Aulya Putri Ardinata adalah putri tunggal dari keluarga Ardinata. Bukan hanya terkenal dengan kecantikan dan juga kepintarannya, tetapi dia juga terkenal dengan sifat playgirl. Dia dengan mudah pindah ke tangan pria lain yang terlihat menarik di matanya.
Jika dia sudah tertarik dengan seorang pria, maka hanya satu yang ada di pikirannya. Dia harus mendapatkan pria itu, tidak perduli jika dia masih memiliki kekasih ataupun tidak.
Hingga akhirnya dia bertemu dengan sosok pria yang sangat menarik perhatian. Pria yang mampu menciptakan getaran yang berbeda di dalam tubuhnya. Getaran yang tidak pernah dia rasakan saat bertemu dengan pria lainnya.
Mampukah Aulya menaklukkan hati pria yang super jutek itu?
Yuk ikuti terus kisah mereka....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elprida Wati Tarigan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 21
Tidak perduli dengan tatapan kesal pemilik kamar itu, Aulya terus melangkahkan kakinya memasuki kamar Alfa sambil menatap setiap sudut ruangan itu dengan penuh kekaguman. Bukan hanya tampan, tetapi pria itu juga suka kerapian, sehingga setiap benda yang ada di kamar itu tersusun dengan begitu rapi. Hingga akhirnya gadis itu meletakkan bokongnya di tepi ranjang.
"Kamu tidur di ranjang saja, biar aku tidur di bawah," ucap Alfa mengambil selimut lalu membentangkannya di lantai.
"Kenapa kakak harus tidur di bawah? kenapa tidak tidur di atas saja dengan lya?" tanya Aulya dengan begitu polos, sehingga tatapan tajam langsung terlempar ke arahnya.
"Kakak tenang saja, aku tidak akan berbuat yang aneh-aneh. Walaupun sedikit gila, tapi aku bukan gadis gampangan," ucap Aulya sadar diri.
"Ternyata kamu sadar juga jika kamu itu gila," ucap Alfa terkekeh kecil.
"Enak saja! bukan gila ya, tapi sedikit gila. Tapi kegilaanku juga karena kakak," ucap Aulya tidak terima.
"Kenapa karenaku?"
"Karena kakak terlalu tampan, sehingga membuat jantung lya jadi tidak karuan. Daripada jantungku yang kecil ini meledak karena kakak, lebih baik aku memperlihatkan sedikit kegilaanku saja. Tapi ingat! sedikit," ucap Aulya dengan tegas.
"Baiklah! terserahmu saja. Lebih baik kamu istirahat sekarang, kakak masih banyak pekerjaan," ucap Alfa mengambil leptopnya lalu memeriksa beberapa dokumen yang terkirim ke emailnya.
Melihat Alfa yang sedang fokus dengan layar leptopnya, Aulya menghilangkan rasa jenuhnya dengan memainkan bantal guling yang ada di dekatnya. Saat kabur, dia lupa membawa ponsel, sehingga dia tidak memiliki alat untuk menghilangkan rasa kejenuhannya saat ini. Melihat tingkah gadis itu, Alfa hanya bisa menarik napasnya pelan, gadis itu memang tidak bisa diam walaupun hanya sedetik saja.
"Kenapa semua bocah tidak pernah bisa diam ya?" batin Alfa mengeleng kecil, ketika melihat Aulya sedang mengobrol dan bermain dengan bantal gulingnya.
"Kak!" ucap Aulya mulai bosan bermain sendirian.
"Hem!" dehem Alfa sambil terus mengotak atik leptopnya.
"Lya lapar? apa tidak ada makanan di sini?" tanya Aulya sambil mengusap perutnya yang keroncongan.
Mendengar ucapan gadis itu, Alfa langsung melirik jam tangannya yang kini menunjuk ke pukul sembilan malam. Dia baru sadar, jika dia juga belum makan malam, karena terlalu memikirkan perjodohan Aulya.
"Kakak akan ambil makanan di bawah. Tapi kamu duduk di sini saja, jangan kemana-mana," ucap Alfa bangkit dari duduknya.
"Siap suamiku," ucap Aulya tersenyum manis.
"Dasar gadis aneh," ucap Alfa mengeleng kecil lalu melangkahkan kakinya keluar dari kamar itu.
Aulya terus tersenyum sendiri menatap punggung pria itu, penampilan Alfa yang sederhana membuat jantung Aulya terus berdegup kencang. Pria itu hanya menggunakan baju kaos yang kebesaran dan juga celana pendek, seharga membuat ketampanan pria itu semakin terpancar dengan jelas.
"Andai saja kita sudah menikah, pasti kita akan menghabiskan malam yang indah bersama," gumam Aulya membayangkan malam romantis bersama pria idamannya itu.
"Tidak! buang semua pikiran kotormu lya," ucap Aulya menyadari kekonyolannya.
Namun, tiba-tiba perhatiannya teralihkan ketika mengingat tentang kedua orang tua dan juga kakaknya. Pasti mereka sedang sibuk mencari keberadaannya saat ini. Gadis itu perlahan melangkahkan kakinya mendekati balkon, dia menatap suasana kediamannya dari kejauhan, dia hanya bisa berharap jika keputusannya untuk kabur adalah keputusan yang tepat.
"Ma! Pa! maafkan lya ya. Lya bukannya ingin jadi anak pembangkang, tapi lya juga berhak menentukan kehidupan lya," batin Aulya menatap kediamannya dengan penuh kesedihan.
"Lya! kamu sedang apa?" tanya Alfa menatap Aulya sambil meletakkan mampan yang berisi makanan diatas meja.
Mendengar pertanyaan pria itu, Aulya langsung menyeka air matanya. Dia berusaha terlihat baik-baik saja di depan Alfa, dia tidak ingin membuat pria itu ikut bersedih karena keadaannya saat ini. Walaupun terlihat jutek, tetapi Aulya bisa melihat jika sebenarnya pria itu adalah pria yang sangat baik. Buktinya dia menerima Aulya untuk menginap di rumahnya.
"Lya tidak apa-apa kak," ucap Aulya tersenyum menyembunyikan kesedihannya.
"Wah! kelihatannya enak, Lya makan ya," ucap Aulya menatap makanan yang telah Alfa siapkan si atas meja.
Gadis itu langsung menyantap makanan yang ada di depannya tanpa menunggu perintah Alfa. Melihat gadis yang ada di sampingnya itu, Alfa hanya bisa tersenyum kecil lalu menyantap makanannya. Keduanya makan malam bersama sambil berbincang-bincang kecil, pria yang biasanya terlihat jutek dan juga dingin itu tiba-tiba berubah menjadi hangat dan juga humoris.
"Ternyata ngobrol sama kakak enak juga. Engak seperti biasanya" ucap Aulya tersenyum.
"Memang biasanya kakak seperti apa?" tanya Alfa mengerutkan keningnya bingung.
"Biasanya kakak itu jutek. Tapi walaupun jutek, Aulya tetap sayang," ucap Aulya tersenyum manja sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Kamu ini," ucap Alfa mencubit gemas wajah Aulya.
"Alfa!" suara seorang wanita yang terdengar dari luar tiba-tiba menghentikan aksi mereka.
"Cepat! sembunyi," ucap Alfa menarik tangan Aulya untuk bangkit.
"Siapa itu?" tanya Aulya menatap kearah pintu yang masih tertutup rapat.
Tok... tok....
"Ia, tunggu sebentar!" teriak Alfa mendorong tubuh Aulya masuk kedalam lemari pakaiannya.
Mau tidak mau, Aulya terpaksa bersembunyi di dalam lemari pakaian Alfa. Suatu kebetulan pintu lemari itu sedikit terbuka, sehingga gadis itu bisa mengintip untuk mencari tau siapa yang datang menemui pujaan hatinya itu malam-malam seperti ini.
"Apa! kenapa wanita itu menemui Kak Alfa malam-malam seperti ini? mereka juga terlihat sangat dekat, apa jangan-jangan?" gumam Aulya dengan mata berkaca-kaca.
Bersambung.....
Hai semuanya....
Sambil nunggu up jangan lupa mampir di karya sahabat Author ya.
sehat selalu.