TAKDIR ILLAHI : Kebahagiaan, Kesedihan dan Kesempurnaan
(BELUM DI REVISI!!)
Takdir hidup setiap manusia, sudah pasti tidak ada yang bisa menebak bagaimana jalan alur ceritanya. Begitupun dengan seorang gadis cantik nan sholehah, anak perempuan satu-satunya keluarga Muhammad. Jizah Nurreen Ahmad, itulah namanya.
Takdir Illahi membawanya kedalam kehidupan yang berbelok. Kebahagiaan berganti kesedihan, sampai datanglah kesempurnaan. Ia percaya, inilah ketetapan terindah dari-Nya.
"Terimalah takdirmu dengan lapang dada sebab Allah Maha Tahu sedangkan kamu tidak."
_
Karya Pertamaku dimasa pandemi dan ini membawaku kedalam dunia yang baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurfaizah Jiza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
(21) Bertemu sebentar
Beberapa Minggu berlalu hubungan Jizah dan Aldi baik-baik saja meskipun mereka selalu terpisah oleh jarak. Profesi Aldi sebagai pemain voli membuat ia selalu menanamkan rindu pada istrinya.
Klub voli tempat ia bermain berasal dari Sidoarjo dan jika ia mengharuskan pulang setiap minggunya itu akan sia-sia karena hanya sehari saja bersama Jizah besoknya harus berangkat lagi. Jizah pun memaklumi itu dengan selalu mensyukuri apa yang telah Allah berikan sudah ditetapkan.
Pagi-pagi sekali setelah sholat tahajjud seperti biasanya, Abah menelpon Jizah beralasan agar anaknya ikut ke Yogyakarta untuk menemaninya mengisi tausiyah beberapa masjid disana.
"Assalamualaikum warahmatullahi Ann..." ucap Abah setelah saluran telepon tersambung
"Waalaikumsalam warahmatullahi, iya Bahh ada apa? tumben telepon pagi-pagi banget" ucap Jizah seraya merapikan sajadah ke tempat semula
" Ann, hari ini kamu kegiatannya ada apa aja?" tanya Abah
"Anna hari ini ada jadwal foto endorse untuk diupload besok dan sorenya insyaallah Anna ingin mengajak Riska pergi nonton" jawab Jizah
"Apa jadwal foto endorse nya GK bisa ditunda dulu? Abah mau, kamu menemani Abah isi tausiyah di Yogya untuk beberapa hari" ucap Abah
"Kalau Abah yang minta Anna bawa saja baju yang akan di foto ke Yogya, jadi Anna bisa ikut Abah ke sana dan tetap bekerja hehehe" Jizah
"Nahh itu lebih baik, nanti jam 7 Abah jemput kamu sekarang siapkan keperluan untuk disana" Abah
"Iya Bahh Anna siapkan keperluannya sekarang. Assalamualaikum warahmatullahi" ucap Jizah
"Waalaikumsalam warahmatullahi..."
"Bagaimana Bahh, apa Anna mau?" tanya Ummi penasaran
"Alhamdulillah dia mau ummi, Abah GK ngasih tau kalau kita disana bukan cuma mau isi tausiyah tapi juga mau menyaksikan menantu kita tanding di final" kata Abah senang
"Tapi sebelumnya maaf Bahh, ummi kayaknya GK bisa ikut, sudah ada janji sama ibu RW 05 untuk hadir di acara aqiqahan cucu pertamanya" ucap ummi hati-hati
"Yasudah gpp, janji harus ditepati, toh ummi bisa menyaksikan di tv"
"iya Bahh"
Tepat jam 07:00 wib Abah sudah ada di rumah Jizah bersama Hadian yang akan mengantarkan mereka bandara.
"Abah, Abang ini teh nya diminum dulu, Anna mau siap-siap sebentar" ucap Jizah sembari meletakkan minuman diatas meja lalu berlalu kekamarnya
"Terimakasih Ann, jangan lama-lama" ucap Hadian
satu jam perjalanan menuju bandara, kini mereka sudah berada didalam pesawat, cukup 1 jam 10 menit pesawat sudah landing di bandara Adisucipto Yogyakarta dan setibanya disana Abah dan Jizah langsung dijemput oleh panitia penyelenggara tausiyah Akbar menuju hotel yang sudah disiapkan
Jizah selalu menelpon atau sekedar kirim pesan untuk sang suami. Ia tak tahu kalau suaminya juga sedang berada di Yogyakarta untuk pertandingan final, Karena sebelumnya Aldi mengatakan bahwa final voli putra akan diselenggarakan di Pekanbaru namun itu hanya keisengannya saja
Keesokan harinya, Abah dan Jizah sedang dalam perjalanan menuju masjid di daerah Sleman.
Setibanya mereka disana ternyata sudah banyak jama'ah yang hadir, baik laki-laki maupun perempuan, yang perempuan berada di sebelah kiri dan yang laki-laki disebelah kanan dengan sekat yang cukup tinggi.
Abah membawa tausiyah yang berjudul Indahnya keluarga Sakinah~•^•~
"Dalam bahasa Arab, kata Sakinah Didalamnya terkandung arti tenang, terhormat, aman, meras dilindungi, penuh kasih sayang, mantap dan memperoleh pembelaan.
Jadi, keluarga sakinah itu adalah keluarga yang semua anggota keluarganya merasakan cinta kasih, keamanan, ketentraman, perlindungan, bahagia, keberkahan, terhormat, dihargai, dipercaya dan dirahmati oleh Allah SWT." arti sakinah yang dijelaskan oleh Abah membuat para jama'ah ada yang diam memperhatikan dan mendengarkan, ada pula yang mencatatnya.
Sedangkan Jizah yang semula hanya diminta untuk menemani namun ternyata ia juga harus menyampaikan tausiyah nya, dan ia lebih memilih bercerita mengapa menikah diusia muda? dan intinya ia menyampaikan "Kalau Allah sudah hadirkan seseorang kepada kita dengan niat yang baik, dan diri ini telah siap sepenuh hati menerima bahwa, Allah takdir kan jodoh datang diwaktu yang tepat, maka segerakan lah" kata Jizah diakhir tausiyahnya
Saat Abah dan Jizah memberikan kesempatan beberapa jama'ah yang hadir diperbolehkan bertanya, ada seorang laki-laki yang sangat familiar Dimata Jizah, laki-laki itu menggunakan Koko berwarna coklat, celana panjang hitam dan tak ketinggalan menggunakan peci hitam namun laki-laki itu menggunakan masker dan kacamata jadi Jizah sedikit ragu, apakah betul itu seseorang yang sangat ia rindukan saat ini atau hanya halusinasinya saja karena sudah 3 Minggu tidak bertemu secara langsung?
"Apa itu mas Aldi?tapi masa iya dia GK ngasih tau kalo ada disini?" Jizah bertanya dalam hati dan matanya sesekali melihat kearah laki-laki itu dan yang dilihat pun juga memperhatikan dirinya, itu membuat Jizah sedikit takut tapi tak lama karena acara akan segera berakhir dan saat ia dan Abah pamit undur diri, handphone dalam tasnya berbunyi dan ternyata itu panggilan dari Aldi "Zauji ♥"
nama yang pertama ia baca dan dengan segera mengangkatnya
"Hallo Assalamualaikum mas..." ucapnya dengan lembut
"Waalaikumsalam sayang, kamu udh selesai tausiyahnya?" tanya Aldi
"Alhamdulillah sudah mas, baru saja Anna keluar sekarang lagi nunggu Abah yang masih ada didalam" jawab Jizah
Dan tiba-tiba panggilan itu terputus, Jizah berkali-kali menelpon lagi suaminya namun sayang jaringan tidak mendukung dan ia dikejutkan oleh suara yang datang tiba-tiba dari belakang
"Kamu GK nunggu mas sayang?" ucap Aldi yang berjalan beriringan dengan Abah
"Abah... di-diaa?" tanya Jizah meminta penjelasan siapa laki-laki yang memanggilnya sayang karena ia tak tahu itu suaminya sebab Aldi masih belum membuka masker dimulut nya
"Dia pangeran yang kau rindukan Ann..." jawab Abah tersenyum lalu Aldi dengan segera melepaskan maskernya dan menghampiri Jizah yang masih diam mematung
"Assalamualaikum sayang, ini mas apa kamu GK percaya?" ucap Aldi menjulurkan tangannya agar Jizah menyalaminya dan Jizah pun langsung mencium punggung tangan suaminya dengan sangat lama
"Waalaikumsalam warahmatullahi mas, kenapa kamu GK bilang kalau ada di Sleman juga?" tanya Jizah mengerucutkan bibirnya
"Kan final voli putra di Sleman sayang"
"Bukannya mas bilang di Pekanbaru?"
"Hehehe maaf sayang, mas hanya ingin membuat kamu terkejut aja"
"Jadi Abah tau mas Aldi ada di Yogya?" tanya Jizah pada Abah saat mereka sudah berada didalam mobil Aldi
"Iya Ann, kemarin malam Aldi meminta Abah untuk hadir sama kamu ke Yogya tapi dengan alasan jangan beritahu kamu terlebih dahulu, Alhamdulillahi nya Abah juga ada tausiyah disini" ucap Abah dan Jizah yang mendengar tersenyum bahagia
Mereka memutuskan untuk pergi makan siang di rumah makan khas Yogya
"Sayang, kamu harus cobain gudeg langsung dari kota asalnya ini wenak poll, ayo buka mulut Aaaaa" ucap Aldi memberikan sendok berisi nasi dan gudeg ke arah Jizah
Jizah menerimanya memang ini bukan yang pertama mencobanya namun rasanya berbeda
"Bagaimana enak kan?" tanya Aldi setelah Jizah selesai menelannya
"Iya mas, ini beda biasanya Anna makan gudeg yang agak pedas tapi ini manis, enak" jawab Jizah
"Iyaa, kita terlalu sering makan makanan pedas Ann kalau dirumah" ucap Abah yang berada dihadapan Jizah dan Aldi
"Iyaa Sunda Padang sukanya pedes-pedes hehehe" ucap Aldi
Setelah selesai makan siang, Abah dan Jizah kembali ke hotel sedangkan Aldi harus kembali ke hotel bergabung dengan teman-temannya yang lain.
makasih untuk ceritanya.
menjadi seorang istri yang dikhianati suami , memilih berpisah, membuka lembaran baru dengan orang yg lebih baik dr suami pertama.bisa dijadikan pelajaran untuk kita bahwa kebahagiaan akan datang setelah badai dlm rumah tangga.menemukan orang yg benar2 beriman membimbing istri menuju jannah
mau donk yg ky ustad khoirul
bukan salah abah, mungkin takdirnya berliku-liku