NovelToon NovelToon
Sistem Kekayaan Paranormal

Sistem Kekayaan Paranormal

Status: tamat
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Teen School/College / Tamat
Popularitas:310.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Al Orchida

IG : al_orchida66

Julian sedang mengamen di sebuah perumahan ketika dituduh mencuri ponsel genggam salah satu warga, ia dipukuli preman kampung setempat hingga sekarat.

Julian yang miskin, yang kenyang dengan penghinaan dan bullying, akhirnya mendapatkan sebuah sistem untuk merubah hidupnya.

Alih-alih mendapatkan sistem menjadi superhero atau pemain sepak bola hebat seperti di film-film, Julian justru mendapatkan sistem kekayaan dengan cara menjadi paranormal.

Mari simak kisah Julian hanya di Noveltoon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Al Orchida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gadis Berbahaya

Setelah mendengar misi ke-16 yang disampaikan oleh sistem pemandu, Julian melirik jam tangannya. Sistem memberikan waktu lima jam untuk menyelesaikan misi. Julian merasa sedikit khawatir masalah tenggat waktu yang ditargetkan sistem, menurutnya lima jam terlalu singkat.

Namun, Julian segera memupus rasa khawatir. Permintaan pemilik kafe untuk membuat penglaris di dua cabang lain langsung disanggupi Julian setelah resmi mendapat perintah dari sistem. Bayangan tumpukan uang yang bakal diterima untuk memenuhi pundi-pundi kekayaannya membuat Julian bersemangat sekaligus tertantang. Bukankah uang selalu bisa menjadi motivasi untuk seseorang?

Tadi dua ratus juta di butik Jisa, itu cuma satu penglaris … gimana kalo tiga? Wah bakal semakin gendut aja rekeningku kalau sistem membayar enam ratus juta!

Senyum tipis mengembang di bibir Julian, ia sudah berencana menggunakan sebagian uang itu untuk melebarkan sayap usahanya.

Julian ingin memiliki toko yang menjual barang antik dan berhubungan dengan pekerjaannya sebagai paranormal. Seperti toko jimat dan pusaka.

“Kalau boleh tahu, dimana posisi dua cabang kafe lainnya, Mas? Sepertinya aku harus lihat tempatnya dulu. Bisa ya, Mas?”

”Bisa, mau kapan ke sananya? Sekarang atau besok?” Pemilik kafe terlihat sangat antusias, tidak ingin membuang waktu. Julian pun bisa merasakan hal itu, sehingga ia tak kalah antusias.

Mengelola tiga kafe tentu bukan perkara mudah, fluktuasi minat pelanggan yang kerap berubah menuntut untuk selalu mengadakan inovasi baru. Baik dari penciptaan produk makanan dan minuman dalam kafe sampai menyusun konsep penjualan yang menarik minat pengunjung.

Ketika hal-hal dasar sudah dilakukan secara maksimal, hingga membuat pemilik kafe pusing tujuh keliling, tapi belum ada hasil yang signifikan … maka Mas Aji sebagai pemilik kafe, akhirnya ingin mencoba cara baru untuk melariskan dagangannya.

Tren penjualan yang semakin menurun sangat membuat khawatir. Belum lagi persaingan tak sehat yang dilancarkan pengusaha kafe lain untuk menjatuhkan usaha miliknya.

“Kalau kafe ini bisa saya buatkan sekarang, Mas. Tapi saya butuh tempat tenang untuk membuat jimat penglarisnya!”

Mas Aji spontan berdiri, “Ayo ikut aku!”

“Maaf Laila … kita ngobrol lagi lain kali ya? Aku mau bantu Mas Aji dulu.” Julian berpamitan pada Laila, ikut berdiri dan bersiap pergi.

Gadis belia bernama Laila mengangguk mengerti. “Aku juga udah mau pulang kok! Santai aja, Kak!”

Mendengar Laila yang berbicara penuh pengertian, Julian langsung meninggalkan meja, mengekori pemilik kafe ke bagian dalam bangunan dengan dekorasi bernuansa anak muda tersebut.

“Gimana kalo disini Jul, cukup tenang kan?” Pemilik kafe membawa Julian ke sebuah kamar yang double fungsi sebagai ruang kerja juga.

Julian mengedarkan pandangan sekilas, lalu mengangguk. “Lumayan, yang penting tenang bebas gangguan, Mas!”

“Kamu butuh apa sebagai syarat? Lima macam minuman bar? Bunga setaman atau sesuatu yang lain seperti sajen, dupa dan kemenyan?” cerca pemilik kafe.

“Tidak perlu, Mas! Saya perlunya kertas sama pulpen, syukur kalau ada kopi susu buat teman ngantuk hahaha,” jawab Julian sambil tergelak.

Pemilik kafe ikut terkekeh, lalu mengangguk seperti burung pelatuk, “Oke, kertas dan pulpen ada di meja saya, kalo kopsus menyusul, mau yang spesial cream?”

“Boleh, Mas. Nanti jangan ganggu aku dulu selama dua jam. Aku harus berkonsentrasi penuh untuk membuat jimatnya. Soalnya semua harus dipasang malam ini, sebelum matahari terbit biar kuat daya magisnya!” jawab Julian.

Pemilik kafe meninggalkan Julian setelah salah satu pegawainya meletakkan kopi susu spesial di meja untuk Julian. Pemuda dengan level ketampanan 80 itu mulai berkonsentrasi membuat rajah penglaris sesuai dengan pengetahuan yang didapatnya. Simbol dan huruf tertentu mulai tergores di atas kertas.

Keringat mulai membasahi wajah dan tubuh Julian, entah mengapa kali ini ia merasa ada tekanan tersendiri. Tidak seperti ketika ia membuat rajah untuk butik Jisa.

Jika siang tadi menulis rajah terasa begitu mudah, kali ini Julian bekerja lebih berat. Ia seolah menghadapi medan energi lain di tempat itu. Energi yang tidak ingin diselaraskan olehnya.

Namun, Julian pantang menyerah. Ia memompa energi supranatural lebih banyak dan menyalurkan energi tersebut ke dalam kertas dengan lebih hati-hati.

“Selesai!” Julian berbicara sendiri sambil mengamati rajah bergambar singa buatannya dengan hati puas. “Ini akan menyerap energi yang tak selaras terlebih dulu sebelum memancarkan aura pengasihan. Ajian jolo emas pasti akan segera bekerja setelah seluruh energi negatif di tempat ini menjadi netral.”

[Selamat, Tuan berhasil membuat jimat penglaris lebih cepat dari yang di butik!]

“Bagaimana rajah buatanku, Mbah? Apa ini bakal lebih efektif dibandingkan dengan yang ada di butik Jisa?”

[Tentu saja, Tuan! Hal itu disebabkan oleh kenaikan poin status setelah menyelesaikan misi di butik. Tuan juga semakin pandai memilih simbol dan huruf untuk memperkuat fungsi rajah.]

Julian sekali lagi menatap bangga pada hasil karyanya. Tapi senyum Julian tiba-tiba lenyap. Ia melihat kerlipan masa depan berputar di kepalanya.

“Apa itu, Mbah? Kenapa aku melihat sesuatu yang tidak seharusnya? Apa itu masa depan atau sesuatu yang lain? Aku sedang tidak memanggil kemampuan melihat masa depan!” seru Julian dengan suara tegang.

[Tuan memiliki kemampuan untuk mendeteksi dan melihat hal-hal yang sifatnya gaib. Kemampuan itu mendadak muncul karena Tuan sedang memikirkan kafe lain yang harus ditangani secara bersamaan.]

“Oh begitu?” Julian mengangguk tanda mengerti, ia pun mencoba menganalisa kerlipan yang baru saja melintas. “Salah satu cabang kafe milik Mas Aji tidak bisa dirajah sembarangan. Sesuatu yang jahat dan gelap menutup tempat itu. Betul begitu, Mbah?”

[Benar, Tuan!]

“Sepertinya pekerjaanku lumayan berat nanti, semoga bayarannya sebanding! Mbah Jambrong tau kan kalau aku perlu banyak modal untuk melebarkan sayap bidang usaha paranormal?”

[Tuan tidak perlu khawatir soal itu. Lebih baik kalau Tuan menyiapkan mental sekarang!]

“Bersiap untuk apa, Mbah?”

[Tuan akan segera mengetahuinya. Dia datang!]

“Apa yang datang? Bukan santet atau ilmu hitam kan, Mbah?”

Bukannya mendengar suara sistem, Julian justru mendengar suara wanita memanggilnya. “Julian, Julian! Aku tahu kamu ada didalam, bisakah kamu keluar sebentar?”

“Reina?” tanya Julian dalam gumaman. “Bagaimana bisa gadis itu tau kalau aku ada di sini?”

[Bukankah gadis yang sedang penasaran pada paranormal muda lebih berbahaya daripada santet dan ilmu hitam?]

***

1
Yuu Puttichai Kasetsin
ini sama kaya Elzero ap bukan kak? kl Elzero nama pemandunya mbah gondo, musuh NY mbah jambrong, mbah wereng sama mas bambang
Yuu Puttichai Kasetsin: kirain sama Al orchida dan El orchida. AQ download aplikasi ini karna info dari komen author di aplikasi fizo kak. karna penasaran kisah panji kak, nongol di cerita elzero, Shaka n Sadewa soalnya🤣🤣
total 3 replies
ռɨʍǟֆ ֆǟɨɖǟɦ_03
Good recommended 👌
ռɨʍǟֆ ֆǟɨɖǟɦ_03
Menu makanan juga ganti pasti, nggak sering lagi oseng kangkung dan tempe setipis silet wkwkwkwk
ռɨʍǟֆ ֆǟɨɖǟɦ_03
Sekedar adek cukup lah Laiii, soalnya hati Jull msh diisi Marsha
ռɨʍǟֆ ֆǟɨɖǟɦ_03
jangan lupa bayar pajak kekayaan Jull
ռɨʍǟֆ ֆǟɨɖǟɦ_03
bisa dikatakan Danyang itu saksi kunci disetiap kejadian kali ya.
ռɨʍǟֆ ֆǟɨɖǟɦ_03
Nyoman Paul sekarang nggak cakep lagi, machoan Rony Parulian wkwkwkwk
ռɨʍǟֆ ֆǟɨɖǟɦ_03
brarti klo pacaran sama yg lebih muda orientasinya apa? happy happy gitu Jull?
ռɨʍǟֆ ֆǟɨɖǟɦ_03
Harga diri akiaki yg nggak mau terkalahkan Jul, alasan nya. masa aki aki udah bnyk umur kalah sama dukun newbie 😂 gengsi lah
ռɨʍǟֆ ֆǟɨɖǟɦ_03
keknya dari semua misi, misi 14 ini durasi waktu nya yg paling lama.
Fatkhur Kevin
jgn batu bata. batu Kombong sja
𝖓𝕯o🕷
ada2 aj, ide buat cerita Thor. kek gaya vintage. tradisional dengan interlokal. tapi syukaaaa.. hehe..
Diana Dwiari
ini paranormal si elz kah?
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: elz alias el zero kisahnya ada di fiszo kak, sistem kekayaan dhukun milenial judulnya🙏
total 1 replies
Diah Susanti
kalau aq, alhamdulillah masih mampu beli ayam walaupun jarang
Serenarara: Ubur-ubur makan sayur lodeh
Minum sirup campur selasih
Coba baca novel berjudul Poppen deh
Dah gitu aja, terimakasih. /Joyful/
total 1 replies
Diah Susanti
aq pernah di beri ajian jaran goyang, trus aq praktekin ke mantan suami, tapi gak ngaruh apa apa. mungkin karena dapatnya instan tanpa ada tirakatan/semacamnya
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: wkwkwk iya kah?
total 1 replies
Satrya Oy
memang paranormal Sableng...😁😁😁
Satrya Oy
Luar biasa
Felicia
ada kelanjutan nya ga ?
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: gak ada kak, klo mau baca cerita sistem karya al yg lain ada di fizso dgn nama pena yg sama, Al Orchida. terima kasih🙏
total 1 replies
Felicia
bagus
n🍅fa
keren dan terasa cepat sekali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!