NovelToon NovelToon
Re : Write The Dark History

Re : Write The Dark History

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Mengubah sejarah / Light Novel / Tamat
Popularitas:11.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yuzhar Amrun

Jika kau menjadi manusia terakhir, apa yang akan kau lakukan?

Apa yang akan kau rasakan?

Apakah kau merasa kesepian?

Terombang-ambing di Angkasa Lepas

Tanpa adanya satu petunjuk

Hingga pada satu titik

Kau berkhayal kalau kau mendengar suara seseorang

Kau menghiraukan suara-suara itu karena kau mengetahui fakta bahwa kau sendirian.

Terlelap dalam kesepian dan terbangun dalam kegelapan.

Berkhayal bahwa kau merasakan Dunia yang telah hancur.

Hingga akhirnya.

Terbangun kembali di kenyataan.

Dan tak bisa melakukan apapun.

Hingga tiba-tiba seorang wanita muncul di hadapanmu dan menawarkan sebuah kesempatan.

XXXX

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuzhar Amrun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21 : Melarikan diri, cerita terus berlanjut

Lynn dan kelompok Wert berhasil melarikan diri dari ladang dan status mereka masih menjadi seorang budak, tentunya mereka akan menempuh sebuah jalan yang panjang saat ini, kebebasan sudah ada dalam genggaman mereka.

"jadi sekarang apa?" Uona yang pertama bertanya

"inilah kebebasan." Fed menyadarkan semuanya

"kita harus lari sejauh mungkin karena mereka pastinya mencari kita besok." Meru memberikan sebuah pendapat sesuai faktanya.

"yahh itu benar, bagaimana Elija?" Wert menunggu perintah selanjutnya dari Lynn.

"..."

Lynn terdiam.

"ada apa?"

Lynn memikirkan tentang sosok yang muncul di hadapannya dengan terang-terangan sebelumnya, hal itu terus menempel dalam kepalanya.

"tak ada..." dia agak murung.

"bercerialah, rencana kita berhasil kita harus mencari tempat untuk bersembunyi selagi orang-orang ladang itu mencari kita." Wert mencoba mengembalikan keceriaan Lynn.

Lynn hanya terdiam.

"...."

"yahh kurasa, kalian pergilah sejauh mungkin dan ganti nama kalian, tumbuhkan janggut atau apapun... untuk sementara ini kalian takkan bisa dengan begitu saja masuk ke dalam masyarakat, informasi bocor sekecil apapun akan merugikan kalian... hilangkanlah jejak kehidupan kalian sebelumnya." Lynn mencoba mengarahkan kelompok itu.

"tapi... bagaimana denganmu Elija?" Fed bertanya pada Lynn.

Kelompok Wert melihat Lynn yang terdiam sejak tadi.

"..."

"tak apa... aku memiliki tujuanku sendiri, aku harus mencari Sera juga, kalian nikmatilah hidup kalian yang bebas sekarang ini." Lynn menjelaskan apa yang akan dilakukannya.

"yah.."

"tidak Elija, kurasa itu salah, jangan menjadi naif seperti itu."

"!"

"apa maksudmu?"

"kita harus membuat sebuah janji."

"janji?"

"ya! itu benar! kita harus mengingat satu sama lain, takkan ada yang mengakhiri ikatan kita ini."

"ya... kurasa itu benar dan cukup logis."

"..."

"baiklah, kurasa kita akan bertemu lagi suatu hari nanti."

"janji telah dibuat!"

...

"jagalah dirimu kawan, kita akan menempuh jalan yang berbeda dari sini."

"aku tak apa, kalian yang berhati-hatilah."

Lynn dan kelompok Wert berpisah setelah berhasil keluar dari ladang yang memperbudak mereka.

Lynn telah memberikan arahan yang diperlukan, bagaimana cara mereka bertahan hidup dan juga sebuah janji.

Saat ini Lynn pergi menuju perbatasan kota, dimana Eleisa dan juga Sera yang telah dibeli olehnya sedang menunggunya datang.

"baiklah, kita akan melanjutkan perjalanan kita, hari-hariku disini membuat pikiranku kacau."

"dan juga... rasa sakit ini..."

Rasa sakit yang telah diterimanya selama dua minggu melebihi dari kesakitan yang telah diterimanya dari Regulus, tapi dia mencoba berlagak kuat.

"tak ada gunanya mengeluhkan hal itu, ahh sialan tidurku juga kurang nyenyak dua minggu ini, aku harap setelah kembali pada Eleisa aku dapat tertidur dengan lelap hingga semua rasa kantuk yang kurasa hilang."

"tapi... jika aku tertidur apakah makhluk itu akan datang lagi dalam mimpiku, lagipula apa itu... apakah itu mimpi atau apa?"

"yah... kurasa..."

Bugh!

Lynn tersungkur ke tanah.

"ahh sialan, aku menahannya terlalu lama, tubuh ini sudah tak bisa menahan lagi beban yang dirasakan selama dua minggu itu, aku tak bisa menggerakkan tubuhku lagi, kurasa tak apa meskipun ditangkap lagi."

...

"bagaimana ini?"

"ah, sudah kutahu akan menjadi seperti ini."

Dua suara wanita terdengar sebelum akhirnya Lynn kehilangan kesadarannya dengan sepenuhnya.

...

...

...

"ahh, disini lagi... memangnya ada hal apa disini? dan juga kenapa tempat ini menjadi terang tak seperti biasanya?"

"omong-omong aku penasaran, apakah aku ditangkap lagi oleh para penjaga itu."

"entahlah, mungkin aku akan menyerah jika memang harus mengulang lagi dari awal, aku tak sanggup lagi."

...

...

...

Lynn membuka matanya.

Hal pertama yang dilihatnya adalah langit-langit dan juga dagu dari seorang wanita yang samar-samar dikenalnya.

Wanita itu menengok ke bawah dan menyadari kalau Lynn telah terbangun dalam pangkuannya.

"ahh Elija, kau sudah bangun..."

Wanita yang dilihatnya adalah Sera, dan juga langit-langitnya bergerak dengan perlahan bersama dengan hembusan angin lunak dirasakan oleh kulit Lynn.

Mereka sedang menaiki sebuah kereta kuda.

Lynn terbangun dari pangkuan Sera.

"jangan terlalu memaksakan dirimu, kau terlalu kelelahan." suara wanita tua melarang Lynn.

Wanita itu adalah Eleisa yang mengemudikan kereta kuda yang mereka naiki.

"tak apa, aku sudah baik-baik saja."

Arrgh!

Lynn berusaha bangun dan merasakan sakit di tubuhnya lagi.

Dia terbaring lagi dalam pangkuan Sera.

"sudahlah berbaringlah saja disana, dia juga tak keberatan."

Wajah sera terlihat memerah.

"yahh... baiklah."

...

"aku tahu kau sangat kelelahan Elija, Nyonya Eleisa memberitahuku kalau kau lah yang menyarankan dia untuk membeliku."

"yahh begitulah... syukurlah kau baik-baik saja."

"ya.. omong-omong Elija, bagaimana kau bisa mengenal nyonya Eleisa? maksudku kenapa dia sampai mau melakukan hal baik ini kepada kita? padahal kau selalu bersamaku bahkan sebelum kita menjadi budak."

Sera langsung menanyakan hal yang sulit yang bahkan Lynn kesulitan untuk menjawabnya.

Lynn benar-benar tak mengetahui latar belakang dari seseorang yang bernama Elija ini.

"itu cerita yang panjang... aku menemukan dia saat masih menjadi budak, di sebuah pasar... dan tatapannya itu membuat hatiku tersentuh." Eleisa dengan spontan membuat sebuah narasi tanpa fakta.

"oh... jadi bukan Elija yang menemukanmu tapi kau yang menemukan dia... begitu... ternyata masih banyak orang baik sepertimu di dunia yang kejam ini ya Nyonya.."

"yahh begitulah... berhentilah menyebutku nyonya, panggil aku dengan namaku saja langsung... aku tak enak dipanggil seperti itu.."

"tapi kau adalah tuan baru ku..."

"ahh tak usah..."

"tidak tidak tidak..."

Lynn terdiam melihat percakapan dua orang wanita ini, tapi dia lebih keheranan dengan Eleisa yang tak ingin disebut nyonya, berbeda dengan saat dia memperlakukan No.4

Rtt..

Suara gerobak berhenti.

"kenapa kita berhenti Nyonya?"

"sudah kubilang berhentilah menyebutku seperti itu... ada sebuah pemeriksaan di depan, kalian bersikaplah normal."

Lynn penasaran.

Pemeriksaan apa yang dimaksud Eleisa.

Dia mencoba bangun dan duduk tegap.

"apa kau sudah tidak apa-apa Elija?"

"yahh, sudah tak terlalu sakit sekarang."

"baguslah, berdiamlah disini... Nyonya bilang sedang ada pemeriksaan."

"hei Eleisa... ada pemeriksaan apa?"

"oh, hanya sebuah pemeriksaan kecil dari kerajaan kecil yang kita tuju."

"kerajaan kecil?"

"yahh begitulah, kau penasaran.."

"ya, aku ingin melihat kerajaan kecil yang kau sebutkan itu."

"lihatlah sendiri." Eleisa menunjuk ke arah depan.

Di sana terdapat sebuah kerajaan kecil di dekat sebuah danau dan terdapat sebuah dermaga di sana.

"wahh! cantiknya, pemandangan dari sini sangat indah!" Sera terpukau dengan keindahan yang dilihatnya.

Tapi ucapan Sera itu bukanlah hanya sebuah pujian spontan yang biasa dikatakan oleh wanita, Pemandangan dari kerajaan itu memang sangat indah dari sini.

Sebuah kerajaan di tengah tembok yang mengelilingi istana yang terdapat kota di dalamnya, Tembok itu mengelilingi danaunya juga dan terlihat sebuah pintu besar yang sedang terangkat disana.

"tapi Eleisa.. ada apa kau membawa kita ke sini..."

"kau sudah tau jawabannya bukan."

"!"

1
Cellestria
Kakak jangan lupa huruf kapital 🤭
Rudi R
Primitive
Nori^
Chữ viết tốt, chỉ là vị trí của các chữ cái
Poka😖
ini kayak tiba-tiba banget sii
Poka😖
wahh, udh tiba-tiba liat masa lalu Alyssa, di akhirnya liat Alyssa langsung
Rudi R
Iya lah.. untung aj nggk di katain pedo.. wkekwkw
Yzr245: yaahh iya gak iya juga
total 1 replies
kepo
semangat author
Yzr245: makasih kk
total 1 replies
Poka😖
wahh apakah ini ada kaitannya sama sosok kemarin🧐🧐
♡Diazella fransiska♡
kak jangan lupa mampir juga ya
♡Diazella fransiska♡
bentar lagi tuh
Poka😖
ahh itu bentar lagi ketemu sama Eleisa, penasaran gimana aaaaaaaa
Poka😖
wahh penasaran si Alyssa ini kenapa, sampe bisa gak ke kontrol sama Lynn tubuhnya
yukisan
bagus lanjutkan Thor, mampir juga ya😉😘
Rudi R
Wee.. re write film kesukaanku
♡Diazella fransiska♡
semangat up nya kak

jangan lupa mampir juga ya
♡Diazella fransiska♡
apakah itu?
Yzr245: tebak😜😜
total 1 replies
yukisan
bagus lanjutkan Thor, view back ya
Poka😖
wahh kok agak ngeri gini yahh chapter kali ini agak ngilu ngilu gitu
Poka😖
ship Elija x Sera😍😍😍
Poka😖
hehe thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!