April mengalami patah hati karena lelaki yang selama ini dia taksir justru menjalin kasih dengan sahabatnya sendiri.
Karena kesal April ingin menghabiskan malam dengan pria bayaran di bar tempatnya bekerja.
Namun, siapa sangka pria yang dibayarnya itu justru mengajaknya menjadi kekasih kontrak.
Apa yang sebenarnya terjadi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pencuri!
Dea terkejut ketika menyambut kepulangan Bian, lelaki itu mabuk sampai tidak sadarkan diri.
Biasanya Bian bisa mengontrol diri walaupun minum alkohol, pasti ada sesuatu yang membuat kekasihnya menjadi seperti itu.
"Apa ini masih ada hubungannya dengan April?" gumam Dea merasa geram.
Usahanya selama ini terasa sia-sia karena April masih menjadi bayangan di hubungannya bersama Bian.
Dea harus memikirkan cara lain supaya April bisa menyingkir dari kehidupannya dan pergi menjauh.
"Aku harus mencari tahu kelemahan April," lanjut Dea dengan rencana jahatnya.
Keesokan harinya, Dea mencoba memata-matai April dengan menyamar menjadi petugas kebersihan di unit apartemen perempuan itu.
"Sepertinya hari ini waktunya layanan kebersihan," ucap Adam ketika melihat layar interkom sebelum membuka pintu.
Adam menginap lagi di apartemen April setelah menjemput perempuan itu dari panti kemarin.
Pagi ini, lelaki itu menyiapkan sarapan dan mendengar bel apartemen berbunyi.
"Memangnya hari ini hari apa?" tanggap April mencoba mengingat. Rasanya tempat itu baru saja dibersihkan.
Mungkin dia lupa hari.
"Biarkan saja masuk!"
Akhirnya Adam membuka pintu dan membiarkan Dea yang dianggap sebagai petugas kebersihan masuk.
Pada saat itu Dea memakai masker dan wig yang membuat April pun tidak sadar jika orang itu adalah Dea yang April kenal.
"Kita makan biar kamar dibersihkan dulu," ucap Adam.
April setuju dan meminta petugas kebersihan membersihkan kamar.
Padahal April bisa melakukan semua hal itu sendiri tapi Adam melarangnya.
"Apa masih tidak ada tanda-tanda datang bulan?" tanya Adam yang masih penasaran.
"Bukankah kita baru periksa kemarin?" balas April.
Selagi mereka berdua membicarakan hal serius, Dea menyelinap ke kamar utama untuk melakukan perannya.
Padahal di dalam sana, perempuan itu berusaha membongkar kamar April. Dia membuka setiap laci dan tidak menemukan hal penting.
"Ck!" Dea berdecak sebal karena merasa penyamarannya kali ini berakhir sia-sia.
Namun, Dea mengingat sesuatu.
Mereka besar bersama jadi Dea tahu kebiasaan yang dilakukan April.
Dea membuka lemari pakaian dan mencari di setiap lipatan baju April di dalam sana.
"Aha!" Dea berseru ketika mendapatkan sesuatu dibalik tumpukan baju.
Tangannya terus bergerak liar dan membuka berkas yang ditemukannya.
"I... ini?" Dea merasa tidak percaya karena menemukan berkas perjanjian kekasih kontrak antara April dan Adam. "Ternyata mereka hanyalah kekasih kontrak!"
Perempuan itu merasa kemenangan.
Buru-buru Dea menyembunyikan berkas itu supaya tidak ketahuan.
"Apa petugas kebersihan itu baru, ya?" komentar April karena merasakan perasaan tidak enak.
"Benarkah?" balas Adam.
"Aku akan mengeceknya," April beranjak dari meja makan tapi sedetik kemudian Dea sudah keluar dari kamarnya.
Akhirnya April memintanya untuk membersihkan dapur.
"Aku harus pergi!" Adam berpamitan.
"Baiklah," April tidak mengantar Adam sampai ke pintu depan.
Dan hal itu semakin membuat Dea yakin kalau hubungan mereka hanya sebatas kontrak saja.
April mengerutkan kening karena melihat cara kerja petugas kebersihan yang tidak fokus.
"Apa kau sakit?" tanya April kemudian.
Tentu saja Dea tidak berani membuka suaranya, dia menggelengkan kepala dan mencoba melakukan perannya dengan baik.
Beberapa menit kemudian tugas Dea selesai, dia bergegas keluar dari unit apartemen April lalu membuang semua yang dia pakai untuk menyamar hari ini.
"Sial!" Dea mengumpat karena harus bersih-bersih di tempat tinggal April. Tapi, semua terbayar karena ada dokumen penting di tangannya sekarang.