NovelToon NovelToon
Tidurkan Aku

Tidurkan Aku

Status: tamat
Genre:Single Mom / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:82.8k
Nilai: 4.7
Nama Author: Lalu Unaiii

Liam tidak pernah merasakan cinta sebelum bertemu dengan Lyra Maharani, perempuan yang masih terikat dengan masa lalunya hingga membuat Liam meradang lantaran cintanya tak kunjung disambut oleh Lyra.

"Menikahlah denganku." -Liam Malik

"Saya tidak bisa."-Lyra Maharani.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lalu Unaiii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 21

Setelah memastikan Liam sudah tertidur, Lyra dengan pelan mengangkat tangannya yang tadinya menutupi area mata laki-laki itu.

Lyra kemudian mengeluarkan kakinya dari balik selimut dengan hati-hati. Sekarang Liam sedang terbaring miring menghadap ke arahnya.

Setelah berhasil turun dari kasur Lyra segera beranjak ke kamar mandi untuk kembali bertukar pakaian, selesai bertukar pakaian dia kembali keluar dengan membawa piyama yang tadi dia pakai, piyama itu harus dia cuci.

Ini adalah kali pertama Lyra membantu Liam tertidur siang hari, Liam sebelumnya tidak pernah tidur siang, meski pun saat akhir pekan, ataupun saat dia hanya berada di dalam mansion dan tidak melakukan apa-apa.

Setelah Lyra memasukkan piyama yang dibawanya ke dalam mesin cuci dia pergi ke paviliun untuk memeriksa keadaan Sofia, putrinya itu seharusnya sudah bangun sekarang.

Benar saja, saat dia sampai Sofia baru saja keluar dari kamar mereka. Lyra pun menghampiri Sofia yang menatapnya dengan wajah masih terlihat mengantuk.

“Sofia mau minum,” ucap Sofia pada Lyra.

“Baik, Mama ambilkan.” Lyra mendudukkan Sofia di sofa ruang tamu, lalu dia beranjak ke dapur untuk mengambilkan segelas air putih untuk Sofia.

“Apa ada yang terasa sakit?” Tanya Lyra setelah Sofia selesai meminum air putih.

Sofia menggeleng. “Sofia tidak sakit lagi Mama,” jawab Sofia yang membuat Lyra tersenyum.

Semenjak Sofia dioperasi, gadis kecil itu sudah tidak pernah lagi mengeluh sakit, dia juga sudah jauh lebih aktif dari sebelumnya. Jika sudah tidak ada lagi masalah pada pemeriksaan selanjutnya, Sofia sudah bisa bersekolah tahun depan. Sofia pernah mengatakan bahwa dia ingin bersekolah di TK tempat Camila mengajar.

“Mama tenang saja, sekarang Sofia sudah kuat, tidak sakit lagi.” Sofia berdiri di depan Lyra dengan kedua tangan di pinggang seolah menunjukkan bahwa dia memang sudah sehat dan kuat.

Lyra tersenyum melihat itu, tangannya terulur membelai lembut kepala Sofia. “Mama senang Sofia sekarang sudah sembuh,” ucap Lyra lalu menarik Sofia pelan ke dalam pelukannya.

Setelah menemani Sofia sebentar Lyra memutuskan untuk kembali ke mansion, takut Liam terbangun dan menyadari bahwa dia tidak berada di mansion sedangkan Bi Mirah masih belum pulang dari rumah sakit.

Saat hendak membuka pintu untuk keluar, pintu tersebut tiba-tiba didorong dari luar. Bi Mirah ternyata baru saja sampai.

“Ah Bibi,” seru Lyra kala menyadari Bi Mirah yang membuka pintu.

“Bibi baru saja sampai, Bibi kira kamu berada di mansion,” ucap Bi Mirah lalu masuk ke dalam paviliun.

“Aku baru akan kembali ke mansion Bi, Sofia baru saja bangun dan aku memeriksanya sebentar.”

“Apa Tuan Liam sudah pergi?” Tanya Bi Mirah.

“Belum Bi, Tuan Liam sedang tidur,” jawab Lyra.

“Benarkan? Tidak biasanya Tuan Liam tidur siang, apa beliau sakit?”

“Tidak Bi, Tuan Liam baik-baik saja.” Lyra seketika menyesali jawabannya melihat kening Bi Mirah mengkerut.

“Benarkah? Apa kau sudah memeriksanya?”

“B-belum Bi. Tapi Tuan Liam terlihat baik-baik saja tadi,” ujar Lyra dengan sedikit tergagap.

“Oh syukurlah kalau begitu, Bibi akan beristirahat sebentar, setelah itu Bibi akan menyusulmu ke mansion," ujar Bi Mirah membuat Lyra lega.

“Baik, Bibi istrahat saja,” balas Lyra lalu perempuan itu beranjak dari sana.

***

Lyra menatap gambar dengan sebuah pesan teks ‘Mereka mengunjungi toko perhiasan’, yang dikirim oleh Camila beberapa saat yang lalu di ponselnya dengan ekspresi datar. Dia sekarang sudah tidak terlalu sedih lagi seperti sebelum-sebelumnya. Gambar yang memperlihatkan Harris dan seorang wanita yang sedang bergandengan tangan di sebuah mall itu membuat Lyra tidak berkedip selama beberapa saat.

Perasaan sedih tentu saja masih ada, tidak bisa dipungkiri Lyra masih berharap Harris mau menghubunginya dan Sofia. Dia tidak menginginkan hal lain dari laki-laki itu, hanya pertanggung jawaban dari hutang-hutang laki-laki itu yang coba ia limpahkan pada Lyra.

Sebuah pesan teks kembali dikirimkan oleh Camila, Lyra segera menggulir layar ponselnya untuk memeriksa.

From : Camila

“Apa kau ingin aku melabrak mereka?”

Membaca itu Lyra segera mengetik pesan balasan.

To : Camila

"Tidak, jangan lakukan. Biarkan saja."

Lyra tidak ingin melibatkan Camila dalam masalahnya dengan Harris. Camila dan Harris memang saling mengenal sejak Harris dan Lyra masih berpacaran bahkan sahabatnya itu dulu sangat mendukung saat mereka memutuskan untuk menikah.

Camila sangat tau perjalanan Lyra dan Harris, perjuangan mereka untuk bisa menikah dan segala pengorbanan Lyra untuk itu. Tidak ada orang lain yang lebih mengetahui kisah Lyra dan Harris lebih baik dari Camila.

Sebuah notifikasi pesan baru kembali muncul di layar ponsel Lyra. Dia pun segera membuka pesan tersebut.

From : Camila

“Baiklah jika itu yang kau inginkan, jika kau berubah fikiran dan ingin aku melabraknya segera hubungi aku, aku masih mengikuti mereka saat ini.”

Lyra tersenyum getir membaca pesan dari Camila, sahabatnya itu selalu berusaha menjadi tameng dan tombak untuknya, dia bersyukur memiliki Camila di dalam hidupnya yang berantakan ini.

“Buatkan saya kopi.”

Suara berat Liam mengagetkan Lyra yang sedang menatap ponselnya, perempuan itu buru-buru mematikan layar ponselnya dan menyimpannya kembali.

Liam memperhatikan dengan alis mengkerut, sepertinya Lyra sedang melihat sesuatu yang penting di ponselnya.

“Maaf Tuan, ada yang bisa saya bantu?” Tanya Lyra kembali, dia terlalu terkejut sehingga tidak terlalu mendengar perkataan Liam.

“Buatkan saya kopi dan antarkan ke taman belakang,” ulang Liam.

“Baik Tuan,” jawab Lyra dan beranjak dari sana menuju dapur.

“Tunggu!”

Lyra berhenti, dia kemudian berbalik, berjalan cepat menghampiri Liam yang ternyata sedang menenteng sebuah paper bag.

“Ya Tuan.”

“Bawakan juga segelas air putih,” ucap Liam.

“Baik Tuan, ada lagi Tuan?” Lyra tidak segera pergi seperti sebelumnya, takutnya laki-laki di depannya ini memiliki permintaan lain nantinya.

“Lain kali saya akan membelikan piyama yang lebih besar dari sebelumnya,” ucap Liam membuat Lyra membelalakkan matanya.

Setelah mengatakan itu Liam pun berlalu dari sana, meninggalkan Lyra yang sekarang menatap sekeliling, memastikan tidak ada yang mendengar ucapan Liam barusan selain dirinya. Beruntung tidak ada siapa pun di sana, Bi Mirah mungkin sedang berada di dapur saat ini.

Entah apa maksud Liam mengatakan hal itu, apa maksudnya dengan kata ‘lain kali’ itu? Apakah dia berharap Lyra akan memakai pakaian laki-laki itu lagi? Lyra tidak mengerti sama sekali. Padahal saat di kamar, laki-laki itu tidak berkomentar apa-apa.

Lyra beranjak, berjalan ke dapur untuk segera membuatkan kopi untuk Liam, mengabaikan fikirannya yang sedang menebak-nebak maksud perkataan Liam.

Dengan membawa segelas kopi dan juga segelas air putih, Lyra menghampiri Liam yang sedang duduk di taman. Laki-laki itu terlihat sedang mengobrol dengan seseorang, Lyra mengerutkan keningnya, tidak ada siapa pun selain mereka di mansion ini, dia tidak bisa melihat siapa yang sedang mengobrol dengan Liam dari jaraknya saat ini karna tertutupi tubuh besar laki-laki itu yang memunggunginya.

Semakin mendekat Lyra pun semakin jelas mendengar suara. “Wah.... banyak sekali!”

"Sofia?" guman lyra.

1
Fardiana Hamsah
Luar biasa
Alvivia
mulai meleleh
Alvivia
nina bobo...o..nina bobo..kalo kamu tidak bobo gue tabok
Alvivia
dulu om galak ..sekarang om baik
Alvivia
sabar om....
Alvivia
lanjutkan karya mu thor.....ceritanya bener2 menarik
Nini Munasari
bagus tulisannya rapi enk d baca
Nur HafniOctavia
keren
Nur HafniOctavia
Kecewa
Saeti Yayat
cerita yang mengangkan tapi lucu
Phoo
Mantan suami lyra aja belom dapet ganjaran. Eh udah slesae aja. Kenapa buru-buru banget sih thoor tamanya. Padahal baca dr awal udah menarik, eh kebelakang mengecewakan.
MiatY#penggemarnovel📚❤️📖
🌟🌟🌟
Nadi Rosmiaty Manaba
Buruk
Nadi Rosmiaty Manaba
Kecewa
Siti Sarifah
bagus critanyap
Siti Sarifah
bagus critanya
Inah Ilham
Luar biasa
Inah Ilham
bayi raksasa lagi tantrum 🤣🤣
Inah Ilham
akan kecil itu jujur om, belum bisa bohong 🤣🤣🤣
Vannya.bee@gmail.com Septiani.bee
akn jth cinta g ya Liamnya k Lyra?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!