NovelToon NovelToon
Hot Daddy

Hot Daddy

Status: tamat
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Beda Usia / Tamat
Popularitas:206.7k
Nilai: 5
Nama Author: Amanda Ferina

Aulia adalah anak dari salah satu penjabat negara dan awalnya ia hidup dengan kemewahan dan bergelimangan harta. Tidak pernah hidup kekurangan sama sekali.

Hingga kemalangan menerjang, dalam sekejap semua hartanya musnah. Semua itu terjadi karena ayahnya yang menjadi tersangka kasus korupsi. Ia mengasingkan diri dan terhina.

Lalu dijual ibunya tanpa sepengetahuannya kepada keluarga Alexander. Ia pikir akan dijadikan pelayan tapi siapa sangka keluarga Alexander sengaja membelinya yang termasuk wanita cantik, berpendidikan, untuk dijadikan istri dari anak mereka yang sudah 30 tahun tak kunjung menikah karena tidak ada yang sanggup sebab ia bisu, satu matanya memiliki bekas goresan dan buta, ia introvert dan jarang terlihat dan banyak mengatakan jika ia kejam dan terlihat seperti bapak-bapak. Bahkan di hari pernikahannya Juan tidak hadir.

Juan menulis di kertas. "Kau terlalu muda dan menyedihkan, panggil aku Daddy karena kau lebih pantas menjadi anakku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Ferina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 21

Setiap hari Aulia berusaha membuat rencana secara diam-diam. Ia berharap bisa menemukan sebuah rencana yang sangat bagus untuk menyelamatkan dirinya dari pria itu. Tak ayal jika misalnya ia sangat terobsesi untuk lepas dari Juan.

Setiap hari ia mengikuti apa yang diinginkan oleh laki-laki tersebut. Tidak peduli bagaimana dirinya yang berusaha untuk menjadi orang yang baik, ia begitu sangat merasa sakit hati dan berharap setiap pengorbanan yang ia lakukan mendapatkan ganjaran yang lebih bermanfaat jauh dari pada hari ini.

Aulia menarik nafas panjang dan kemudian menatap ke arah jendela yang terbuka lebar. Ia teridam karena merasakan ada tangan karena ada seseorang yang berada di sampingnya sembari memeluk pinggangnya. Tapi mau bagaimana lagi, ia harus mengikuti setiap yang dilakukan oleh laki-laki tersebut agar dirinya bisa lepas darinya.

“Begitu rendah harga diri ku, bagaimana mungkin aku terus hidup seperti ini. Bebas dari rumah ini sudah cukup membuat ku merasa lebih baik.” Ia harus mencari kebenaran yang dilakukan oleh Juan, ia berharap laki-laki tersebut bisa mendapatkan ganjaran dari setiap perbuatannya.

Entah kenapa ia merasa bahwasanya orang itu juga terlibat dalam kasus korupsi yang dilaksanakan oleh sang ayah. Tampaknya dia adalah mitra dari pekerjaan ini.

Jadi ia juga ingin Jauh merasakan hal yang sama dan membuat pria itu tahu hidup dengan tersiksa, apalagi dirinya merasa bahwasanya orang itu memang sangat memprihatinkan tapi tidak seperti itu ia harus membalas setiap yang terjadi kepada dirinya.

“Huh, aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi tapi begitu sangat menakutkan jika kau ingin melakukan sesuatu.”

Aulia merasakan gerakan tangan yang ada di perutnya tersebut. Wanita itu menoleh ke arah samping. Apa yang baru saja ia rasakan itu? Apakah laki-laki tersebut sudah bangun? Aulia terkejut dan segera tersenyum ke arah laki-laki itu agar menenangkan pikiran buruknya.

“Aku tidak melakukan apapun dan kau tenang saja aku tidak mungkin memberontak.” Juan tersenyum miring dan menganggukkan kepalanya seolah-olah percaya dengan apa yang diucapkan oleh Aulia. Sementara Aulia merasa belum puas ketika melihat anggukan yang diberikan oleh Juan. Entah kenapa ia merasa sesuatu yang begitu berharga bagi dirinya dan juga rencananya yang akan ia persiapkan akan mudah diketahui oleh laki-laki tersebut.

Ia seperti bisa membaca pikiran Aulia, oleh karena Italia harus berhati-hati dengan laki-laki ini. Ia tidak membiarkan laki-laki tersebut mendapatkan apa yang ia inginkan. Sudah cukup hidup di sampingnya dengan mengorbankan segalanya agar ia bisa berpikir dengan jernih dan bisa keluar dari rumah ini.

“Aku cukup terkesan ketika mendengarnya, tapi sesungguhnya aku akan berusaha percaya dengan apa yang kau katakan.”

Mendengar hal tersebut Aulia lantas tersinggung, ia bangkit dari tempat tidur dan kemudian membiarkan dirinya yang telanjang itu ditatap oleh Juan.

“Terserah apa yang akan kau katakan, sebenarnya aku tidak peduli dengan pendapat orang lain terhadap diriku.”

Aulia tersenyum kecut, kemudian ia masuk ke dalam kamar mandi dan membiarkan Juan dengan aktivitasnya sendiri. Juan tersenyum miring dan kemudian menatap ke arah dirinya sendiri. Ia menarik napas panjang dan turun dari ranjang.

Ia mencari bajunya dan memakainya, kemudian ia keluar dan pergi ke suatu tempat yang sangat mengerikan, tentu saja tempat tersebut adalah penjara bawah tanah. Ia pun menarik napas panjang dan kemudian menatap ke arah orang yang baru saja di bawah oleh bodyguard-nya kemari. Tentu saja orang itu adalah orang yang sangat dibenci olehnya karena telah melaksanakan pengkhianatan dan memang harus mendapatkan ganjaran.

“Aulia! Jangan main-main kau terhadap diriku, mencoba lari dariku adalah sebuah kejahatan yang harus kau bayar dengan sesuatu yang sangat berat.” Ia berbicara dengan dirinya sendiri.

Ia mengepalkan tangannya dan memandang ke arah laki-laki tersebut yang tengah babak belur. Kemudian laki-laki itu yang sangat mengenaskan tersebut diseret ke ruangan bawah tanah. Hawa dingin begitu menyesakkan dada, tidak hanya orang itu yang ada di tempat ini begitu banyak tahanan yang ada di dalam ruangan bawah tanah.

Wajahnya yang polos tidak akan menyadari bahwasanya dirinya merupakan orang yang sangat jahat dan tidak bisa memiliki hati sama sekali. Orang itu menarik napas panjang dan menatap ke arah Juan dengan tatapan yang sangat marah. Kenapa ia harus hidup di bawah tekanan laki-laki itu selamanya? Makanya ia berusaha untuk melakukan pemberontakan apa lagi ia sudah terlalu jauh dan kejahatan begitu banyak telah dilakukannya.

“APA YANG KAU LAKUKAN? BERANI SEKALI KAU BERKHIANAT TERHADAP BOS, APAKAH KAU INGIN MATI?” tanya asisten Juan.

Sementara itu menatap ke arah binatang peliharaannya yang dibawa oleh bodyguard-nya. Ia begitu mengerikan ketika melihat mangsanya yang ada di depan mata dan penuh dengan darah. Laki-laki itu sangat ketakutan dan Juan jualnya melihat hal tersebut menyunggingkan senyum miring. Memang ini yang harus didapatkan pria itu.

“Untuk apa aku hidup dalam tekanan terus? Sudah saatnya aku melawan kalian. Kalian adalah manusia yang sama sekali tidak memiliki hati dan membunuh siapapun yang menghalangi jalan kalian. Bagi kalian hukum tidak akan pernah ditegakkan untuk kalian, tapi apakah selamanya seperti itu?”

Juan menelan ludahnya dan kemudian melepaskan binatang peliharaannya sehingga ia mencakar orang yang berdarah-darah tersebut dengan sangat mengenaskan. Juan begitu sangat menyesal ketika ia merasa bahwa pria itu bisa saja meminta maaf kepada dirinya, tapi ketika ia mendengar kalimat yang dikeluarkan oleh laki-laki itu ia merasa bahwa orang tersebut memang tidak ingin hidup lagi. Makanya ia mengabulkan dengan hal itu.

“Tampaknya dia cukup bahagia dengan apa yang ia harapkan. Memang kematian lebih pantas untuknya.” Juan menatap ke arah para tahanan yang ada di dalam kurungan tersebut yang melihat kejadian itu.

Kemudian ia mendengus dan meninggalkan tempat tersebut dengan wajah yang angkuh dan jalannya yang sombong.

“DASAR MANUSIA TIDAK MEMILIKI HATI! WANITA YANG KAU TAHAN SAAT INI MERUPAKAN ANAK DARI JAMES? AKU YAKIN JIKA DIA MENGETAHUI YANG SEBENARNYA PASTI AKAN MEMBALASKAN DENDAM AYAHNYA! KAU HANYA TEROBSESI KEPADANYA DAN KAU SUDAH MENGINCARNYA SAAT DIA DARI KECIL DAN SENGAJA MEMBUAT KELUARGANYA HANCUR AGAR KAU YANG BISA MEMILIKINYA SENDIRI!!” Juan tersenyum miring dan menatap ke arah orang tersebut yang berbicara seenaknya di dalam penjara. Apakah ia ingin mencari mati dengannya.

Baiklah maka ia akan meneladaninya, laki-laki itu sendiri yang mencari masalah terlebih dahulu. Ia mengeluarkan senjatanya dan kementerian menembakkan peluru dengan tepat kepada sasaran sehingga orang tersebut mati di tempat. Juan menarik nafas panjang, tidak ada yang boleh mengetahui hal itu. Yang mana hal tersebut merupakan awal mula dirinya sampai kehilangan pita suara dan juga kehilangan penglihatan seperti ini.

“Menyalahkanku, sama saja dengan mencari mati,” ucapnya dalam hati. Tidak ada seorangpun yang pantas menyalahkan dirinya, karena ia pasti akan mencari keadilan dari semua ini.

Sementara itu Aulia terus menatap ke arah ruangan yang menuju ke ruangan bawah tanah. Ia sangat penasaran dengan tempat tersebut dan ingin sekali mendatanginya, tapi entah kenapa perasaannya ini selalu saja terhalang oleh sesuatu yang menakutkan. Tentu saja di depannya ada harimau dan juga singa yang menjaganya. Makanya sampai saat ini Aulia belum bisa mengetahui bagaimana sesungguhnya tempat tersebut.

Tapi dilihat dari penjagaannya saja, sudah dapat dipastikan bahwasanya tempat itu sangat mengerikan.

Ia menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan. Aulia tidak menyadari bahwasanya Juan baru saja keluar dari ruangan itu dan melihat Aulia yang berada di depan dengan pandangan kosong dan melamun. Ia tersenyum miring dan menghampiri wanita itu.

Aulia menoleh ke arah Juan dan terkejut menyadari pria itu ada di dekatnya. Sejak kapan Ia ada di sini? Aulia berusaha untuk melarikan diri akan tetapi Juan menahannya dan memeluk dirinya. Ia mengerti dengan pandangan Aulia yang sangat penasaran dengan tempat tersebut, tapi ia tidak akan membiarkan Aulia melihat tempat itu selain untuk disiksa.

“Kau tahu bahwa tempat itu mengerikan kenapa ke sini?” Aulia menelan ludahnya dengan susah payah dan kemudian mendorong tubuh laki-laki itu. Ia terlalu banyak berbicara dan kemudian Juan lantas menatap marah ke arah Aulia.

“Tidak ada yang perlu dibicarakan karena itu hanyalah sebuah batas penasaran. Terima kasih telah berusaha untuk peduli denganku selama ini.”

Aulia tersenyum miring dan kemudian pergi meninggalkan Juan. Ia berjalan dengan tenang dan Juan merasa salut dengan wanita tersebut. Tidak banyak orang yang bisa bertahan dengan situasi seperti ini, tapi Aulia adalah pengecualian.

••••••

TBC

JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.

1
Ani Baru
memg ngk sesuai judul n crt ny ia kn...
Ani Baru
kasian x si aulia, jd korban krna yah ny sendri..
Dewi Ratna Indah Oktorina
ibu yg gila.demi uang tega menjual anknya.naudzubillah min ndzalik
Susana Sobalena
paling malas kelamaan, pakai acara 3 tahan kemudian.
Dede Suryani
ko aulia
ada seorg ibu yg gila
Megabaiq
novel yg gk sesui judul sm kisahnya.....good by....
asli gk da yg mnrik lgi
Zulaichah
mantabbb lh
ros
ceritanya menarik
Monita Sari Part II
lanjut donk ceritanya 👍
Jewel Kefrill
𝒂𝒌𝒉𝒊𝒓𝒏𝒚𝒂 𝒌𝒆𝒕𝒆𝒎𝒖!!!
Qi Safura
memang Bnyk kalimat yang gk nyambung sih
Jewel Kefrill
Lepasin aja, kan lo sendiri yang salah, disini tuh lo nya gk peka jadi nya yah gitu, terima aja dari bada lo harus nyakitin dia lagi, tunggu aja pasti ketemu tuh kalau memang jodoh
Jewel Kefrill
Hanya banyak kesalahan dibeberapa kalimatnya sehingga sulit untuk mendalami ceritanya
Jewel Kefrill
Apa hanya perasaanku? setiap kalimatnya ada beberapa kata yang tidak tepat dan tidak nyambung. bahkan sepertinya smuanya begitu.
Fani Tia: iya benar. nggak nyambung, alur ceritanya jg aneh
total 1 replies
Zizi Suartini
Semangat Thor! Jiwa membaraku masih semangat baca semua update-anmu! Mau berapa ratus aku tungguin!
Evie Nursia Silaban
bagus
tolong lanjut min
SoftMambo
Kamulah mimpiku setiap malam Thor :( lanjutkan!
SoftMambo
makin penasaran ni lanjutn nya...
Piyah
da kaya baca koran percakapanya g ada
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!