NovelToon NovelToon
Pedang Naga Giok

Pedang Naga Giok

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Romansa
Popularitas:76k
Nilai: 5
Nama Author: Wanto Trisno 2

"Kau! Kau wanita licik! Penghianatan ini tidak bisa ku maafkan! Meski ke ujung neraka sekalipun, akan ku balas berkali lipat!"

Yan Sheng merupakan seorang pendekar pemilik Pedang Naga Giok. Ia dikhianati oleh temannya sendiri, An Jiang. Seorang wanita yang telah bersumpah akan menjadi teman bahkan menganggap saudara. An Jiang dan saudara laki-laki yang terlihat hubungan terlarang, merencanakan pembunuhan terhadap Yan Sheng.

Beruntung Yan Sheng diselamatkan oleh gadis Naga Timur, Yin Long. Yin Long membawa pemilik Pedang Naga Giok bersembunyi dan melakukan perjalanan bersama untuk mengembalikan kultivasi Yan Sheng yang menurun drastis.

Berbagai cara dilakukan Yan Sheng untuk meningkatkan kultivasinya. Demi membalaskan dendam atas penghianatan dua orang penghianat. Juga menghadapi marabahaya yang mengintai.

Ke manapun perginya, gadis Naga Timur itu selalu mengikuti dengan tingkahnya yang manja. Meski Yan Sheng bersikap dingin padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wanto Trisno 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penangkapan

"Orang-orang yang duduk di kekuasaan sudah seperti ini sejak dahulu. Jadi tidak usah kaget lagi, Yin Long. Biarkan mereka menangkap kita. Lagipula kita tidak bersalah sama sekali."

Yan Sheng tidak melawan para prajurit yang menahannya. Begitu juga dengan Yin Long yang langsung diborgol oleh para penjaga gerbang. Keduanya dibawa ke dalam untuk diintrogasi.

Sementara Qiaofeng tidak terima dan hendak melawan orang yang bertanggung jawab sebagai kepala penjaga itu. Namun para prajurit juga membawa putri raja itu ke dalam. Tidak sanggup melawan prajurit yang memaksanya.

"Maafkan kamu, Nona muda. Kita akan menghukum diri kami sendiri setelahnya. Di antara kalian semua, yang menyentuh nona muda kita, harus dihukum cambuk dua puluh cambukan!"

"Siap, Tuan. Kami akan menghukum diri kami sendiri." Prajurit dengan gagahnya mengatakan itu sebagai wujud tanggung jawab.

Meski mereka tidak bisa dikatakan bersalah, menyentuh tangan Qiaofeng juga merupakan pelanggaran. Tentu saja itu adalah aturan dari pusat. Meskipun mengawal, mereka bisa memutuskan untuk menangkap atau menarik paksa Qiaofeng. Meski mereka akan dihukum berat. Tetapi demi menjaganya, itu lebih menjadi kewajiban mereka. Hukuman cambuk pun tidak ada apa-apanya bagi mereka.

"Tuan Yan! Tuan Yan! Lepaskan! Aku mau tuan Yan dilepaskan! Kalian semua jahat!" teriak Qiaofeng sambil mencoba melepaskan diri dari para prajurit yang menangkap dan membawanya ke istana.

Yan Sheng membiarkan para prajurit itu menangkap dan membawanya di sel tahanan bersama Yin Long. Seperti yang diinstruksikan Yan Sheng, Yin Long pun hanya diam dan membiarkan dirinya juga ditangkap dan dipenjarakan dalam satu sel.

"Kalian bisa bermalam dan bisa makan gratis di sini. Hahaha! Dengan niat busuk kalian, jangan kita kita tidak tahu. Tuan kami tidak bodoh seperti yang lain. Kalian hanya penipu dan menginginkan hadiah dari raja, bukan?"

Yan Sheng hanya diam mendengar ucapan pria yang membawanya ke dalam penjara. Ia tidak melawan bukan berarti tidak bisa kabur. Bahkan ia memiliki senjata yang dapat memotong jeruji besi yang mengurungnya.

"Sayang sekali, padahal kau sangat cantik. Kalau tidak, mungkin kau bisa menemaniku tidur malam ini. Bagaimana? Kalau mau, kau bisa keluar dari penjara ini." Seorang penjaga menyentuh wajah Yin Long.

"Kau tidak bisa menyentuhnya seperti itu." Yan Sheng memukul orang yang menyentuh wajah Yin Long. Ia juga terlihat kesal ada pria yang berani menyentuh orangnya. "Kalau kau berani menyentuh orangku, kau hanya akan mendapatkan kematian."

"Kurang ajar! Kau berani melawanku? Ake, biarkan saja kau mati kelaparan! Kalian tidak ada jatah makan hari ini." Karena kesakitan dan merasa tidak mungkin melawan Yan Sheng sendirian, niat prajurit penjaga pun diurungkan. Ia kembali ke tempatnya.

Di dalam penjara, Yan Sheng mengeluarkan pedang yang didapatkan dari pengganggu itu. Pedang Safir Langit yang berwarna biru. Ia gerakan dengan pikirannya untuk memotong gembok.

"Yin Long, kau siap? Kemarikan tanganmu! Biar kupotong gembok itu." Yan Sheng juga memotong gembok di tangah Yin Long. Sehingga tangannya lebih bebas sekarang. Tidak sakit karena borgor yang membuat sulit bergerak.

Selain itu rantai di kaki mereka dipotong dengan pedang itu. Setelahnya pedang di tangan Yan Sheng kembali dimasukan ke dalam cincin ruang.

***

Di istana, Qiaofeng berjalan diikuti oleh para pengawal kerajaan. Ia menghadap ayahnya yang sedang duduk di singgasananya. Ingin melapor tentang kedua penyelamatnya yang dimasukan ke dalam penjara oleh prajurit. Meski atas perintah dari perwira.

Perwira yang menyuruh memenjarakan Yan Sheng dan Yin Long juga hadir dalam pertemuan yang sedang dilakukan di aula besar. Tempat biasa mereka berdiskusi dengan masalah yang dihadapi saat ini. Kebetulan mereka juga sedang memikirkan cara untuk menyelamatkan Qiaofeng yang ditawan para penculik.

"Ayah! Tolong ayah!" panggil Qiaofeng yang berlari ke arah ayahnya yang duduk di singgasananya. Ia berlari kecil dan semua pandangan tertuju padanya.

Melihat Qiaofeng kembali dengan selamat, membuat mereka membiarkannya. Bahkan tidak bisa menyembunyikan rasa kagetnya. Mereka tidak menyangka akan datang secepat itu. Padahal sidang hampir saja dilaksanakan.

"Putriku! Ada apa denganmu? Kau sudah bebas sekarang? Ahhh ... putriku yang cantik dan malang." Sang raja tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Ia sangat menyayangi putri satu-satunya.

"Selamat Yang Mulia! Selamat karena tuan putri telah kembali. Selamat Tua Putri. Selamat. Selamat!" ucap para menteri dan ajudan yang berada di aula.

"Ahahaha! Putriku ... ke mana saja perginya kamu? Ah, rasanya ayah tidak bisa tidur semalaman karena kamu. Putriku Qiaofeng." Raja berdiri dan langsung mendekap putrinya yang sudah kembali.

Rasa senang gembira dirasakan oleh semua orang. Banyak di antara mereka mengucapkan selamat. Saat memeluk putrinya, sang raja tidak menyangka yang di hadapannya adalah putrinya yang sudah bebas.

"Selamat, Yang Mulia. Akhirnya nona kembali dengan selamat. Yang Mulia, bagaimana selanjutnya? Apakah kita sudahi diskusinya atau ada yang lainnya?" tanya kasim yang harus mengumumkan keputusan raja.

"Sudahlah ... kita akhiri sampai di sini saja. Suruh mereka pergi!" perintah sang raja. Ia terlalu pusing mengurus semuanya. Sehingga ia terlalu senang untuk memulai diskusi yang sudah pasti akan membuatnya semakin pusing. Setelah putrinya kembali, ia harus istirahat juga.

"Perintah Yang Mulia! Pertemuan sampai di sini. Semua dibubarkan!" ucap kasim dengan suara lantang. Ia juga penasaran dengan cerita Qiaofeng yang diculik. Sehingga ia harus menunggu dan mendengar cerita Qiaofeng yang membuat gemas.

Semua yang hadir pun keluar dari aula. Tinggal beberapa prajurit, satu kasim lalu ada ayah dan anak yang dipertemukan. Setelah itu Qiaofeng memberitahu apa yang telah terjadi.

"Ayah, siapa orang yang menjaga gerbang? Orang itu telah memenjarakan penolongku, ayah. Kalau tidak ada mereka, mungkin kita tidak bisa bertemu lagi. Mereka adalah tuan Yan dan pelayannya Yin Long. Mereka orang baik yang menolongku. Jadi kau bisa membebaskan mereka?"

"Yan Sheng? Siapa orang ini? Apakah mereka benar-benar menyelamatkan putriku? Bagaimana mungkin perwira kita asal menangkap? Apa kau mengatakan yang sesungguhnya?"

"Iya, Ayah. Para penjaga itu sungguh tidak tahu malu. Padahal tuan Yan yang menyelamatkanku tanpa minta imbalan, malah dipenjara oleh orang penjaga gerbang."

"Kalau begitu, pertemukan ayah dengan pria itu. Kasim! Perintahkan orang penjara untuk membawa orang yang ditangkap di gerbang."

"Baik, Yang Mulia! Namun harus ada perintah dari Yang Mulia secara resmi. Karena orang di penjara sangat ketat." Kasim tidak bisa pergi begitu saja karena penjara sendiri sangat sulit dimasuki.

"Kau bawa plakat ini!" Raja menyerahkan plakatnya pada kasim kepercayaan. "Jangan banyak alasan, bawa mereka meski mereka membawa pengawal pun tidak apa-apa. Yang penting hadapkan mereka padaku sekarang juga."

"Terima kasih, Yang Mulia. Hamba mohon pamit sekarang." Kasim pun melaksanakan perintah dan berlari dengan terburu. Dengan rasa kecewa karena tidak mendengar cerita Qiaofeng yang diselamatkan dua orang di penjara.

***

1
Jumadi 0707
iya MC nya gblok
Roni Sakroni
lanjuu7uuuuttttt
Roni Sakroni
mantap
Roni Sakroni
tinggalkan saja tempat itu... ngapain dilayanin sih....biar siputri yg tanggung akibat omongannya.
Roni Sakroni
huhhh..... mulut siputri emang beracun ....
Roni Sakroni
episode yg membosankan...seorang putri yg minta minta cintanya dibalas....tp saya salut pada pendekar kita yg menolaknya.
Roni Sakroni
baca novel ini jadi geregetan...
Roni Sakroni
lanjutkan thor
jeck
semangat thor💪💪
jeck
mantuuuul👍👍
jeck
kurangi percakapan perbanyak aksi 😀🙏
jeck
lanjuut 👍👍
jeck
mantuuul👍👍
Sak. Lim
karna mc nya lebay impoten ga normal.
Sak. Lim
tidak manusia sama mc idioooooot
Sak. Lim
oho sifat mc kayak gini mndingan di ganti aja bukan pria sejati lebay naiiif
火凤凰: maka bikinlah karya yang sesuai dengan kemauanmu
total 1 replies
Sak. Lim
mc naiiiiif munafik pikiran ga sesuai klkuan.
Sak. Lim
sama gurunya juga idioooooot
Sak. Lim
idioooooot mulut sampah' byk bacot lemah
火凤凰: nggak suka jangan dibaca
total 1 replies
amore💞💞
semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!