Alia dipecat secara tidak terhormat oleh direktur perusahaan tempat dia bekerja. Di fitnah mendapatkan posisi tinggi melakukan pendekatan genit dengan anak direktur perusahaan. Rekan kerjanya tidak ada yang mau membantu atau menolong sehingga itu semua menyakitkan hatinya sampai tengah malam akan kesedihannya itu datang empat pria asing ingin memanfaatkan kondisi Alia yang sedang putus asa tapi seorang pria datang untuk menolongnya. Namun, siapa sangka pria yang menolongnya itu adalah mantan pacar dan sudah mempunyai anak dari mantan istrinya lalu anak mantan pacarnya itu tiba-tiba ingin Alia menjadi pengasuhnya!
Dukung Author dengan memberikan dukungan komentar dan like-nya biar semangat update hehe
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21.
Alia tidur bareng sama Aileen setelah kejadian semalam yang membuat makan malamnya gagal padahal sudah sangat menunggu Reza mengungkapkan perasaannya. Di sini, Alia sudah tidak membenci Reza tetapi berpura-pura agar pria yang dia cintai itu menunjukkan ketulusannya.
Pagi harinya.
"Biarkan Bibi mengurus sarapan paginya dan kalian berdua pergi ke mini market untuk belanja kebutuhan sehari-hari!" ucap Bibi Lina sambil mengambil bahan masakan dalam kulkas
"Yey, hari ini kita belanja. Tante Alia boleh Aileen bawa Mochi?" tanya Aileen sangat bersemangat pergi ke mini market
"Boleh, sekalian jalan-jalan tapi Mochi tidak boleh masuk mini market, ingat!" jawab Alia sambil mengelus lembut kepala Aileen
Mochi menurunkan ekornya memberikan tanda kecewa dan sedih karena tidak bisa ikut masuk bersama majikannya.
"Tenang Mochi! Tidak akan Aileen biarkan rekan seperjuangan sendirian di luar. Jadi, Tante Alia boleh Aileen minta uang buat beli jajan di sekitar mini market?" tanya Aileen sambil menyatukan telapak tangannya seperti berdoa
"Tentu tapi jangan sembarangan jajannya dan dilarang kasih Mochi kacang atau susu!" jawab Alia sambil memberikan uang jajan
Ekor Mochi seketika naik lalu bergerak-gerak memberikan tanda senang dan bahagia karena majikannya akan menemaninya. Aileen memakaikan Mochi kalung agar tidak dianggap hewan liar, karena mini market berjarak 20 menit berjalan kaki membuat Aileen bersemangat untuk membawa Mochi jalan-jalan.
Namun, tidak sampai lima menit jalan-jalan tiba-tiba Mochi merasakan hawa keberadaan seorang pria yang mau mendekati majikannya dengan cepat langsung menunjukkan sifat agresifnya bahkan Alia terkejut sampai mundur ke belakang tanpa sadar tersandung batu.
Pria yang mendekati Aileen langsung menangkap tubuh Alia yang hampir saja terjatuh. Aileen sangat khawatir melihat Tante Alia hampir menghantam batu seketika Mochi menurunkan kepala serta ekornya memberikan tanda menyesal dan bersalah.
"Terima kasih sudah menolong saya, Tuan...." ucap Alia dengan ekspresi terkejut melihat wajah pria tadi malam
"Tuan Abbay, saya senang jika anda memanggil seperti itu!" balas Abbay sambil tersenyum
"Tante Alia awas! Pria berotot ini kemarin malam mengarahkan pisau tepat di leher Tante." teriak Aileen mencoba menarik tangan Alia untuk menjauhi Abbay
"Itu benar tapi bohong!" ucap Abbay sambil memperlihatkan pisau mainan
Aileen beneran memeriksa pisau mainan itu dan beneran mirip seperti pisau tadi malam seketika meminta maaf karena salah paham. Mochi ikut minta maaf dengan mengelus kaki Alia lalu permintaan maaf diterima seketika Mochi kembali bersemangat.
Mochi langsung mengendus dan melihat-lihat sesuatu yang baru untuknya membuat Aileen kewalahan mengejarnya.
"Kemarin pisau yang kamu arahkan ke leherku bukan mainan!" ucap Alia melirik tajam sosok Abbay
Abbay langsung senyum lembut membuat Alia tidak nyaman dengan senyuman itu.
"Malam itu, apa yang kalian bicarakan sama Reza?" tanya Alia sambil jalan menuju mini market
"Loh, Reza belum memberitahumu?" tanya balik Abbay jalan bareng sama Alia
"Belum bahkan Kakakmu kemarin malam belum pulang sampai sekarang!" jawab Alia sangat khawatir dengan Reza
"Namaku Abbay Markel pasti Alia tahu nama keluarga Markel karena kami penguasa perusahaan seluruh Balikpapan dengan memakai kekerasan untuk mengendalikan mereka. Alia, apa kamu tidak takut dengan keluarga kami?" tanya Abbay
"Takut? Sama sekali tidak karena ada seseorang yang melindungiku!" jawab Alia dengan senyuman
"Alia, apa masih ada sisa di hatimu untuk menerima perasaanku?" tanya Abbay dengan ekspresi serius
Alia terkejut mendengar ungkapan perasaan Abbay yang langsung nyosor menciumnya bahkan tidak bisa melakukan perlawanan karena kedua tangannya dipegang kuat. Kedua kaki Alia ditahan sekuat mungkin agar tidak memberontak tapi sekuat apa pun Abbay menahannya rasa ciuman kurang memuaskan karena Alia tidak menikmatinya.
Abbay melepaskan Alia seketika mendapatkan tamparan kuat sampai Aileen bisa mendengar suaranya bahkan saat melihat Tante Alia dicium membuatnya terkejut sekaligus panik.
"Apa maksudmu melakukan itu?" tanya Alia dengan ekspresi marah
"Apa yang paman lakukan? Papa Aileen saja belum mencium Tante Alia jangan ambil start duluan!" teriak Aileen dengan nada kesal disertai wajah marahnya memberikan kesan imut
"Haha, beruntungnya diriku jadi kalian belum mulai sama sekali berarti masih ada celah untuk masuk ke hatimu Alia! Tidak ada wanita menarik mataku selama bertahun-tahun tapi melihatmu di makan malam itu seketika memainkan irama detak jantungku. Baiklah, aku berubah pikiran!" ucap Abbay tersenyum lebar sangat berbeda dari sebelumnya
Mendengar tawa dan senyuman Abbay langsung mengingatkan Alia akan perubahan Reza semakin membuatnya kangen untuk melihatnya kembali.
"Paman jangan dekat-dekat Tante Alia!" ucap Aileen bersama Mochi melindungi Alia
"Aileen, anak Kak Reza berarti keponakanku. Aileen salam kenal saya Abbay Markel, panggil saya Paman Abbay!" ucap Abbay sambil mengulurkan tangan untuk bersalaman
"Aileen tetaplah Aileen, salam kenal Paman Abbay!" balas Aileen menjabat tangan pamannya
Abbay menatap Alia lalu tersenyum tapi tidak ada respon untuk membalasnya dengan menarik tangan Aileen kemudian lanjut jalan ke mini market.
"Aku suka Alia bersikap seperti itu." ucap Abbay langsung lari mendekati Alia
"Aileen boleh duluan ke mini marketnya nanti Tante sama Paman Abbay menyusul dan Mochi tolong jaga Aileen!" ucap Alia dengan Mochi melakukan perintahnya
Alia langsung meminta Abbay untuk mengatakan secara jujur tentang tujuannya.
"Ayah kami memberikan perintah untuk menyingkirkan keluarga Kak Reza agar dirinya menjadi penerus Keluarga Markel!" ucap Abbay dengan ekspresi serius
"Menjauhlah dari Aileen jangan libatkan anak kecil dalam masalah keluarga kalian!" ancam Alia dengan menatap Abbay
"Aku berubah pikiran! Menentang perintah ayah sama saja melakukan bunuh diri tapi sosok wanita yang dapat membuka hatiku mana mungkin kubiarkan begitu saja." ungkap Abbay dengan sangat serius
"Haaaa! Cukup sudah, kamu benar-benar berpikir kalau aku ini wanita gampangan yang mau langsung ikut bersamamu gitu?" tanya Alia dengan ekspresi lelah
"Aku sama sekali tidak berpikir seperti itu! Alia, aku sangat serius untuk mendapatkanmu. Siapa cepat dia dapat maka aku akan memakai segala cara untukmu mau bersamaku bahkan melindungi Aileen dari Kak David!" jawab Abbay sangat serius mencintai Alia
"Kenapa dengannya?" tanya Alia
"Dia itu orangnya sangat serius kalau sudah menginginkan sesuatu. Jadi, aku beranggapan kalau dia ingin melihat Kak Reza sosok yang dia kagumi kembali seperti dulu!" jawab Abbay
Tanpa sadar keduanya sudah mengobrol sangat lama bahkan sampai di mini market dengan Aileen belanja makanan bersama Mochi.
"Lakukan apa yang kamu mau!" ucap Alia ingin belanja sesuai catatan Bibi Lina berikan
"Tunggu sebentar Alia!" ucap Abbay menghentikan Alia dengan memegang tangannya
"...." Alia melihat ke belakang membuat Abbay terpesona akan kecantikannya
"Mulai sekarang kita tetangga!" ucap Abbay masih menatap Alia tanpa kedip
"Ha?" Alia terkejut mendengar mereka bertetangga
Bersambung....
Like👍 dan Coment semangat yahh ✍️ ❤️❤️❤️