NovelToon NovelToon
After The Divorce

After The Divorce

Status: tamat
Genre:Single Mom / Cerai / Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Tamat
Popularitas:563.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: triani

sebuah kata talak berhasil mengubah pandangannya tentang rumah tangga, ia kira cukup menjadi istri yang mencurahkan seluruh hidupnya untuk suami dan anak-anak nya akan membuat suaminya bertahan. Tapi nyatanya ia salah, sebuah alasan tidak cinta menjadi kambing hitam.
Namanya Nina, ibu muda dua anak yang harus menelan pil pahit pernikahan. Bagaimana hidupnya dan anak-anak tanpa suaminya lagi setelah ini, tidak pernah terbayangkan olehnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon triani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21. Om yang baik

Beruntung sebuah mobil baru saja parkir di halaman samping.

Mungkin om itu punya sesuatu, .batin Akmal.

"Tunggu sebentar ya dek."

"Kakak mau ke mana?" tanya Sasa sambil menahan baju kakak laki-laki nya.

"Bentar dek, kakak hanya bentar. Pokoknya adek janji ya, jangan keluar-keluar saat kakak pergi." ucap Akmal sambil menunjukkan jari kelingkingnya.

"Tapi kakak mau ke mana?" Sasa masih tidak mau menyerah sebelum sang kakak menjelaskan padanya.

"Kakak mau coba tanya om yang punya rumah ini, punya nasi atau tidak."

"Tapi kakak janji, jangan lama-lama."

"Siap adik."

Akmal pun bergegas meninggalkan sang adik, karena untuk menuju ke lantai dua ibunya tidak pernah melewati akses tangga yang ada di dalam rumah, jadi Akmal pun tidak berani melakukannya, ia pun harus keluar dan lewat tangga depan untuk ke lantai atas.

Tangannya tampak ragu untuk mengetuk pintu, ini pertama kalinya ia naik tanpa ibunya dan yang lebih membuatnya gugup karena di dalam rumah itu ada penghuninya.

"Nggak pa pa, jangan takut Akmal,"

Ceklek

Baru saja Akmal melayangkan tangannya hendak mengetuk pintu, tiba-tiba pintu di buka dari dalam hingga menampakkan sosok rapi dengan kemeja putih dan celana hitam,

Dengan cepat Akmal menarik kembali tangannya dan menyembunyikan di balik tubuh mungilnya, ia juga tidak berani menatap pria di depannya itu,

"Hallo, ada yang bisa saya bantu?" tanya pria itu ramah membuat Akmal perlahan mengangkat kepalanya hingga mereka saling pandang dan ternyata pria itu sudah berjongkok di depan Akmal,

"Bukankah kamu yang tinggal di bawah?" tanyanya kemudian.

"Maaf om, Akmal ganggu om ya?"

Pria itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya, "Jadi nama kamu Akmal? Kenalkan namaku Dirga, panggil saja om Aga. Tapi terserah kamu sih, beberapa orang lebih suka memanggilku begitu." Ucap pria itu sambil sedikit tergelak dengan tangan yang langsung otomatis menutup mulutnya.

Perasaan Akmal pun jadi menghangat begitu tahu pria itu ternyata sangat hangat dan ramah tidak seperti yang ia pikirkan selama ini, ia cukup menyayangkan kenapa ibunya tidak pernah sekalipun bertegur sapa dengan pria itu.

"Oh iya, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya om Aga lagi membuat Akmal teringat kembali dengan sang adik yang ia tinggal sendiri di rumah, jika tahu pria itu sangat ramah pastilah Akmal memilih mengajak adiknya dari pada meninggalkan sendiri di rumah.

"Jadi begini om ....," Akmal pun langsung menceritakan semua yang terjadi dan om Aga mendengarkannya dengan seksama dengan beberapa kali mengubah ekspresi wajahnya.

"Jadi kamu meninggalkan adik kamu sendiri?"

Akmal pun menganggukkan kepalanya,

"Kenapa tidak kamu ajak ke sini saja adik kamu!? Aku tidak punya nasi sih, tapi aku punya sesuatu yang bisa aku masak dan kita makan bertiga, bagaimana? Apa kamu mau?"

Akmal masih terlihat ragu, ia ingat betul dengan pesan ibunya, tidak boleh bicara dengan orang asing apalagi mengunjungi orang asing tapi orang asingnya kali ini baik membuat Akmal berat untuk menolaknya.

Melihat keraguan di mata Akmal, om Aga pun mengakup kedua bahu Akmal,

"Baiklah bagaimana kalau gini, kamu boleh tanya sama ibu kamu dulu baru makan sama om, nih!" ucapnya sambil mengulurkan ponsel di tangannya membuat Akmal mengerutkan keningnya,

"Kamu ingat nomor ponsel ibu kamu kan?"

Jika aku menghubungi ibu, ibu pasti akan melarangnya, lagi pula ibu pasti akan kepikiran. Om Aga terlihat begitu baik, tidak mungkin om Aga akan berbuat jahat sama Akmal dan Sasa, batin Akmal mempertimbangkan.

"Tidak perlu om, Akmal setuju. Akmal akan ajak adek Akmal ke sini."

"Baiklah, om tunggu ya."

Akhirnya Akmal memutuskan untuk menjemput Sasa dan mengajaknya ke lantai dua.

"Kalian duduklah, biar om yang masak untuk kalian." ucap om Aga yang sudah siap dengan Afron dan juga peralatan masaknya, sudah lama sekali ia anggurkan dapurnya, dan hari ini ia akan mulai memasak lagi.

Akmal dan Sasa pun duduk di sofa tidak jauh dari tempat om Aga memasak, terlihat mereka sangat mengagumi ruangan itu, begitu lengkap persis seperti rumah di bawah hanya saja di atas sepertinya kamarnya lebih banyak.

"Makanan siap!" ucap om Aga sambil meletakkan sebuah nampan yang berisi roti sandwich buatannya.

"Wahhhh, ini makanannya Spongebob. Om nya hebat ya bisa buat makanan seperti Spongebob." ucap Sasa antusias terlihat sekali kalau dia tidak sabar ingin segera menikmatinya.

"Kalian suka?" tanya om Aga sambil melepas afronnya dan meletakkannya di sandaran sofa begitu saja.

"Iya, ibu mana bisa buat seperti ini." ucap Sasa lagi.

"Husttt, Sasa jangan seperti itu." Akmal segera memperingatkan adik perempuannya membuat om Aga tersenyum.

"Bagaimana lagi, memang benar ibu kan memang tidak pernah buat yang seperti ini."

"Ya jangan begitu dek, kalau ibuk mau, ibuk juga bisa buat yang seperti ini."

"Ya udah kalau gitu nanti biar Sasa minta ibuk buat yang seperti ini."

"Ya jangan, kan kasihan ibuk. Ibuk pasti capek."

"Tapi om suka loh sama gorengan buatan ibu kalian, rasanya enak." ucap agar melerai dua bersaudara itu membuat mereka seketika menoleh pada om Aga.

"Ayah juga suka bilang begitu." celetup Sasa lagi.

"Oh, benarkah? Jadi aku bukan yang pertama ya. Tapi memang enak sekali sih rasanya." Om Aga masih memuji gorengan ibunya membuat Akmal dan Sasa tertawa.

"Kenapa kalian malah tertawa?" tanya om Aga penasaran.

"Soalnya ibuk juga selalu berkata seperti itu." ucap Akmal.

"Benarkah? Bagaimana katanya?"

"Kata ibuk, om yang tinggal di atas tidak menarik yang sewa mungkin karena ibuk selalu membuatkan gorengan yang enak sama om yang di atas." cerita Akmal begitu antusias sambil menirukan gaya bicara ibunya.

"Kalian lucu sekali, ya udah ayo cepet di makan keburu dingin nanti tidak enak."

Akhirnya Akmal dan Sasa pun mulai memakannya sambil sesekali menjawab pertanyaan dari om Aga.

Dari mereka juga, om Aga tahu jika penghuni di bawahnya adalah seorang single parent.

"Apa om tidak kerja?" tanya Akmal begitu sudah selesai makan.

"Kerja, tapi kayaknya om hari ini mau menemani kalian saja, bagaimana?"

"Jangan! Nanti om di pecat loh. Akmal sama Sasa akan kembali ke bawah dan mengunci pintu, jadi jangan khawatir."

"Jangan khawatir, tidak akan ada yang akan pecat om. Baiklah, bagaimana kalau om temani kalian satu jam lagi, ibu kalian bisanya pulang jam empat kan? Sekarang masih jam dua, jadi kalian tidak akan lama sendiri,"

"Nanti kalau ibuk tahu kami sudah menyusahkan om, ibuk pasti akan marah."

"Jangan kahwatir, om bisa kok kerja dari rumah, itu meja kerja om lengkap dengan komputernya juga." ucap Dirga sambil menunjuk meja yang berada di dekat jendela,

"Jadi kalian bisa bermain di sini sembari menunggu om kerja. Lagi pula om juga kesepian kalau sendiri."

Akmal dan Sasa masih terlihat ragu meskipun Dirga sudah begitu meyakinkannya. Dirga langsung merasa dekat dengan kedua anak itu, mungkin karena ia juga pernah berada di posisi mereka.

Dirga tumbuh dari keluarga yang tidak utuh, papa dan mamanya bercerai sejak ia kecil, dan sepetinya perasaan simpati itu langsung tumbuh pada Akmal dan Sasa.

"Bagaimana kalau ini jadi rahasia kita bertiga, om janji nggak akan bicarakan ini sama ibuk kalian." ucap Dirga sambil mengulurkan jari kelingkingnya.

Setelah saling pandang, Akmal pun akhirnya menautkan jari kelingkingnya,

"Setuju."

Bersambung

Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar bisa up tiap hari

Follow akun Ig aku ya

Ig @tri.ani5249

Happy Reading 🥰🥰🥰

1
Hendro -
Luar biasa
Elizabeth Zulfa
itulah orag baik gk pernah tanggung2 klo mau nolong org baik lainnya.... tpi Thor bisa gak sih si nina itu dibikin tegas dikit klo berhadapan sama si kemal itu... kn dia cuma mantan zg gak berhak ngatur2 kehidupan nina lagi... wong dia aja udah nikahin jalang norak gak berkelas itu.. iiiuuuhhhh 🤮🤮
Tri Ani: siap kakak
total 1 replies
Indra Lapiz
menemani seorang laki2 dr nol, maka kamu akan mendapatkan hadiah perselingkuhan.
Elizabeth Zulfa
guru kok culas gitu... gak pntes bnget image nya... jngn2 muridnya pda diajarin zg jlek2 lagi 😏😏
Elizabeth Zulfa
ini nich definisi dewasa sebelum waktunya... akmal ank zg hebat.. sayang aja punya bpk gak ada akhlak... moga aja kelakuannya jeleknya gak nurun dech
Elizabeth Zulfa
semangat nina.... tunjukin ke mantan begomu itu klo kamu bisa sukses meski tanpa mantan gak tau bles budi itu...
Elizabeth Zulfa
dij gatel bngt silvi 🤮🤮🤮
Elizabeth Zulfa
laaaaaahhhh.... bosnya nina rupanya
Elizabeth Zulfa
biarpun cuma cerita karangan authornya aja tpi pas bner2 dibayangin jadi nina tuh nyureesseeeeekkk bngt bbget bangeeeeeeeettt tau gak 😢😢
Elizabeth Zulfa
nah kn bneeeeerrr...
Elizabeth Zulfa
itulah laki2... klo dia udah ngerasa udah sukses idupin anak istri jdi seenak udelnya aja.. apalagi klo dia udah bilang gak cocok lah, gak cinta lah padahal tuh cuma alesan doang biar dia bebas jalan sama cewek lain tnpa ribet dengn urusan anak istri 😡😡
sang penikmat
Luar biasa
Alesha Aysila Channel
perpect
Hera Puspita Sari
akhir yg bahagia 🤗🤗
Hera Puspita Sari
kl kita sudah tak punya apa² jgn kan org lain keluarga aja ikut menjauh......🤗🤗
Hera Puspita Sari
dulu ada doa istri mu Kamal, maka nya hidup mu berjaya 😁😁😁
Hera Puspita Sari
baru Kamal menyesal skrg kan, rasa kan, udah dapat istri baik tp masih mau yg lain juga 🤭🤭
Hera Puspita Sari
Silvi ni udah merebut suami Nina, tapi tetap aja mau serakah
Hera Puspita Sari
😁😁😁😁😁
Hera Puspita Sari
nih baru laki² yg bertanggung jawab, menghargai perempuan 🤭🤭, pasti pak Dirga jemput kk nya Nina 🤗🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!