NovelToon NovelToon
Perjaka Tampan Dari Hutan

Perjaka Tampan Dari Hutan

Status: tamat
Genre:Kebangkitan pecundang / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:480.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Anarita

Naki adalah putra tunggal yang menjadi ahli waris keluarga Buranaphan. Ia dibuang ke pulau tak berpenghuni oleh ibu tirinya karena tak mau kekayaan Buranaphan yang melimpah jatuh ke tangan anak tersebut.


Anak itu tumbuh besar dilingkungan ganas bersama hewan-hewan buas. Ia dirawat oleh sepasang Kingkong mandul yang tidak memiliki keturunan sampai besar dan bisa bertahan hidup sendiri.

Pada suatu hari takdir mempertemukan Naki dengan Diana. Si gadis polos baik hati yang berniat liburan dan menyatu dengan Alam di pulau Ninian. Nahas, kapal pribadi yang ditumpangi Ana menunju pulau tujuannya hancur tertabrak ombak. Dan membuat gadis itu berakhir terdampar di pulau tak berpenghuni bersama Naki

"Siapa kamu?" Ana menatap cowok aneh yang diperkirakan tinggginya lebih dari dua meter.

Dia masih diam memperhatikan setiap inci tubuh Ana dengan pandangan bingung seperti baru pertama kali melihat seorang wanita.

"Woi, kamu siapa Monster?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anarita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Reaksi Tubuh

Tidak seharusnya Ana melakukan hal seperti itu kepada Naki. Tapi semuanya sudah terlanjur terjadi dan tidak bisa ditarik kembali.

"Iya, aneh! Aku heran kenapa manusia mau melakukan hal menjijikan seperti itu!" balas Naki dengan kalimat menohok.

Ana nyaris tak bisa berkata-kata mendengarnya. Rasa malu jelas menghampiri diri meski biasanya perempuan itu tak tahu malu.

Lah kok kesannya aku kayak cewek gak bener yang hobi nyosor cowok duluan ya, batin gadis geli sendiri.

Ah, persetan dengan semua itu! Ana bukanlah gadis menye-menye. Meski kesabarannya setipis tisu kondangan dibagi empat, dia tidak punya gengsi yang lebih tinggi dari menara Monas.

Catet!

"Sebenarnya tidak aneh! Hanya saja kamu tidak punya rasa cinta, Naki. Maka dari itu kamu menganggap ciuman itu aneh dan menjijikan," ucap Ana. Tanpa sengaja ucapan gadis itu berhasil menjadi bumerang untuk dirinya sendiri.

"Berarti kamu cinta aku? Itu sebabnya kamu mau melakukan ciuman yang aneh itu?" Naki melempar kalimat menohok untuk kesekian kali.

"Eh, iya kah?" Ana sedang bertanya pada diri sendiri saat ini. Apakah ciuman tadi menandakan bahwa dia cinta kepada si monster hutan ini? Rasanya agak aneh jika dugaan itu benar.

Ana terdiam bengong. Tadi ia dan Naki baru saja resmi mengikat diri dengan tali pacaran. Tapi, apakah ia yakin ada cinta di antara keduanya?

Sementara Ana sendiri lebih menganggap pacaran itu sebagai bentuk penghiburan diri agar mereka lebih leluasa untuk bergantung satu sama lain. Lebih tepatnya Ana yang bergantung pada Naki karena ia tidak bisa hidup tanpa lelaki itu.

"Tentu saja aku cinta. Kita 'kan sudah pacaran!" Ana memilih jawaban simpel supaya Naki tidak bertanya lebih dalam.

"Tapi--" Naki termenung sejenak. Ana diam memperhatikan sambil sesekali melirik kelinci panggang di atas daun. Laper, pikirnya. "Tapi kenapa aku merasa jijik saat melakukan itu. Apa itu artinya aku tidak cinta kepadamu?" tanya Naki.

Gadis yang tengah dilanda kelaparan itu mengerjap sedetik. Matanya sempat berputar-putar juga sebelum akhirnya memusatkan pandangannya kepada Naki.

"Emm, Naki! Mungkin kamu bukan jijik, tapi belum terbiasa melakukan hal seperti itu dengan wanita. Selama ini kamu selalu sendiri. Jadi wajar bukan kalau masih ada perasaan aneh dan canggung?"

"Hemmm. Aku paham! Tapi apa itu artinya kamu sudah terbiasa melakukan hal seperti itu dengan lelaki lain?"

"Eh, kok jadi aku yang kena lagi?"

"Kamu tidak canggung dan tidak aneh! Berarti kamu sudah terbiasa dan sering melakukannya dengan laki-laki lain, bukan!" Naki memperjelas ucapannya kembali.

Ana sempat tertegun. Dia berusaha keras membaca ekspresi Naki saat bertanya begitu. Sepertinya ada raut tidak senang di wajahnya, batin gadis itu.

"Engga sering, sih! Tapi aku pernah," ucap Ana lebih memilih jujur. Membohongi pun tak ada gunanya karena kepintaran Naki sudah banyak kemajuan. Yang ada Ana malah akan terperosok pada kebohongan itu sendiri jika terus diikuti.

Lelaki itu tiba-tiba menggenggam tangan Ana. Membuat Ana sedikit tersentak, tapi tetap diam tak bereaksi.

"Pertanyaan itu tidak usah dijawab Ana! Aku tidak ingin mendengarnya jawabannya. Dadaku tiba-tiba sesak." Naki tiba-tiba saja marah sendiri.

Kontan Ana menyeringai bodoh. Memang sudah sepatutnya pertanyaan begitu di skip saja. Siapa pula yang ingin menjawab, pikirnya. Sepertinya lelaki itu benar-benar cemburu.

"Naki ... Aku kapan boleh makan kelincinya? Aku laper," lirih Ana sambil memegangi perut.

"Setelah ini kita makan ... Aku masih ada satu pertanyaan lagi."

"Ya sudah tanya saja!" Ana menowel daging kelinci yang gemoy itu dengan telunjuknya. Tatapannya sekarang lebih fokus ke arah situ.

"Karena sekarang kita sudah pacaran, jadi maukah kamu mengajari melakukan hal-hal yang biasa dilakukan oleh orang yang berpacaran?"

"Eh?" Dari posisi menunduk. Kepala Ana langsung mendongak.

"Aku ingin kita melakukan semua yang dilakukan oleh seorang pacar. Tidak hanya ciuman ... Aku juga ingin mempelajari hal lain."

"Hah?"

Ana nyaris tak bisa bernapas saat mendengarnya.

Apakah ini artinya aku akan segera punya bayi dari monster hutan ini?

Aaaaa. Tidak!

Siapa saja tolong selamatkan Ana. Pikiran dan hatinya saling bertabrakan tidak jelas. Dia benar-benar butuh tambahan oksigen saat ini.

-

-

1
Cute girls 😾
gakkk sukaaa plisss Masa si Naki ama si Nasya
Cute girls 😾
wkkwkw author nya kocak bgt dah
Cute girls 😾
si Ana gamon nih yah cerita nya
Cute girls 😾
tinggii bener yah thor si Naki
Konok Neng
akhirnya
Konok Neng
apa naki ggak bisa membedakan rasa antara ana sama nasya,, nasya kan pasti dah bolong nah kalau ana kan masih ori.. butuh palidasi si thorr
Konok Neng
aneh memang karena naki tidak tau arti cinta yg sebenarnya. suka dia anggap cinta kagum karena nasya lebih cantik dia bilang cinta,, hari ini bilang benci besok bilang cinta,, kan kamu tau anna kalau otak naki sama seperti balita..
Konok Neng
8 thn udah tau beda perempuan sama lelaki,, pasti sdh sekolah kelas 3 sd, jika 3 atau 4 thn mungkin sekali ggak tau,, karena belum bisa membedakan
Safitri Agus
terimakasih Thor Ana🙏🥰
Safitri Agus
masih untung gak amnesia
Safitri Agus
gas teruuss 😂😂😂
Safitri Agus
Naki ini pinpinbo,,bodoh²pintar🤭
Safitri Agus
kenapa ceritanya jadi nikah dadakan gini ya🤔
Safitri Agus
akhirnya nampak belangnya Nasya,licik
Nurhayati
Luar biasa
Aidil Dan Aljabir
aku lebih suka cerita mereka di hutan
Aidil Dan Aljabir
akhirnyaaaa
Aidil Dan Aljabir
😂😂😂😂😂😂
Aidil Dan Aljabir
ya ampun naki , naki😂😂😂😂
Aidil Dan Aljabir
ana, ana😂😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!