NovelToon NovelToon
KAU SELINGKUHIKU, KUNIKAHI PAMANMU

KAU SELINGKUHIKU, KUNIKAHI PAMANMU

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Crazy Rich/Konglomerat / Transmigrasi ke Dalam Novel / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:186.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: ismasama

Setelah terpeleset kulit pisang, Nadia pindah memasuki dunia sebuah novel. Ia menempati tubuh kakak tiri dari pemeran utama wanita.

Kakak tiri ini tokoh jahat yang tergila-gila pada Pemeran utama pria. Memaksa pemeran utama pria menjadi tunangannya, Mengatur kegiatan, membuntuti, mempermalukan, dan melabrak semua teman wanita yang mendekati tunangannya. Perilakunya membuat semua orang termasuk keluarganya membencinya.

Pemeran utama pria muak padanya dan diam-diam jatuh hati pada pemeran utama wanita yang lembut. Mengetahui hubungan mereka, Kakak jahat merencanakan kecelakaan untuk membunuh pemeran utama wanita.

Tapi rencananya terbongkar. Tak hanya diusir dari keluarga, wanita jahat itu dijebloskan ke penjara selama 10 tahun, lalu mati dan mayatnya dimakan anjing.

Nadia bertekad untuk merubah nasibnya. Memutuskan pertunangan lebih awal dan ingin membalas dendam pada mereka yang menyakitinya.

Tapi paman pemeran utama pria mulai mengganggunya.

"Gadis, ayo kita menikah."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ismasama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERUSAHAAN GAME

Hari ini Nadia bermaksud mendatangi bank untuk meminjam uang. Setelah membeli apartemen dan menyuntikan dana ke perusahaan game milik Silvi, uang di rekeningnya hanya tersisa sekitar satu miliar saja. Masih ada kekurangan 4 miliar untuk membeli tanah di pinggiran kota. Nadia merasa harus segera mengamankan tanah itu agar hatinya tenang.

"Nona mohon maaf. Bank tak bisa memberikan pinjaman tanpa ada jaminan." ujar petugas bank saat Nadia mengutarakan tujuannya.

"Surat kepemilikan apartemenku akan turun sebulan lagi. Bisakah pinjamannya dicairkan terlebih dahulu? Kau tau aku putri pemilik agensi Century Entertainment." Nadia tampak khawatir.

"Maaf itu tidak bisa. Terlebih dana yang nona pinjam cukup besar. Kami tak bisa membantu apabila nona tak memiliki jaminan yang nilainya lebih besar dari pinjaman nona"

Nadia tampak ragu. Ia tak memiliki apapun di tangannya.

"Bagaimana dengan ini Nona. Kami bisa mencairkan pinjaman asal nona datang dengan ayah nona dan mengajukan pinjaman atas nama beliau." Petugas bank memberi saran.

Nadia menggelang. Itu tidak akan berhasil. Ayahnya tak akan setuju membiarkannya meminjam uang.

Keluar dari bank Nadia merasa frustasi. Ia tak tau harus mencari uang itu ke mana.

Dengan putus asa Nadia menaiki bus menuju perusahaan game milik Silvi.

Sejak Nadia menginvestasikan dananya, mereka yang awalnya berkantor di kontrakan kini sudah menyewa ruko lima lantai dan mulai merekrut tenaga professional.

Saat ini proses pembuatan game sedang berlangsung dan akan selesai dalam waktu 3 bulan. Nadia yang diajak oleh Silvi untuk berkeliling melihat para staff yang bekerja di meja mereka. Awalnya mereka hanya berlima tapi sekarang memiliki sekitar dua puluh staff untuk menggarap pembuatan game.

Silvi membawa Nadia ke lantai paling atas.

"Nona investor, kami menyediakan ruangan untukmu. Lihatlah apakah kamu menyukainya." Silvi membuka sebuah pintu. Terdapat sepasang kursi dan meja di ujung. Lalu sofa tamu di dekat pintu. Sederhana tapi cukup nyaman.

"Padahal aku jarang ke sini. Kalian tak usah repot-repot." Nadia tersenyum.

"Bagaimana mungkin kami tidak menyediakanmu ruangan pribadi. Kamu adalah investor tersayang kami." Silvi memeluknya.

"Baiklah kalau begitu terima kasih. Dimana yang lain? Aku ingin mendengar perkembangan game kalian." ujar Nadia.

Silvi membawanya ke ruang meeting sederhana di gedung itu. Di sana sudah menunggu 4 rekannya yang lain. Pendiri perusahaan game ini. Para mahasiswa semester akhir yang memiliki cita-cita yang sama.

Mereka mulai serius mempresentasikan perkembangan game dan perencanaannya. Game yang mereka kembangkan adalah game bertahan hidup dari serangan zombie yang menyerang dunia. Akan ada adegan demi adegan menegangkan di setiap levelnya. Pemain harus menyelesaikan setiap misi yang diberikan untuk naik ke level berikutnya. Di level terakhir, ada raja zombie yang harus mereka kalahkan. Tim juga menyiapkan sebuah plot twist yang akan mengagetkan para pemain. Sepanjang permainan para pemain akan dibuat tegang dan menerka-nerka.

Nadia selesai mendengar presentasi mereka. Ia yakin bahwa mereka adalah bibit unggul yang akan berkembang pesat di kemudian hari.

Nadia mulai mengutarakan pendapatnya.

"Untuk membuat game sebesar itu, diperlukan anggaran yang tidak sedikit. Aku bersedia untuk mendanainya asal.... Perusahaan game ini menjadi milikku."

Kelimanya memandang Nadia dengan terkejut. Nadia tersenyum kembali menjelaskan.

"Aku percaya game ini akan sukses. Aku ingin membuat perusahaan TI profesional. Aku akan mengurus perijinan pendirian PT-nya dan mendaftarkan hak cipta atas game ini. Membagi saham diantara kita berenam. Aku lima puluh persen, kalian masing-masing 10 persen. Aku akan membuat beberapa departemen dan menempatkan kalian di posisi teratas. Kalian akan dikontrak lima tahun dan akan mendapatkan gaji yang layak setiap bulannya. Akan ada bonus apabila game yang diluncurkan berhasil. Aku akan mengatur MOU-nya nanti."

Mereka berlima tampak terpukau.

Nadia melanjutkan. "Aku tak bermaksud mengambil keuntungan sendirian. Aku sedang berjudi di sini. Aku bisa rugi ataupun untung. Sedangkan kalian, sebagai karyawan kalian tak akan rugi apapun. Kalaupun game ini gagal, kalian akan tetap dibayar setiap bulannya. Kalau game ini berhasil, selain mendapat gaji kalian akan mendapat keuntungan dari bonus dan pemilik saham. Pikirkanlah." Di akhir pidato Nadia memandang mereka satu demi satu. Wajahnya tampak serius seolah ia telah melakukan hal ini beberapa ratus kali.

Silvi dan teman-teman lainnya berpandangan. Tawaran yang Nadia berikan memang sangat menggiurkan dan murah hati. Bagi mereka yang mahasiswa miskin dan hanya memiliki bakat, bila mereka tak menemukan pendukung keuangan, akan sangat sulit untuk bisa mengembangkan game yang menyedot banyak biaya.

Kesempatan sudah ada di depan mata. Mereka tak segan untuk mengambilnya.

"Nadia..." Silvi meliriknya dengan kagum. "Saat ini kau tampak seperti SEO. Sangat berwibawa. Apa kau yakin masih mahasiswa?"

Semua orang tertawa.

Nadia tersenyum. Di dunia sebelumnya ia sudah menjadi karyawan lebih dari sepuluh tahun dan terbiasa memimpin tim. Tentu saja melakukan hal itu sudah biasa baginya "Kalian lupa aku jurusan manajemen bisnis?"

Mereka semua mengangguk. "Ya. Awalnya kami ragu kenapa kau tak lulus-lulus. Kufikir kau hanya bermain-main. Siapa yang tau kau berbakat mendirikan perusahaan?"

Mereka bercanda sejenak. Lalu mulai dengan serius membicarakan kontrak dan rencana kerja ke depannya.

***

Sementara di lantai 57 sebuah gedung.

"Bos, Pagi tadi Nona Nadia datang ke bank untuk mengajukan pinjaman." Dika melaporkan. Liam mengangkat pandangan dari dokumen di tangannya.

"Dia meminjam uang? Berapa?" Liam melepas kecamatanya. Mengeryit.

"Itu tujuh Miliar."

Liam menyeringai. Gadis itu benar-benar menghabiskan uang seperti air. Kemana uang-uang yang dimilikinya sebelumnya itu pergi?

"Apakah ia mendapatkannya?"

"Tidak bos. Nona Nadia tidak memiliki jaminan apa-apa."

Liam mengetuk-ngetuk mejanya dan berfikir. Sebelumnya ia tau Nadia berinvestasi untuk game. Mungkin dana yang ia butuhkan ada hubungannya dengan game itu. Liam sudah memeriksa game dan orang-orang yang bersangkutan. Itu cukup bagus dan potensial. Jadi Liam tak menghentikan Nadia.

"Bagaimana dengan hal yang aku minta?" Liam kembali bertanya.

"Bos, orang-orang kita telah mendapat informasi bahwa ada masalah terhadap ijin proyek. Tapi hal itu masih belum jelas dan harus diperiksa lagi. Pihak internal mereka sangat ketat sehingga kami masih membutuhkan waktu untuk memeriksanya."

Liam mengangguk. "Umm terus selidiki. Tahan pengajuan proposal kita sampai semuanya jelas."

"Ya. Bos"

"Bagaimana dengan kepindahanku?"

Dika teringat tugas tempo hari yang diberikan bosnya. "Itu akan selesai dalam dua hari lagi."

"Bagus. Kau bisa keluar sekarang."

"Ya, bos"

1
Handa Yani
cerita selanjutnya mana kaaa
Handa Yani
oh so sweet...
🌿×ìąօണҽì հąղҽҽղ🦋🕊🤍🐬
ka mn cerita slanjutnya... /Sob//Sob//Sob/
Mutia Sari
knp cman segitu critanya,pdhal lgi seru"nya
Lanjut dong kk🙏🙏
Madi Abizar: lanjutnya mana KK,padahal lagi seru"nya🙏
total 1 replies
Bella Tuhumury
next kak semangat🥰
Handaru Rayyi
bagus nunggu up nya
ita aini
bagus ceritanya aku suka
Virginia Bakita
ka lanjut dong cerita nya 🙏
Nadilla Dilla
di tunggu ya kak ke lanjutan ceritanya
Loli
Ternyata oh ternyata nenek lampir
dalangnxa...🙄🙄
Loli
Nadia blm engeuh klo Liam ada udang dibalik bakwan.,.😁😁
Loli
Y minta kompensasi yg bnyk
lumyn buat nmbh model usaha..😁😁
Adek Ritonga
lanjutan nya mana nii cerita nya seru bikin jantung dag Dig dug Uda lamaa nungguin nya 🙏
rhoja bio
lnjuut thor
vivin riharyani
kapan up thor
Anik Yustiawan
kok lm g update kak... padahal ditggu cerita selanjutnya
VaNiLaLuLaBo
mana sambungannya.. aku suka cerita ini.
❥Bbi
/Scowl/
vivin riharyani
lanjut Thor
Anggrek ungu (D.A)
lanjut thoor, ceritanya bikin deg2 kan, semangat...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!