Season 2
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21'
Setelah berlatih selama 17 tahun di Alam Surgawi, Arthur pun mendapatkan kekuatan besar dari hasil kerja kerasnya bersama Smith, Aron dan Amon.
Arthur pun sudah lumayan menguasai semua skill di dalam kitab pemberian Devin, dia juga sudah menguasai betul elemen, teknik berpedang, dan pembentukan energi ke wujud senjata, armor, maupun pelindung tubuh.
Levelnya melonjak drastis, kultivasi nya naik secara intens, otot tubuhnya semakin lentur, dan yang paling penting adalah mata RinneSharingan yang berhasil dia dapatkan berkat usaha keras Zet yang memutar cuplikan video kematian orang tua Arthur.
"Cuma tiga titik ya? dulu Bima 6 titik." ucap Smith saat menunggu Arthur sadar dari pingsannya karena habis mengamuk.
[Bos ini bukan menjadi penerus seutuhnya, dia hanya meneruskan title MahaDewa, Dewa Kematian, dan Kaisar Neraka. Jadi hanya mendapat 3 titik di matanya]
"Ohh! begitu ya! aku paham!" ucap Smith mengangguk paham.
Tak lama, sekitar 30 menit kemudian Arthur pun tersadar dari pingsannya. Dia merasakan pegal di seluruh tubuhnya entah karena apa.
"Minumlah dulu, istirahat sejenak sebelum keluar." ucap Amon menyodorkan segelas air putih hangat.
Arthur meminum air putih hangat itu sampai habis, setelah itu dia melamun mengingat kembali kedua orangtuanya yang telah pergi 5 tahun yang lalu.
"Pasti mereka bangga melihat perkembanganmu, jangan sedih. Kalau kau sedih, nanti mereka ikut sedih karena gagal mendidikmu sebagai seorang anak mandiri." ucap Smith.
"Iya paman, terimakasih." ucap Arthur tersenyum tipis.
"Bos, Olivia menunggu!" ucap Son.
"Son sialan!" teriak Arthur kesal dengan wajah merah karena malu.
[Hahahaha....pujaan hatimu menunggu bos! hahahaha...]
"Brengsek!" umpat Arthur kesal.
"Olivia siapa? adik Riana?" tanya Aron pada Son.
"Betul! bos tergila-gila padanya hahaha....." jawab Son.
"Son! hentikan!" teriak Arthur dengan wajah semakin merah karena malu.
[Kemarin sebelum latihan dia halu! hahahaha....]
"Hahahaha....." Amon dan Aron tertawa geli.
"Sialan!" ucap Arthur sangat kesal bercampur malu karena rahasianya di bongkar.
"Sudahlah, cepat keluar, bersih bersih, badanmu bau. Nanti Olivia tidak suka." ucap Smith.
"Wuahahahaha!" Son tertawa terbahak-bahak.
Arthur mendengus kesal, dia pun keluar dari Alam Surgawi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket karena keringat.
Selesai mandi, Arthur pun rebahan di atas kasur sambil melamun menatap plafon kamar.
"Masih jam 5, mau ngapain anjir!" gumam Arthur.
Karena bosan, Arthur pun keluar kamarnya untuk membuat kopi. Saat membuat kopi, tiba tiba Olivia datang mengagetkan nya.
"Bwaa!" ucap Olivia memeluk Arthur dari belakang.
"Aaaaa!" teriak Arthur yang langsung berlari masuk ke kamarnya.
"Hihihi...." Olivia tertawa cekikikan melihat Arthur yang lari ketakutan.
Di kamarnya, Arthur bersembunyi dibalik selimut dengan tubuh bergetar hebat karena ketakutan.
'Payah! cuma begitu saja takut!' ucap Son.
"Itu kalau kunti gimana son?! di peluk kuntilanak itu gak lucu bodoh!" ucap Arthur.
Tok..tok..tok..
Saat sedang bersembunyi dibalik selimut, tiba tiba pintu kamarnya di ketuk secara perlahan. Hal ini semakin membuat Arthur merinding dan ketakutan.
"Arthur, ini aku Olivia, kopimu sudah jadi itu! cepat keluar!" ucap Olivia dari luar.
"Pasti peniru!" gumam Arthur tidak percaya.
'Sebegitu penakut nya kau bos!' ucap Son kesal.
"Aku dulu pernah di tampakin kunti Son! bikin trauma!" ucap Arthur.
[Keluarlah! siapa tau itu benar Olivia bos]
"Yakin kau?!" tanya Arthur ragu.
[Makanya keluar dulu!]
Arthur pun memberanikan diri untuk keluar kamar, benar saja, ternyata Olivia sedang duduk santai di ruang TV sambil menonton TV dengan di temani secangkir teh hangat.
"Dasar penakut! itu kopimu!" ucap Olivia tersenyum mengejek.
Arthur hanya cengengesan, dia berjalan ke dapur untuk mengambil kopinya. Setelah itu dia pergi ke teras halaman belakang untuk bersantai menikmati udara pagi.
'Zet, cek status.' ucap Arthur.
[Status
Nama: Arthur Dillingham
Usia: 37 tahun
Title: Pemilik Sistem, MahaDewa, Dewa Kematian, Kaisar Neraka
Job: Fighter, Assassin, Guardian, Alchemist
Kultivasi: Holy God
Level Hunter: 3899 (Dewa)
STR: ∞
AGI: ∞
DEF: ∞
VIT: ∞
Poin Pengalaman: 0
Elemen: Api, Air, Angin, Tanah, Petir, Kayu, Es
Pasif Aktif:
-Devil's Steps
Teknik:
-Berpedang kuno
-Void Sword
Skill:
-Sword of justice
-Doomsday Meteor
-Dragon Fire Of Death
-Thunder Strom
-Lightning Dragon
-Sealing soil
-Hurricane slash
-Death god's stab
-Simple Domains
Statue:-
Beast Spirit:
-Gorilla Putih
Titan:-
Mode:-
Roh Spiritual:-
Total persentase kekuatan: 1000%
Kekayaan: Rp 0
Inventori:
-Kitab Teknik Berpedang
-Pedang Yin Yang
-Pedang Dewa Neraka
-Pedang Jiwa
\=>Shop
\=>Gacha]
"Uhukk...uhukk...hoekkk...cuihh!" Arthur tersedak kopi sampai muntah darah karena melihat level dan title miliknya.
Olivia yang mendengar suara batuk dan muntah Arthur langsung berlari menghampirinya untuk mengecek keadaannya.
"Kenapa?" tanya Olivia memegang pipi Arthur dengan wajah panik.
"Keselek kopi, gak papa kok tante." jawab Arthur melepaskan tangan Olivia.
"Yakin?" tanya Olivia ragu.
"Iya tante, tante ke dalem aja, aku gak apa apa kok." jawab Arthur tersenyum.
"Kalau sakit atau apa langsung panggil ya, yang lain lagi keluar soalnya." ucap Olivia lalu beranjak pergi.
'Zet! kenapa aku sudah umur 37 bangsat!' tanya Arthur kesal.
[Aku ngitung sesuai jalan hidupmu, kalau kau di alam Surgawi selama 1000 tahun, ya aku tulis segitu! kalau misal 1 miliar tahun ya aku tulis 100 lebih gitu.]
'Cih! terus itu level, title sama kultivasi?!' ucap Arthur.
[Hasil kerja keras latihanmu, jangan tanya lagi bodoh!]
'Wow!' ucap Arthur spontan.
Arthur melamun memikirkan kekuatannya sendiri, dia bingung mau bereaksi seperti apa, mau bangga pada siapa, ingin merayakan dengan siapa, dia bingung. Jadi Arthur memilih untuk memendamnya dan menyembunyikan ini semua.
[Bos! uangmu habis! mau masuk dungeon tidak? aku ada 10 level untuk newbie payah seperti mu!]
'Mau! level 1 dulu untuk pemanasan!' jawab Arthur.
[Baiklah! siapkan dirimu ya!]
Arthur langsung beranjak pergi ke kamarnya, dia juga menghampiri Olivia dulu sebelum masuk ke kamar.
"Ada apa?" tanya Olivia yang saat itu hanya mengenakan daster tipis, sehingga memperlihatkan bodynya yang membuat Arthur bengong.
"Anu...aku tidak sarapan ya tante, aku mau tidur lagi." jawab Arthur terus menatap wajah cantik Olivia yang sangat natural tanpa tersentuh riasan sedikitpun.
"Ya sudah, tidur saja kalau ngantuk, nanti siang aku bangunkan." ucap Olivia tersenyum manis.
"Terimakasih tante." ucap Arthur langsung berlari ke kamarnya karena tidak tahan akan kemanisan Olivia.
'Hahaha..." Son tertawa keras melihat tingkah tuannya.
"Bisa meledak jantungku kalau gini terus!" gumam Arthur memegangi dadanya.
'Tapi memang aku akui kalau adik Riana itu sangat cantik nak. Kalau kau mau aku bisa bicarakan dengan tuan Adrian atau Riana sendiri.' ucap Aron.
'Hey! jangan!' seru Arthur kesal.
'Ayo kak! kalau izin dulu malah di larang!' ajak Amon.
'Semoga lancar!' ucap Smith.
'Arghhhh! sialan!' teriak Arthur kesal bercampur takut.
[Ayo bos! biarkan saja mereka itu! kita fokus cari cuan dulu! kau ini sangat sangat sangat miskin! bodoh!]
"Kau kasar sekali Zet." ucap Arthur dengan wajah sedih.
[Cepat bodoh!]
"Baiklah hiks..." jawab Arthur.
Arthur pun di pindahkan ke sebuah hutan lebat yang sangat mengerikan. Arthur pun mengeluarkan pedang Jiwa nya dan mulai bergerak mengikuti benang energi yang dia lihat setelah celingak celinguk.
Arthur terus berjalan dengan penuh kewaspadaan, indra pendengar dan indra perasanya dia fokuskan supaya tidak mendapat serangan dadakan.
2 jam dia berjalan mengikuti benang energi berwarna merah itu, cukup jenuh Arthur merasakannya, sampai akhirnya dia sampai di ujung hutan sekaligus pintu padang rumput yang di tunggu oleh 300 monster kelas SSS.
"Waktunya praktek!" ucap Arthur menggenggam erat pedangnya sambil menyeringai.
Groahhhhh....
Ke-300 monster itu mengaum secara bersamaan, saat itu juga Arthur melesat menyerang para monster di sana dengan penuh semangat.
Woshhh...
Jlebb...
Crashh..
Crashh..
Crashh..
Groahhhhh...
Groahhhhh...
Arthur bergerak dengan teknik berpedang kuno yang memperlihatkan tarian berpedang yang sangat indah dan terasa mematikan. Damage yang di berikan naik 2x lipat karena Arthur mengaktifkan teknik Void Sword.
Arthur melesat dengan kecepatan sedang karena itu sudah maksimal yang dia mampu. Lumayan lama Arthur bertarung karena dia sangat menikmati teriakan kesakitan lawannya.
Hingga setelah 2 jam bertarung akhirnya Arthur menyudahinya karena sudah bosan. Arthur menyimpan semua mayat monster yang masih utuh berkat pedang Jiwa yang bisa membunuh tanpa harus memutus salah satu bagian tubuh.
"Jual semua Zet! hahahaha!" ucap Arthur tertawa keras sambil istirahat minum air mineral.
[Lanjut level 2?]
"Lanjut lah! sebatang dulu bentar!" jawab Arthur.
[Baiklah!]
Arthur tersenyum senang lalu menyulut rokoknya untuk menghilangkan rasa penat di tubuhnya.
Bersambung....
req lanjutan anak dari si arthur ama isabela dungs😁