi kendaraan lewat serta kurangnya cahaya karena memang itu jalan bawah tanah yang mana lampu akan dihidupkan saat menjelang malam.
7 menit mereka sudah menunggu di sana. Koji sudah nampak kesal karena seseorang yang dia tunggu masih tak kunjung datang.
“Maaf Tuan Koji. Apakah masih lama?” tanya Akira memberanikan diri karena memang ini masalah yang penting untuknya.
Pertanyaan Akira membuat Koji menatapnya tajam. “Apa kau keberatan?” tegasnya hingga wanita itu segera menoleh dan menggeleng cepat.
“Tidak, maksudku.... Aku harus pergi ke toilet.” Jelas wanita berponi itu dengan suara pelan. Pria itu langsung faham hingga tak ingin melanjutkan kekesalannya.
“Apa kau tidak bisa menahannya sebentar? Jarak toilet dari sini 3 km, kita bisa pergi setelah klienku datang.” Tukas Koji memperjelas. Akira terdiam dengan wajah cemas sehingga Koji memperhatikannya.
“Maaf Tuan Koji, tapi ini bukan soal buang air kecil ataupun besar.” Bala Akira.
“Lalu apa?” tanya pria pirang berwatak tegas yang kini juga menatapnya tegas serta penasaran.
Akira ragu bila harus mengatakannya karena itu urusan wanita. Pria tidak akan tahu rasanya ketika tali bra lepas di tengah jalan seperti apa yang Akira rasakan saat ini.
“Tali bra saya lepas.” Jawab jujur wanita itu tak ada pilihan lain karena jika tidak segera dikaitkan kembali, maka bagaimana dia bisa pergi ke perusahaan, apalagi ukuran payudara Akira cukup besar meski tubuhnya mungil.
Mendengar hal seperti itu, Koji berpaling antara malu sendiri hingga menahan gerahnya di tubuh. Pria itu tak habis pikir harus memiliki seorang bodyguard wanita.
“Kalau begitu benarkan sekarang juga. ” Ucap Koji membuat Akira terbelalak kaget.
“Apa? Di sini?”
“Ya! Lakukan di sini.” Jawab pria itu begitu entengnya. Akira tahu mobil yang saat ini digunakan adalah mobil sport mewah keluaran terbaru yang hanya ada dua kursi saja.
Tidak ada pergerakan dari wanita itu, sehingga Koji kembali menoleh setelah mengambil napas dalam-dalam. “Berbalik dan aku akan membantumu.” Pintanya sekali lagi.
Tunggu, apakah itu sebuah godaan dari seorang Koji? Atau sebuah rencana yang sama sekali tak terpikirkan oleh Akira? Namun yang membuatnya semakin aneh adalah Akira tak bisa menolaknya, dia bawahan dan dia juga tak ingin melawan bosnya. Apakah wanita itu terpincut oleh seorang Koji?
“To-tolong Anda jangan melihatnya.” Pinta wanita itu berdegup tak karuan.
“Jika aku tidak melihatnya bagaimana aku bisa membantumu?”
Tidak ada komentar lagi, Akira memejamkan matanya rapat-rapat lalu menghembuskan napas panjang dan mulai membuka jas hitamnya, ia juga mulai membuka kancing kemejanya lalu menurunkan kemeja putih itu sehingga punggung putihnya yang polos terbuka.
Tentu Koji yang melihatnya harus menahan nafsunya karena dia tak ingin menjadi bos yang buruk, meski itu akan sulit.
Saat tangan Akira mulai menyibak rambutnya ke sisi kanan, barulah terlihat jelas punggung putih dan mulusnya serta tali bra putih yang memang terlepas.
Melihat pemandangan seperti itu, Koji refleks menelan ludah hingga berpaling sekilas sebelum dia mulai menggerakkan kedua tangannya, menyentuh tali tersebut dan mengaitkannya kembali. Dia merasakan jarinya menyentuh kulit Akira sehingga seperti sengatan listrik, wanita itu langsung merinding.
-‘Ini sangat memalukan.’ Batin wanita itu menggigit bibir bawahnya.
...°°°...
Hai guyss!!!!! Maaf ya jika bab banyak cerita daripada percakapan, karena kalian tahu sendiri kecanggungan antara bos dan bodyguard sangatlah seperti realita nya.
Tapi jangan khawatir, karena kecanggungan itu perlahan akan hilang 😁 saat Koji harus terombang-ambing dengan menahan nafsunya sendiri.
Jangan lupa tinggalkan jejak semangatnya!!!! Karena itu sangat membantu para penulis 😌
Thanks and See Ya ^•^
kaya salah satu Karya author....
udh seru baca tiap bab nya eh malah sad ending...
mau intip ending ny dl baru lanjut...
btw Thor aku g suka novel yg on going ..jd aku lebih milih baca novel yg Tamat
thx ya thor