NovelToon NovelToon
Biang LaLove

Biang LaLove

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Anfi

Spin-of Baby's breath untuk Aretha

Arlo dan Queena sudah bersahabat sejak kecil, sebenarnya di bilang sahabat juga bukan atau lebih tepatnya musuh bebuyutan. Lebih pada Queena adalah sasaran empuk kejahilan dan kenakalan Arlo, si cantik putri dari pasangan Rega dan Rhea tersebut sudah menjadi target keusilan putra Hana dan Leo sedari Queena masih bayi.

“Apa? Mi-mom jangan bercanda, ya!” Arlo terkejut saat mi-mom Hana memberikan usulan untuk menikahkan Arlo dan Queena diusia mereka yang masih muda.

Arlo mengusak rambutnya frustasi, kecerobohannya memanjat balkon kamar Queena membuatnya terjebak dalam situasi yang membuat kedua orang tuanya dan orang tua Queena murka. Dan satu-satunya orang yang harus di salahkan adalah kakak sepupu Arlo yang tidak lain adalag Gavin.

Lalu apa alasan Arlo dan Queena menyembunyikan pernikahan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Anfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11 # Pulang bersama Arlo

Queena mencebik, dia mengangkat tas Arlo dari pangkuannya dan bersiap melemparkan tas tersebut ke depan.

“Lempar saja kalau berani,” ucap Arlo santai, dia menumpukan kedua telapak tangannya pada rerumputan di belakang tubuhnya.

“Tentu saja berani,” jawab Queena.

Arlo mengangguk. “Lempar, Queen. Lempar, tapi jangan salahkan aku kalau kamu tidak aku antar pulang.”

Queena menoleh heran dengan ucapan Arlo. “Aku di jemput papa,” balas Queena.

Pletak

“Ish... Arlo! Kebiasaan banget sih, ini kepalaku aset tahu. Nanti kalau aku jadi o-neng gimana?” kesal Queena yang selalu mendapatkan jitakan kepala dari Arlo.

“Lihat dulu ponselmu! Om Rega tidak bisa menjemput,” ujar Arlo.

Queena mengerutkan dahinya, dia lantas menaruh kembali tas Arlo di pangkuan dan mengambil ponsel dari dalam tas.

Suaminya mama

Ueena, sayang. Maaf sayang, sepertinya papa tidak bisa menjemput Ueena. Papa sama om Aldo masih harus lanjut meeting dengan klien, siang nanti Ueena pulang sama Arlo. Papa sudah telepon Arlo tadi.

Princessnya papa

“Oke, pa. Maaf baru sempat baca dan balas pesan papa.

Queena menghela napas, dia melirik Arlo.

“Apa? Protes sana ke om Rega kalau kamu tidak terima,” ucap Arlo.

“Nyebelin,” ketus Queena, dia kembali fokus dengan makan siangnya.

Arlo hanya mengangkat kedua bahunya.

“Ya ampun. Intan mau diantar aa Arlo pulang juga dong,” sahut Intan.

Raya langsung menoyor kepala Intan. “Lebay banget,” gerutunya.

“Biarin. Namanya juga usaha deketin aa Arlo,” balas Intan yang mengedip-ngedipkan matanya pada Arlo.

Sementara itu Andreas menatap Arlo tidak suka, ada Raya dan Intan saja sudah membuatnya merasa terganggu. Ada mereka berdua saja, dia tidak bisa bicara lebih akrab dengan Queena. Lihatlah posisi duduk mereka berdua, sudah seperti kutup utara dan selatan. Niat hati ingin mengambil simpati Queena justru makin gagal setelah Arlo datang, siapa yang tidak tahu salah satu most wanted jurusan Teknik Informatika tersebut. Kalau di sejajarkan dengan Arlo, Andreas sebenarnya juga tidak bisa dianggap enteng. Kurang apa dia? Ketua BEM fakultas, nilai akademik ada di jajaran sepuluh besar.

Satu hal lagi, Andreas melihat sisi lain Queena. Gadis itu biasanya terlihat lembut, namun Andreas siang itu melihat Queena seperti anak kecil yang tantrum... dan hanya Arlo yang bisa membuat sisi Queena yang lain itu muncul.

Si alnya, Arlo melihat tatapan Andreas pada Queena. Dia juga tahu kalau Andreas tidak suka dengan kehadirannya di sana.

Hap

Arlo tiba-tiba melahap ayam lada hitam yang hendak Queena makan.

“Ih... beli sendiri sana! Itu punyaku,” gerutu Queena, mirip anak kecil yang kehilangan makanan miliknya.

“Biasanya juga sepiring berdua,” celetuk Arlo yang justru mengarahkan tangan Queena untuk mengambil kembali potongan daging ayam dengan garpu, kemudian Arlo mengarahkan tangan Queena ke depan mulut Arlo.

Hap

Arlo kembali melahap daging ayam tersebut.

“Ck... nih makan semua!” kesal Queena yang menaruh kotak bekal pada tangan Arlo. “Pas banget aku lapar,” sahut Arlo dengan tanpa rasa bersalah.

“Perasaan dari kemarin ribut soal makanan mulu. Heran,” celetuk Raya diangguki Intan. “Tapi so sweet tahu, Ray. Intan mau juga dong,” lanjutnya.

Andreas mulai jengah saat melihat tingkah Arlo pada Queena, seolah Arlo itu sedang memanas-manasi kalau Queena merespon Arlo lebih baik dari pada merespon Andreas.

“Oh ya, Ueena. Kapan kita bisa mulai belajar bareng?” sela Andreas di tengah Queena yang sedang berdebat dengan Arlo.

Queena dan Arlo menoleh kearah Andreas, begitu juga dengan Intan dan Raya. Tatapan mereka seolah membuat Andreas terintimidasi, seolah ucapan Andreas tadi semacam hama pengganggu.

“Ma-maksudku Prof. Lucas memintaku untuk memberitahu kapan aku bisa belajar tentang kultur bakteri,” lanjutnya.

“Satu minggu ini kami ada di laboratorium. Kamu bisa ikut belajar,” jawab Queena. “Dengan begitu kamu bisa belajar tidak hanya dariku, tapi dari yang lain juga. Sample yang di gunakan juga berbeda,” imbuh Queena.

Andreas mengangguk. “Oke. Aku bo...”

“Ayo! Sudah jam dua belas, aku harus mengantarmu pulang.” Arlo memotong ucapan Andreas.

“Ueena belum selesai makan, Arlo!” gerutu Raya diangguki Intan. “Punyaku juga belum habis,” imbuh Intan.

“Sudah jam dua belas. Om Rega bilang jam dua belas, kan?” Arlo menunjukkan arlojinya yang sudah diangka jam dua belas siang.

Raya dan Intan menatap Queena.

“Kotak bekalnya kalian bawa saja! Jangan lupa di habiskan, aku harus pulang sekarang. Kalian tahu sendiri biang rusuh ini rese bukan main.” Ujar Queena sambil menunjuk Arlo.

Arlo hanya senyum-senyum saja, dia tidak perduli Queena mengoceh apa. Visi misi hidupnya adalah membuat Queena kesal, dan siang itu dia kembali berhasil membuat putri mama Rhea tersebut kembali tantrum.

Queena lantas membereskan makan siang yang masih tersisa tersebut, dia bergegas ikut Arlo pulang agar musuhnya tersebut tidak mengadukan kalau Andreas mencoba mendekati dirinya.

“Aku pulang duluan,” pamit Queena pada ketiga temannya, Andreas hanya bisa menghela napas melihat Queena pergi bersama Arlo.

***

Jangan berharap Arlo berhenti menjahili Queena begitu saja, Arlo kembali mengerjai gadis itu begitu mereka sampai di parkiran.

“Kamu yang nyetir, Queen. Aku lelah,” Arlo melemparkan kunci mobil kearah Queena.

Queena membelalak. “Nanti kalau papa tahu, bagaimana?” takut Queena, karena sudah pasti papa Rega akan mengomel.

Bukan karena Queena tidak bisa menyetir, hanya saja memang papa Rega tidak  mengijinkan putrinya menyetir kendaraan sendiri. Kecuali mereka pergi bersama dan papa Rega sendiri yang mengawasi, entah apa alasan papa Rega tidak mengijinkan putrinya menyetir sendiri. Bahkan mama Rhea juga tidak tahu alasan suaminya tersebut, padahal Dean yang masih tujuh belas tahun saja sudah papa Rega ijinkan membawa mobil.

“Tidak akan. Selama ada aku, papa Rega tidak akan tahu. Sudah sana!” Arlo mendorong bahu Queena untuk bergegas masuk ke dalam mobil.

Queena berdecak kesal, ada rasa ragu dengan manusia red flag satu itu. Namun tetap saja Queena patuh pada Arlo, dia sendiri kadang heran kenapa bisa sepatuh itu pada Arlo. Padahal sudah jelas Arlo selalu menjahilinya, Queena merasa selalu terjebak dengan satu orang yang sama.

Queena melajukan mobil dengan kecepatan standar, keahliannya berkendara bisa di bilang bukan seorang amatir. Siapa lagi kalau bukan karena Rafa dan Arlo yang menjejali gadis itu bagaimana cara berkendara di jalanan dengan baik, tentu tanpa sepengetahuan papa Rega.

Krucuuk... krucuuk

Arlo menoleh. “Kamu masih lapar?” tanya Arlo.

“Gara-gara siapa coba? Kemarin kamu habisin makanan aku, hari ini juga. Energiku ini sudah tersedot bakteri-bakteri di cawan,” ketus Queena.

Arlo menghela napas. “Di depan ada warung mie ayam. kita berhenti makan dulu di sana. Aku juga masih lapar,” ucap Arlo.

Mendengar kata mie ayam membuat Queena bersemangat, dia tersenyum lebar. “Sudah lama tidak makan mie ayam. Kalau saja ada Rafa,” ujarnya dengan sendu.

“Akhir minggu ini dia pulang. Kita mau ngopi bareng kalau mau ikut,” Arlo memberitahu Queena.

Queena langsung bermuka masam. “Papa mana ijinin, kecuali ngopinya di rumah kalian atau di rumahku.”

“Siang, Queen. Bukan malam, pasti om Rega ijinin. Nanti biar Rafa yang bilang,” balas Arlo diangguki Queena.

Siang itu mereka mampir makan siang lagi di warung mie ayam, Queena seperti sedang bernostalgia. Dia, Arlo dan Rafa dulu sering makan mie ayam bersama setelah pulang sekolah. Ada Rafa diantara mereka tentu membuat Queena lebih aman, setidaknya Rafa akan menjadi pelindung saat Arlo menjahilinya.

1
muthia
sehat selalu ❤
a yulaela_fa(Ayu Anfi): siap kk... kk jg ya❤️❤️❤️
total 1 replies
muthia
❤❤❤❤❤❤❤
muthia
❤❤❤❤❤❤❤❤
muthia: sehat selalu 🙏❤
total 2 replies
Nur Asiatun
Alhamdulillah...semangat thor
a yulaela_fa(Ayu Anfi): kakak juga ya 💗💗
total 3 replies
Enz99
Bagus
a yulaela_fa(Ayu Anfi): terimakasih kk💗💗
total 1 replies
zhelfa_alfira
keren
a yulaela_fa(Ayu Anfi): terimksh kkk 💗💗💗
total 1 replies
muthia
ayo Arlo
muthia: ❤❤❤❤❤❤
total 4 replies
muthia
gegara itu l akhirnya Arlo nikah sama Queen
muthia: 😂😂😂😂😂😂❤❤❤
total 2 replies
Anto D Cotto
menarik
a yulaela_fa(Ayu Anfi): terimakasih kk.. 🙏🙏🙏
total 1 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up thor
Anto D Cotto: ok,,see 👍
total 2 replies
muthia
semangat dan sehat selalu thor 🙏
muthia: ❤❤❤❤❤❤❤
total 2 replies
muthia
Langsung mampir
a yulaela_fa(Ayu Anfi): trimaksh kk cntikq ❤️❤️❤️💗
total 1 replies
Niken Dwi Handayani
Waduh dalam sehari udah triple kill aja ngisengin Uena😮‍💨
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🤣🤣🤣🤣 emg biang rusuh kan ya dia... anehnya cm ke ueena aja dia gt
total 1 replies
Niken Dwi Handayani
Yuhuuuuu..akhirnya cerita si babang Arlo yang sedari orok ngekeep si neng cantik Uena launching juga🥳🥳.
a yulaela_fa(Ayu Anfi): ❤️❤️❤️❤️ berkat dkgn kk jg akhirnya mrk bs lauching
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!