Novel ini mendapatkan hadiah kooperatif di event air mata pernikahan 3.
Rangga sengaja menikahi Cinta untuk membalaskan dendam atas kematian adiknya. Rafael, adik Rangga, memilih bunuh diri karena ditolak oleh Cinta.
Selama pernikahan, Cinta hanya mendapatkan kekerasan fisik maupun psikis. Semua itu, Rangga lakukan untuk memenuhi misi balas dendamnya.
Sampai kapankah Rangga melakukan KDRT pada Cinta? Apakah Cinta akan tetap bertahan dalam rumah tangga yang seperti neraka itu?
Jangan lupa tekan favorit sebelum lanjut baca. Terima Kasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21. Cinta Sakit
"Cinta adalah kekuatan liar. Ketika kita mencoba mengendalikannya, itu menghancurkan kita. Ketika kita mencoba memenjarakannya, itu memperbudak kita. Ketika kita mencoba memahaminya, itu membuat kita merasa tersesat dan bingung."
**
Rangga tertawa mendengar ucapan Arimbi. Dia lalu mengambil gawainya dari saku celana. Memperlihatkan satu video ke arah Arimbi. Pria itu baru memperlihatkan kedatangannya.
"Itu apa? Kamu datang ke rumah''kan?" tanya Rangga dengan tersenyum simpul.
"Baiklah, Rangga. Aku akan jujur. Aku memang datang ke rumah kamu. Kedatanganku hanya untuk bertanya dengan Cinta mengenai pernikahan kalian. Aku mencintai kamu, Rangga. Samua itu aku lakukan karena belum bisa menerima keputusan kamu!" ucap Arimbi dengan suara gemetar.
Rangga berdiri dari duduknya. Arimbi yang melihat itu juga ikutan berdiri. Dia tidak akan membuang kesempatan untuk membuat Rangga kembali padanya.
"Rangga, aku mohon ... dengarkan aku! Aku tidak akan menuntut kamu untuk berpisah dengan Cinta, tapi jangan putuskan aku. Aku rela jadi kedua, kita hanya nikah siri saja," ucap Arimbi dengan memohon sambil menggenggam tangan Rangga.
Rangga melepaskan genggaman tangan Arimbi. Dia lalu berjalan. Arimbi mengejar dan menahan kepergian pria itu dengan menahan tangannya. Rangga menghentak tangan wanita itu agar terlepas.
"Sebaiknya kita tidak lagi bertemu dan berhubungan, sampai aku bisa melupakan segalanya. Aku takut jadi khilaf jika bertemu kamu. Aku takut akan tambah melukai kamu. Kita bisa cari kebahagiaan masing-masing. Kamu bisa mencari pria yang jauh lebih baik dariku. Aku ada kirim video ke ponsel kamu. Bisa kamu lihat!" ucap Rangga.
Dia kembali berjalan. Arimbi yang penasaran dengan video yang dikirimkan Rangga, langsung membukanya. Dia kaget saat tahu video apa yang pria itu kirimkan. Ternyata Video saat dia menemui Cinta dan semua ucapannya jelas terdengar.
Dibawah video itu, Rangga mengirimkan pesan. "Kebohongan hanya akan menyelamatkanmu sementara, tapi menghancurkanmu selamanya. Kejujuran akan hilang berawal dari satu kebohongan saja. Setiap kali kamu berbohong, kebohonganmu membuatku semakin dekat dengan perpisahan."
Bohong merupakan sikap buruk yang tentu tak disukai oleh setiap orang. Terlebih jika yang berbohong adalah orang terdekat, seperti pasangan atau pacar. Tentu kebohongan ini menjadi catatan buruk tersendiri yang cukup membekas. Tak heran, jika suatu kebohongan dapat menimbulkan konflik dalam suatu hubungan. Bukan tanpa alasan, jika salah satu pihak berbohong tentu telah menghancurkan kepercayaan yang diberikan pada pasangan.
Arimbi terduduk setelah melihat video itu, dia tidak menyangka jika di rumah Rangga terdapat CCTV. Pria itu memang menyamarkan bentuknya dan meletakan di tempat sedikit tersembunyi.
***
Satu bulan telah berlalu, Arimbi masih sering menghubungi Rangga. Dia masih belum bisa menerima keputusan pria itu. Selama ini, Rangga selalu memberikan uang bulanan untuknya. Sekarang dia harus mencari sendiri.
Hari ini Cinta merasa kepalanya sedikit pusing. Biasanya dia tidak pernah melewatkan untuk membuatkan sarapan, berbeda pagi ini. Cinta masih tidur, padahal hari sudah menunjukkan pukul delapan pagi.
Rangga yang telah rapi dan bersiap untuk ke kantor, heran melihat meja makan yang kosong. Tidak seperti biasanya, tersedia menu sarapan.
Rangga mencoba mencari keberadaan istrinya. Tidak dapat menemukan Cinta, pria itu lalu mencari ke kamar. Dilihatnya Cinta masih tertidur. Dia mendekati tempat tidur.
Saat Rangga mendekati, mata Cinta terbuka. Melihat kehadiran suaminya, wanita itu bangun. Dia tersenyum pada pria itu. Sudah dua minggu ini, suaminya tidak pernah berbuat kasar, walau kadang ucapannya masih menyakitkan hati.
"Kenapa kau masih tidur?" tanya Rangga dengan suara datar.
"Maaf, Mas. Kepalaku pusing. Mas belum sarapan?" tanya Cinta dengan suara pelan. Kepalanya sangat pusing dan sedikit mual.
"Emang aku mau makan apa? Kamu saja tidak masak!" ucapnya sedikit membentak.
Cinta jadi terdiam mendengar bentakan dari pria itu. Dia lalu mencoba bangun dari tempat tidur, tapi kepalanya terasa sangat pusing sehingga Cinta sempoyongan dan jatuh. Beruntung Rangga cepat menyambutnya.
"Kamu kenapa?" tanya Rangga. Dia tampak sedikit kuatir. Rangga membantu Cinta tidur kembali.
"Kepalaku sedikit pusing, Mas." Cinta menjawab pelan.
"Kalau begitu istirahatlah. Nanti sepulang kerja, kita ke rumah sakit." Rangga berucap dengan suara datar.
Cinta hanya menjawab dengan anggukan kepalanya. Lalu Rangga pamit. Cinta mencium tangan suaminya.
Sore hari sepulang kerja, Rangga dan istrinya, Cinta, pergi ke rumah sakit. Cinta telah merasa tidak enak badan selama beberapa hari terakhir dan akhirnya memutuskan untuk memeriksakan dirinya, setelah tadi pagi Rangga memintanya. Pria itu tidak tahu persis apa yang membuat istrinya merasa tidak nyaman, tapi dia ingin menemani istrinya itu.
Mereka tiba di rumah sakit tepat waktu dan langsung menuju ruang tunggu. Ruangan itu penuh sesak dengan pasien yang menunggu untuk bertemu dengan dokter. Rangga dan Cinta duduk di bangku yang tersedia dan menunggu antrian mereka dipanggil. Pria itu memberikan buku yang dia bawa kepada istrinya.
Setelah beberapa saat, nama Cinta dipanggil. Mereka berdua masuk ke ruang konsultasi yang masih kosong, menunggu dokter. Saat dokter masuk, Rangga dan Cinta memberi salam.
"Dok, istri saya merasa pusing dan mual sejak tadi pagi. Saya ingin tahu, apa yang terjadi dengannya?" tanya Rangga. Cinta tersenyum melihat dan mendengar pria itu sangat kuatir.
Dokter lalu memeriksa Cinta dan memberitahu pada Rangga jika istrinya saat ini hamil. Awalnya Rangga tidak percaya dan memastikan bahwa dokter memberitahu dengan benar. Tetapi dokter membuktikannya dengan memberi mereka foto hasil USG.
Rangga sangat senang dengan kehamilan istrinya dan merasa gembira. Cinta dari awal tidak berbicara tentang keinginan untuk hamil, tetapi semua rasa khawatir itu hilang pada saat ini. Mereka berbincang-bincang dengan dokter tentang perawatan selama kehamilan dan memperoleh petunjuk ketika mengalami sesuatu yang membuat cemas.
Setelah pemeriksaan Rangga dan Cinta keluar dari ruang perawatan. Pria itu tampak bahagia mengetahui istrinya hamil. Setelah malam itu, Rangga dan Cinta pernah melakukan hubungan badan sekali lagi.
"Apa kamu senang mengetahui jika kamu sedang hamil?" tanya Rangga, tapi dengan suara yang datar.
Cinta membungkukkan kepalanya agar Rangga tidak bisa melihat air matanya ketika dia bilang, "Aku senang, Mas Rangga."
Rangga mengajak Cinta pergi ke restoran untuk merayakan kebahagiaannya. Dia tidak menyangka dengan dua kali berhubungan, Cinta bisa hamil. Wanita itu berharap kehamilannya bisa membuat hubungan dia dan Rangga makin membaik.
...----------------...
arimbi:dibentak,diumban pelan,didorong sedikit lembut,dicium,disiram,lalu dibebas..walopun kekasihnya brsalah tetap dibalas sedikit lbh lembut drpda istri yg x bersalah
bukan nya td diawal cerita arimbi dibawa rangga ke rumah?? brt ini bukan pertemuan pertama donk...
cuma tetep ngga mau liat mm'pp mak ninggalin mak duluan 😭😭😭