Dikhianati istri di malam pertamanya, membuat Jayden Alfred menutup rapat pintu hatinya untuk seorang wanita.
Istrinya meninggalkannya karena mengetahui sesuatu yang begitu fatal dalam diri Jayden.
Namun, semua itu berubah saat Jayden bertemu dengan Jingga, gadis berkacamata yang menjadi Dokter pribadinya.
Siapa sangka, jika Jingga adalah gadis masa kecilnya yang dulu selalu mengungkapkan cinta kepadanya.
Dapatkah sang duda keren ini menaklukan hati Jingga? atau malah sebaliknya?
Dan hal fatal apakah yang ada pada diri Jayden hingga dia harus mempunyai Dokter pribadi seperti Jingga?
-------------
Sebelum kepoin si Jayden, mampir dulu yuk di karyaku "My Little Wife"
Karena cerita ini akan sambung menyambung sama seperti ikatan cintamu pada mantanmu 😂🤭.
Jangan lupa kritik dan sarannya ya bestie 😉.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku belum setua itu!
Satu minggu berlalu...
"Sampai kapan ku mau mogok makan seperti ini?" Jayden yang begitu khawatir mengusap pipi Jingga dengan penuh kelembutan. Namun, ditepis segera oleh wanita itu.
"Aku ingin pulang, Kak! Ayah dan bunda pasti sangat khawatir saat ini! Mereka juga akan--"
"Mereka sudah tahu kalau sekarang kita adalah sepasang suami istri!" ucap Jayden dengan sedikit membentak. Jujur saja Jayden sebenarnya juga merasa lelah harus bersembunyi seperti bocah seperti ini.
Kalau bukan karena dad Darren yang mengancam akan memisahkan mereka dan menghukum Jingga, dia pasti sudah kembali ke Jakarta.
"Kali ini saja, aku janji setelah urusanku selesai di sini. Kita akan kembali!"
"Ma-maksudmu?" tanya Jingga dengan sedikit bingung lalu menatap tajam Jayden.
"Kita berada di tempat terpencil dimana tidak ada satu orangpun yang akan menemukan kita!"
"What?!"
"Kenapa? Kita sudah menikah, sayang. Dan sebentar lagi di sini..." Jayden mengusap perut rata Jingga, "benih itu akan segera tumbuh."
Sifat pemaksa jayden memang tidak berubah. Mau menjadi suami atau belum, tetap saja dingin dan ketus pada Jingga.
Jingga menghela nafas kasar dan mendorong tangan Jayden yang sejak tadi berusaha menyuapinya.
"Makan atau aku akan menyuapi mu dengan mulutku!" ancaman Jayden berhasil membuat JIngga menciut dan membuka mulutnya.
"Ini lebih baik!" kata Jayden.
"Dasar pria tua pemaksa!" gumam Jingga tanpa sadar terdengar di telinga Jayden.
"Aku belum setua itu, Jingga."
"Tetap saja kamu itu sudah tua!" jawab Jingga tak mau kalah.
"Katakan sekali lagi, aku ingin mendengarnya?" Jayden meletakkan piring tersebut di atas nakas, lalu naik ke atas ranjang.
"K-kamu mau apa?!" ujarnya seraya melipat kedua tangannya di depan dada.
Bukannya menjawab jayden malah semakin mendekat, membuat Jingga terpojok dan tidak bisa berkutik sama sekali.
"Kak..."
Greb!
Jayden menggendong Jingga ala bridal dan membawa wanita itu masuk ke kamar mandi. namun, langkahnya terhenti saat mendengar suara ketukan pintu.
"Shiit! Dasar pengganggu!' umpat pria tersebut mendudukkan Jingga kembali di pinggir ranjang dan berjalan ke arah pintu.
"Ada apa lagi, Za--" belum selesai Jayden bicara, ia dikejutkan dengan sesosok pria yang sudah berdiri di ambang pintu dengan mata memerah dan rahang terkepal. "Daddy, Ayah..."
"Dasar anak kurang ajar!" teriak dad Darren bersamaan dengan ayah Devan.
Bugh!
Tak menunggu lama satu pukulan mendarat di pipi Jayden. Siapa lagi pelakunya kalau bukan ayah Devan. Beberapa pukulan Devan layangkan ke wajah dan perut Jayden.
Bukan tidak ingin membalas, bagaimana mungkin Jayden mau memukul ayah mertuanya sendiri.
"Berdiri kamu! Jangan seperti pria lemah yang berani membawa kabur putri orang dan menikahinya dengan paksa!" ayah Devan menunjuk wajah Jayden dan mengeluarkan semua kata umpatan padanya. "Ternyata keputusanku dulu benar, sudah menjauhkan kalian! Tapi tidak di sangka bocah brengsek ini malah..."
"Ayah!" potong Jingga yang malah menunduk membantu Jayden berdiri. "Apa yang Ayah lakukan, kenapa memukulnya hingga seperti ini!" meski Jayden menyebalkan, jauh di dalam lubuk hatinya, Jingga tidak pernah membenci pria yang saat ini sudah resmi menjadi suaminya.
"Sayang, kenapa kamu malah membela iblis sialan ini, hah!" ayah Devan menarik tangan Jingga sedikit kasar, agar putrinya itu tidak mendekati Jayden.
Sedangkan dad Darren yang melihat putranya di perlakukan seenaknya menarik pundak ayah Devan dan melayangkan pukulan ke wajahnya.
"Berhenti memukul putraku! Semua bukan salahnya, bodoh!"
"Apa kamu bilang?! Bukan salahnya! Apa matamu buta? Jelas-jelas sekarang putriku ada bersamanya, bahkan mereka sudah menikah!" jawab ayah Devan tak terima.
"Semua juga karena Jingga yang menggoda Jayden! Kalau tidak seperti itu mana mungkin kedua putraku memperebutkannya!"
"Beraninya kamu!" ayah Devan yang tidak terima membalas pukulan dad Darren.
Terjadilah drama dimana keduanya saling memukul dan tidak ada yang mau mengalah.
"Menurutmu, diantara mereka berdua siapa yang akan menang?" bisik Zayn pada Noah yang sejak tadi menyaksikan kejadian itu.
"Aku bertaruh untuk kemenangan uncle Devan." jawab Noah.
"Baiklah, aku pegang daddy Darren!"
Pletak!
"Aww...." teriak Zayn dan Noah bersamaan saat mendapatkan pukulan keras di kepala. "Aunty, Mom?!"
jingga juga bodoh