Apa jadinya ketika kamu mengambar karakter komik. Lalu karakter itu muncul dalam dunia nyata?
Hal ini terjadi kepada Kinara Angelica seorang penulis cerita komik yang suatu hari menemukan sesosok lelaki didalam kamarnya. Tak disangka lelaki itu mirip dengan wajah karakter komik yang digambarnya.
Yuk ikuti kisah seru Kinara yang harus mengurusi lelaki manja nan polos yang keluar dari komik buatannya bernama Ken.
Ditambah ia harus bersaing melawan karakter utama wanita dalam komik yang dibuatnya sendiri.
Dapatkah Ken berhasil menjalankan sebuah misi agar ia menjadi manusia seutuhnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neng Euis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19. Penyusup
"Siapa yang ngelakuin semua ini ke aku!" Kinara mulai menangis melihat seluruh ruangan Apartemennya berantakan.
Ken jadi panik dan ikutan sedih melihat Kinara yang menangis. Selama Ken bertemu Kinara, ini pertama kalinya ken melihat Kinara menangis.
Kinara mulai bangkit dari tempat duduknya dan mencoba menguatkan dirinya. Kinara memeriksa ke segala ruangan terutama ia pergi ke tempat dimana ia menyimpan barang berharganya.
Tapi, anehnya uang tabungannya di lemari tak tersentuh sama sekali. Tapi seluruh pakaian di dalam lemari benar-benar diacak-acak oleh si pelaku.
Kinara pergi ke meja kerja dan menemukan berbagai lembaran kertas sketsa wajah para pemeran karakter cerita "love for you" miliknya yang sudah ia print bertebaran di lantai. Bahkan Ken langsung menatap dengan heran melihat gambar wajahnya di sebuah lembaran kertas.
"Apa ini, Nara? dia sama denganku?" tanya Ken sambil membaca tulisan profil karakter Ken dalam cerita komiknya.
Kinara langsung berlari merampas kertas yang dipegang Ken dan ia segara memunguti kertas-kertas lain yang bertebaran dilantai.
Ken ikut membantu Kinara mengambil kertas-kertas itu dan tak sengaja ia menemukan sketsa wajah Luna. Ken kembali menatap kertas itu lekat-lekat.
"Sepertinya aku pernah melihat gadis cantik ini." ucap Ken yang refleks membuat Kinara yang sedang sibuk memunguti kertas langsung menatap kearah Ken.
Kinara kembali merampas sketsa bergambar Luna dan seluruh tubuhnya langsung gemetaran melihat Ken tiba-tiba memandangannya.
"Benar! aku melihatnya dalam mimpiku." sambung Ken lagi.
Deg!
Kinara langsung gemetaran mendengar ucapan Ken. Seberapa keras ia berusaha menyembunyikan fakta bahwa Ken berasal dari komik buatannya. Tetap saja, masa seperti ini akan terjadi tanpa diduga. Dimana, Ken akan mulai mencari jati dirinya.
"Nara pernah liat cewek ini juga?" tanya Ken.
kinara sedikit bernafas lega saat mengetahui Ken belum menyadari tentang dunia komik dan masih menganggap Luna sebagai gadis bunga tidurnya.
"Ken sebenernya ...."
Tok tok tok!
Belum selesai Kinara melanjutkan ucapannya. Terdengar ketukan pintu dari luar Apartemennya.
"Nara? kamu di dalem?" teriak seseorang diluar pintu.
"Dia lagi!" gerutu Ken sambari menghela napas.
Baru saja Kinara ingin beranjak dari tempat duduknya. Dokter Dika sudah masuk duluan ke Apartemen Kinara. Dokter Dika langsung terkejut melihat Apartemen Kinara yang berantakan dan ia lebih terkejut lagi mendengar suara kegaduhan yang berasal dari kamar Kiano.
"Nara?" panggil Dokter Dika berjalan perlahan menuju kamar Kiano.
"Eh .. Kak Dika." ucap Kinara yang tiba-tiba keluar kamar Kiano sembari menyeka keringatnya dikening yang mulai bercucuran. Ia mencoba menyunggingkan seulas untuk menutupi rasa gugupnya.
"Apa kamu menyembunyikan seseorang didalam kamar Kiano?" Dokter Dika berjalan kearah kinara.
Deg!!
"Nggak kok kak mana mungkin." tegas Kinara menaikan intonasi suaranya. Ia mencoba menyunggingkan seulas senyum untuk menutupi rasa gugupnya.
Dokter Dika jelas mengetahui Kinara menyembunyikan sesuatu darinya hanya dengan melihat ekspresi gugup Kinara. Dokter Dika kemudian mendorong Kinara menjauhi pintu dan mulai menekan gangang pintu Kiano.
Gawat!! jangan sampai Kak Dika tahu Ken di kamar Kak Kian. Aku harus cari cara!
Tiba-tiba Kinara menarik Dokter Dika dan langsung memeluknya dengan erat. "Kak Dika, Aku sangat menyukaimu." teriak Kinara sambil memejamkan matanya.
Jddaarrr!!!
Situasi menjadi sangat aneh dan canggung. Dokter Dika pun hanya terdiam tak mengerti situasi apa yang sedang terjadi. Bisa-bisanya Kinara menyatakan perasaannya disaat situasi seperti ini.
Kamu sudah gila, Kinara!! sebenarnya apa yang sedang kamu lakukan sekarang ? Ken lihat apa yang kulakukan demi dirimu!
Kinara langsung menunduk malu mengingat ia telah mengambil ide yang muncul dadakan tanpa menyaringnya terlebih dahulu.
Dokter Dika perlahan melepaskan tangan Kinara yang melingkati tubuhnya. Kemudian Dokter Dika mengangkat dagu Kinara yang membuat gadis dihadapannya mendongkakan wajah kearahnya. Terlihat dengan jelas pipi gadis dihadapannya memerah bak buah Cherry.
"Nara?" panggil Dokter Dika dengan suara yang sangat lembut.
"Maafkan aku kak." Kinara melangkah mundur dan kembali menundukan kepalanya.
Dokter Dika menghela napas dan memegang kedua bahu Kinara. "Kakak tahu, sekarang Nara udah mulai dewasa dan mulai menyukai seseorang. Kakak gak bisa menghentikan perasaanmu. Tapi, bukannya kamu sendiri mengatakan kalau kamu udah punya pacar?"
"a-aku ...." Kinara tak bisa melanjutkan kata-katanya.
Benar juga, waktu ia pernah memperkenalkan Ken sebagai pacarnya karna ingin memanas-manasi Dokter Dika karna bersama Dokter Mira. Masa tiba-tiba Kinara mengungkap perasaannya kepada Dokter Dika?
Karna Kinara tak melanjutkan kata-katanya dan hanya diam mematung. Dokter Dika akhirnya berinisiatif menarik Kinara dan menyuruhnya untuk duduk di sofa.
Dokter Dika kemudian berjalan kedapur dan menuangkan air dalam gelas. Ia membawa gelas itu ke ruang tv dan memberikan minuman itu ke Kinara.
"Minum dulu dan tenangkan dirimu. Setelah itu, jelaskan apa yang sebenarnya terjadi disini." ucap Dokter Dika setelah ia duduk disamping Kinara.
Kinara mulai menegak segelas minuman hingga habis. Ia merasa sedikit mendapat energi walaupun sisa-sisa rasa malunya masih sedikit menyangkut dipikirannya. Kinara mulai mengatur nafasnya agar stabil kemudian mulai menatap Dokter Dika.
"Ada yang masuk kedalam Apartemenku kak." ungkap Kinara.
"Ada yang hilang? Kamu tahu siapa orangnya?" Dokter Dika mulai mengajukan berbagai pertanyaan.
"Anehnya, semua barang berharga gak ada yang hilang. Uang tabunganku di lemari gak diambil tapi semua pakaianku diacak-acak. Semua isi di dalam lemari di semua ruangan dikeluarkan semua, dan laptop, smartphone semuanya gak ada yang di ambil sama sekali. Bahkan aku gak yakin apa yang sebenernya dicari orang itu di dalam Apartemenku. Bukannya ini aneh?" ucap Kinara panjang lebar menjelaskan semua hal kepada Dokter Dika.
"Kalau begitu, Aku akan pergi ke ruang CCTV pusat untuk melihat siapa yang datang ke Apartemenmu. Aku juga akan melaporkan kasus ini ke pusat keamanan. Selanjutnya, kamu harus mengganti sandi pintumu dengan kombinasi angka yang rumit. Atau aku akan memasang CCTV didalam sini untuk berjaga-jaga." celoteh Dokter Dika panjang lebar kemudian mulai beranjak dari tempat duduknya.
"Kak Dika mau kemana?" Kinara menahan tangan Dokter Dika.
"Ke ruang CCTV pusat."
"Aku ikut."
•
•
•
Kinara berjalan mengikuti dibelakang Dokter Dika. Kinara hanya menatap punggung Dokter Dika yang sedang sibuk menelepon Pak Darma (Penjaga ruang CCTV pusat).
Tiba-tiba Kinara menghentikan langkahnya.
Tunggu ... kalau Kak Dika mau ngecek CCTV disekitar lantai Apartemen ku. Berarti keluar masuk Ken ke Apartemenku bisa terlihat nantinya. Gawat!!!
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa Like 👍 dan Vote 💝 ya ....
Masukan ke Favorit ❤ dan jangan lupa beri Bintang 5 🌟
Happy Reading 🤗
Salam hangat dari author
"Neng Euis"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Bintang 5 untuk karyanya...
salam manis dari KENANGAN dan FOREST GIRL 🤗🤗