NovelToon NovelToon
SEBATAS TEMAN TIDUR

SEBATAS TEMAN TIDUR

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:172.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Chyntia R

Medeline Arcela Forza, dijual oleh Kakak tirinya di sebuah tempat judi. Karena hal itu pula, semesta kembali mempertemukannya dengan Javier Antonie Gladwin.

Javier langsung mengenali Elin saat pertemuan mereka yang tak disengaja, tapi Elin tidak mengingat bahwa dia pernah mengenal Javier sebelumnya.

Hidup Elin berubah, termasuk perasaannya pada Javier yang telah membebaskannya dari tempat perjudian.

Elin sadar bahwa lambat laun dia mulai menyukai Javier, tapi Javier tidak mau perasaan Elin berlarut-larut kepadanya meski kebersamaan mereka adalah suatu hal yang sengaja diciptakan oleh Javier, karena bagi Javier, Elin hanya sebatas teman tidurnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chyntia R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21. Belum menyadari (Author POV)

Author Pov.

Elin tentu senang karena ibunya sudah sadar, tapi ia masih ingin tahu kenapa Javier bisa mengenal sang ibu hingga ibunya bisa memberi pesan pada pria itu untuk menjaganya.

Elin tidak bisa bersabar lebih lama lagi, ia ingin mendesak Javier untuk menceritakan kapan dan dimana Javier mengenal sang ibu.

"Ku pikir kau sudah bisa menjelaskannya padaku, Kak!" tuntut Elin pada pria itu.

Javier menghela nafas pendek, kemudian menoleh pada Elin untuk menatap lamat-lamat pada gadis itu.

"Hmm, aku mengenal bibi Arbei sejak aku kecil, beliau pernah bekerja di Mansion orangtuaku," jelas Javier memulai segalanya.

"Jadi, pertemuan kita memang sudah kau atur?" tebak Elin mengingat Javier bisa melakukan apa saja dengan kekuasaannya.

"No. Aku tidak pernah menduga bisa bertemu denganmu di Kasino milik Aro. Tapi harus ku akui jika aku terkejut mendapatimu disana."

"Kau tidak mengaturnya, tapi kau langsung mengetahui aku adalah putri dari mantan pelayanmu?" sarkas Elin dengan kekehan sumbang.

"Perlu kau ketahui, Elin ... aku memang sudah mengenalmu sebelum pertemuan kita di tempat Aro waktu itu."

Dahi Elin langsung mengerut keheranan. "Maksudnya?" tanyanya bingung.

"Kau sendiri yang mengatakan bahwa kau pernah mengalami kecelakaan dan menyebabkanmu amnesia temporer. Kau melupakan sosokku dimasa lalu, Elin."

"Benarkah? Jadi, sebelumnya aku juga sempat mengenalmu?" Elin menutup mulutnya yang ternganga. "Really? Aku benar-benar tidak mengingatnya."

"Ya, maka dari itu aku menyimpulkannya sendiri saat kau mengatakan pernah mengalami amnesia."

"Kenapa kau tidak memberitahuku sejak awal, Kak?"

"Aku pikir itu tidak akan berdampak apapun bagimu."

"Setidaknya aku tau bahwa kau adalah salah satu orang yang pernah ku kenal di masa lalu."

Javier hanya menyungging senyum tipis khasnya tanpa berniat membahas hal ini lebih lanjut.

Elin tampak diam beberapa saat, sampai akhirnya ia mengingat sesuatu. Gadis itu lantas mengeluarkan liontin yang tadinya terselip di bagian dalam bajunya.

"Jadi, liontin ini adalah ..." Mendadak Elin mengingat jika ibunya pernah mengatakan bahwa benda itu adalah pemberian dari mantan majikannya.

"Hm, itu pemberian ibuku," timpal Javier menyambung ucapan Elin yang menggantung.

"Ibumu orang yang baik, kak."

"Oleh karena itulah aku pun menjadi orang baik," kata Javier dengan senyum percaya dirinya.

Elin menahan tawanya, sesungguhnya ia selalu menyukai sikap Javier. Meski pria itu dingin, sombong dan arogan dimata orang lain tapi kadangkala Javier sering bersikap hangat padanya. Selama dua Minggu ini Elin berusaha menjauhi Javier dan berlagak mendekati Jack hanya untuk melupakan pria yang sudah terlanjur disukainya dalam kurun waktu singkat tersebut.

"Aku harap ibu bisa segera membaik setelah hari ini."

"Yup. Kau harus semakin sering menjenguk dan menjaganya."

"Bolehkah aku bermalam di Rumah Sakit saja demi menjaga ibuku, Kak?"

Javier diam seribu bahasa. Dalam hati ia bingung harus mengizinkan atau tidak. Ia tau saat ini Bibi Arbei pasti sangat membutuhkan Elin, tapi diapun begitu, ia membutuhkan Elin untuk terus menemaninya tidur.

"Ya, kau boleh," kata Javier akhirnya. Ia akan mencari pelarian malam ini.

Elin sempat ingin berseru untuk mengucapkan terimakasih pada pria itu tapi mendadak ia mengingat kebiasaan Javier yang sudah terlanjur terbiasa tidur bersamanya.

"Tapi, bagaimana kakak tidur malam ini? Apa tak masalah jika tidak ada aku?"

"Aku akan tidur sendiri, bukankah aku juga harus berusaha belajar tanpa dirimu karena suatu saat kau akan ku bebaskan kembali?"

Entah kenapa setiap mengingat hal itu justru hati Elin terasa dicubit keras. Sebenarnya bukan cuma Elin, Javier pun merasakan hal yang sama, meski ia sudah menjanjikan hal itu pada Elin-- berniat membebaskan gadis itu suatu saat nanti--tapi ia sendiri tidak tau kapan dia akan bisa terlelap tanpa Elin disisinya, karena mau bagaimanapun Javier sudah terlanjur terbiasa dengan gadis itu.

"Baiklah, Kak. Asal jangan mencari orang lain untuk menggantikan aku untuk menemani tidurmu," kata Elin tanpa disadarinya.

Javier terkekeh pelan. "Tampaknya kau sangat takut jika pekerjaanmu diambil alih oleh orang lain," kelakarnya.

Elin senang karena akhirnya ia dan Javier bisa terlibat percakapan panjang yang ringan seperti ini, sehingga buru-buru ia menimpalinya.

"Iya, aku takut. Bukankah kau yang mengatakan jika wanita diluar sana terlalu agresif dan sering merayumu, jadi lebih baik kau tidak coba-coba untuk mencari mereka untuk menggantikan posisiku malam ini."

Sekarang Javier beneran tertawa lepas.

"Kalimatmu itu seolah kau adalah pasanganku saja," candanya.

Dan wajah Elin langsung memerah karena ucapan yang Javier berikan. Ia pun menyadari jika ucapannya tadi sudah melampaui batas wajar, seolah-olah dia adalah pemilik pria itu.

"Maaf, Kak. Aku cuma tidak mau kau repot dengan para wanita lain nantinya."

"Oh ya? Aku tak akan kerepotan jika aku meladeni mereka," ujar Javier random dan mata Elin langsung melotot mendengarnya.

"Sudahlah, aku akan melihat ibu. Dan ya, kalau kau mau mencari wanita lain untuk menggantikan ku, jangan lupa suruh Jack datang kesini juga untuk menggantikanmu menemaniku!" balas Elin tampak sengit.

Javier mengulumm senyum melihat kepergian Elin yang bersungut-sungut, meski demikian ia sudah merasa lega karena pada akhirnya ia dapat memberitahukan Elin mengenai masa lalu mereka yang sempat mengenal meski tidak menceritakan sepenuhnya.

Javier memilih menghubungi ibunya untuk memberitahukan keadaan Bibi Arbei dan respon sang ibu malah marah-marah.

"Kenapa kau baru mengatakan pada ibu jika Bibi Arbei sakit keras? Kirimkan alamat Rumah Sakitnya pada ibu dan ibu akan kesana untuk menjenguk Bibi Arbei!" serobot Elara, ibu Javier.

"Baiklah, Bu."

Setelah ibunya memutus panggilan, Javier bingung apakah ia akan lanjut menghubungi Jack untuk menjaga Elin di Rumah Sakit atau tidak. Entah kenapa sekarang ia tidak mau asistennya itu bertemu dengan Elin pun sebaliknya. Javier seakan sengaja membuat mereka sama-sama tidak bertatap mata.

Apa ini ada kaitannya dengan ucapan Elin yang mengatakan akan mendekati Jack karena mulai menyukai pria itu? Tapi, kenapa juga Javier harus menghalang-halanginya?

Javier menggeleng samar, Jack tidak perlu dihubungi, pikirnya. Karena Javier sendiri yang akan tetap berada di Rumah Sakit untuk memantau Elin dan Bibi Arbei. Lagipula, Javier masih was-was apabila Liam menemukan Elin disini karena cepat atau lambat kakak tiri Elin itu akan mendengar kabar lalu mencari keberadaan Elin yang sudah keluar dari Kasino milik Aro.

"Hhhh ..." Javier melenguh panjang. "Tugasku bertambah sekarang," katanya dengan nada lesu. Mau bagaimana lagi, ia juga sudah terlanjur berjanji pada Bibi Arbei untuk menjaga Elin.

Akan tetapi, yang sebenarnya terjadi adalah Javier lah belum menyadari jika kebiasaan yang sudah dilaluinya bersama Elin selama ini justru menimbulkan rasa lain yang belum ia pahami maknanya. Rasa takut kehilangan dan rasa tidak mau ditinggalkan itu yang terbentuk ketika ia dan Elin sudah terbiasa bersama-bersama karena ruang dan waktu yang Javier ciptakan sendiri.

Untuk itulah, mungkin Javier perlu waktu yang lebih lama untuk menyadari semua ini. Begitu?

...Bersambung .......

1
melting_harmony
Luar biasa
Masal Njeber
Biasa
S.Syahadah
menurut aku cerita nya ringan dan ga mau berhenti baca hehe
S.Syahadah
ini udh bab berapa ya aku kenyamanan baca hahaha
COOL_I4N
nice thor. suka endingnya. tp alangkah lebih klimaks kl gak ada adegan javier mengotori tangannya membunuh liam+irina hik hik. membalas nya gak perlu sadis2 thor ky di dunia mafia.
COOL_I4N: tp aku mau baca karya author yg lain. semoga lebih bagus dr novel ini. semangattttt thor
total 1 replies
COOL_I4N
jav+daddy nya sadis amat tho ky mafia aja yg udah biasa haus darah😭😭😭😭😭😭 agak so sad endingnya sadis gini.
COOL_I4N
wah harus nya liam dan irina di adu domba saja biar mereka saling menghabisi/menyiksa satu sama lain. sayang jav harus mengotori tangan nya sendiri
COOL_I4N: apalg irina kan punya keluarga yg notabene adalah keluarga orang kaya jg pasti punya kuasa apa gak resiko kl sampai mereka tau irina dibunuh
total 1 replies
COOL_I4N
wahhh kecewa thor kurang hot wkwkwkkw tp tetep romantis kok. mau thor untuk next ada detailnya. secara ini kan novel dewasa kok sopan amat ky novel teen aja xixixixixixi🤭🤭🤭🤭
COOL_I4N
yeayyyyu ada part extra tq thor. soalnya msh nunggu adegan malam pertama elin dan jav nih 🤭🤭🤭🤭
COOL_I4N
so sweeeeeettt 😍😍😍😍😍😍😍😍
COOL_I4N
thorr adegannya jangan sopan2. buat sampe elin dan javier skidipappappap🤣🤣🤣
COOL_I4N
aku suka detail2 kecil spt ini thor. author gambarkan jav melihat sekitar untuk memastikan ini dunia nyata atau mimpi setelah mendengar perkataan elin
COOL_I4N
huaaa sedihnya jd jav sampe gak bs bedain yg mana mimpi yg mana kenyataan😭😭😭😭 tolong endingnya yg klimaks ya thor. aku suka banget adegan dan dialog novel ini. sampe author bs buat adegan pertemuan elin dan jav dr jeruk nggelinding. surprise bgt pdhl pas baca awal elin udah nyiapin nata2 tempat buat piknik sampe ke dapur dan tau jav sdh datang kesan nya kok jd udah gak surprise. tp sekali lg author kasih surprise ke pembaca bs kasih adegan dan dialog yg bagus. suka suka suka
COOL_I4N
tp aku percaya pdmu thor mau dibawa kemana plot ceritanya
COOL_I4N
harusnya mama jav segera kabarin jav jangan ambil tindakan sendiri takutnya malah nglakuin kesalahan kehilangan kesempatan untuk nyelamatin elin dan bikin jav tambah marah. kan bs sampaikan pesan ke jack kl jav susah diajak omong
COOL_I4N
ya ampunt thor kasian jav 😭😭😭😭 aku bs bayangin kl jav depresi sampe pingin tidur trs. aku sendiri kl stres sedih bgt rs nya kepingin tdr gak bangun2. udah males ngapa2in, makan jg udah gak nafsu
COOL_I4N
ya ampun kasian jav sampe kepisah 2 th sm elin 😭😭😭
COOL_I4N
jahatnya nanggung thor. krn apa yg liam + irina lakukan dg rencana menjual elin bukannya berniat menghilangkan nyawa nya saja itu akan beresiko terbongkarnya kejahatan mereka
COOL_I4N
oh so sweet sekali pembicaraan javier & elin di gedung bioskop
COOL_I4N
so sweeeeeet jav😍😍😍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!