"Kenapa kamu yang aku langitkan, tapi aku kamu hancurkan ?"
"Dan kenapa yang aku hancurkan, dia yang melangitkan aku ?"
Ini kisah cinta yang rumit, dimana semua masih terbelenggu akan masa lalu.
Siapa takdirnya Naya yang akan membawa kebahagiaannya ? Suami atau mantan kekasih ?
Ini kisahnya, ikuti yuk !!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pesta
Naya pulang dengan perasaan yang gundah, dan sempat goyah pada Fano. Kalau saja dia tidak punya suami, sudah pasti Fano yang akan dia pilih untuk menemani hidupnya.
Tapi dia sadar diri kalau dia sudah bersuami. Naya juga sudah ambil keputusan, untuk mengindari Fano, dia tidak mau ada kesalah pahaman nantinya. Bagaimanapun juga Fano hanya masa lalunya.
Saat ini dia sudah sangat merasa bersalah pada suaminya, oleh karena itu dia akan menghindari Fano. Dikamar dia tatap hasil pemeriksaan tadi, dia bingung apakah harus memberitahu suaminya atau tidak.
Tapi jika tidak diberitahu, mertuanya akan terus menerus menuduhnya mandul. Jadi lebih baik Naya memberi tau mereka.
Lalu dia berganti baju dengan piyama tidurnya, atensinya tiba tiba teralihkan pada kotak yang dia ingat itu sendal yang Fano berikan padanya.
Dia membukanya perlahan dan dia menghela nafas panjang "Sampai ukuran sendal saja dia tau, sedetail itu dia memperhatikan aku. Tapi kenapa tidak dengan Mas Rendra, dia bahkan tidak pernah ingat ukuran sendalnya" Lagi lagi dia memikirkan soal Fano yang mengerti dirinya.
Pada akhirnya dia memilih menyimpan itu dilemaeinya dan masih terbungkus rapi dengan dusnya.
Naya pun bergegas menyiapkan makan malam, dan Mama Mertuanya makan lebih dulu setelah Naya selesai memasak. Mama mertuanya itu masih saja cuekin Naya, tapi Naya masih menghormati beliau.
Naya menyantap makan malamnya sendiri, karena tadi Rendra menelepon yang bilang katanya akan pulang larut, jadi dia makan sendiri saja.
Setelah itu dia menonton televisi, namun tiba tiba rasa kantuk muncul, dia pun mematikan televisinya dan beranjak ke kamar tidurnya, tidur lebih dulu.
***
Akhir pekan telah tiba, seperti yang sudah dipinta Cindy, Naya harus menemaninya datang ke sebuah pesta. Dan Naya pun memakain gaun serta sendal yang Cindy berikan waktu itu padanya.
Acaranya akan dimulai disore hari, dan Cindy sudah menyuruh supirnya untuk menjemput Naya. Sedangkan dirinya akan tiba lebih dulu ditempat acara.
Naya memilih berdandan sendiri dirumah, dia mengikat tengah rambutnya, dan bawahnya dia Curly sedikit, lalu dia sematkan sebuah jepit diatas rambutnya. Dia juga memakai makeup yang flawless, sesuai dengan wajahnya.
Saat fokus berdandan, dia dikagetkan akan kedatangan suaminya Rendra. Dia menatap aneh pada Rendra yang siang hari sudah pulang.
"Mas, kamu sudah pulang ? kenapa, sakit ?" Naya berdiri dan mencecar Rendra dengan pertanyaan.
"Aku gak sakit, emang kenapa gak boleh aku pulang jam segini ?" jawabnya ketus, lantas dia pergi begitu saja ke kamar mandi.
Naya menatap Rendra sampai dia hilang dari pandangannya, dia ingat waktu malam Rendra benar benar pulang sangat larut.
Naya sempat bangun, tapi hanya matanya saja dan dia melihat raut wajah Rendra yang jauh dari kata cape, justru wajah yang sedang senang. Sedangkan pada dirinya selalu cuek dan berbicara ketus.
Naya jadi bertanya tanya, ada apa dengan suaminya itu ?
Naya sudah siap dengan gaun pesta warna pastelnya, itu terlihat sangat cocok untuk Naya. Dia sangat cantik memakai itu, belum ditambah dengan tatanan rambutnya menambah aura kecantikannya seketika muncul.
Rendra juga keluar dari kamar mandi, yang bisa Naya tebak kalau suaminya itu baru selesai mandi, dan dia terlihat memakai pakaian rapi juga. Naya sempat memicing dibalik cermin, melihat Suaminya yang sudah rapi.
"Kamu mau kemana Mas ?" terlihat Rendra yang sedang memakai jam tangan. Dari tadi sejak masuk ke dalam kamar, Rendra sama sekali tidak melirik Naya, dia hanya fokus pada dirinya sendiri.
Bahkan ketika ini Naya tampil cantik, Rendra cuek cuek saja tanpa melihatnya.
"Ada acara jamuan bisnis" Sahutnya yang tanpa melihat pada Naya lagi
"Mas" Naya mencoba memanggil suaminya itu, namun tetap saja Rendra tidak menatapnya sama sekali.
"Apa ?" dia memaku di balik cermin dan menata rambutnya, Lalu dia melihat Naya sebentar dibalik cermin, tapi kembali fokus pada rambutnya.
"Kamu mau kemana ?" akhirnya Rendra sadar kalau Naya sudah rapi, dia pun bertanya pada Naya.
"Aku mau pergi ke pesta diajak sama Cindy, aku ijin pergi kesana ya Mas"
"Ya" hanya itu jawaban singkat dari Rendra.
"Mas lihat kesini dulu dong, aku cantik kan ?" Naya menarik tangan Rendra dan menyuruh Rendra untuk melihat dirinya.
Rendra pun melirik pada Naya dan melihat penampilan Naya dari ujung kepala sampai kaki. Tapi tiba tiba cuek.
"Jangan malam malam pulangnya, aku pergi sekarang" Rendra mengabaikan Naya, dia malah langsung pergi begitu saja.
Naya sempat kecewa ketika itu, lalu dia mendapat telepon dari Cindy, kalau supirnya sudah menunggu Naya di depan.
Disinilah Naya berada disebuah ballroom hotel mewah, Naya terpana melihat dekor pest yang mewah juga.
Cindy bilang kalau yang berulang tahun salah satu anak pengusaha dan semua yang diundang kalangan dari pada pengusaha juga, tapi selain acara ulang tahun, mereka juga akan melangsungkan acara pertunangan anaknya itu.
Suami Cindy termasuk seorang pengusaha juga, jadi mereka diundang, tapi dia sangat malas kalau harus datang ketempat seperti itu, karena pasti suaminya akan banyak berbaur dengan rekan rekan kerjanya. Maka dari itu dia mengajak Naya, agar dia punya teman.
"Naya, ya ampun kamu cantik banget" Cindy langsung menyambut Naya ketika itu dan mengajak Naya untuk masuk lebih dalam dan mengenal Naya pada keluarganya juga suaminya.
"Ini nih yang paling malas di acara seperti ini, harus berbasa basi kaya gitu" Cindy menarik Naya untuk duduk dikursi yang kosong dan suasana disana tidak terlalu ramai seperti di tengah tengah.
"Nay, aku mau ambilin dulu cemilan ya, kamu tunggu disini dulu. Aku bakalan balik lagi, ingat jangan kemana mana" Cindy meminta Naya untuk menunggu sejenak.
Naya pun mengangguk, ini pertama kalinya dia datang ke acara seperti ini. Jadi dia merasa sedikit risih. Matanya menatap kesekeliling dan melihat semua orang yang sibuk sedang berbicang satu Sama lain, yang pastinya tidak Naya mengerti, karena itu mengenai bisnis.
Hingga matanya terdiam saat melihat sosok seorang yang sangat Naya kenali, dia berdiri dan tersenyum ternyata suaminya ada disana juga, ya dia Rendra yang Naya lihat.
Naya pun melangkah untuk menghampiri Rendra dengan cepat, namun tiba tiba langkahnya terhenti ketika melihat suaminya sedang merangkul seorang wanita yang berperawakan tinggi. Dan saat wanita menengok ke belakang, alangkah terkejutnya Naya ketika itu.
"Aeri ? kenapa Aeri ada disana ?"
Naya melihat Rendra yang tertawa tawa bersama dengan Aeri, sepertinya mereka sedang bercanda. Sakit hati Naya ketika itu, melihat suaminya tertawa tawa dengan wanita lain.
Dan terlebih wanita itu adalah mantan kekasihnya Rendra dulu, Naya sangat tau itu. Dia akan kembali mendekati mereka, namun seketika tangannya ditarik oleh seseorang.
Naya nampak marah saat tangannya ditarik tiba tiba oleh dia, dia mencoba berontak namun dia masih terus ditarik oleh pria itu.
Yang tak lain adalah Zefano, Fano membawa Naya sampai kelantai atas
"Fano apa apaan sih ini, lepasin !!" Naya bisa melepaskan tangannya dan dia mendorong Fano
Fano yang terkejut, jadi dia tidak bisa menahan tubuhnya.
"Kamu ngapain narik narik aku kaya gini Fan ?!" sarkas Naya Pada Fano.
Fano merapikan jasnya "Aku hanya sedang melindungi kamu, dari pada lihat pemandangan yang bikin gerah, lebih baik disini kan adem" Fano mendekat pada Naya.
"Aku gak suka ya kamu kaya gini Fano, jadi jangan sembarangan narik narik aku kaya gini !! aku minta sama kamu mulai detik ini jangan urusi kehidupan aku, aku mau terluka, aku mau menangis jangan lagi ikut campur Fano"
Ketika itu Naya sedikit berteriak dan sukses membuat Fano diam membeku.
aku yg cuma baca aj udah g sabar
mending cari laki yg punya kuasa sendiri saja Naya biar gk ada yg berani menginjak harga dri u