Hana Yori putri dari pengusaha Yori. dia sudah tak memiliki ibu dan ayah, dia hanya hidup berdua dengan Gege yang sudah memiliki istri dan putra. saat itu Hana melihat mobil yang melaju kencang ke arah keponakan yang berumur 7 tahun
"Yosa...." teriak Hana dan mendorong tubuh keponakan nya agar tak tertabrak tapi sayang mobil itu menabrak tubuh Hana Yori dan terlempar sekitar 10 meter
"HANA......" teriak histeris Gege nya yang bernama Yohan. dia terkejut saat mendengar teriakkan sang adik yang menyebutkan nama Putranya istri Yohan segera mendekati Yosa putra nya sedang kan Yohan berlari mengejar tubuh adiknya yang sudah terkapar di tengah jalan raya. sedangkan mobil yang menabrak dia sudah di hentikan para warga
"Ha Hana.. Gege mohon bangun dik, jangan buat Gege takut" tangis Yohan sambil memeluk tubuh adik nya yang sudah tak sadarkan diri
Saat tangan nya memegang tangan untuk memastikan nadi sang adik dia tertegun
"TIDAK..
Cie penasaran ya 🤣 yuk mampir kecerita
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
열한 번째 장
"Lindungi yang mulia putra mahkota..." teriak pengawal pribadi Chyen Ming. Chyen Ming terkekeh geli melihat kejadian yang sudah di beritahu adik perempuan nya itu.
"Akhirnya... si brengsek itu mulai mengeluarkan taringnya? datang lah kemari... aku akan melubangi kepalamu saat ini juga" gumam Chyen Ming. ya memang benar Mei Hui Ming sudah memberitahu nya bila perjalanan dia menuju desa Ciun itu tidak akan berjalan dengan lancar, ada musuh yang ingin desa itu hancur.
FLASHBACK OBROLAN ADIK DAN GEGE
"Gege atu melaca hutan di belatang deca Ciun itu menyimpan bebelapa halta yang langta..... tau haruc menemutan gua di detat balit tebing, nah ini tunci untut Gege macut tedalam gua itu" ucap Mei Hui Ming.
"Harta Karun apa? terus bagaimana kau mengetahui semua itu? mei mei kau bukan titisan penjaga gua itu kan?" tanya Chyen Ming. Mei Hui Ming menatap tajam kearah Gegenya itu, dia ingin rasanya menjambak rambut panjang sang Gege.
"Gege apa Tau pelnah melacatan di botati lambut mu? talau Tau belum pelnah cini bial aTu cabut lambut di tepala gege" ucap sinis Mei Hui Ming. Chyen Ming terkekeh geli melihat ekspresi wajah sang adik, dia tidak tahu kenapa raut wajah sang adik persis seperti ibunya.
"Baiklah.... baiklah.... Gege ikuti instruksi yang mulia putri mahkota" jawab Chyen Ming. Mei Hui Ming menatap malas, dia pun langsung memberikan pistol. Yang berada di ruang dimensi nya.
"Apa itu?" tanya Chyen Ming.
"Picang batal Gege mau coba? tunyah lah itu" ucap asal Mei Hui Ming. Chyen Ming yang mendengar ucapan sang mei mei pun langsung menyipitkan matanya seolah meragukan ucapan sang adik, Mei Hui Ming yang melihat ekspresi Gegenya pun cekikikan.
"Kalau mei mei sudah ketawa seperti hantu penunggu pohon di dalam hutan, itu berarti meragukan" jawab Chyen Ming.
"Itu namanya cenjata api.... lebih cingtat nya pictol, cala telja nya cepelti tombat. tapi lebih mematitan, Gege bica mengalahtan moncong cenjata api itu tedepan. dan tetan bagian bawah yang telcelip tecil di bagian dalam itu, coba Gege alahtan te pohon itu.. tapi pataitan moncong tecil itu tebagian depan cenjata. itu namanya peledam cuala letucan" ucap Mei Hui Ming. Chyen Ming pun mengikuti ajaran sang adik, dia pun langsung mengarah bibir monyong senjata kecil di tangannya itu kedepan.
JLEB
BRUK
Pohon kecil yang berada di kediaman Chyen Ming pun langsung tumbang, mata Chyen Ming melotot. apa lagi batang pohon itu patah begitu senjata di tangan nya dia tarik pelatuknya, dia mengalihkan tatapannya ke arah sang adik. dia pun merasa takjub dengan senjata yang ada di tangannya itu.
"Nah Gege cudah bica.... jadi cenjata itu bawa temana pun, itu untut menjaga dili Gege di caat teldesat" ucap Mei Hui Ming. Chyen Ming mengerutkan keningnya, apa arti terdesak dari mulut adiknya itu.
"Terdesak? karena apa?" tanya Chyen Ming.
"talena olang yang membuat desa Ciun melana.... Gege tahu? laja You itu, butan laja yang telcebal... dia ingin menguacai calah catu dali tetaicalan, tapi bodohnya. pala taisal tidat culiga tepada lelati tua itu.... Meleta menganggap talau lelati tua itu benal-benal bait hati dan membantu pala walga deca Ciun, nyatanya dia mengingintan deca itu hancul... dan membuat salah satu pangelan atau putla mahtota datang te deca itu, dan membantu pala warga. cebelum pala pangelan atau putla mahtota tiba.... lelati tua itu cudah menyerang meleta di perjalanan menuju deca itu" ucap Mei Hui Ming. Chyen Ming melotot, dia benar-benar tidak menyangka. walau kekaisaran dia jauh dari kerajaan You, tapi bahan pangan dan sayur terkirim dari kekaisaran nya.
"Ini tidak bisa di biarkan Mei mei.... Gege tidak akan melepaskan raja tua itu, tapi tidak mungkin bukan kita menyerang langsung tanpa mengetahui sifat buruk dan kekejaman Raja You? nanti kita yang di salahkan oleh para kekaisaran lain" ucap Chyen Ming. Mei Hui Ming pun mengeluarkan Geranat,
"Gege bisa pelingan?" tanya Mei Hui Ming.
"Bisa... Ging gong Gege cukup kuat dari beberapa putra mahkota kekaisaran lain" jawab Chyen Ming.
"Baguc.... cetelah Gege beljalan menuju deca Ciun, nanti Gege atan di hadang. nah sebelum lanjut desa Ciun... Gege mampil te telajaan You secara diam-diam, bialtan pala plajulit atau pengawal pergi lebih dulu. Gege datangin telaja You, dan lempaltan gelanat ini te luang telja laja You. nanti benda itu atan belbunyi" ucap Mei Hui Ming.
BOOM
"Nyawa laja You... atan hanguc juga mengituti laga yang telbata hanguc" ucap Mei Hui Ming. dengan nada dingin, Chyen Ming yang baru melihat ekspresi wajah adiknya pun tertegun. dia melihat dengan baik-baik.
"Baik Gege mengerti" jawab Chyen Ming.
FLASHBACK OFF
SREK
Panah dari pepohonan pun menyerang para prajurit Chyen Ming, tapi mereka yang di siapkan sebagai pelindung Chyen Ming. sebagai putra mahkota pun,
Chyen Ming mulai mengarahkan moncong senjata nya, dia mengarahkan ke pohon yang di tempati seorang lelaki yang seumuran dengan nya itu. tanpa basa basi pun Chyen Ming menarik pelatuknya.
DOR
BUG
"Putra mahkota......
BERSAMBUNG......
dan tu tasyih phote untut mu 😁