NovelToon NovelToon
Nyonya Kampung Di Rumah Megah Sang Perwira

Nyonya Kampung Di Rumah Megah Sang Perwira

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyelamat / Menikahi tentara
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: PqxxyZ

Vina, gadis desa sederhana, menyelamatkan Radit, perwira militer yang terjebak perangkap dan badai kabut di hutan perbatasan. Merasa berutang budi sekaligus kagum, Radit akhirnya membawa Vina ke kota untuk dinikahi dan tinggal bersama keluarganya yang kaya raya serta terpandang.

​Namun di rumah itu, Vina terus ditekan dan direndahkan sebagai "gadis kampung". Di tengah kejamnya intrik kasta kota dan perbedaan status sosial, sebuah rahasia masa lalu perlahan terkuak.

Akankah cinta mereka mampu bertahan diuji antara ketulusan, harga diri, dan kejamnya tatanan kasta kota?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PqxxyZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 : Fitnah Kejam

Tunggu! Ini tidak seperti yang kalian bayangkan!" seru Radit lantang. Suara baritonnya yang tegas menggema di udara fajar, seketika membungkam bisik-bisik miring yang mulai menjalar di antara warga.

​Seorang lelaki paruh baya melangkah keluar dari barisan warga desa yang menyemut. Mereka berbondong-bondong membawa obor dengan tatapan menghakimi, seolah-olah siap membakar sepasang manusia di hadapan mereka hidup-hidup. Lelaki paruh baya itu menyipitkan mata, mengamati emblem di dada jas yang kini membungkus tubuh Vina.

​"Tunggu sebentar... Aku kenal lambang itu. Tuan ini adalah seorang perwira militer!" seru lelaki paruh baya itu ragu-ragu.

​Namun, provokasi telanjur membakar kepala warga. Salah seorang lelaki bertubuh kekar di barisan depan mencemooh sinis, "Halah! Tidak ada perwira yang keluar dari hutan angker fajar-fajar begini! Lihat saja sendiri, apalagi dia menggendong seorang gadis di punggungnya!"

​"Iya, benar! Perempuan dan laki-laki berduaan semalaman di dalam gubug hutan, pasti mereka telah berbuat yang tidak-tidak!" sahut warga lain, memprovokasi massa. Kasak-kusuk bernada melecehkan pun kian tak terbendung.

​Radit menggelengkan kepalanya dengan tegas. Rahangnya mengatup rapat, menahan amarah yang mulai menyulut dadanya melihat bagaimana kesucian gadis di punggungnya dipertanyakan begitu saja.

​"Pak, tolong dengarkan saya," ujar Radit, menurunkan ego militernya demi memohon pada warga. "Gadis ini kemarin malam menyelamatkan saya. Kaki saya terjebak perangkap hewan, dan sebelum itu, ada pihak asing yang menyerang dan menembakkan panah tepat di perut saya. Jika gadis ini tidak menolong dan mengobati saya dengan nekat, mungkin saya sudah menjadi mayat di tengah hutan itu!"

​Kata-kata Radit yang sarat akan penekanan dan kejujuran membuat kerumunan itu mendadak hening. Keberanian dan aura wibawa yang memancar dari tubuh Radit yang bersimbah darah namun tetap tegak berdiri, perlahan membuat sebagian warga mulai ragu dengan tuduhan mereka sendiri.

​"Tolong... bantu gadis ini," mohon Radit lirih, melirik sekilas pada wajah Vina yang pucat pasi di balik dekapannya.

​Melihat situasi yang berbalik, seorang ibu-ibu paruh baya yang iba bergegas maju. Dengan hati-hati, ia membantu menurunkan dan menyangga tubuh Vina yang sudah tidak berdaya. Kepala gadis itu terkulai lemas, matanya terpejam rapat. Vina benar-benar tidak sadarkan diri akibat demam tinggi yang membakar tubuhnya sejak semalam.

​Setelah memastikan Vina aman di tangan yang tepat, pertahanan fisik Radit akhirnya runtuh. Ia berlutut di atas tanah berbatu, bertumpu pada satu lututnya yang gemetar hebat karena menahan rasa sakit dari luka perutnya yang kembali mengucurkan darah segar.

​"Tolong... selamatka—"

​"Aduuuhh!"

​Belum sempat Radit menyelesaikan kalimatnya, Nisa—ibu tiri Vina—mendadak histeris. Perempuan paruh baya itu dengan dramatis menjatuhkan diri ke tanah, terduduk di tengah jalan setapak sembari memukul-mukul tanah liat yang basah.

​"Putriku... Putriku tersayang Vina! Kenapa nasibmu selalu sial, Nak?" ratap Nisa dengan suara melengking yang dibuat-buat, air mata buayanya mulai mengalir. "Kamu pamit ke gunung hanya untuk mencarikan ayahmu makanan, tapi kenapa malah terkena nasib sial begini? Bagaimana dengan nasib putriku kelak? Bagaimana dia akan menikah dengan lelaki baik-baik jika kehormatannya sudah... Aduuuhhh! Malangnya nasibmu, Nak!"

​Nisa terus meratap melow, sengaja mengeraskan suaranya demi memancing simpati dan kembali menyudutkan Vina di mata para warga desa yang menonton.

​Radit yang menyaksikan sandiwara itu mengepalkan tinjunya hingga memutih. "Aku berani bersumpah demi kehormatan seragamku! Bahwa aku dan gadis ini sama sekali tidak melakukan hal keji seperti yang kalian tuduhkan!" tegas Radit dengan urat-urat leher yang menegang.

​"Bu Nisa?! Mana gadis yang kau janjikan itu?!"

​Sebuah teriakan serak dan berat mendadak memotong perdebatan dari kejauhan kekerumunan. Suara itu seketika membuat ratapan palsu Nisa terhenti seketika. Seluruh warga menoleh ke belakang, membelah barisan untuk melihat dari mana sumber suara itu berasal.

​Nisa menegang, wajahnya mendadak pias, kehilangan seluruh warna darahnya. "A-apa maksud Anda?" gagap Nisa terbata-bata.

​Seorang lelaki tua berbadan besar, tambun, dan berkulit legam melangkah maju dengan angkuh. Wajahnya tampak buruk rupa dengan senyum mesum yang menjijikkan. Anehnya, di fajar yang dingin ini, lelaki tua bangka itu mengenakan pakaian beskap rapi yang sangat mewah—pakaian yang biasa digunakan oleh seorang mempelai pria untuk upacara pernikahan.

​"Hei, jangan berpura-pura amnesia! Kau sudah menerima uang dariku dan berjanji akan memberikan Vina kepadaku pagi ini! Di mana gadis itu? Aku sudah siap membawanya pulang!" seru lelaki tua itu tanpa tahu malu, menunjuk-nunjuk Nisa.

​Seketika itu juga, suasana di perbatasan desa berubah total. Bisik-bisik yang tadinya menghujat Vina, kini berbalik arah menyerang Nisa dengan tajam.

​"Astaga... Begitu kejam sekali."

​"Ternyata benar desas-desus itu. Ibu tiri memang selalu jahat! Sekarang dia berlagak menangisi nasib putrinya di depan kita, tapi di belakang dia malah menjual putrinya sendiri kepada tua bangka demi uang!" cemooh salah satu warga dengan nada jijik.

​Nisa yang panik langsung bangkit berdiri, mencoba menyelamatkan mukanya. "Aku... Aku tidak menjualnya! Ini hanya lamaran! Lamaran biasa antarkeluarga!" bela Nisa berapi-api, meski seluruh tubuhnya sudah gemetar ketakutan karena kedoknya telanjur terbongkar di depan mata seluruh warga desa.

​Di tengah kegaduhan itu, Radit perlahan memaksa tubuhnya untuk kembali berdiri tegak. Meski luka di perut dan kakinya terasa bagai disayat sembilu, rasa muak dan amarahnya jauh lebih mendominasi. Menatap wajah polos Vina yang tengah menderita demi menyelamatkan nyawanya, lalu melihat bagaimana gadis suci itu hendak dijadikan barang dagangan oleh ibu tirinya sendiri, membuat sebuah keputusan bulat langsung terpatri di dalam hati sang perwira.

​Ia tidak akan membiarkan malaikat penolongnya jatuh ke tangan monster terhormat atau tua bangka mesum itu.

​Radit melangkah maju, membusungkan dadanya yang bidang dengan tatapan mata sedalam jurang yang mengintimidasi semua orang, termasuk lelaki tua bertubuh tambun itu.

​"Tidak ada pernikahan dengan lelaki tua itu," ujar Radit, suaranya dingin namun menggelegar penuh kuasa. "Biar aku yang akan bertanggung jawab penuh untuk menikahi gadis ini!"

​"APA?!" koor seluruh warga desa bersahutan, terenyak tidak percaya dengan keputusan nekat sang perwira.

1
Putri Ayu/PqxxyZ
aduh maaf banget di bab kali ini banyak typo bertebaran 😭🙏
Ris Ris.25
Semangat ya Thor🙏
Ris Ris.25
Semangat thor🙏🙏
Ris Ris.25
mana nih kelanjutannya?🙏
Putri Ayu/PqxxyZ: Oke ditunggu ya kak😊
total 1 replies
Ris Ris.25
Bagus sekali Thor... semangat! 🙏
Sri Sulastri
mana lanjutannya min 🙏
Putri Ayu/PqxxyZ: huhu makasih ya kak sudah nungguin.. setiap Hari update 1 kali sehari ya biar sehat 🤣🤭 setiap jam 9
total 1 replies
Wawan
Salam kenal Vina ✍️💪
Putri Ayu/PqxxyZ: Hai kakk.. salam kenal kembali..
total 1 replies
Mustafa
Keren
Putri Ayu/PqxxyZ
ayo kita lihat bersama PERWIRA GANTENG DAN BAIK
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!