(KARYA EVENT PERCINTAAN NON HUMAN)
Menceritakan tentang gadis berdarah suci bernama Lily 18 tahun ,seorang tunawisma kasta rendah di wilayah Switzerland.
Lily rutin menjual darahnya di pusat bank darah kota, hingga suatu hari datang seorang pria menawarkan kerja sama.
"Tuanku sedang sakit dan butuh darahmu untuk terapi." ucap asisten Mouhan.
"Berapa kalian akan membayar ?" kata Lily penasaran,
"Per kantong akan kami bayar 10ribu dollar, dengan syarat.. "
"Baiklah,kapan kita mulai ??" Lily antusias menyanggupi tanpa berpikir dua kali.
Tanpa Lily sadari jika Kastil tempat dia bekerja adalah milik keluarga Vampir ras murni klan Salvatore,dan tuan muda yang dimaksud adalah Pangeran Jonathan.
Suatu hari Pangeran Jonathan menginginkan Lily untuk jadi kekasihnya, disisi lain ada pangeran Damon yang juga tertarik mendapatkan darah suci Lily.
Siapakah yang berhasil mendapatkan darah perawan suci Lily ? dan bagaimana akhir percintaan non human mereka ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sweet_mochi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21 Makan malam
Tokk.. tokk.. tokk..
Terdengar suara tangan seseorang mengetuk pintu kamar Lily , ternyata dia adalah Cedric si kepala pelayan.
Cedric ingin menyampaikan pesan dari tuan muda Jonathan jika, Lily tidak usah ke kamar tuan muda Jonathan malam ini dikarenakan di dalam kastil utama sedang ada acara.
Mereka berdua berbicara di luar kamar, "Apa anda serius pak ? kenapa tiba tiba tuan muda Jonathan membatalkan jadwal terapi.. " ucap Lily mengangguk paham sambil mengusap usap telapak tangannya karena suhu malam ini sangat dingin.
Bahkan saat mereka berbincang mulut ikut mengeluarkan uap, efek suhu yang sangat dingin.
Selamat lagi fyuh xixixixiii..
"Di dalam kastil utama sedang ada acara tertutup para majikan, jadi tidak seorangpun diijinkan masuk ke sana. Sebaiknya kita semua istirahat lebih awal malam ini dan jangan lupa nyalakan penghangat ruangan.." ucap kepala pelayan Cedric tersenyum ramah.
"Iya benar sih, malam ini kita jadi bisa istirahat lebih awal hehee.. baiklah pak Cedric selamat malam.. " Lily membungkuk sopan mengucapkan terima kasih dan selamat malam.
Setelah Cedric si kepala pelayan pergi, Lily masuk dan menutup pintu kamar sambil bernafas lega,
Malam ini adalah malam keberuntungan ku hehee.. duh senangnya.. batin Lily tersenyum senang.
Sementara itu di dalam kastil utama..
Ruang makan di dalam kastil utama telah disiapkan setting sedemikian rupa hingga, nuansa makan malam ala kaum vampire sangat kentara.
Dominasi warna hitam dan merah, serta lilin sebagai alat penerangan.
Damon dan Alice sudah terlebih dulu duduk sejak lima menit yang lalu, mereka hanya tinggal menunggu Nathan yang belum turun. "Aku tidak sabar untuk malam ini hehee.. " ucap Alice yang sengaja mengenakan pakaian seksi berwarna merah dengan belahan dibagian kaki diatas lutut dan bagian dada lebih rendah hingga menampilkan sedikit gundukan kenyal dari luar, sangat seksi.
Sedangkan Damon hanya mengenakan kemeja putih yang dilipat sampai siku dengan celana hitam, Damon selalu tampak tampan apapun pakaian yang dia kenakan. Tatanan rambut Damon yang agak panjang disugar tengah menutupi telinga justru semakin menambah poin ketampanannya malam ini.
Beberapa saat kemudian, terdengar suara tapak alas kaki menuruni anak tangga. Tuan muda Jonathan tampil dengan pakaian kasual seperti yang biasa dia pakai sehari hari, karena merasa acara makan malam ini tidak ada yang spesial jadi tidak perlu tampil paripurna.
Pria tingggi nan tampan itu benar benar seorang pangeran yang menawan. Bagaimana Nathan melangkahkan kaki panjangnya dengan kedua tangan masuk kedalam saku kiri dan kanan celana.
Kemeja berbahan katun sutra berwarna biru gelap yang dilipat sebatas siku serta Rambut pendek hitam yang di sugar kebelakang tampak membuat wajah Nathan semakin tampan dan bersinar.
Alice tak bisa mengedipkan mata saking kagumnya dengan penampilan Nathan malam ini, dan saat Nathan duduk bergabung dengan mereka, hanya sedikit senyum yang tersungging itupun ditujukan kearah sang kakak.
Apa Nathanku masih marah ? kenapa sama sekali tidak menatapku ? padahal aku sudah tampil secantik mungkin untuk malam ini.. batin Alice berusaha menutupi rasa kecewa karena tidak mendapatkan perhatian Nathan dengan senyum manis yang terus menghias wajahnya selama acara makan malam.
"Mari kita mulai makan.." ucap Nathan dengan gerakan tangan mepersilakan.
"Makanan ini disiapkan secara khusus oleh koki, semoga kalian suka.. " ucap Damon saat mulai menikmati irisan daging pertama.
"Ini lezat, dan sangat sesuai dengan selera kita bukankah begitu Nathanku ?" tanya Alice sembari menatap Nathan dengan binar.
"Hhmmm.. " Nathan hanya merespon sesingkat itu terhadap pembicaraan Alice.
Tidak apa kamu bersikap dingin sekarang, tapi awas saja sebentar lagi kamu dan aku akan bersatu diatas ranjang... batin Alice percaya diri sambil menikmati makanan di piringnya.
Sedangkan Nathan ? dia hanya makan dengan tenang sesekali melirik ke arah Alice dan Damon bergantian.
Apa yang mereka berdua rencanakan hhmmm...
Ayo cari Nathan,Nathan juga lg bersama Lily setelah mlm panjang mereka..