NovelToon NovelToon
Cinta Pythagoras, Saranghae Om Duda

Cinta Pythagoras, Saranghae Om Duda

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Duda / Teen School/College / Tamat
Popularitas:87.1k
Nilai: 5
Nama Author: R.angela

Sekuel Hujan dari Langit untuk Bumi + Sold.

#Romcom
#Cerita Ringan

Kisah petualangan seorang gadis mencari 'rumah' yang mampu memberinya kebahagiaan dan bisa menerima kehadirannya.

Kisah remaja dan semua liku percintaan dan juga persahabatan yang diwarnai tangis dan tawa. Hingga sosok Duda tampan masuk dalam kisah Olin.

Hidup Rain, Duda muda nan tampan yang selama ini menutup diri terhadap wanita sejak kematian istrinya, harus porak-poranda ketika bertemu dengan gadis cantik dan selalu ceria di sekolah tempatnya menjadi dokter di UKS sekolah itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.angela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Seperti Tante-tante

Semua orang di kelas memperhatikan penampilan batu Olin, bahkan sampai Ana juga tidak mengenali untuk pertama kali Olin memasuki kelas hari ini.

"Kenapa dengan rambutmu?" tanya Ana. Tya dan Rere juga mendekat ke meja Olin mengerubungi gadis itu.

"Bagus, kan?" jawab Olin tersenyum bangga. Dia sudah menghabiskan jatah uang jajannya selama satu bulan dan juga sisa uang simpanan nya hanya demi untuk bisa membuat rambutnya keriting seperti ini.

"Lo tampak aneh, sih. Udah kayak tua banget," sambar Tya tidak bisa menahan lidahnya lagi. Sangat tidak suka dengan penampilan baru Olin. Tidak ada lagi, Olin imut dan menggemaskan seperti dulu.

"Dih, orang mbak salonnya aja bilang bagus kok," jawab Olin polos.

"Ya pastilah dikatain bagus, biar lo gak komplen," lanjut Tya, yang kemudian di sikut oleh Ana. Setidaknya Tya bisa jaga lidahnya.

Bagaimana pun kritik yang dia dapat, tidak membuat Olin patah semangat. Dia menganggap pendapat mereka hanya karena tidak mengerti tujuannya mengubah penampilan.

Istirahat pertama akhirnya tiba. Olin segera bergegas keluar kelas, menolak ajakan teman-temannya untuk pergi ke kantin. Tentu dia punya tempat tujuan sendiri yang dia suka.

"Hai, aku datang," ucap Olin masuk ke dalam ruangan itu, mendapati Rain yang selalu sama, sedang berada di depan layar laptopnya.

Rain tidak ingin mengangkat wajahnya, tapi ekor matanya yang mengangkat adanya perbedaan pada warna rambut gadis itu akhirnya melihat ke arah Olin, dan tentu saja terkejut melihat perubahan itu.

"Om suka dengan penampilan ku?" tanya Olin semringah. Dia menggerakkan pinggulnya pelan, menunjukkan perubahan pada dirinya, dan sesekali berputar.

"Apa yang kau lakukan pada rambutmu? Kau seperti Tante-tante!"

Tanggapan Rain langsung menohok ke jantung hati Olin. Sakit, perih tapi tidak berdarah. Semua usahanya pada akhirnya sia-sia. Orang yang ingin dibuatnya terpesona bahkan tidak menyukai penampilan nya.

"Om gak suka? Bukannya aku tampak dewasa berpenampilan seperti ini?" tegas Olin mendekat dan berdiri di samping Rain.

"Kenapa kau ingin tampak terlihat dewasa? Banyak gadis malah ingin terlihat imut?"

Olin menunduk. Hatinya sedih tidak terkira. Usahanya sia-sia. Olin tidak berhasil membuat Rain terpesona, justru kebalikannya, membuat pria itu semakin ilfil.

"Aku cuma ingin dianggap pantas jadi pacar, Om," jawabnya pelan, menunduk sedih. Apa benar dia memang tidak pantas bersanding dengan Rain?

Pria itu terhenyak mendengar penuturan Olin. Gadis polos itu mengubah penampilan untuk dirinya. Rain jadi merasa gak enak hati, terlebih karena melihat Olin masih tetap menunduk.

"Jangan nangis lagi, kau makin jelek. Sudah bel masuk, kembali lah ke kelas," ucap Rain mentoel lengan Olin, tapi gadis itu masih berdiri mematung.

"Kalau ada seorang pria mencintaimu, dia harus bisa menerimamu apa adanya, tapi kalau dia menerima mu setelah adanya perubahan dalam dirimu hanya untuk menyenangkan hatinya, maka itu bukan cinta, tapi hanya napsu," terang Rain yang kali ini terdengar begitu lembut.

Olin masih menunduk, air matanya masih terus jatuh berderai. Rain yang khawatir, akhirnya berdiri, mencoba menyentuh lengan Olin. Merasa semakin lemah, Olin menghambur dalam pelukan pria itu. Menangis sesenggukan.

Rain seolah berhenti bernapas, terkejut sekaligus deg-degan karena pelukan Olin. Wangi vanila yang begitu dia sukai menusuk hidungnya, membuatnya terbuai dan ingin sekali membalas pelukan gadis itu, tapi Rain masih sadar tempat dan status mereka.

Rain mencoba mengurai pelukan mereka, takut kalau ada orang yang tiba-tiba datang dan melihat mereka.

"Sebaiknya kau kembali ke kelas," ucap Rain pelan. Suaranya tercekat belum mampu menguasai diri.

"Aku gak akan menyerah. Aku pasti bisa membuat Om jatuh cinta padaku!" seru Olin menyeka air sisa matanya, lalu pergi dari sana dengan rasa malu sekaligus janji dalam hati tidak akan menyerah untuk memperjuangkan cintanya dan mendapatkan pria yang dia cintai itu.

***

Olin segera ke salon sepulang sekolah, dan lagi-lagi Naya dipaksa menemani. Dia ingin mengembalikan model rambutnya seperti semula.

"Makanya, gue bilang juga apa, Lo malah buat dia takut, kan?" ucap Naya tersenyum, sementara Olin terus cemberut mengerucutkan bibirnya.

"Naya jahat ih, masa senang banget temannya ditertawakan," ujar Olin melihat ke arah Naya lewat cermin di depannya.

Dia jadi ingat apa yang disampaikan Rain siang tadi. Perkataan pria itu benar, seharusnya dia bisa mendapatkan cinta dari pria yang dia sukai dengan kepercayaan diri dan menjadi diri sendiri.

"Kenapa diubah lagi, Dek?" tanya Mbak salon yang tengah mengurus Olin.

"Pacar aku gak suka, Mbak," jawab Olin menyesal.

Naya mendekat, lalu menunduk sebatas telinga Olin. "Pacar? Yakin?" ucapnya sembari tersenyum, yang membuat Olin tersipu malu.

Berjam-jam habiskan waktunya di salon, akhirnya rambutnya kembali lurus seperti sedia kala. Olin menatap penampilannya di cermin, dia tersenyum. Sejujurnya dia mengakui bahwa penampilannya yang seperti itu memang lebih cantik, terlihat lebih natural dan lagi-lagi sesuai dengan umurnya.

"Makasih ya, Nay udah mau nemenin aku. p

Pokoknya kalau aku jadian sama Rain, kamu orang pertama yang aku kasih tahu dan aku traktir, deh," ucapnya merangkul pundak Naya saat mereka keluar dari salon itu.

Hari sudah gelap ketika mereka pulang. Olin memang sudah meminta izin pada Bee dan sudah diizinkan, sementara Naya, tidak akan ada yang mencarinya walau tidak pulang sekali pun.

"Nah, gini kan cakep," puji Bee saat Olin sudah tiba di rumah. "Jangan mengubah dirimu untuk orang lain, Olin. Kalau dia memang menyukaimu, dia pasti menerima penampilan mu apa adanya," ucap Bee meletakkan telapak tangannya di pipi Olin. Gadis itu memeluk Bee, beruntung ada Bee dalam hidupnya. Dia mungkin tidak punya orang tua, tidak punya ibu yang bisa menemaninya melewati masa remaja sampai dewasa, tapi dia punya Bee yang menganggapnya seperti putrinya sendiri, menyayangi Olin dan selalu menemani setiap saat.

"Sudah jangan nangis lagi, nanti cantiknya berkurang. Sekarang kamu mandi habis itu makan pasti belum mengerjakan PR. Belajar sebelum tidur, ya," ucap Bee menghapus air mata di pipi Olin dengan jemarinya. Gadis itu mengangguk dan dengan riang menaiki tangga menuju kamarnya.

Saat akan membuka pintu kamar dia bertemu dengan Sagara. Kembali pria itu tertegun, melihat ke arah Olin yang sudah berubah kembali.

"Kenapa? Aku kembali cantik, kan? Jadi Olin yang dulu," ucap Olin tersenyum.

Sagara terpana, gadis itu kembali menjadi dirinya lagi. Sagara melihat ke sekeliling, memastikan tidak ada orang di sekitar mereka, lalu ketika mendapati bahwa hanya mereka berdua yang ada di sana, Sagara segera menarik tangan Olin menuju balkon kamar, lalu tanpa diduganya, Sagara sudah mendorong tubuh Olin hingga menempel ke dinding.

"Kak Saga, apa-apaan ini?" tanya Olin mengerutkan kening. Tatapan wajah Sagara tidak seperti biasa.

"Olin, Aku menyukai mu. Jadi'lah pacarku."

1
GeL
Mulai bulan depan ya kak
Ratna
kok ngak ada lanjutan cerita Olin thorr,,,
padahal udah lama slalu ngecek tapi gx ada sampai sekarang.
Ratna
kok masih cerita si qwen sih
itukan masalalu gue udah baca di judul Mak bapaknya,,
lanjutin ceritanya Olin dong thor
Widaandriani27@gmail.com Gmail.com
Luar biasa
Monita Sari Part II
kok GK lanjut cerita olin'a ??
lanjut donk cerita olin'a
Ani Wafi
Luar biasa
natali1515
bagus banget ceritannya
Ai Cinun
kak kisah rain apa sampai disini aza
Ainy Bundanya Gilang
mgkin othor nya nulis smpe tamat dlu mgkin cerita nya Bru di up smua nya...😃✌️msh berharap masih ngguin sbnar nya🙏🙏
Fitriani Fitriani
kok gak ada lajutannya thor
Ai Cinun
kak lanjut donk
Fitriani Fitriani
laaaaaaazzzjuuuuuuut
Ai Cinun
kak rain blom up yg terbaru kah???
Neng Ati
bee knp sih kamu egois banget,dr dl waktu sebelum menikah sama bintang jg kamu selalu bikin kesal pembaca,sadarlah rain dan Olin itu saling mencintai knp kamu halang2i,tega banget
Yuni Rahma
d tunggu up nya thor
GeL: Hai kak, terimakasih sudah mampir
total 1 replies
Ainy Bundanya Gilang
othor nya sakit atau gimana sih? kok d tggu GK pernah up😭😭padahal tiap hri check,eh blm jg ada up trbru nya🙏🙏
GeL: Hai kak, maaf karena jadi gak nyaman, silakan baca bab 40-45, sudah otor perbarui isinya
total 1 replies
Yuni Rahma
lanjut thor, penasaran sm ceritanya
Tiwik
thor kok lama nggak up rain dan olin sih
kamu sehat kan thor nggak sedang sakit kan ????
semoga sehat selalu thor ku tunggu up nya
GeL: hai kak, kisah Rain udah aku revisi, silakan baca lanjutannya yang terbaru mulai bab 40-45
total 1 replies
Neng Ati
sabar menunggu,tau2 double up kan bikin seneng hehehe
abhipraya
kok blm up kk rain sma olin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!